kemendikbud | Pelaporan PDDikti

5 Cara Kampus Pelaporan ke Feeder PDDIKTI, Mana Paling Efektif?

SEVIMA.COM – PDDIKTI adalah sebuah pusat kumpulan data penyelenggara pendidikan tinggi seluruh Indonesia. Kumpulan data tersebut dikelola oleh Dirjen Dikti Kemendikbud-Ristek. Data yang ada merupakan hasil sinkronisasi yang dikelola oleh masing-masing perguruan tinggi nasional.

Data yang tercantum dalam PDDIKTI merupakan kumpulan data penyelenggaraan Pendidikan Tinggi seluruh Perguruan Tinggi yang terintegrasi secara nasional. Pangkalan data ini menjadi salah satu instrumen pelaksanaan penjaminan mutu.

Keharusan Perguruan Tinggi Melakukan Pelaporan PDDikti

Seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia diwajibkan untuk melakukan pelaporan data PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) secara berkala, ini sesuai amanat UU no. 12 Tahun 2012.

Namun terkadang pelaporan Feeder Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) menjadi momok bagi sebagian besar perguruan tinggi? Alasannya bisa beragam dan masalah penyampaian data ini terkadang muncul di waktu-waktu tertentu saat data tersebut diperlukan untuk kepentingan yang lebih spesifik.

Baca juga : Pelaporan Feeder PDDIKTI, Menjaga Kredibilitas Data Perguruan Tinggi

Untuk itu, menjelang dimulainya pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) periode ini akan kami bahas beberapa metode pelaporan PDDikti yang biasa dilakukan perguruan tinggi. Agar nantinya anda bisa memilih model mana yang cocok dan efektif diterapkan di perguruan tinggi Anda. Dari pengamatan kami ada 5 model pelaporan PDDikti sebagai berikut. 

5 Model Pelaporan PDDikti Yang Bisa Dilakukan Kampus

1. Model Pelaporan Secara Manual 

Model manual ini yaitu perguruan tinggi memasukkan data 1 per 1 ke Feeder DIKTI. Untuk yang belum tahu terkait Feeder Dikti adalah tools untuk membantu perguruan tinggi mengintegrasikan datanya ke Laman PDDikti, tools ini sudah disediakan pemerintah.

Nah, Model manual atau metode ini biasa diterapkan atau lebih tepat bilamana jumlah mahasiswa dan aktivitas yang dilaporkan tidak banyak, contoh jumlah mahasiswa tidak lebih dari 200-300, masih tepat menggunakan model manual ini. Namun akan sulit untuk diatas jumlah itu.

2. Model Pelaporan dengan Aplikasi Integrator

Sesuai namanya, model ini menggunakan aplikasi Integrator Gratis yang dikembangkan oleh para operator dan dibagi ke rekan sejawatnya. Jadi yang dilakukan admin kampus adalah mengekspor-kan datanya dalam format Excel yang ditentukan oleh Integrator Gratis ini, lalu di upload-kan ke Feeder PDDikti.  

Sepertinya model ini mudah dan lebih cepat, namun model ini tepat selama aplikasi Integrator Gratis ini berkelanjutan terus disesuaikan dengan rilis terbaru Feeder DIKTI. Jika tidak? Maka data kampus Anda bubar! Tidak hanya itu, kalau mahasiswa Anda banyak, bisa dibayangkan data yang harus anda kerjakan.

Baca juga : Bedah Feeder 4.0 dengan Fitur Kampus Merdeka, Ada Apa Saja?

3. Model Pelaporan Semi Otomatis

Model ini tergolong model pelaporan yang biasa digunakan oleh kampus yang telah memiliki Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) atau aplikasi akademik, namun di SIAKAD kampus tidak dilengkapi dengan kapabilitas integrasi yang mengeksploitasi Application Protocol Interface (API) Feeder DIKTI. 

Karena tidak tidak integrasi antara Sistem Informasi Akademik Kampus, dapat dipastikan admin pelaporan PDDIkti harus bekerja dua kali yaitu melakukan update data di SIAKAD dan juga data untuk pelaporan PDDikti.

