Pencarian Kategori "Dunia Kampus"


SEVIMA.COM – Akhir-akhir ini sedang santer dibahas mengenai sistem transparansi kampus yang kurang memadai. Akibatnya, kampus pun didemo oleh mahasiswanya sendiri. Usut punya usut, para mahasiswa tersebut menuntut kepada pihak kampus untuk membenahi sistem perkuliahan termasuk sistem administrasi, fasilitas kampus, hingga pembayaran kuliah. Seperti yang kita ketahui setiap perguruan tinggi wajib memiliki sistem akademik yang mumpuni. Sehingga seluruh aktivitas dan sistem akademiknya pun akan transparan. Maka dari itu, memperbaiki sistem di suatu perguruan tinggi adalah suatu hal yang harus dilakukan. Perbaikan tersebut akan memberikan dampak yang baik untuk kampus itu sendiri dan mahasiswanya. Apa saja sih yang harus diperbaiki oleh setiap kampus? 1. Manajemen sumber daya manusia Hal pertama yang harus dibenahi oleh perguruan tinggi adalah manajemen sumber daya manusianya, karena ini sangat dibutuhkan untuk memperbaiki birokrasi kampus. Apabila sistem manajemen sumber daya manusia sudah ditata dengan baik, maka seluruh sistem perkuliahan, administrasi, keuangan dll. pasti akan terbantu dengan baik. 2. Sistem perkuliahan Sistem perkuliahan adalah bagian yang tidak terhindarkan dalam sebuah proses belajar. Kuliah adalah sebuah proses satu arah dalam transfer ilmu, dari yang memberi kuliah yaitu dosen kepada mahasiswa. Kuliah bisa jadi adalah pintu masuk pertama dari sebuah pembelajaran. Nah, di zaman yang serba digital seperti saat ini sistem perkuliahan semakin berkambang dengan adanya metode perkuliahan online. Kuliah online adalah kuliah tanpa harus menghadiri kelas di kampus, kuliah biasanya disampaikan via teleconference, materi pelajaran disediakan secara online, dan juga terdapat forum dimana mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan kepada dosen, dan saling berdiskusi antara satu mahasiswa yang satu dan lainnya. Kampus anda juga sudah bisa memulai perkuliahan online dengan SEVIMA EdLink, aplikasi yang memudahkan dosen dan mahasiswa dalam melakukan perkuliahan. Aplikasi ini bisa langsung Anda gunakan untuk memperbaiki sistem perkuliahan. 3. Sistem administrasi Pelaksanaan administrasi di perguruan tinggi menjadi suatu unsur yang harus diperhatikan. Biro Administrasi Akademik (BAA), adalah unsur pelaksana yang menyelenggarakan pelayanan teknis dan administratif dalam bidang akademik. Ada dua macam kelompok besar kegiatan administrasi yang berlangsung di BAA, yaitu  Sistem Administrasi Manajemen Proses dan Sistem Administrasi Manajemen Data. Sistem Administrasi Manajemen Proses adalah  menentukan bagaimana suatu proses itu berlangsung, syarat dan prosedur apa yang harus dilalui dan dipenuhi. Dari Sistem Administrasi Manajemen Proses menghasilkan sebuah hasil akhir berupa data, maka agar dapat mengelola data ini dengan baik  maka perlu diciptakan sebuah Sistem Administrasi Manajemen Data. Sistem Administrasi Manajemen Data adalah kegiatan untuk mengorganisir, menginventarisasi, dan mendokumentasikan atas hasil-hasil dari Sistem Administrasi Manajemen Proses. Hal ini dilakukan agar hasil-hasil tersebut dapat dikelola dan disimpan dengan baik sehingga  dapat menjadi suatu informasi yang  akurat, sistematis dan mudah untuk diakses oleh pihak yang membutuhkan. Sayangnya, masih banyak perguruan tinggi yang masih bingung bagaimana mengatur sistem administrasi menjadi baik. Sekarang, Anda tak perlu khawatir karena ada siAkad Cloud yaitu sistem informasi akademik berbasis cloud yang siap membantu administrasi di kampus anda berjalan dengan baik. 4. Fasilitas kampus Keberadaan fasilitas kampus atau sarana prasarana di sebuah institusi merupakan peran yang sangat penting. Fasilitas yang lengkap juga mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang kondusif. Tidak terkecuali bagi perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. Sudah seharusnya semua perguruan tinggi menerapkan fasilitas yang […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Melakukan penelitian tidak harus dilakukan oleh dosen saja, tapi juga bisa dilakukan oleh mahasiswa. Setiap melakukan penelitian tersebut, pastinya akan membentuk pribadi mahasiswa menjadi pribadi yang lebih berpengalaman dan kompeten. Selain itu, bentuk penelitian yang dilakukan ini juga menjadi suatu upaya untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu di bidang penelitian dan pengembangan. Jika kamu ingin menantang dirimu, coba deh kamu ikut suatu penelitian biar kamu mendapat pengalaman yang terbaik. Nah, berikut adalah 5 hal positif yang bisa kamu dapat selama melakukan penelitian. 