5 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar: Diskusi bersama Pelaporan ke PDDIKTI via Neofeeder 2.3.0 Terbaru Dimulai.

Selengkapnya
Kontak Kami

Dunia Kampus • 27 Nov 2023

Strategi Manajemen Perguruan Tinggi untuk Mendorong Capaian IKU

Liza SEVIMA

SEVIMA.COM- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbudristek) mengeluarkan kebijakan untuk penerapan 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) di perguruan tinggi. 8 Indikator ini adalah bentuk pencapaian perguruan tinggi terhadap implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Pemenuhan IKU bertujuan untuk mendorong kualitas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), PTN dan PTS yang mencapai IKU dengan baik akan mendapatkan alokasi insentif biaya operasional atau bantuan pendanaan bagi perguruan tinggi dan mendapatkan matching fund.

Untuk mencapai IKU tersebut, perguruan tinggi bisa mengerahkan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Nah, berikut ini adalah strategi manajemen perguruan tinggi yang bisa digunakan untuk mendorong capaian IKU. 

Strategi Manajemen Perguruan Tinggi

1. Breakdown IKU dan Target Perguruan Tinggi menjadi KPI Unit

Perguruan tinggi dapat memetakan atau breakdown IKU untuk mencapai target menjadi KPI setiap unit. Melalui breakdown, perguruan tinggi dapat mengembangkan rencana kerja dan pengembangan yang kemudian diturunkan ke poin-poin rencana kerja Wakil Rektor, Direktur, Kasubdit, Kepala Administrasi (Kasie), dan Kepala Unit (Ka. Unit).  Melalui rancangan tersebut, hasil kinerja dapat dilaporkan setiap quarter atau 3 bulan.  

2. Data adalah Tanggung Jawab Bersama

Pengumpulan data adalah bagian paling dalam proses pelaporan. Data ini akan menjadi bukti sahih terhadap segala aktivitas di kampus yang akan dilaporkan ke PDDIKTI. Maka perguruan perlu untuk membentuk Tim Pengelola dan Manajemen Data untuk memastikan bahwa setiap aktivitas yang ada di kampus dapat dilaporkan dengan baik. 

3. Bentuk PIC pada Tim Pengelola Laporan

Tunjuk PIC untuk setiap poin data pelaporan mulai dari pelaporan IKU, PDDIKTI, dan data lainnya. Perguruan tinggi dapat menetapkan Data Steward. Di mana orang yang bertanggung jawab setiap elemen data pada setiap unit untuk memastikan kelengkapan dan pelaporan data masuk ke dalam poin kinerja setiap unit. 

Baca juga: MOOC Mudahkan Perguruan Tinggi dapat Memaksimalkan Pembelajaran Interaktif

Detail Pelaporan Per Poin IKU dan Strategi

1. IKU 1 – Lulusan Mendapatkan Pekerjaan Layak

Strategi manajemen IKU

Melalui MBKM, Kemendikbud bertujuan untuk meningkatkan kualitas alumni untuk mendapatkan pekerjaan layak sesuai kebutuhan industri. Maka perguruan tinggi wajib untuk melaporkan tracer study yang diinput melalui tracerstudy.kemdikbud.go.id. 

Baik Direktorat dan Unit kemahasiswa harus mengelola dan melaporkan hasil study tracer secara berkala. Aktivitas ini dapat dikelola secara reguler setiap setiap semester.

2. IKU 2 – Mahasiswa Mendapatkan Pengalaman di Luar Kampus

Untuk mendapatkan pengalaman di luar kampus, Kemendikbud mengembangkan program Kampus Merdeka yang terdiri dari 8 kegiatan aktif untuk mahasiswa. Nantinya mahasiswa dapat memilih aktivitas di luar kampus yang akan dikonversikan menjadi SKS. Pemantauan aktivitas mahasiswa diluar kampus akan dipantau langsung oleh dosen dan program studi.  

