Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Implementasi OBE di 33 Prodi IAIN Parepare: Dari Dokumen Kurikulum ke Pembelajaran yang Diukur
19 Oct 2026
Kinerja & Reputasi | Perguruan Tinggi
13 Aug 2021
SEVIMA.COM – Setelah berjuang kurang lebih tiga tahun, Pimpinan Pusat Muhammadiyah berhasil mendapat izin pendirian Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Menurut Haedar Nashir, UMAM adalah tonggak baru pendirian perguruan tinggi pertama Indonesia di luar negeri.
PP Muhammadiyah mendapat izin pendirian UMAM dari Pemerintah Malaysia melalui Jabatan Pendidikan Tinggi pada Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia tertanggal (tarikh) 5 Agustus 2021. Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, UMAM sebagai tonggak sejarah, ma’alimu fi thariq, sebagai perluasan gerakan pencerdasan bangsa.
Haedar menyebut, UMAM adalah tonggak peran aktif Muhammadiyah dalam pendidikan global yang dimulai dari kawasan negara serumpun di Asean. Kedepan UMAM diharapkan bisa memainkan peran strategis untuk mewujudkan kemajuan dan persatuan antar bangsa, sehingga kehidupan terbangun bersama yang mencerahkan di bawah panji Islam Berkemajuan.
“Jadi kelahiran UMAM itu wujud dari program internasionalisasi Muhammadiyah yang diamanatkan oleh Muktamar Muhammadiyah tahun 2015. Dalam wujud membangun center of excellence di luar negeri,” kata Haedar dalam Konferensi Pers Pendirian Universiti Muhammadiyah Malaysia pada (12/8).
Baca juga : ISI Yogyakarta Jadi Perguruan Tinggi Seni Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2021
Izin yang didapat oleh PP Muhammadiyah untuk mendirikan UMAM tidak bisa dibilang mudah, pasalnya lebih dari tiga tahun Muhammadiyah mengusahakan ini. Haedar menegaskan, izin yang diperoleh Muhammadiyah melalui tahap dan prosedur yang resmi dan berlaku baik di Indonesia dan Malaysia.
“Karena Muhammadiyah biasa bekerja dengan sistem yang objektif, menjunjung tinggi hukum yang berlaku, dan tidak biasa dengan meneraba dan instan,” tegasnya.
Usaha pendirian UMAM, ungkap Haedar, diawali dengan membentuk Konsorsium Universitas Muhammadiyah Malaysia (Konsorsium UCMM) bersama para pihak di Malaysia. Selain mendapat izin dari Malaysia, terlebih dahulu Muhammadiyah telah memperoleh persetujuan dari dalam negeri.
“Dari pendirian usaha Malaysia UMAM mendapatkan dukungan penuh (sokongan) dari Kerajaan Perlis melalui Raja Perlis DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail,” imbuhnya.
Haedar menyebut, izin resmi pendirian UMAM sebagai kado monumental bagi Muhammadiyah sekaligus dengan peringatan tahun baru Islam 1443 H. Kedepan, operasional UMAM bersifat terbuka untuk semua negara dan kebangsan sebagai wujud pendidikan inklusif bagi semua di ranah global.
Apresiasi Para Menteri
Dengan resmi diberikannya ijin pendirian Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) Pimpinan Pusat menerima banyak ucapan dan harapan dari tokoh-tokoh di Indonesia. Diantaranya Menteri Agama RI dan Menteri Sekretaris Negara.
Selain mengucapkan selamat, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Internasionalisasi gerakan Muhammadiyah ini merupakan wujud perluasan dakwah Islam Indonesia di bidang pendidikan dalam rangka memperkuat ukhuwah antarbangsa.
“Muhammadiyah merupakan salah satu kekuatan sipil Islam yang konsisten menyuarakan moderasi beragama dan kemajuan Islam. Saya sangat bangga, kehadiran UMAM memperkokoh komitmen Islam Indonesia menjadi kekuatan pencerahan di Asia Tenggara,” tuturnya.
Sementara itu, Pratikno, Menteri Sekretaris Negara menuturkan kelahiran Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) di bulan kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 ini, di tengah berbagai kesulitan menghadapi pandemi Covid-19 ini, sungguh sangat kecewa. Capaian monumental bidang pendidikan ini semakin memperluas kontribusi pencerahan Muhammadiyah untuk sesama di mancanegara.
“Saya berharap UMAM semakin memperkokoh jembatan diplomasi kebudayaan Indonesia, khususnya dengan negara-negara serumpun Melayu di Asia Tenggara. Saya yakin dakwah Muhammadiyah terus menembus batas negara dalam menebarkan manfaat untuk memahami sesama dan kemanusiaan. Selamat dan sukses atas berdirinya UMAM!,” harapnya.
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi