Pencarian Kategori "Dunia Kampus"


SEVIMA.COM – Beberapa bulan ini, kita telah menyaksikan betapa virus corona ini memberikan dampak buruk dan benar-benar merubah semua sistem yang telah direncanakan oleh semua pihak, tak terkecuali dari dunia pendidikan.   Pandemi COVID-19 ini mengharuskan perguruan tinggi menyusun strategi yang berbeda untuk menghadapinya, berbagai solusi keuangan selama pandemi virus corona dilakukan untuk mengantisipasi hal buruk lainnya yang bisa saja terjadi ke depan. Bantuan dana pendidikan yang biasanya disalurkan untuk kegiatan belajar mengajar serta sarana prasarana di lingkungan kampus, kini harus membanting setir ke rencana lain agar seluruh kegiatan operasional kampus tidak terganggu. Berikut 7 strategi kampus untuk mengoptimalkan penerimaan dana mahasiswa dari bantuan dana pendidikan. 1. Pengelolaan terhadap bantuan untuk mahasiswa bidik misi Seperti yang kita ketahui, program bidik misi memang sudah direncanakan dengan baik dan detail oleh pemerintah kita. Program ini ditujukan kepada para mahasiswa yang kurang mampu dengan memberikan dana pendidikan dan uang saku setiap bulannya. Dengan adanya Pandemi COVID-19 ini, banyak kampus yang sudah merencanakan untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa bidik misi saat mengikuti kelas online. Bantuan tersebut berupa bantuan pulsa saat menjalankan kelas online ini. Pemberian subsidi pulsa kepada mahasiswa bidik misi ini diterapkan di Universitas Hasanuddin Makassar. 2. Pengelolaan sarana prasarana untuk kelas online Karena melakukan physical distancing, seluruh perguruan tinggi di Indonesia melakukan program kelas online. Dengan adanya kelas online ini, perguruan tinggi harus memperbaiki sarana prasarananya terutama di dalam jaringan dan aplikasi yang digunakan untuk proses belajar mengajar. Maka dari itu, sebagian bantuan dana pendidikan disalurkan untuk memperbaiki sarana prasarana ini. Harapannya, meskipun menjalankan kegiatan kelas online, namun materi yang disampaikan kepada mahasiswa tetap optimal.   3. Bantuan pengelolaan kuota jaringan internet untuk mahasiswa dan dosen Kelas online membuat seluruh mahasiswa dan dosen harus menyisihkan keuangan ekstra untuk pembelian kuota internet. Karena menggunakan video konferensi dalam penyampaian perkuliahan, jadi kuota yang dibutuhkan juga tidaklah sedikit. Kejadian ini membuat beberapa perguruan tinggi ikut serta memberikan subsidi pulsa atau paket data kepada mahasiswa dan dosennya. Seperti yang diterapkan di Universitas Gadjah Mada, kampus ini memberikan bantuan sebesar Rp50 ribu- Rp150 ribu kepada para mahasiswa dan dosen di seluruh fakultas. 4. Pengoptimalan terhadap kebersihan dan kesehatan kampus Adanya pandemi yang sedang terjadi di Indonesia, mengharuskan perguruan tinggi untuk mengalihkan beberapa bantuan dana pendidikan untuk peningkatan kebersihan dan kesehatan kampus. Kampus menyediakan beberapa spot untuk cuci tangan, pembagian hand sanitizer, makanan bersih, dan tentunya perawatan ekstra kebersihan lingkungan kampus. 5. Bantuan evakuasi untuk mahasiswa yang berasal dari luar negeri Karena ini pandemi, kita pun tidak tahu kapan pandemi ini akan segera berakhir. Maka dari itu, salah satu kebijakan kampus adalah memulangkan beberapa mahasiswanya yang berasal dari luar negeri. Hal ini bertujuan agar mahasiswa yang berada di perantauan agar bisa memutuskan rantai Covid-19 ini. Seperti yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya Malang, sebanyak 48 mahasiswa dari Malaysia dipulangkan ke negeri asalnya. Selain itu, tujuan UB memulangkan mahasiswa dari Malaysia merupakan suatu bentuk persetujuan terhadap salah satu permohonan dari kedutaan Malaysia untuk memulangkan mahasiswa yang berasal dari negara tersebut. 6. Penyaluran dana bagi mahasiswa yang berdampak dari Covid-19 Pandemi Covid-19 ini […]