1. Mendapatkan ilmu yang tak ternilai Mendapatkan ilmu tidak hanya di dapatkan di dalam kelas, namun pasti akan banyak hal yang akan kamu dapat jika kamu melakukan penelitian. Semua hal bisa kamu pelajari dan rasakan sendiri bagaimana mengimplementasikan ilmu yang sudah kamu dapat. Sehingga ilmu yang kamu dapat tersebut akan terus berkembang dan up to date. Selain itu ilmu yang didapat dari suatu penelitian di lapangan tentunya sangat priceless. Baca juga: SEVIMA EdLink: Metode Baru Menjalankan Perkuliahan 2. Melatih daya tahan diri di lingkungan baru Setiap penelitian tentunya dilakukan di luar kelas, pasti akan banyak hal yang akan kamu petik saat melakukan penelitian tersebut. Suasana dan lingkungan baru pasti akan membuatmu harus bisa menyesuaikan diri untuk survive hingga penelitian tersebut bisa dikatakan tuntas. Jadi, di dalam proses penelitian ini tentunya kamu akan merasakan suasana baru di luar lingkungan kelas dan zona nyamanmu. Hal ini bisa berdampak positif buat kamu, lho. Kamu akan terbiasa dengan lingkungan dan tekanan yang kamu dapatkan saat di lingkungan kerja. 3. Mendapatkan pengalaman dari segi akademik maupun non akademik Saat menjadi mahasiswa, kamu harus bisa melakukan sesuatu yang bisa meningkatkan kemampuanmu baik dari segi akademik maupun non akademik. Nah, dengan melakukan penelitian ini kamu akan mendapatkan manfaat keduanya. Disini kamu akan lebih bisa menjadi sosok yang bertanggung jawab dan tahan banting atas penelitian yang kamu lakukan. Selain itu kamu juga bisa menerapkan ilmu yang sudah kamu dapat di dalam kelas. Sangat menarik bukan? 4. Mendapatkan relasi Dalam melakukan penelitian, pastinya kamu akan bertemu dengan berbagai pihak dan relasi baru. Inilah saatnya kamu bisa mendapatkan relasi baru dan tentunya akan memperluas jaringanmu. Relasi ini sangat penting banget buat kamu, lho. Selain untuk sarana sosialisasi dan proses men-upgrade diri, tapi juga sangat bermanfaat bagi masa depanmu. Semakin banyak relasi yang kamu dapat, semakin banyak pula pengalaman dan benefit yang kamu dapat. 5. Mengembangkan materi yang di dapat di kelas Mengembangkan materi di kelas untuk praktek adalah salah satu hal yang paling menarik dalam melakukan penelitian. Kamu pasti akan mendapatkan sesuatu yang tak ternilai saat penerapan ilmu tersebut di lapangan. Selain itu, kamu akan merasakan perbedaan dan sesansi tersendiri saat mempraktikkan ilmu sudah kamu ampu di dalam kelas. Tidak hanya itu, hasil yang kamu dapat dari penelitian pun pastinya sangat mendukung untuk mengembangkan materi yang telah diajarkan oleh dosen. Itulah lima manfaat yang bisa kamu petik saat melakukan penelitian. Benar-benar sangat bermanfaat untuk masa depan kamu deh. So, apakah kamu berani mencobanya?

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Ketika perguruan tinggi akan merubah statusnya menjadi PTN-BH tentunya tidak hanya dinilai dari satu atau dua sudut saja. Perguruan tinggi perlu untuk memperhatikan dengan baik tentang semua jenis tata kelola di perguruan tinggi terkait. Tata kelola tersebut sangatlah diperlukan untuk proses perubahan status menjadi PTN-BH. Seperti yang kita ketahui dalam permendikbud 4/2020, syarat menjadi PTN-BH salah satunya adalah mempunyai tata kelola kampus yang baik. Berikut adalah prinsip-prinsip tata kelola dalam perguruan tinggi yang baik di kebijakan Kampus Merdeka yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020. 1. Akuntabilitas pengelolaan PTN Dalam pengelolaan perguruan tinggi, akuntabilitas merupakan suatu usaha untuk melakukan pertanggung jawaban dari perguruan tinggi tersebut terhadap proses penyelenggaraan yang ada di dalam pendidikan tinggi kepada stakeholders terkait. Seperti halnya proses pertanggung jawaban terhadap mahasiswa, orangtua, pemerintah, dosen, tenaga ahli, dan beberapa pihak terkait lainnya. Hal ini sangat diperlukan untuk menunjang kepercayaan dari stakeholders kepada perguruan tinggi tersebut. 2. Transparansi, efektivitas, dan efisiensi dalam pengelolaan PTN Dalam pengelolaan di dalam sebuah perguruan tinggi, sangat diperlukan adanya transparansi, efektivitas dan efisiensi. Ketiga hal tersebut sangatlah dibutuhkan untuk membentuk tingkat kualitas dari perguruan tinggi tersebut menjadi lebih baik. Sehingga, segala aspek yang dikelola oleh perguruan tinggi tersebut harus dilaporkan secara transparan dan jelas. 