Berita | Kampus Terbaik | Seputar Pendidikan

ISI Yogyakarta Jadi Perguruan Tinggi Seni Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2021

SEVIMA.COM – ISI Yogyakarta berhasil menempati peringkat 77 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi webometrics untuk periode Juli 2021. Pemeringkatan ini diinisiasi oleh Cybermetrics Lab, sebuah kelompok penelitian milik Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), badan penelitian publik terbesar di Spanyol.

Peringkat 77 merupakan prestasi terbaik dari perguruan tinggi seni Indonesia dalam pemeringkatan perguruan tinggi versi webomertrics periode Juli 2021. ISI Yogyakarta bersama ISI Denpasar menjadi dua perguruan tinggi seni di Indonesia yang berhasil masuk dalam peringkat 100 besar webometric periode Juli 2021 untuk wilayah Indonesia.

Baca juga : Inilah 100 Universitas Terbaik di Indonesia versi Webometrics Juli 2021

ISI Yogyakarta mampu menjadi perguruan tinggi seni terbaik di Indonesia versi webomertrics dilihat dari tiga indikator penilaian yaitu visibility (web contents impact), tranparency (openness) dan excellence (scholar).

Visibility (web contents impact)

Visibility digunakan sebagai alat ukur untuk impact Web Institusi terhadap akses dari luar. Akses luar dari domain https://www.isi.ac.id. Indikator yang dinilai adalah Jumlah jaringan eksternal (domain) yang terhubung ke halaman web institusi atau berapa banyak web yang memberikan link ke web domain dan sub domain ISI Yogyakarta (http://www.isi.ac.id). V

isibility ini memiliki bobot 50%, nilai paling tinggi dari ketiga indikator penilaian. Sumber data penilaian dari Ahref SEO dan Majectic SEO.

Tranparency (openness)

Indikator kedua adalah tranparency (openness) dengan bobot penilaian sebesar 10%. Tranparency (openness) untuk mengukur keterbukaan akses terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi, khususnya untuk mengukur Keterbukaan akses terhadap masing masing karya ilmiah per dosen/pengajar/penulis, sehingga dapat dengan mudah diakses untuk dapat disitasi.

Jumlah sitasi masing masing dosen yang terafiliasi ke Perguruan Tinggi sebagai ukuran, dengan sumber data dari Google Schoolar yang dikelola oleh masing masing Dosen. Penilaian Webometric dari jumlah kutipan 210 penulis teratas yang ada di Google Scholar.

Baca juga : 10 Kampus Swasta Terbaik Versi Webometrics 2021

Excellence (scholar)

Indikator ketiga yang digunakan untuk menilai webometrics adalah excellence (scholar) dengan bobot penilaian 40%. Excellence (scholar) akan dinilai dari jumlah artikel atau publikasi ilmiah ISI Yogyakarta yang terindeks jurnal bereputasi internasional, dengan sumber data index di Scimago.

Pemeringkatan perguruan tinggi versi webometric ini dilakukan setahun dua kali sejak tahun 2004, pada bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Pemeringkatan perguruan tinggi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui visibiltas web yang dapat digunakan untuk menilai kinerja perguruan tinggi mendorong gerakan open acces dan mendorong kualitas publikasi ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika pendidikan tinggi melalui jumlah sitasi yang dihasilan.

Informasi lengkap terkait pemeringkatan webometrics dapat dilihat di laman resminya https://www.webometrics.info/en.

Bagikan artikel ini
TAGS :

Komentar