3. IKU 3 – Dosen Kegiatan di Luar Kampus

Dosen berkegiatan di luar kampus akan mengacu pada kegiatan proyek, magang, dan membimbing mahasiswa berprestasi. Untuk mencapai poin IKU 3, perguruan tinggi wajib menginput data dosen yang melakukan kegiatan dan dipantau oleh Direktorat SDM. Sedangkan untuk dosen yang membimbing mahasiswa berprestasi akan diinput melalui PDDIKTI. 

4. IKU 4 – Praktisi Mengajar di Dalam Kampus

Dalam mencapai pembelajaran yang efektif, perguruan tinggi dapat melibatkan praktisi dalam kampus. Data praktisi dapat input dan dipantau langsung oleh Direktorat SDM dan dilaporkan setidaknya 2 kali dalam setahun menggunakan pelaporan PDDIKTI dan SISTER. 

5. IKU 5 – Hasil Kerja Dosen digunakan oleh Masyarakat dan Mendapat Rekognisi Nasional

Implementasi hasil kinerja dosen dapat menggunakan acuan data publikasi, pembuatan buku (HAKI), dan kerjasama dengan mitra. Jurnal dan hasil temuan dosen dapat diterbitkan menggunakan aplikasi SINTA dan Kedaireka. Hasil kerja dosen dapat diinput oleh Direktorat/Unit terkait riset dengan pelaporan 2 kali dalam setahun. 

6. IKU 6 – Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia

Bertujuan menjalin pengembangan pembelajaran, program studi pada poin 6 IKU wajib bekerjasama dengan mitra kelas dunia. Menjalin mitra dengan kelas dunia akan membantu prodi mengembangkan kolaborasi lebih luas dan meningkatkan mutu pendidikan. Nantinya kegiatan kerjasama prodi dengan mitra luar negeri harus dipantau oleh unit yang memantau Kerjasama dan setidaknya dilaporkan 2 kali dalam setahun. 

7. IKU 7 – Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif

Pembelajaran yang sesuai dengan standar IKU adalah memanfaatkan case-based method atau team based project. Tujuan kelas yang kolaboratif ditunjukan agar pembelajaran lebih efektif dan bersifat dua arah antara dosen dan mahasiswa.  Pemantauan aktivitas pembelajaran mahasiswa akan dipantau langsung oleh Direktorat terkait pendidikan dan dievaluasi setidaknya 1 kali dalam 1 semester.

8. IKU 8 – Program Studi Berstandar Nasional

IKU menilai bahwa program studi yang berstandar internasional telah memiliki sertifikasi akreditas internasional. Standarisasi untuk akreditasi nasional ini memiliki persyaratan yang lebih sulit dibanding dengan akreditasi nasional sehingga tak heran program studi dengan akreditasi internasional memiliki mutu pendidikan yang lebih terjamin 

Baca juga: Tingkatkan Capaian IKU 1 Perguruan Tinggi dengan Tracer Study dan Career Center SEVIMA Platform

Strategi manajemen perguruan tinggi untuk mencapai IKU memang membutuhkan effort yang besar. Manajemen ini membutuhkan sistem yang kompleks agar setiap poin IKU dapat dicapai dengan maksimal. Salah satu layanan yang dapat membantu perguruan tinggi melakukan manajemen sistem informasi akademik secara efisien adalah SEVIMA Platform. Perguruan tinggi bisa dengan mudah memberikan melakukan pemantauan terhadap segala aktivitas di kampus.  

Bagi Anda yang ingin merasakan kemudahan sistem manajemen perguruan tinggi yang mudah untuk memantau seluruh kegiatan kampus, dapat langsung mengunjungi SEVIMA.COM atau menghubungi tim SEVIMA untuk penjelasan lebih lanjut. 

Tags:

-

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

Artikel Sebelumnya Pentingnya Pengelolaan Data Perguruan Tinggi secara Optimal Artikel Selanjutnya INTENSIVE TRAINING #Batch 2: Sukses Menyusun Kurikulum Pendidikan Tinggi Berbasis Outcome Based Education (OBE)
×