3. Nirlaba dalam pengelolaan PTN Nirlaba pengelolaan perguruan tinggi ini dimaksudkan bahwa perguruan tinggi tersebut mampu bersaing dan memiliki kualitas yang baik dalam bidang organisasi. Sistem pengorganisasian yang ada di dalam perguruan tinggi dapat membentuk suatu perguruan tinggi lebih baik dari pada sebelumnya. Keberadaan nirlaba ini merupakan suatu akses untuk membentuk perguruan tinggi yang lebih bertanggung jawab. Sehingga dapat dinilai mampu mempertanggungjawabkan seluruh aspek kinerja di dalam perguruan tinggi tersebut. 4. Ketaatan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan PTN Segala hal dan aspek yang ada di perguruan tinggi pastinya sudah diatur di dalam perundang-undangan yang berlaku. Peraturan perundang-undangan tersebut mengatur tentang prasyarat perguruan tinggi yang bisa dilakukan agar perguruan tinggi tersebut bisa berubah menjadi PTN-BH. Seperti halnya aturan mengenai proses penyelenggaraan dalam Tridharma perguruan tinggi, proses pengelolaan keuangan, standar pengelolaan organisasi, dan sistem tanggung jawab perguruan tinggi tersebut kepada pemerintah dan lingkungan sosial. 5. Periodisasi, akurasi, dan kepatuhan dalam penyusunan dan penyampaian laporan akademik dan non akademik Untuk melakukan perubahan status menjadi PTN-BH, perguruan tinggi wajib untuk mengatur sistem periodisasi, akurasi serta kepatuhan dalam semua proses dan penyusunan laporan yang akan disampaikan oleh pihak perguruan tinggi. Dalam melakukan laporan tersebut, tidak hanya hal akademik saja yang akan dilaporkan, namun juga sistem seluruh kegiatan non-akademik yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut. Keduanya wajib dilaporkan sebagai bentuk pertanggung jawaban perguruan tinggi kepada pihak pemerintah. Itulah lima prinsip yang bisa dilakukan sebuah perguruan tinggi agar memiliki tata kelola perguruan tinggi yang baik atau yang sering kita kenal dengan good gavernance sehingga bisa merubah statusnya menjadi PTN-BH. Nah, untuk membuat suatu tata kelola yang baik di dalam suatu perguruan tinggi, tentunya membutuhkan suatu sistem yang baik. Sehingga dapat mendukung seluruh kegiatan dan proses yang dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut. Salah satunya dengan menggunakan sistem informasi akademik Siakad Cloud. Di dalam sistemnya, sudah tersedia berbagai macam sarana […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Standar kelayakan finansial memang menjadi salah satu hal yang paling krusial di dalam perguruan tinggi. Kelayakan finansial tersebut sangat penting untuk memenuhi seluruh kebutuhan dan kegiatan kampus. Seluruh laporan keuangan dan kegiatan yang dikelola pun harus memenuhi standar yang berlaku sesuai dengan kebutuhan kampus tersebut. Disamping itu, untuk menjadi PTN-BH juga perguruan tinggi harus memperhatikan tata kelola sistem keuangan baik dan transparan. Sehingga pendapatan, pendistribusian, dan sumber-sumber pendanaan pun harus di perhatikan dengan baik dan detail. Berikut 3 standar minimum kelayakan finansial perguruan tinggi di kebijakan Kampus Merdeka yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020, isinya tentang perubahan atas peraturan Mendikbud No 88 Tahun 2014 tentang perubahan perguruan tinggi negeri menjadi PTN badan hukum. 1. Pengelolaan keuangan dan aset sesuai dengan peraturan perundang-undangan Pengelolaan keuangan dan aset di dalam perguruan tinggi sudah diatur di dalam undang-undang yang berlaku. Disebutkan dalam PP Nomor 26 Tahun 2015, bahwa setiap perguruan tinggi wajib untuk melakukan pengelolaan terhadap sumber keuangan yang dimiliki. Terlebih perguruan tinggi tersebut sudah berstatus sebagai PTN-BH. Keuangan tersebut harus dikelola dengan baik karena anggaran tersebut bersumber dari anggaran pendapatan belanjaan Negara yang harus dipertanggung jawabkan dengan baik. 2. Laporan keuangan harus memperoleh opini wajar tanpa pengecualian selama 2 (dua) tahun berturut-turut Laporan yang dibuat harus bersifat accountable dengan prinsip pengelolaan asset dan keuangan yang sehat. Hasil laporan yang dibuat untuk melakukan laporan keuangan yang sangatlah penting untuk melaporkan pendanaan keuangan yang sudah ada. Sehingga, agar perguruan tinggi tersebut bisa dikatakan layak untuk berubah status menjadi PTN-BH, maka perguruan tinggi tersebut diminta untuk membuat laporan keuangan dengan catatan yang baik dan lengkap selama dua tahun berturut-turut. Baca juga: 5 Tips Membuat Laporan Keuangan di Akhir Bulan/Tahun dengan Cepat & Akurat 3. Kemampuan menggalang dana selain dari biaya pendidikan dari mahasiswa Biasanya, sumber penghasilan dari perguruan tinggi hanya mengacu pada keuangan dari mahasiswa dan biaya pendidikan saja. Namun, ketika perguruan tinggi tersebut akan berubah menjadi PTN-BH, perguruan tinggi tersebut juga harus mengupayakan kemampuan memperoleh pendapatan dari sumber-sumber lain. Seperti pengelolaan tata ruang, sarana prasarana, hasil kegiatan-kegiatan yang dilakukan perguruan tinggi, dan dari berbagai sumber lainnya. Bagaimana solusi untuk memperbaiki sistem keuangan di dalam perguruan tinggi? Perguruan tinggi diharapkan mampu mengelola keuangan dengan benar dan transparan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sistem keuangan pada perguruan tinggi. Seperti halnya menggunakan kemudahan dan kecanggihan teknologi masa kini. