5 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar: Diskusi bersama Pelaporan ke PDDIKTI via Neofeeder 2.3.0 Terbaru Dimulai.

Selengkapnya
Kontak Kami

Dunia Kampus • 15 Dec 2023

Apa Itu SPADA? Pengertian, Tujuan, Implementasi, Kelebihan & Manfaatnya

Liza SEVIMA

SEVIMA.COM – Pandemi yang berlangsung pada awal 2020 silam meninggalkan dampak bagi semua aspek. Tak terkecuali pendidikan di Indonesia. Keterbatasan ruang dan waktu membuat pembelajaran harus berputar arah, yang semula luring menjadi daring.

Perubahan pembelajaran daring membuat Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek berinovasi dengan meluncurkan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) dengan tujuan meningkatkan akses belajar mahasiswa di seluruh Indonesia.

Seperti apa implementasi SPADA ini di Indonesia sejak diluncurkan 9 tahun lalu? Berikut pembahasannya.

Apa Itu SPADA? 

SPADA Indonesia adalah kependekan dari Sistem Pembelajaran Daring Indonesia. SPADA Indonesia adalah salah satu program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di Perguruan Tinggi.

Dengan sistem pembelajaran daringnya, SPADA Indonesia memberikan peluang bagi mahasiswa dari satu perguruan tinggi tertentu untuk dapat mengikuti suatu mata kuliah bermutu tertentu dari perguruan tinggi lain dan hasil belajarnya dapat diakui sama oleh perguruan tinggi dimana mahasiswa tersebut terdaftar.

SPADA Indonesia dikembangkan untuk menjawab beberapa tantangan pendidikan tinggi seperti kapasitas perguruan tinggi yang terbatas; keterjangkauan PT yang rendah dikarenakan sebaran yang kurang merata; masih banyaknya perguruan tinggi yang belum memiliki sumber daya pendidikan yang memadai dan berkualitas, perguruan tinggi bermutu lebih banyak masih terkonsentrasi di pulau Jawa; masih rendahnya layanan pendidikan tinggi yang setara dan bermutu; dan masih rendahnya jaminan pemenuhan kebutuhan dan permintaan pendidikan tinggi yang bermutu.

Dalam perjalanannya Pada 2014 silam, SPADA diperkenalkan dalam lingkungan pendidikan tinggi dengan peluncuran oleh Wakil Presiden Boediono pada 15 Oktober 2014. Awalnya dikenal sebagai Program Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT).

Kemudian, pada tahun 2016, PDITT berganti nama menjadi SPADA Indonesia, dan nama ini digunakan hingga saat ini. Pembuatan serta penyediaan program SPADA ini merupakan realisasi dari dua dasar hukum:

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 12  Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. 
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 109 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada Pendidikan Tinggi.

Implementasi SPADA Indonesia

Implementasi SPADA Indonesia, secara umum mengikuti proses sebagai berikut:

  1. Perguruan tinggi (PT) menawarkan mata kuliah terbaik tertentu untuk diikuti oleh mahasiswa lain dari perguruan tinggi lain. PT yang menawarkan disebut dengan Perguruan Tinggi Penyelenggara. PT yang mahasiswanya mengikuti perkuliahan daring yang ditawarkan disebut dengan Perguruan Tinggi Pengguna.
  2. Perguruan Tinggi Penyelenggara bermitra dengan beberapa Perguruan Tinggi Pengguna.
  3. Mata kuliah yang ditawarkan PT Penyelenggara, terlebih dahulu diseleksi dan dipastikan kualitasnya oleh tim penjamin mutu (quality assurance team) yang telah ditunjuk oleh Direktorat Pembelajaran.
  4. Mata kuliah yang telah lolos uji kelayakan dari tim penjamin mutu dapat langsung ditawarkan kepada mahasiswa dari Perguruan Tinggi Pengguna untuk selanjutnya dapat dilaksanakan proses pembelajaran sebagaimana mestinya.
  5. Proses pembelajaran dari mata kuliah daring yang ditawarkan dapat dilakukan melalui learning management system (LMS) SPADA Indonesia atau melalui LMS Perguruan Tinggi Penyelenggara.
  6. Proses pembelajaran didata, dipantau dan dievaluasi melalui sistem aggregator SPADA Indonesia. Oleh karena itu, untuk mata kuliah daring yang berjalan dalam aplikasi LMS Perguruan Tinggi Pengguna harus menyediakan webservice yang terhubung ke aggregator SPADA Indonesia.
  7. Data SPADA Indonesia terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), Sehingga segala sesuatunya baik dari sisi Perguruan Tinggi Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Pengguna harus sudah terdaftar di PD Dikti.