Baca Selengkapnya »

Strategi Kampus Menghadapi Wabah Covid-19

 

Admin SEVIMA

 

04 Mei 2020

SEVIMA.COM – Semua perguruan tinggi pasti sudah mempunyai planning matang untuk menghadapi tahun ajaran baru 2020. Namun, dengan adanya Wabah Covid-19 ini tentu rencana-rencana perguruan tinggi harus berbelok tajam. Seperti rencana akreditasi, rencana penerimaan mahasiswa baru, dll., semua jadi tertunda dan tidak optimal. Adanya Wabah Covid-19 ini mengharuskan perguruan tinggi menyusun strategi yang berbeda untuk menghadapinya. Namun, masih banyak perguruan tinggi yang mungkin bingung untuk membuatnya? Untuk itu, pada tanggal 7 April 2020 kemarin, tim SEVIMA mengadakan Webinar dengan mengangkat tema bagaimana strategi kampus menghadapi wabah Covid-19 ini. Webinar ini diperuntukan untuk mewadahi pimpinan kampus berdiskusi untuk penyusunan strategi. Salah satu narasumber Bapak Ari Wibowo selaku Direktur LPP Jogja memberikan materi penting yang bisa dijadikan referensi untuk perguruan tinggi lain, berikut strategi yang diterapkan Bapak Ari Wibowo di Kampus LPP Jogja. 1. Keselamatan dan kesehatan mahasiswa Melihat situasi penyebaran Covid-19 semakin merajalela, keselamatan dan kesehatan mahasiswa harus diutamakan. Berikut kebijakan-kebijakan yang diambil LPP Jogja untuk keselamatan mahasiswa, seperti: Penerapan kuliah online s.d. 7 Juni 2020 Pembuatan satgas COVID-19 Penetapan Prosedur Covid-19 di Asrama Prosedur Pulang kampung untuk mahasiswa 2. Keselamatan dan Kesehatan Dosen Bukan hanya mahasiswa, keselamatan dan kesehatan dosen dan para pegawai di LPP Jogja menjadi prioritas. Berikut langkah-langkahnya: Kerja dari rumah Prosedur masuk ke kantor Satgas Covid-19 memantau kondisi kesehatan keluarga Penugasan pelaksanaan program 3. Kuliah dan Ujian Online Yang tidak boleh ketinggalan lagi tentu kebijakan tentang proses belajar mengajar, kebijakan yang bisa diambil seperti:  Kuliah online dengan Platform (EdLink, GCR, Siakad, Zoom, WA) Meminimalisir tugas Mengutamakan kuliah Asinkron UTS : Online dan Take Home 4. Praktik, PKL, Magang dan TA Strategi selanjutnya yang bisa diterapkan kampus untuk solusi tugas akhir sebagai berikut: Seluruh Praktikum ditunda, direncanakan setelah 7 Juni Pengembangan program pengganti PKL dan magang Modifikasi tugas akhir Itulah beberapa strategi yang bisa dijadikan referensi untuk perguruan tinggi anda dalam menghadapi Wabah Covid-19 ini. Memang untuk menghadapi Covid-19 ini berbagai solusi harus dilakukan tak terkecuali solusi keuangan yang harus dilakukan untuk mengantisipasi hal buruk lainnya yang bisa saja terjadi ke depan. Bagi perguruan tinggi yang ingin mendapat bantuan pinjaman pembiayaan untuk kelangsungan operasional dan peningkatan kualitas belajar mengajar atau fasilitas kampus bisa langsung bekerja sama dengan Pintek. Pintek, sebagai perusahaan financial technology yang memiliki fokus terhadap pendidikan, bersedia memberikan pendanaan kepada seluruh lembaga pendidikan dalam penanganan COVID-19 untuk melanjutkan operasional serta peningkatan kualitas belajar mengajar melalui fasilitas yang memadai. Sejak Oktober 2018, Pintek sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan berkomitmen menjadi penggerak dalam transformasi pendidikan melalui inovasi keuangan. Jika ingin berdiskusi dan mendapatkan informasi lebih lanjut bisa menghubungi Pintek di 021 – 30060799 atau whatsapp di: bit.ly/081211833340

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Hallo sobat Sevima! Semoga sehat selalu. Yuk kita bahas kembali jurus-jurus menghadapi Pandemi Covid-19. Kita semua tahu bahwa Pandemi ini telah menyebar di 200-An negara dan berdampak pada sendi-sendi kehidupan kita, termasuk dunia pendidikan tinggi. Saat ini perguruan tinggi tidak dapat lagi melaksanakan kegiatan pembelajaran seperti biasa. Untuk itu, perguruan tinggi dituntut berinovasi, baik di dalam perguruan tinggi maupun inovasi riset yang bermanfaat bagi orang banyak. Nah, inovasi adaptasi apa saja yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi saat pandemi Covid-19 ini. 7 Inovasi Perguruan Tinggi Saat Covid-19 1. Inovasi adaptasi kuliah gaya baru Saat pandemi sekarang ini kuliah online sudah menjadi sebuah keniscayaan yang tak bisa ditunda lagi, kalau kampus tidak mau beradaptasi dengan kuliah gaya baru ini, sudah dapat dipastikan perkuliahan tidak akan berjalan. Untuk itu, latih dosen anda untuk merubah cara pembelajaran dengan media Elektronik, Video Conference, Forum. Lakukan peer-review terhadap konten-konten yang dibuat agar sesuai dengan learning outcome yang diharapkan plus membuat mahasiswa tidak bosan atau terbebani tugas terlalu banyak. Bisa juga dengan memanfaatkan tools pembelajaran online seperti Moodle, Spada, Google Classroom, Edmodo, EdLink, Zoom, Webex, Google Meet, Jitsi, guna menunjang proses pembelajaran online. Baca juga: Serentak Berlakukan Kuliah Daring, Sekaranglah Waktunya! 2. Inovasi adaptasi fleksibilitas kerja Dulu bekerja dari rumah hanya di rasakan oleh freelance namun saat pandemi ini bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) adalah kebiasaan baru. Namun bagi kampus, tidak mudah beradaptasi dengan fleksibilitas, khususnya pengukuran kinerja pegawai. Padahal dalam kondisi bekerja konvensional pun kampus masih kesulitan menerapkan prinsip pengukuran kinerja, kecuali untuk dosen yang memang ouputnya lebih mudah diukur. Karena itu dalam kondisi darurat seperti ini untuk sementara insentif pegawai akhirnya “disamaratakan” bukan lagi berbasis kinerja. Namun demikian, sebenarnya kondisi darurat ini bisa menjadi momentum pembelajaran tentang efektivitas dari fleksibilitas kerja dan pengukuran kinerjanya. 3. Inovasi adaptasi dan mitigasi Tugas kampus tidak hanya membantu mendidik masyarakat dengan informasi-informasi penting, tetapi juga bagaimana harus muncul gagasan inovasi baru pemberi solusi, baik inovasi untuk adaptasi maupun inovasi untuk mitigasi. Inovasi untuk adaptasi mulai berkembang, seperti inovasi disinfektan alami, alat pelindung diri, robot untuk melayani pasien, penemuan obat herbal, dan masih banyak lagi. Dalam mitigasi, ilmuwan dunia berlomba-lomba menemukan vaksin. 4. Inovasi adaptasi promosi digital marketing Metode promosi konvensional seperti membagi-bagi brosur, kunjungan ke sekolah-sekolah atau pameran pendidikan jelas sangat tidak mungkin dilakukan disaat wabah Covid-29 ini, semua sekolah dan perguruan tinggi sementara menghentikan aktivitas rutin digantikan dengan sistem pembelajaran online / daring. Untuk itu cara terbaik saat ini adalah dengan menggunakan promosi digital marketing, antara lain website yang menarik dan informasi jelas tentang kampus Anda, buat konten gambar-gambar menarik, artikel berkualitas dan video kreatif, optimalkan media sosial seperti channel youtube, facebook, instagram, twitter dan lain-lain. Baca juga: Panduan Digital Marketing untuk Universitas Cari Mahasiswa 5. Inovasi adaptasi pendaftaran yang simple dan cepat Kita tahu cara pendaftaran melalui pengisian formulir kertas kemudian diserahkan kepada panitia penerimaan mahasiswa baru (PMB) jelas tidak mungkin dilaksanakan dalam situasi seperti saat ini, bahkan menggunakan google form sudah tidak memadai untuk memberikan layanan cepat agar calon mahasiswa tidak terlanjur pindah […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Hai sobat Sevima! Semoga kamu dan keluarga sehat selalu ya. Yaps, karena adanya pandemi virus Covid-19 ini, pemerintah memberi himbauan untuk menerapkan physical distancing, study at home atau bahasa zaman sekarang “belajar dirumah aja“ untuk semua pelajar. Eh sobat pelajar kan? Jadi sobat harus menata ulang atau mengatur waktu untuk perkuliahan online. Penambahan tugas pasti terasa dalam kuliah online ini. Jadi sobat harus menjadwal ulang kegiatan sehari-hari. Kali ini admin mempunyai 5 tips manajemen waktu saat kuliah online. 