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan sistem keuangan kampus, seluruh sistem keuangan akan bisa diakses dengan mudah dan transparan. Untuk sistem keuangan yang sering digunakan oleh perguruan tinggi untuk memudahkan pengelolaan keuangan adalah sistem Finance Cloud. Dengan menggunakan Finance Cloud, anda akan dimudahkan untuk menata semua keuangan di kampus anda. Sehingga, perguruan tinggi anda pun akan mudah untuk bertransformasi menjadi PTN-BH.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Membuat suatu karya ilmiah biasanya sangat dibutuhkan oleh setiap mahasiswa dalam dunia perkuliahan. Tidak hanya penting untuk kebutuhan akademik saja, namun juga sangat penting untuk meningkatkan kredibilitas kampus. Biasanya, tidak semua mahasiswa paham betul tentang cara penulisan artikel ilmiah yang baik dan benar. Kebanyakan masih suka bingung dan belum memiliki gambaran yang tepat saat melakukan pembuatan karya ilmiah tersebut. So, biar kamu tau tentang bagaimana gambaran penulisan artikel ilmiah tersebut, berikut adalah 5 tips yang bisa kamu terapkan. 1. Pastikan topik yang kamu pilih menarik pembaca Salah satu hal yang paling utama dalam pembuatan karya ilmiah adalah menentukan topik. Dengan memilih atau menentukan topik yang tepat, pasti kamu akan mengerti dan bisa membawa kemana arah karya ilmiah tersebut. Dengan memilih topik yang menarik, kamu secara tidak langsung akan menarik minat para pembaca. Sehingga, karya ilmiahmu tersebut bisa menjadi karya ilmiah terbaik dan sangat digemari oleh para pembaca. Selain itu, kamu juga harus mengenali sasaran pembaca dari artikel ilmiahmu ini. Jangan sampai kamu salah sasaran karena kurang tepat dalam menempatkan topik ya. 2. Perbanyak membaca dari berbagai macam sumber terkait Namanya juga membuat tulisan karya ilmiah. Pasti tidak bisa dijauhkan dari membaca berbagai macam sumber. Dengan membaca berbagai macam sumber, kamu akan dengan mudah mencari tahu tentang gambaran penulisan tentang karya ilmiahmu tersebut. Sumber-sumber tersebut bisa kamu cari dalam bentuk buku, artikel atau jurnal ilmiah. Dengan demikian, pasti deh kamu akan menemukan kemudahan saat membuat karya ilmiahmu. Jangan lupa untuk melakukan pengecekan terhadap sumber yang sudah kamu pilih, agar referensi yang kamu dapat tersebut benar-benar relevan dengan topik yang kamu pilih. Tidak hanya itu, kamu harus memperhatikan tentang refensi tersebut, apakah menggunakan teori yang pas dan relevan atau tidak. 3. Tentukan cakupan informasi dari topik penelitianmu Nah, setelah memperhatikan topik dan gambaran karya ilmiah dari artikel atau jurnal terkait. Setelah itu, kamu bisa mengidentifikasi mengenai semua cakupan informasi yang akan kamu tulis di dalam topik penelitianmu. Dengan mengetahui semua informasi tersebut, kamu akan dengan mudah melakukan proses pengelohan data. Dalam mengumpulkan informasi yang kamu dapat, kamu harus mencatat dan menulis ringkasan dari inti informasi tersebut. Hal tersebut dapat mempermudah kamu dalam melakukan penulisan karya ilmiah, lho. Baca juga: Bagaimana Cara Mencari Jurnal yang Sesuai Kebutuhan? 4. Perhatikan cara penulisan Tidak hanya isinya saja yang harus kamu perhatikan. Tata cara penulisan karya ilmiah pun harus kamu perhatikan sebaik mungkin. Setelah melakukan langkah satu sampai tiga di atas, kamu bisa membuat draf untuk menuliskan semua ide dan informasi terkait yang sudah kamu dapat. Setelah itu, kamu bisa melakukan crosscheck dan penyuntingan terhadap ide dan informasi yang sudah kamu tuangkan dalam bentuk tulisan. Gak hanya itu, kamu harus membuat struktur penulisan artikel ilmiah sesuai standar yang berlaku. Sehingga karya ilmiah yang kamu buat akan dengan mudah diidentifikasi dan dibaca oleh pembaca. 