Kegunaan SPADA di Indonesia

Hadirnya SPADA di Indonesia dengan prinsip tersebut memiliki beberapa kegunaan. Nah, berikut ini adalah manfaat SPADA Indonesia, yaitu:

  • Memperluas akses terhadap pembelajaran berkualitas di berbagai Perguruan Tinggi.
  • Memungkinkan setiap mahasiswa untuk mengambil mata kuliah dari perguruan tinggi lain yang menarik minatnya. Meskipun demikian, nilai yang diperoleh tetap diakui oleh perguruan tinggi tempat mahasiswa tersebut terdaftar. 
  • Mahasiswa dapat dengan bebas mengakses materi perkuliahan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang dianggap memiliki standar kualitas yang lebih tinggi. Ini membuka peluang untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang lebih luas.

Baca juga: Apa itu CRM? Tujuan, Manfaat dan Fungsinya

Implementasi SPADA di Perguruan Tinggi Indonesia

Penerapan SPADA mengikuti tahapan proses sebagai berikut:

  • Perguruan tinggi menawarkan mata kuliah kepada mahasiswa di kampus lain untuk mengikuti perkuliahan.
  • Perguruan tinggi penyelenggara SPADA disarankan bermitra dengan perguruan tinggi lainnya agar memudahkan mahasiswa untuk mengakses SPADA.
  • Sebelum mata kuliah ditawarkan, perguruan tinggi penyelenggara wajib menjalani seleksi dan penilaian kualitas oleh tim penjamin mutu yang ditunjuk oleh Direktorat Pembelajaran.
  • Mata kuliah yang lolos uji kelayakan dari tim penjamin mutu bisa ditawarkan kepada mahasiswa dari Perguruan Tinggi Pengguna untuk dilaksanakan proses pembelajaran.
  • Pembelajaran dari mata kuliah daring dapat dilakukan melalui learning management system (LMS) SPADA Indonesia atau LMS Perguruan Tinggi Penyelenggara.
  • Proses pembelajaran dicatat, dipantau, dan dievaluasi melalui sistem aggregator SPADA Indonesia. Oleh karena itu, LMS Perguruan Tinggi Pengguna yang menjalankan mata kuliah daring harus memiliki web service yang terhubung ke aggregator SPADA Indonesia.
  • Data dari SPADA Indonesia terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), sehingga semua informasi dari Perguruan Tinggi Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Pengguna harus terdaftar di PDDikti.

Program Pembelajaran di SPADA

Pembelajaran daring semakin efektif berkat tiga program pembelajaran yang tersedia di SPADA, yang dapat dipilih oleh mahasiswa dan dosen sesuai kebutuhan:

1. Materi Terbuka

Materi perkuliahan disajikan secara online dengan berbagai media kreatif di SPADA. Mahasiswa dan dosen bisa mengakses materi menarik dalam bentuk teks, video informatif, dan mudah dijangkau kapan saja dan di mana saja.

2. Materi Kuliah Terbuka
Program ini memungkinkan penyelenggaraan satu mata kuliah utuh dalam sistem pembelajaran daring. Para dosen dapat menemukan dan menggunakan materi perkuliahan yang komprehensif dalam sistem ini untuk mendukung kegiatan kuliah online.

3. Materi Kuliah Daring
Mata kuliah daring yang disediakan oleh sebuah perguruan tinggi bisa diakses oleh perguruan tinggi mitra lainnya. Hal ini memungkinkan berbagai perguruan tinggi untuk menggunakan dan memberikan materi perkuliahan yang sama kepada mahasiswa mereka.

