10 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar Premium: Pengelolaan Keuangan Institusi Pendidikan: Menavigasi Laporan Keuangan untuk Pertumbuhan dan Inovasi Dimulai.

Selengkapnya
Kontak Kami

Dunia Kampus • 01 Nov 2023

Tahapan Implementasi OBE di Perguruan Tinggi

Liza SEVIMA

SEVIMA.COMA – Hadirnya Outcome Based Education (OBE) telah membawa transformasi pendidikan di perguruan tinggi. Implementasi kurikulum OBE dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan lulusan di perguruan tinggi agar sesuai dengan kebutuhan industri. 

Untuk melakukan implementasi dengan baik, maka civitas akademik sebaiknya memperhatikan tahapan dari kurikulum OBE tersebut. Jika tahapan pada OBE ini terlaksana dengan baik maka akan menghasilkan output yang sesuai. 

Agar penerapan OBE dapat optimal maka dibutuhkan tahapan yang sesuai. Lalu bagaimana tahapan OBE mempengaruhi proses pembelajaran? Berikut adalah tahapannya. 

Tahapan OBE Mempengaruhi Proses Pembelajaran

1. Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan ini, yang perlu dilakukan adalah membentuk tim perencana kurikulum OBE. Di sini, peran koordinator pengampu mata kuliah lah yang membentuk Rancangan Pembelajaran Studi (RPS). 

RPS akan mencakup pemetaan yang memuat Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang kemudian diturunkan menjadi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Pada tahap ini, penyusunan dilakukan dengan mengukur kemampuan mahasiswa dengan menggunakan mapping

Selanjunya, koordinator pengampu bertugas menyusun rencana pertemuan, menyusun materi, dan menentukan capaian pembelajar yang dapat diukur. Pada tahap perancangan prodi akan memetakan profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar seperti soft skill dan hard skill apa saja yang dibutuhkan.

Baca juga: Apa saja yg Harus Diperhatikan Dosen saat Menerapkan Kurikulum OBE

2. Pelaksanaan Kurikulum OBE

Dosen pengampu yang melaksanakan kurikulum OBE harus bisa mengukur kemampuan mahasiswa. Salah satunya, dapat dilakukan dengan cara memetakan materi dan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan target capaian pembelajaran di setiap pertemuan.

Implementasi kurikulum OBE akan berfokus pada kebutuhan mahasiswa, artinya materi yang dibawakan bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa atau Student Centered Learning (SCL). SCL adalah proses pembelajaran lulusan yang diraih melalui proses pembelajaran pengembangan kreativitas, kepribadian, kebutuhan mahasiswa, dan mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan. 

Nah, implementasi OBE ini berfungsi untuk mengembangkan kompetensi dan pengetahuan mahasiswa. Sebagai pengajar, dosen harus memperhatikan prinsip SCL. Salah satunya dengan mendorong pembelajaran yang efektif dan menumbuhkan pemikiran kritis. Sehingga dapat digunakan sebagai tools mengembangkan ilmu pengetahuan. Di sinilah, peran dosen dalam memotivasi dan memberi gambaran kompetensi di masa depan dibutuhkan pada masa pembelajaran.

3. Evaluasi Hasil

Tahapan evaluasi menjadi sangat penting untuk menilai outcome dari rencana pembelajaran apakah terjadi kesenjangan atau tidak. Ada berbagai metode evaluasi kurikulum, salah satunya adalah menggunakan Model Evaluasi Dikrepansi Provous yang disarankan pada buku Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi MBKM. Evaluasi kurikulum berdasarkan pada standar nasional pendidikan tinggi. Penggunaan metode evaluasi ini bertujuan agar perguruan tinggi memiliki standar pendidikan yang sudah disusun berdasarkan SN-Dikti. 

Metode ini akan menggambarkan setiap tahapan evaluasi akan dibandingkan dengan capaian kinerja mutu unsur yang dievaluasi terhadap standar yang ditetapkan pada saat penyusunan RPS. Jika terjadi kesenjangan antara kinerja mutu terhadap standar, maka hal ini akan menjadi pertimbangan untuk melakukan modifikasi. Maka hasil evaluasi dapat memberi petunjuk untuk pertimbangan apakah dilakukan perbaikan terhadap kinerja mutu atau kinerja mutu sudah dianggap selesai dalam proses evaluasi. 

Proses evaluasi OBE

sumber: Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi MBKM

Baca juga: Mengenal Kurikulum OBE, Apa Bedanya dengan Kurikulum Lama?

Kurikulum OBE telah membawa transformasi untuk meningkatkan kompetensi lulusan. Implementasi kurikulum ini tidak lagi berpusat pada materi yang ingin dibawakan dosen tapi akan menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Oleh karena itu, kurikulum OBE ini bisa membentuk lulusan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri. Bagi Anda yang tertarik mengikuti berita seputar perguruan tinggi dan informasi akademik terbaru dapat mengunjungi SEVIMA.COM

Tags:

-

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

×