5. Lakukan evaluasi dan cek ulang Setelah melakukan semua langkah di atas, yang terakhir ini adalah melakukan evaluasi. Dengan melakukan pengecekan tentang semua isi karya ilmiah yang sudah kamu tulis, maka akan mengurangi kesalahan yang fatal saat karya tersebut diterbitkan. Perhatikan apakah konten […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Bicara soal akreditasi, pasti tidak bisa jauh dari penilaian kualitas dan mutu pada suatu lembaga. Salah satunya adalah akreditasi pada perguruan tinggi. Akreditasi ini sangat penting sekali untuk keberlangsungan lembaga itu sendiri. Salah satunya untuk menjamin kualitas dan mutu dari lulusan dari perguruan tinggi tersebut. Di dalam peraturan menteri pendidikan RI Nomor 28 Tahun 2005 pun sudah diatur mengenai akreditasi sebuah lembaga pendidikan yang diwajibkan untuk melakukan proses akreditasi melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ternyata, tidak hanya perguruan tinggi saja yang wajib melakukan akreditasi. Program studi pun juga sangat diwajibkan untuk melakukan proses akreditasi ini. Karena dinilai sangat penting, akreditasi kampus ternyata juga memiliki pengaruh untuk mahasiswa, lho. Berikut adalah 5 alasan tentang pentingnya akreditasi kampus untuk mahasiswa. 1. Cerminan kualitas pendidikan Namanya juga akreditasi, pasti berhubungan langsung dengan proses dan penilaian kualitas pendidikan. Di dalam suatu perguruan tinggi yang memiliki akreditasi jelas dan bagus, pasti bisa ditentukan bahwa perguruan tinggi tersebut memiliki kualitas pendidikan yang tidak bisa diragukan lagi. Kualitas pendidikan yang sudah diterapkan di dalam perguruan tinggi tersebut, pasti sudah dijamin mutu dan kualitasnya oleh pemerintah. 2. Untuk persyaratan bekerja di Institusi pemerintahan Bila lulusan dari perguruan tinggi menginginkan berkerja di suatu institusi pemerintahan, akreditas kampus ini sangat diperlukan sebagai salah satu persyaratannya. Dengan mengantongi syarat akreditasi ini, pastinya pihak verifikator sudah bisa menilai tentang kualitas pendidikan di perguruan tinggi tersebut. Persyaratan ini bersifat mutlak dan selalu dilampirkan untuk memenuhi proses administrasi dengan minimal akreditasi B. 3. Untuk melamar bekerja di perusahaan Tidak hanya persyaratan bekerja di institusi pemerintahan, ternyata akreditasi juga sangat dibutuhkan oleh perusahaan swasta, BUMN, atau multinasional. Kebanyakan dari perusahaan tersebut juga ingin menjaga kualitas dari pegawainya sendiri. Biasanya, perusahaan-perusahaan tersebut memberi batasan akreditasi perguruan tinggi atau jurusan dengan minimal B. 4. Mahasiswa akan terbiasa dengan standar pendidikan yang berkualitas Setiap mahasiswa yang berkuliah di suatu perguruan tinggi dan sudah terakreditasi, pasti bisa dikatakan bahwa mahasiswa tersebut sudah memiliki latar belakang dengan standar pendidikan yang berkualitas. Karena di dalam kesehariannya, mereka selalu dituntut untuk berkompetensi dan belajar dengan lingkungan yang sangat bagus dan relevan. Untuk itu, ketika lulus pun mereka sudah bisa dikatakan mampu bersaing dalam dunia kerja. 5. Mampu bersaing dengan mahasiswa perguruan tinggi lain Perguruan tinggi yang berkualitas dan terakreditasi oleh BAN-PT pasti sudah tidak diragukan lagi kualitas pendidikannya. Biasanya, sebelum lulus pun mahasiswa sudah disiapkan dan mendapatkan training sedemikian rupa agar mampu bersaing di lingkungan kerja. Maka dari, setelah lulus pun lulusannya pasti bisa dan siap untuk survive dengan baik di lingkungan kerja mereka. Nah, sekarang kamu sudah tahu kan. Bahwa akreditasi perguruan tinggi itu sangat penting untuk keberlangsungan mahasiswa. Bahkan sampai lulus juga masih diperlukan untuk melamar di pekerjaan impian. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa akreditasi tersebut sangat berpengaruh terhadap setiap mahasiswa. Jadi, untuk pihak kampus sudah saatnya memperhatikan akreditasi kampus, yuk permudah akreditasi dengan sistem akreditasi GRATIS disini: akreditasicloud.com

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Kini, Mahasiswa pada jenjang sarjana mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar program studinya selama tiga semester. Ketentuan ini dinilai dapat meningkatkan kualitas mahasiswa agar mampu menghadapi dunia kerja dengan baik. Kebijakan mengenai Kampus Merdeka ini diutarakan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim bahwa pelaksanaan kuliah pada lintas prodi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang luar biasa yang akan dimiliki oleh mahasiswa. Nah, apa saja sih 5 hal mengenai kuliah lintas prodi tersebut? Berikut penjelasannya. 1. Mata kuliah lintas prodi diambil selama 3 semester Dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi tersebut, Nadiem menyatakan bahwa dari kesempatan 8 semester yang ditempuh oleh mahasiswa S1, mahasiswa berhak untuk mendapatkan kesempatan belajar selama 3 semester di luar prodi yang ditempuh. Pengambilan lintas prodi tersebut dapat dicontohkan seperti mahasiswa ekonomi yang dapat melakukan lintas studi dengan mengambil mata kuliah hukum atau seorang mahasiswa design yang mengambil mata kuliah di bidang teknik. 