5 Tips Mengatur Waktu Saat Kuliah Online 1. Menjadwal ulang kegiatan ketika di rumah Saat kuliah online diterapkan jadwal perkuliahan pasti akan berubah, seperti kegiatan praktikum ditiadakan, penambahan jam kuliah online dan sebagainya. Ada baiknya sobat tulis jadwal perubahan kegiatan perkuliahan ya. Penjadwalan perkuliahan ini agar kamu mengetahui kapan saja atau jam berapa kamu memiliki waktu luang, semua waktu luangmu dapat dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat. 2. Gunakan waktu luang untuk kegiatan bermanfaat Ketika sudah menjadwal kegiatan kuliah onlinemu, sobat dapat melihat jam dan kapan kamu mendapatkan waktu kosong. Terdapat beberapa cara dalam mengisi kekosongan waktu seperti; membantu orang tua, mencoba hal baru, membaca buku yang tidak sempat terbaca, bermain bersama adik dan terpenting adalah menjaga keluarga kita tetap senang dan gembira di dalam rumah. 3. Usahakan mengerjakan tugas di pagi hari Kenapa harus pagi hari mengerjakan tugas atau belajar? sangat dianjurkan dilaksanakan pada pagi hari, karena menurut Dr. Jane Oakhill, seorang psikolog di University of Sussex, menemukan bahwa belajar di pagi hari lebih baik untuk mengambil informasi baru. Pada pagi hari merupakan waktu terbaik untuk mengingat fakta dan angka. Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 4. Tetap harus berolahraga Jangan sampai tubuhmu tidak dapat asupan olahraga, sempatkanlah untuk berolahraga, karena dengan adanya physical distancing sobat terpaksa mengurangi kegiatan diluar rumah. Biasanya berolahraga saat car free day atau car free night, untuk itu kamu harus berolahraga dirumah seperti push up, jalan-jalan di koridor rumah, sit up, angkat beban atau sekedar naik turun tangga. 5. Jangan lupa untuk beristirahat Meskipun kamu memiliki kegiatan “seabreg” kamu harus menjaga kesehatan tubuh dengan istirahat yang cukup. Sebab, tubuh yang kurang istirahat lebih mudah terserang penyakit. Itulah tips manajemen waktu yang bisa kamu lakukan ketika menerapkan kuliah online dari rumah. Tetap jaga kesehatan dan juga tetap belajar ya sobat Sevima. Stay healthy and safe while studying at home. Selamat mencoba.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Hallo sobat Sevima! banyak banget yang bertanya bagaimana sih cara mendapat kuota bebas skses 30GB dari Ilmupedia (Telkomsel) dan juga 2GB/hari dari XL untuk akses kuliah online di EdLink. Jangan khawatir sobat, artikel ini akan memberikan tutorial cara aktivasianya. Agar sobat Sevima bisa tetap belajar dari rumah menggunakan EdLink. Sudah siap? simak baik-baik ya langkah-langkahnya. Cara aktivasi kuota bebas akses 30GB Telkomsel: – Unduh aplikasi MyTelkomsel di Play Store atau App Store – Pada aplikasi MyTelkomsel, login menggunakan nomor Telkomsel yang aktif – Pilih menu “Bebas Akses Ilmupedia 30GB” – Pilih “Beli” – Paket “Bebas Akses Ilmupedia 30GB” langsung aktif setelah terima SMS notifikasi Cara aktivasi kuota bebas akses 2GB/hari XL Axiata: – Unduh aplikasi myXL di Play Store atau App Store – Pada aplikasi myXL, login menggunakan nomor XL yang aktif – Pilih menu “Cari Paket” – Pilih menu “DiRumahLebihBaik” – Di menu bonus kuota pilih “Aktifkan” – Paket “DiRumahLebihBaik” langsung aktif setelah terima SMS notifikasi Bagaimana sudah bisa sobat Sevima? Kalau sudah bisa, jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar ya, dan juga kasih tahu teman-teman kelas sobat. Tetap dirumah aja, kuliah online dengan EdLink. Selamat mencoba!

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Hai Sobat Sevima ! Bagaimana kegiatan kuliah onlinemu dari rumah? Ya, kami tahu, salah satu masalah ketika kuliah online dari rumah adalah kuota internet. Lagi asik mengerjakan tugas, eh, tahu-tahu tidak bisa internetan karena kuota tiba-tiba habis. Apa lagi di masa pandemi seperti ini, butuh effort lebih untuk beli pulsa. Nah, dalam rangka mendukung upaya pemerintah mengantisipasi penyebaran virus COVID-19 atau virus corona dengan mengimbau belajar dari rumah, SEVIMA EdLink menjalin kerjasama dengan Telkomsel dan XL Axiata untuk menghadirkan Paket Bebas Akses EdLink Web + Mobile. Buat sobat Sevima yang menggunakan provider Telkomsel ada Paket Ilmupedia 30Gb, dan buat pengguna XL ada kuota sebesar 2Gb / hari, jadi kalau sebulan bisa 60Gb. Lumayan banget ya, untuk meringankan beban kuota mahasiswa dan dosen mengakses kuliah online di EdLink Web + Mobile. Perlu dipahami sobat, kamu tetap harus punya Kuota Reguler untuk mengakses EdLink ini, dan aplikasi seperti Youtube, Zoom, Games Online, FB, WA tetap akan memotong paket data reguler kamu. SEVIMA juga tidak bertanggung jawab jika provider tiba-tiba menarik program ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Karena promo ini bisa berakhir sewaktu-waktu tergantung kebijakan provider masing-masing. Yuk, kita ucapkan terima kasih untuk Telkomsel dan XL Axiata yang sudah turut membantu meringankan beban kuota mahasiswa dan dosen untuk tetap belajar dari rumah. Semoga membantu ya sobat Sevima!

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Kemendikbud telah memberikan izin Belajar dari Rumah yang merupakan bentuk upaya  membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19 ini. Namun kegiatan belajar mengajar yang dikerjakan di rumah untuk sebagian siswa atau mahasiswa dirasa kurang efektif. Belum lagi pertemuan konsultasi skripsi dengan dosen yang gak bisa dilakukan secara tatap muka. Tapi tenang aja guys, berikut 5 aplikasi penunjang belajar dari rumah, agar makin efektif. Yuk simak! 1. Aplikasi Note Pasti banyak banget dari kamu yang suka kelupaan mencatat tugas-tugas perkuliahan. Apalagi di situasi seperti ini banyak membuat tugas dari kampus menumpuk dan akhirnya terbengkalai karena lupa. Nah, jangan sampai kaya gitu ya kawan! Sekarang ini tersedia banyak sekali aplikasi note di android maupun di ios, seperti evernote, colornote, omni note, google keep dan aplikasi terbaik lainnya. Caranya mudah kok! Kamu tinggal download saja aplikasi tersebut di playstore atau di appstore. Dengan mempunyai aplikasi tersebut, pasti dijamin tugas-tugas dan kegiatan mu akan tertata dengan baik. 2. EdLink Salah satu aplikasi pembelajaran yang dikembangkan langsung oleh SEVIMA ini juga sangat mempermudah kamu dalam menjalankan masa-masa perkuliahan online ini. Di dalam aplikasi ini sudah tersedia laman ujian online, pengumpulan tugas, absensi, rekap nilai, dan beberapa hal yang sangat membantu. Gak hanya itu, dengan menggunakan aplikasi ini kamu juga akan dengan mudah untuk berdiskusi dengan dosen dan teman-temanmu, lho. Kamu bisa mendapatkan aplikasi ini melalui playstore. Dengan EdLink ini, kamu juga akan tersambungkan dengan Siakad Cloud dari perguruan tinggi kamu. Dengan memakai aplikasi ini, semua pasti akan tercover dengan mudah bila. Waw, menarik ya! 3. Microsoft Office Mobile Ini merupakan salah satu aplikasi gratis terbaik dan favorit yang dimiliki oleh siswa atau mahasiswa. Kamu tidak perlu