4. Model Pelaporan Otomatis Secara Mandiri 

Model ini untuk kampus telah memiliki SIAKAD/aplikasi akademik, dan mengembangkan sendiri juga aplikasi integrator ke Feeder DIKTI. Kampus-kampus ini telah memiliki tim yang didedikasikan untuk menyesuaikan dengan perubahan versi Feeder DIKTI. 

Model pelaporan ini khusus bagi kampus yang punya dana, SDM dan tenaga IT yang mumpuni ya. Kampus sudah menyiapkan tim sendiri dengan pengembangan aplikasi sendiri.

5. Model Pelaporan Otomatis Kerjasama dengan Ahli  

Model ini banyak dilakukan kampus, untuk menjaga kredibilitas data perguruan tinggi mereka. Model Pelaporan otomatis ini yaitu kampus bekerja sama dengan para mitra penyedia solusi, yang menyediakan layanan berkelanjutan agar aplikasi akademik kampus terhubung dan selalu relevan dengan Feeder PDDIKTI.

Jadi sistem akademik yang dikembangkan sudah terintegrasi dengan Feeder PDDikti, kampus tidak perlu khawatir terkait update kebijakan dari pemerintah, karena sistem sudah disesuaikan dengan aturan yang berlaku secara konsisten. Seperti halnya sistem siAkad Cloud yang dikembangkan SEVIMA, penyedia solusi lengkap untuk perguruan tinggi. 

Baca juga : Mengapa Banyak Yang Memilih Siakad Cloud?

Pelaporan data PDDikti ini sangat penting, bahkan datanya juga menjadi salah satu instrumen pelaksanaan penjaminan mutu dan rujukan. Dapat disimpulkan bahwa model pelaporan apapun yang dipilih oleh Kampus, pada akhirnya terdapat indikator pelaporan yang perlu diperhatikan dan dijadikan konsiderasi. 

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan di dalam Keputusan Sekjen Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi no. 85/A/KPT/2018: Validitas, Kelengkapan, dan Ketaatan. Dan berbicara mengenai validitas misalnya, ada 3 level yang kami amati. Apa saja 3 level itu:

  • Level Pertama, Level ini ketika mengirim data ke Feeder DIKTI. Validasinya dilakukan perdata.
  • Level Kedua, Level kedua ini adalah saat sinkronisasi ke Forlap PDDikti, atau sering disebut sebagai validasi per kelompok data. 
  • Level Ketiga, Level ini adalah validasi nasional, pasca sinkronisasi. Validitas data ini perlu menjadi atensi utama aplikasi Integrator data – yang menjembatani antara aplikasi akademik dengan Feeder DIKTI. 

Karena pentingnya validasi data, agar pelaporan PDDikti perguruan tinggi di level tertinggi siAkad Cloud juga sudah memiliki kapabilitas menjadi detektor dini kelengkapan data sebelum pelaporan. Jadi, pelaporan di kampus anda akan menjadi lebih efektif, karena perbaikan data memakan waktu tidak sedikit apalagi dalam volume besar. 

Saat ini siAkad Cloud juga sudah membantu lebih dari 200 perguruan tinggi dalam menjaga kredibilitas data perguruan tinggi mereka dalam melakukan pelaporan PDDikti. Dan perguruan tinggi yang menggunakan siAkad Cloud juga mempunyai level pelaporan yang sangat menggembirakan, yaitu hingga mencapai maturitas 100%.

Terimakasih untuk partner perguruan tinggi yang telah mempercayakan siAkad Cloud dan juga menjadi teman diskusi untuk perkembangan dan perbaikan sistem yang lebih unggul, jika bukan berkat dukungan dan kepercayaan Anda, siAkad Cloud tidak akan sampai sekarang. Yuk bergabung dengan perguruan tinggi hebat lainnya menggunakan siAkad Cloud.

Bagikan artikel ini

Komentar