2. Ketentuan saat mengambil lintas prodi Setiap mahasiswa yang menginginkan pengambilan mata kuliah di lintas prodi tersebut diwajibkan mengambil prodi yang sama dan masih dalam satu perguruan tinggi mahasiswa tersebut diwajibkan untuk mengambil 1 semester atau setara dengan 20 sks. Hal itu akan berbeda lagi bila mahasiswa tersebut mengambil sks di luar perguruan tinggi, maka mahasiswa tersebut harus mengambil 2 semester atau setara dengan 40 sks. Persyaratan lintas studi ini tidak diberlakukan untuk rumpun ilmu kedokteran atau ilmu kesehatan. 3. SKS dalam sistem pembelajaran akan lebih fleksibel Dalam dunia pendidikan di perguruan tinggi, selama ini dinilai cukup kurang fleksibel. Karena menurut Nadiem, proses pembelajaran yang ada di Indonesia ini masih melulu tentang teori dan kurang melakukan praktik di luar kelas. Nah, pada sistem kali ini mahasiswa diharapkan dapat mendapatkan kesempatan yang lebih saat melakukan program Kampus Merdeka ini. Dalam proses pelaksanaannya, kebijakan lintas prodi ini tidak diwajibkan atau menjadi suatu paksaan untuk mahasiswa. Bila mahasiswa tersebut menginginkan 100% mempelajari ilmu pada program studinya, maka akan dipersilahkan untuk mengampu selama 8 semester pada prodinya tersebut dan tidak mengambil SKS pada prodi lain. Baca juga: 4 Poin Kebijakan ‘Kampus Merdeka’ Menteri Nadiem Makarim 4. Mahasiswa memiliki hak sukareka belajar di luar prodi Menurut Nadiem, belajar tidak melulu di dalam kelas dengan berbagai macam teori yang sangat detail. Di dalam kebijakan ini, pembelajaran sebanyak 40 sks bisa dilakukan di luar prodi, itupun dengan hak sukarela dari masing-masing mahasiswa. Dalam menjalankan 40 sks tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengikuti kegiatan di luar prodi seperti magang, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, penelitian atau pun berwirausaha. 5. Tidak berlaku untuk rumpun ilmu kesehatan Kebijakan kampus merdeka ini tidak berlaku dan tidak diperuntukkan untuk rumpun ilmu kesehatan. Dalam kebijakan ini, yang bisa diberlakukan adalah untuk rumpun ilmu sosial, sains, design dan teknik. Jadi, selama mahasiswa tersebut masih termasuk dalam rumpun tersebut pasti bisa ikut serta dalam proses lintas studi ini. Itulah 5 hal yang perlu kalian ketahui mengenai kebijakan baru Kampus Merdeka mengenai lintas prodi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membawa perubahan kepada para mahasiswa di perguruan tinggi agar menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Seperti yang tertulis dalam peraturan Ristekdikti bahwa keberhasilan lulusan di dunia kerja menjadi salah satu kreteria penilaian Akreditasi perguruan tinggi. Ini bukti bahwa alumni menjadi komponen penting yang harus diperhatikan oleh seluruh perguruan tinggi, karena kemajuan kampus/almamater dapat dilihat dari alumninya. Bukan hanya itu, alumni juga bisa menjadi jalan untuk mendapat jaringan kerja yang diharapkan dapat menciptakan kesan yang baik dilingkungan kerja sehingga memudahkan adik kelas untuk diterima di lingkungan kerja yang sama. Bahkan dalam kebijakan baru “Kampus Merdeka” tracer study wajib dilakukan kampus setiap tahunnya. Berikut 5 alasan mengapa kampus Anda butuh Tracer Study. 1. Tracer Study untuk Akreditasi Kampus Salah satu aspek akreditasi adalah keberhasilan lulusan di dunia kerja. Akreditasi adalah pengakuan secara resmi yang diberikan badan akreditasi terhadap kompetensi suatu lembaga atau organisasi dalam melakukan kegiatan dengan kriteria penilaian tertentu. Hasil akreditasi biasanya dijadikan pedoman bagi instansi dalam penerimaan karyawan. Akreditasi sendiri sebagai upaya pemerintah untuk menjamin mutu alumni perguruan tinggi. Itulah mengapa akreditasi selalu dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu kampus butuh sistem Tracer Study untuk memantau keberhasilan lulusan di dunia kerja. Baca juga: Pengertian dan Manfaat Sistem Career Center & Tracer Study 2. Mengetahui Outcome Pendidikan yang Dihasilkan oleh Perguruan Tinggi Semua perguruan tinggi pasti menghasilkan outcome. Penting bagi perguruan tinggi untuk mengetahui outcome sehingga perguruan tinggi tahu kebermanfaatan alumni dalam perubahan kondisi sosial, ekonomi, kependudukan, dan lingkungan. Oleh karena itu, kampus perlu menyediakan sistem tracer study untuk menampung partisipasi alumni dalam pembangunan negeri sesuai dengan program studi yang diambil semasa kuliah. 