Melalui ketiga program ini, SPADA berperan sebagai penghubung bagi perguruan tinggi dengan keterbatasan sumber daya untuk menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas. Diharapkan bahwa mutu lulusan dari perguruan tinggi yang menggunakan SPADA akan sejajar dengan yang memiliki sumber daya lebih memadai. Tujuannya adalah agar semua lulusan perguruan tinggi memiliki kualitas yang baik dan siap menghadapi perubahan masa depan.

Kelebihan Pembelajaran SPADA

Kehadiran SPADA Indonesia memberikan kesempatan baru bagi perguruan tinggi untuk mengadakan pembelajaran online yang unggul. Ini ditambah dengan beragam keunggulan program dari Kemendikbud Ristek. Dengan demikian, pembelajaran daring akan menjadi lebih baik dan beragam, dengan materi yang dikemas secara inovatif dan modern. Berikut adalah beberapa keunggulan penggunaan SPADA dalam pembelajaran:

1. Fasilitas Pembelajaran Jarak Jauh yang Terjamin

SPADA menyajikan materi perkuliahan yang telah melalui uji mutu, mendukung pembelajaran online di perguruan tinggi dengan kualitas yang baik. Materi yang lengkap dan menarik ini mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dengan efektif, dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai institusi.

2. Ragam Mata Kuliah yang Diversifikasi

SPADA menyediakan beragam materi perkuliahan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dan dosen. Beberapa materi bahkan tersedia secara gratis dan berasal dari berbagai perguruan tinggi mitra. Mahasiswa dapat mengakses materi dari perguruan tinggi lain, memungkinkan mereka memilih materi berkualitas untuk pemahaman yang lebih baik.

3. Efisiensi Waktu, Tenaga, dan Biaya

Pembelajaran melalui SPADA membantu menghemat waktu, tenaga, dan biaya dengan akses materi yang fleksibel dan gratis. Mahasiswa dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja, memungkinkan mereka untuk memahami materi tanpa ketinggalan.

4. Lingkungan Belajar yang Optimal

Dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang didukung oleh SPADA, mahasiswa dan dosen dapat belajar atau mengajar dari lingkungan yang paling nyaman bagi mereka, meningkatkan konsentrasi dan pemahaman materi.

5. Materi Digital dari Dosen Berkualitas

SPADA menyediakan materi digital dari dosen-dosen berkualitas, memastikan kualitas pembelajaran yang didukung oleh materi berkualitas tinggi. Ini memungkinkan mahasiswa untuk tetap mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang luas, sebagaimana mereka dapatkan dalam pembelajaran tatap muka.

6. Sistem Penilaian yang Sederhana

Sistem penilaian yang disediakan oleh SPADA membuat penilaian pembelajaran menjadi lebih sederhana dan tidak membingungkan, menjaga agar nilai yang diperoleh oleh mahasiswa dan dosen akurat.

SPADA memberikan solusi untuk mengatasi hambatan sumber daya dalam penyelenggaraan pembelajaran daring di perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas lulusan di masa depan yang kemungkinan akan mengandalkan pembelajaran daring secara berkelanjutan.

Apakah Spada indonesia gratis?

Perguruan tinggi dan mahasiswa dapat memanfaatkan Content Belajar yang telah disediakan secara gratis oleh berbagai instansi.

Apakah mahasiswa wajib mendaftar Spada?

Dosen/Mahasiswa harus sudah terdaftar pada Spada Indonesia. Jika belum terdaftar maka silahkan mendaftar terlebih dahulu. Dosen dan mahasiswa harus sudah terdaftar pada PDDIKTI. Dosen dan mahasiswa mengisi kuisioner sesuai dengan data dan kondisi perguruan tinggi saat ini.

Baca juga: Mengenal PDDIKTI, Manfaat, & Cara Cek Data Mahasiswa

Nah itu tadi penjelasan lengkap mengenai SPADA, implementasi, dan kelebihannya. Bagi Anda yang ingin mencari berita seputar perguruan tinggi dan sistem informasi akademik dapat langsung mengunjungi SEVIMA.COM.

Sumber: spada.kemdikbud.go.id / berbagai sumber 

Tags:

-

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

Artikel Sebelumnya Sugianto Halim Hadiri dan Apresiasi Gerakan 1000 Start Up Digital Artikel Selanjutnya Apa itu CRM? Tujuan, Manfaat dan Fungsinya
×