susah membawa laptop. Kamu hanya cukup menggunakan aplikasi Microsoft Office Mobile ini melalui gadgetmu. Kamu bisa membuat dan membuka dokumen MS Word dan MS Excel dari handphone. Baca juga: 5 Tips Mengatur Keuangan Selama Physical Distancing untuk Mahasiswa 4. Hi-Q MP3 Voice Recorder Tool yang satu ini sangat penting banget buat kamu, lho. Kemampuannya dalam merekam suara bisa kamu jadikan pilihan terbaik dalam meningkatkan kualitas belajarmu sehari-hari. So, bisa dikatakan bahwa aplikasi ini sangat cocok banget buat kamu yang suka ketinggalan mencatat pelajaran atau kurang fokus saat jam pembelajaran di dalam kelar. Gak tanggung-tanggung, dalam menggunakan aplikasi ini, kamu bisa merekam suara dengan jernih (320-kbps bitrate) dan tentunya kapasitas memori penyimpanan yang cukup besar. 5. Google drive Bagi kamu yang memiliki tugas sangat banyak dan kapasitas memori penyimpanan di laptop terbatas, kamu bisa mencoba tool ini. Perangkat lunak satu ini didesain khusus untuk membuat penyimpanan data yang tentunya dengan kapasitas 15 GB. Saat menggunakan google drive pun, juga mempermudah kamu dalam penyimpanan data. Karena kamu akan dengan mudah mengakses google drive ini dimana pun dan kapanpun hanya dengan membuka email kamu. Selain itu, dalam penyimpanan data di google drive ini juga bisa kamu share ke beberapa temanmu apabila proses pengerjaannya dikerjakan secara berkelompok. Ternyata beberapa tools tersebut memang benar-benar sangat membantu sekali ya selama masa pandemik ini. Nah, bagi kamu yang masih belum menggunakan aplikasi tersebut […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Mewabahnya Covid-19 di tanah air ternyata membawa dampak yang cukup signifikan. Dampak tersebut juga dirasakan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Adanya imbauan untuk melakukan seluruh kegiatan belajar mengajar di rumah ternyata harus membuat perguruan tinggi tersebut mengosongkan kelas dan menggantinya dengan pertemuan secara online. Beberapa kegiatan yang harusnya dilakukan dalam semester ini pun harus tertunda, dan digantikan dengan kegiatan melalui media virtual saja. Sayangnya, ada beberapa kegiatan yang tidak bisa digantikan secara virtual, seperti halnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata, Praktik Kerja Lapangan, sampai kegiatan wisuda. Namun, masih ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara online dalam menghadapi perkuliahan di masa seperti sekarang. Berikut ini adalah strategi baru yang dibuat oleh perguruan tinggi. 1. Proses penulisan artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi Sebagai salah satu solusi yang diberikan dari pihak perguruan tinggi adalah mengganti tugas akhir atau skripsi dengan penulisan artikel ilmiah. Di dalam penulisan ini, paling utama ditujukan kepada mahasiswa yang belum melakukan pengambilan data di lapangan. Jadi dalam penulisannya, mahasiswa hanya menggunakan data sekunder yang sudah dianalisa detail terlebih dahulu. Seperti halnya di Universitas Negeri Surabaya. Berdasarkan surat edaran Rektor nomor B/17447/UN38/HK.01.01/2020 untuk menerapkan physical distancing selama mewabahnya Covid-19 ini, beberapa opsi alternatif juga diterapkan seperti halnya melakukan pergantian skripsi menjadi artikel ilmiah bagi para mahasiswa yang mengambil skripsi pada semester genap ini. 2. Proses pengambilan data melalui online Biasanya, pengambilan data yang digunakan untuk skripsi atau tugas akhir mahasiswa diambil di lapangan. Namun, adanya wabah Covid-19 ini membuat para dosen dan mahasiswa harus berputar otak. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara online bagi yang memungkinkan. Tidak hanya itu, beberapa metode lain juga diterapkan oleh mahasiswa dengan cara merubah metode primer menjadi metode sekunder. Dalam proses pengambilan data di Universitas Negeri Surabaya, kampus ini menerapkan untuk mengambil data secara online terutama untuk mahasiswa di rumpun ilmu sosial. Sementara proses pengambilan data yang membutuhkan eksperimen pada mahasiswa di rumpun ilmu sains, mereka hanya bisa menggunakan simulasi yang kelak bisa diimplementasikan antara siswa dan guru. Baca juga: Kampus Diimbau Selenggarakan Ujian Akhir yang Fleksibel 3. Penulisan esai sebagai pengganti tes berbahasa inggris Banyak perguruan tinggi yang memberikan syarat kelulusan melalui standar berbahasa inggris. Namun, di tengah wabah ini banyak juga yang memberikan opsi lain bagi para mahasiswanya yang belum lulus dengan standar ini. Karena tidak dapat menyelenggarakan tes standar bahasa inggris tersebut, membuat perguruan tinggi mengeluarkan kebijakan terbarunya, yaitu dengan membuat esai berbahasa inggris sebagai pengganti tes berbahasa inggris tersebut. Hal ini terjadi di Universitas Airlangga, Surabaya. Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktur Pendidikan nomor 1149/UN.3/PK/2020 mengenai Pemberitahuan Alternatif Pengganti Tes ELPT bagi mahasiswa yang belum mencapai target nilai English Proficiency yang akan diwisuda pada bulan Juni 2020. Mahasiswa akan diberikan pengganti tes dengan membuat esai berbahasa inggris sebanyak 700-1000 kata. Yang kemudian esai tersebut akan dinilai kelayakannya oleh pihak Pusat Bahasa. 4. Melakukan ujian skripsi melalui media video konferensi Beberapa hari yang lalu, banyak beredar berita di media sosial jika penyelenggaraan sidang skripsi dilakukan melalui video konferensi. Mahasiswa yang melakukan sidang tersebut diwajibkan untuk melakukan proses sidang bersama para dosen […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan imbauan terkait pelaksanaan ujian akhir di perguruan tinggi supaya bisa diselenggarakan secara lebih fleksibel. Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (plt. Dirjen Dikti) Nizam, mengatakan, Kemendikbud mengimbau agar kampus memudahkan atau tidak mempersulit tugas akhir dan skripsi mahasiswa selama darurat Covid-19. Untuk karya tulis akhir tidak harus berupa pengumpulan data primer di lapangan/laboratorium. Metode dan waktunya bisa beragam dan fleksibel sesuai bimbingan dari dosen pembimbing. “Jadwal ujian silakan diatur sesuai perkembangan, bentuknya tidak harus konvensional, tetapi bisa dalam bentuk penugasan, esai, kajian pustaka, analisa data, proyek mandiri, dan sebagainya,” kata dia. Baca juga: Pemanfaatan CBT untuk Tes Online dari Rumah Menurut dia, hal yang penting proses tersebut didasarkan pada capaian pembelajaran yang diharapkan. “Jadwal praktik bisa digeser, akhir semester bisa digeser, kalender akademik bisa disesuaikan, yang tidak boleh dikompromikan adalah kualitas pembelajarannya,” kata dia. Sumber: https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01362015/perguruan-tinggi-diimbau-selenggarakan-ujian-akhir-yang-fleksibel

Baca Selengkapnya »