3. Mengetahui Kontribusi Perguruan Tinggi terhadap Kompetensi yang ada di Dunia Kerja Salah satu misi dari perguruan tinggi adalah menjadikan mahasiswanya berkompeten dalam prodi yang dipilihnya, untuk mengetahui seberapa berhasil alumninya tentu kampus perlu menyediakan sistem untuk mengukur konstribusi para alumni di dunia kerja. Nantinya para alumni dimudahkan untuk memberikan info tentang karir dan data domisili alumni, serta dapat menginfokan kontribusinya dalam dunia kerja. ini juga dapat dijadikan bahan evaluasi perguruan tinggi dalam memperbaiki kurikulum program studi. 4. Untuk Monitoring Lulusan Perguruan Tinggi Ketika Memasuki Dunia Kerja Seperti yang kita tahu bahwa perguruan tinggi biasanya menjadi tempat berkumpul pelajar-pelajar di seluruh Indonesia. Jumlahnya yang ribuan akan terus bertambah setiap tahunnya. Setiap tahun pula, kampus akan meluluskan mahasiswanya hingga 4 periode wisuda. Lulusan perguruan tinggi akan menyebar baik secara geografis maupun instansi. Untuk merancang strategi promosi dari segi geografis maupun instansi dari lulusan, dibutuhkan situs alumni yang memberikan kemudahan alumni untuk update kondisi terbarunya. Hal tersebut tentu akan memudahkan bagian humas kampus dalam menjaring mahasiswa baru pada daerah geografis lulusan maupun jaringan kerja pada instansi lulusan. 5. Sebagai Evaluasi Perguruan Tinggi Evaluasi adalah keharusan bagi perguruan tinggi yang ingin meningkatkan mutu. Karena dengan evaluasi dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan terkait tingkat keberhasilan yang telah dicapai dan tindakan selanjutnya yang diperlukan. Alumni yang telah tergabung dengan situs alumni dianjurkan untuk selalu mengirimkan info terkini lulusan. Selain pada peningkatan skill yang dibutuhkan industri dengan menambah mata kuliah tertentu, evaluasi juga bisa dijadikan bahan pengkajian permasalahan manajemen seperti alur pendaftaran mahasiswa baru yang lebih mudah […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Gebrakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim kali ini meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar yang ditujukan pada pendidikan tinggi bertajuk Kampus Merdeka. Kebijakan Kampus Merdeka merupakan lanjutan dari konsep Merdeka Belajar. Pelaksanaannya hanya mengubah peraturan menteri, tidak sampai mengubah Peraturan Pemerintah atau Undang-Undang. Inilah 4 poin kebijakan Kampus Merdeka : 1. Pembukaan prodi baru Program ini memberikan otonomi kepada PTN (Negeri) maupun PTS (Swasta) untuk membuka program studi baru. Namun otonomi ini tak cuma-cuma diberikan. PTN dan PTS harus memiliki akreditasi A dan B, dan telah melakukan kerja sama dengan universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. Pengecualian untuk prodi kesehatan dan pendidikan. Kemendikbud akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra prodi untuk melakukan pengawasan. “Tracer study wajib dilakukan setiap tahun. Perguruan tinggi wajib memastikan hal ini diterapkan,” tutup Mendikbud Nadiem. Baca juga: Pengertian dan Manfaat Sistem Career Center & Tracer Study 2. Sistem akreditasi Perguruan Tinggi Program re-akreditasi akan bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela untuk perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat. Sedangkan akreditasi yang sudah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), tetap berlaku hingga 5 tahun namun akan diperbaharui secara otomatis. Pengajuan akreditasi Perguruan Tinggi dan Prodi dibatasi paling cepat 2 tahun setelah akreditasi sebelumnya. 3. Kemudahan menjadi PTN-BH Kebijakan ini terkait kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) menjadi PTN Badan Hukum (PTN-BH). Kemendikbud akan mempermudah persyaratannya tanpa terikat status akreditasi. 4. Hak belajar 3 semester di luar prodi Mahasiswa dapat mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (SKS). “Perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela, jadi mahasiswa boleh mengambil ataupun tidak SKS di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 SKS,” ujar Nadiem di presentasinya. Nadiem juga mengatakan, “Ditambah, mahasiswa juga dapat mengambil SKS di prodi lain di dalam kampusnya sebanyak satu semester dari total semester yang harus ditempuh. Ini tidak berlaku untuk prodi kesehatan.” Di sini pengertian SKS diartikan sebagai ‘jam kegiatan’, bukan lagi ‘jam belajar’. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan di kelas, magang, praktik kerja industri, riset, studi independen, dan lainnya. Itulah 4 poin kebijakan ‘Kampus Merdeka’ Menteri Nadiem Makarim. Bagaimana menurutmu? Apakah kebijakan ini sangat membantu mahasiswa maupun perguruan tinggi untuk lebih berkembang dan maju?

