Berita | Dunia Akademik

Dana Riset Rp 632 Miliar Untuk Perguruan Tinggi Non-PTNBH 2021

SEVIMA.COM – Melalui kanal Youtube, Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek / BRIN) menyampaikan pengumuman penerima Pendanaan Penelitian untuk Perguruan Tinggi Non PTN BH (Perguruan Tinggi Berbadan Hukum).

Pengumuman yang diadakan secara daring dan dihadiri secara virtual oleh beberapa undangan tersebut bahwa Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) mengalokasikan dana hibah riset sebesar Rp632 miliar untuk perguruan tinggi (PT) non-perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) tahun 2021 yang bersumber dari Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).

Baca juga : 10 Kampus Terbaik di Indonesia Berdasarkan Kinerja Penelitian

Tujuan Pendanaan Penelitian dari Pemerintah

Tujuan pendanaan penelitian dari Pemerintah adalah untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air, lembaga pendidikan tinggi memiliki peran dan kontribusi besar untuk mensukseskan upaya tersebut. Yakni melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selain itu kegiatan riset atau penelitian dan juga pengabdian kepada masyarakat sangat penting dan memiliki andil cukup besar untuk menemukan ilmu pengetahuan dan teknologi baru. Serta untuk peningkatan rangking dari universitas serta kualitas dari universitas dan di sisi lain relevan dengan kebutuhan masyarakat sehingga bisa menjadi hasil inovasi yang membanggakan kita semua.

Baca juga : Sesditjen Dikti: Manfaatkan “Rezeki” Kampus Merdeka, Karena Takkan Datang Dua Kali!

Alokasi Dana Riset Rp 632 Miliar

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro menjelaskan dana hibah itu membiayai sebanyak 6.982 judul penelitian yang terdiri atas sebanyak 1.305 judul riset terapan, 1.297 judul penelitian dasar, dan 4.380 judul penelitian peningkatan kapasitas riset.

Tiga bidang yang mendapatkan pendanaan penelitian terbesar yaitu adalah sosial humaniora, kemudian disusul kesehatan dan obat, serta pangan. Tiga bidang ini akan menerima dana hibah lebih besar dibanding bidang lain, yang diambil dari enam ribu judul penelitian yang masuk. Sebab untuk masa sekarang ketiganya memang memiliki manfaat sangat kompleks di masyarakat.

Beberapa perguruan tinggi penerima dana hibah itu antara lain: Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Bina Nusantara, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Universitas Ichsan Gorontalo, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Papua, Universitas Negeri Manado, Universitas Tadulako, dan Universitas Negeri Malang.

Disampaikan juga oleh Pak Menristek bahwa dana penelitian di tahun 2021 digunakan untuk mendanai penelitian di tahun 2020 yang ditunda. Kemudian baru bisa dilaksanakan di tahun 2021.

Referensi: Kanal Youtube (Kemenristek / BRIN)/ duniadosen.com / antaranews.com

Bagikan artikel ini

Komentar