Tahukah kamu? Menurut data dari BPS, hanya 8% dari 114 juta penduduk bekerja di Indonesia yang sudah menyandang gelar Sarjana. Padahal, menurut penelitian yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute pada tahun 2012, permintaan tenaga kerja yang kompeten diprediksi akan meningkat tajam hingga 113 juta orang pada tahun 2030 dengan jumlah ketersediaan hanya 104 juta orang. Dengan pesatnya pertumbuhan penduduk, sebenarnya Indonesia akan mendapatkan bonus demografi atau jumlah penduduk. Akan tetapi, jika tambahan populasi dengan usia produktif ini tidak dibekali keahlian yang tepat, mereka malah akan sulit bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus sehingga menjadi beban bagi negara. Duh… Salah satu solusi untuk meningkatkan keahlian bagi pekerja khususnya yang ingin meniti karier jangka panjang yang makin cemerlang adalah dengan meraih gelar Sarjana. Tak dipungkiri untuk banyak posisi seperti Supervisor, Manajer apalagi Direktur, syarat terpenting adalah lulus kuliah minimal S1. Lalu bagaimana jika kamu sudah kadung bekerja tapi belum punya gelar Sarjana dan ingin meningkatkan karier? Tenang, kini sudah ada kuliah online yang bisa mengakomodir kebutuhan pekerja yang ingin kuliah lagi. Sistem perkuliahan online memang tergolong baru di Indonesia, namun siapa yang menyangka sistem kuliah ini memiliki kelebihan tersendiri dibanding dengan sistem kuliah konvensional  atau tatap muka biasa. Yuk simak apa saja keunggulan sistem kuliah online! 1. Waktu belajar yang fleksibel Dalam hal waktu dan tempat, sistem perkuliahan online lebih fleksibel karena bisa dilaksanakan kapan saja dan dari mana saja. Sistem kuliah ini tidak membutuhkan kelas khusus atau waktu tertentu untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, biasanya materi diberikan secara online (baik dalam bentuk ebook, video penjelasan, latihan soal, materi, dan lainnya) dan bisa diakses oleh mahasiswa melalui ponsel pintar, tab, atau laptop. Selain waktu dan tempat, fleksibilitas juga dirasakan dalam pilihan materi kuliah online yang mengakomodir setiap kebutuhan mahasiswa. Beberapa orang ada yang lebih senang menonton dibanding membaca, maka mereka bisa belajar dari materi video. Atau mungkin sebaliknya. 2. Hemat biaya Sistem kuliah online atau blended learning biasanya lebih terjangkau dari kuliah konvensional. Data dari Pintaria.com menyebutkan bahwa kuliah dengan sistem blended learning di kampus-kampus mitra mereka bisa 60% lebih rendah dibanding kuliah reguler. Pembiayaannya pun bisa dicicil bulanan. Tidak ada alasan tidak kuliah karena kendala biaya. Jika kamu butuh biaya tambahan untuk mendaftar kuliah blended learning, kamu juga bisa mengajukan pinjaman di Tunaiku. 3. Bisa sambil bekerja Tentu bekerja sambil kuliah tidak akan bisa berjalan secara maksimal. Dua kegiatan yang sama-sama membutuhkan perhatian khusus ini akan sangat melelahkan dan menguras tenaga, namun berbeda ketika mengikuti kuliah online atau kuliah blended learning, kuliah bisa dilaksanakan dimanapun asal kamu terkoneksi dengan internet. Kamu bisa mengejar karier dan cita-cita serta menghimpun pundi-pundi uang, namun di saat bersamaan juga bisa meraih gelar Sarjana. Menarik bukan? Baca juga: 5 Tips Kuliah Online Agar Lebih Efektif Selama Social Distancing 4. Menambah jejaring profesional  Dalam metode kuliah blended learning, kamu tetap hadir ke kampus setiap seminggu sekali biasanya di akhir pekan, untuk mengikuti perkuliahan tatap muka. Di sinilah kamu mendapatkan manfaat menambah jejaring profesional dari mahasiswa lain yang juga kebanyakan adalah karyawan atau pekerja. Kamu dapat berbagi pengalaman dan […]

Baca Selengkapnya »