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Info biaya kuliah di 5 universitas terbaik versi Kemeristekdikti tahun 2019 yaitu ITB (Institut Teknologi Bandung), UGM (universitas Gadjah Mada), IPB (Institut Pertanian Bogor), ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) dan UI (Universitas Indonesia). Info biaya kuliah ini dirangkum dari beberapa sumber, berikut gambaran dengan biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) di 5 PTN terbaik; 1. Institut Teknologi Bandung (skor 3.671 – klaster 1) Melansir dari laman resmi itb.ac.id, pada dasarnya, UKT Program Sarjana ITB berkisar dari Rp 0 hingga Rp 12.500.000 per semester, kecuali untuk Program Sarjana SBM berkisar antara Rp 0 hingga Rp 20.000.00 per semester. Dari UKT Program Sarjana yang ditetapkan sebesar Rp 12.500.000 per semester, khusus SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) ditetapkan Rp 20.000.000 per semester. Namun, mahasiswa juga diberi kesempatan mengajukan keringanan UKT tersebut, dengan besaran keringanan mulai dari 100 persen, 80 persen, 60 persen, 40 persen hingga 20 persen dari UKT, sesuai dengan tingkat kemampuan ekonomi orangtua. Range UKT ITB per semester 1. Tinggi: Rp 20.000.00 – Rp 40.000.000 untuk program Reguler dan Non-Reguler (Program Internasional) SBM dan Non-SBM. 2. Sedang: Rp 7.500.000 – Rp 10.000.000 untuk semua fakultas di ITB (kecuali proram SBM). 3. Rendah: Rp 0 untuk semua fakultas di ITB. 2. Universitas Gadjah Mada (skor 3.594 – klaster 1) Merangkum dari laman resmi um. ugm.ac.id dan beberapa sumber, UKT Program Sarjana ITB berkisar dari Rp 0 hingga Rp 22.500.000 per semesternya. Terbagi 0–6 golongan UKT persemesternya pada UGM. Untuk golongan tertinggi yaitu golongan 6 khusus bagi orangtua berpenghasilan di atas Rp10.000.000. Golongan sedang yaitu golongan 3 khusus bagi orangtua berpenghasilan Rp 2.000.000 – Rp 3.500.000, dan untuk golongan paling rendah yaitu golongan 0 khusus calon peserta Bidikmisi. Range UKT UGM per semester: 1. Tinggi: Rp 22.500.000 untuk program studi Pendidikan Dokter. 2. Sedang: Rp 7.000.000 untuk program studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. 3. Rendah: Rp 500.000 untuk semua program studi. 3. Institut Pertanian Bogor (skor 3.577 – klaster 1) Berdasarkan data dari laman admisi. ipb.ac.id, sesuai dengan peraturan di tingkat nasional, diberlakukan aturan mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT). UKT adalah bentuk Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang merupakan kontribusi orangtua mahasiswa atas penyelenggaraan pendidikan di IPB yang besarnya ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi mahasiswa bersangkutan dan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) tiap program studi. Besaran UKT nilainya tetap sampai mahasiswa yang bersangkutan lulus dari IPB UKT Program Sarjana IPB berkisar dari Rp 2.400.000 hingga Rp 12.000.000 per semesternya. Terbagi 1–5 golongan UKT per semesternya di IPB. Untuk golongan tertinggi yaitu golongan 6 biayanya Rp 10.000.000 – Rp 12.000.000, untuk golongan sedang yaitu golongan 3 biayanya Rp 6.000.000 – Rp 8.000.000, dan untuk golongan paling rendah yaitu golongan 1 biayanya Rp 2.400.000. Range UKT IPB per semester: 1. Tinggi: Rp30.000.000 untuk program studi Kedokteran Hewan. 2. Sedang: Rp12.000.000 untuk program studi Bisnis. 3. Rendah: Rp2.400.000 untuk semua program studi. 4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (skor 3.462 – klaster 1) Merangkum dari laman resmi smits.its.ac.id dan beberapa sumber, Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITS dibagi dalam 7 (tujuh) kategori yang disesuaikan dengan kemampuan […]

Baca Selengkapnya »