Info Sentra Vidya Utama | kemendikbud

Selangkah Lebih Dekat dengan Program “Pernikahan Massal” Kemendikbud

Program Pernikahan Massal, memang secara istilah nikah massal identik dengan melakukan prosesi pernikahan secara bersama-sama. Akan tetapi, dalam hal ini, program pernikahan massal yang dimaksud adalah mempersiapkan para lulusan vokasi untuk mendapatkan pekerjaan di dunia usaha maupun dunia industri. 

Program ini dilatarbelakangi karena banyaknya lulusan yang belum sesuai dengan standar kebutuhan industri. Tak hanya itu saja, selama ini banyak pihak yang beranggapan bahwa lulusan hanya membutuhkan ijazah untuk mencapai dunia kerja. Sayangnya, ijazah saja belum bisa dikatakan cukup untuk memasuki dunia kerja atau industri. 

Gambar 1. Problematika yang muncul

Untuk itu, seorang lulusan perguruan tinggi harus mengantongi hard skill, soft skill, dan integritas yang tinggi agar bisa bekerja sesuai dengan standar industri. Maka, dengan mengaplikasikan program ini diharapkan bisa membentuk lulusan yang berkompetensi dan tentunya sesuai dengan standar yang dibutuhkan dunia industri maupun dunia kerja. 

Dalam hal ini pihak Kemendikbud berencana untuk memberikan arahan kepada para mahasiswa agar bisa bekerja sesuai bidangnya ketika lulus nanti.  Di sini pemerintah berupaya untuk memberikan peluang dan kesempatan bagi mahasiswa agar lebih menjadi tenaga kerja yang kompeten. 

Program apa saja yang ada dalam “Pernikahan Massal”?

Untuk melancarkan program ini, Kemendikbud merancang empat program antara lain kerjasama perguruan tinggi dengan pihak dunia industri dan usaha sampai lulus, lulusan bisa terserap pasca lulus, bimbingan ekosistem industri, dan mendapat keahlian saat lulus. 

Program-program tersebut diharapkan mampu mencetak gol sesuai dengan target yang sudah diharapkan. Dengan demikian, pemerintah mulai memiliki target untuk mengaplikasikan program tersebut ke  90%  institusi pendidikan vokasi di Indonesia. 

Baca juga: Tanggapan Para Rektor Terkait Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

Upaya yang dilakukan untuk merealisasikan “Program Pernikahan Massal” di Indonesia

Untuk mengaplikasikan program-program ini, tentunya terdapat beberapa upaya yang dilakukan. Beberapa upaya tersebut antara lain:

1. Kurikulum

Untuk mengupayakan program ini bisa berjalan dengan sangat baik, pihak kampus bisa melakukan penyusunan kurikulum bersama dengan industri terkait. Ini dimaksudkan agar seluruh materi training dan sertifikasi di industri tersebut bisa masuk ke dalam kurikulum yang disediakan perguruan tinggi tersebut. Sehingga, ketika lulus mahasiswa sudah memiliki kemampuan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh industri terkait. 

2. Dosen tamu

Meskipun sudah ada dosen tetap yang mengajar di kampus, alangkah lebih baik jika kampus tersebut mengundang dosen tamu secara rutin untuk melakukan pembelajaran dalam perkuliahan. Dosen tamu disini bisa memberikan wawasan baru bagi para mahasiswa. Maka, mereka akan mulai mengerti insight baru yang bakal diterima. 

3. Program magang

Berkuliah di program vokasi tidak afdol rasanya jika tidak melakukan kegiatan magang. Dalam kegiatan ini bisa menjadi suatu nilai plus karena mahasiswa akan terbiasa dan mampu saat menapaki dunia kerja. Nah, dalam program magang ini, pihak kampus dan dunia industri terkait bisa melakukan program ini secara terstruktur. Sehingga proses pelaksanaannya bisa terkelola dengan baik. 

4. Komitmen kuat dan resmi pihak industri

Dalam menciptakan terwujudkan program pernikahan massal ini dibutuhkan  komitmen yang kuat dan respi dari pihak industri. Ini dibutuhkan agar pihak industri mampu menyerap lulusan dengan baik. 

5. Program beasiswa

Selain keempat program tersebut, kedua pihak juga menyediakan program beasiswa. Program beasiswa ini pasti sangat membantu dan bermanfaat bagi para mahasiswa ketika berkuliah nanti. 

6. Bridging Program

Bridging program merupakan suatu langkah dimana pihak industri memperkenalkan teknologi dan proses kerja industri yang diperlukan kepada para dosen. Kegiatan ini merupakan suatu nilai plus agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik. Selain itu mahasiswa dan dosen akan lebih mudah beradaptasi dengan proses kerja industri.  

7. Sertifikasi kompetensi 

Untuk menunjang kerjasama yang baik, pihak kampus dan industri sebisa mungkin memberikan sertifikasi kompetensi untuk mahasiswa mereka. Sertifikasi kompetensi ini sangat penting untuk menunjang lulusan agar mampu bersaing dengan skill yang dimiliki.  

8. Bantuan untuk kampus

Sebagai upaya mewujudkan program ini, pihak kampus bisa memberikan bantuan peralatan laboratorium kepada pihak kampus. Ini dimaksudkan agar mahasiswa dan dosen bisa melakukan praktikum secara berkala sesuai dengan standar yang berlaku. 

9. Join research 

Tidak hanya itu, dalam kegiatan ini dosen bisa melakukan riset terapan yang dilakukan di kasus nyata industri. Dengan demikian, dosen dan mahasiswa bisa mengamati kejadian langsung yang dialami oleh industri tersebut. 

Baca juga: Apa Itu Merdeka Belajar Kampus Merdeka?

Jadi bisa dibilang program ini merupakan langkah baru untuk mewujudkan masa depan mahasiswa vokasi. Sehingga ketika lulus mereka sudah siap untuk “menikah” dengan dunia industri atau dunia kerja. 

Dalam program ini sendiri rupanya bisa dilakukan di mana saja. Seperti halnya melakukan kegiatan magang atau praktik di industri, proyek desa, mengajar di sekolah, studi atau proyek independen, pertukaran pelajar, kegiatan wirausaha, penelitian, hingga proyek kemanusiaan. Sehingga, meskipun kegiatan ini juga dilakukan di luar kelas, namun bisa membentuk mental baja dan insight baru bagi para mahasiswa.  

Nah, jadi bagaimana dengan Anda? Apakah kampus Anda sudah siap menyediakan program pernikahan massal ini? 

Bagikan artikel ini

Komentar