Pencarian Kategori "Dunia Kampus"


Mendikbud: Pembelajaran Jarak Jauh akan Permanen

 

Admin SEVIMA

 

03 Juli 2020

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa diterapkan secara permanen usai pandemi virus korona (covid-19). Hal ini diungkapkan Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR. Menurut analisis Kemendikbud, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar akan menjadi hal yang mendasar. “Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” kata Nadiem. Baca juga: Penting! Ini 7 Tips Mengajar Dari Mendikbud Di Masa Pandemi Covid-19 Dia mengatakan, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan kesempatan bagi sekolah melakukan berbagai macam modeling kegiatan belajar. “Kesempatan kita untuk melakukan berbagai macam efisiensi dan teknologi dengan software dengan aplikasi dan memberikan kesempatan bagi guru-guru dan kepala sekolah dan murid-murid untuk melakukan berbagai macam hybrid model atau school learning management system itu potensinya sangat besar,” tuturnya. Menurut Nadiem, hal ini terbukti dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Ia menilai, para guru dan orangtua akhirnya mencoba beradaptasi dan bereksperimen memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar. “Walau sekarang kita semua kesulitan beradaptasi dalam PLJ, tapi belum pernah dalam sejarah Indonesia kita melihat jumlah guru dan kepala sekolah yang bereksperimen dan orangtua juga bereksperimen beradaptasi dengan teknologi,” ucapnya. “Jadi ini merupakan sebuah tantangan dan ke depan akan menjadi suatu kesempatan untuk kita,” kata Nadiem. Baca juga: 5 Pekerjaan Paling Banyak Dibutuhkan Menurut Mendikbud Nadiem Makarim Nadiem menambahkan, Kemendikbud melakukan perumusan kurikulum hingga asesmen PJJ. Kurikulum itu disusun dengan mempertimbangkan penyederhanaan belajar dan fokus kepada aspek literasi, numerasi, dan pendidikan berkarakter. Tim dari Kemendikbud, yakni Balitbang, sedang mempersiapkan kurikulum itu. Selain kurikulum PJJ, lanjut dia, Kemendikbud juga menyiapkan modul pembelajaran. Dengan modul tersebut, siswa dapat belajar di rumah secara mandiri. Modul itu juga membantu guru melakukan PJJ. Kemendikbud juga menyusun modul untuk para orang tua dalam mendampingi anaknya belajar. Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/02/14445511/mendikbud-setelah-pandemi-covid-19-pembelajaran-jarak-jauh-akan-permanen

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Benarkah status akreditasi kampus tak lagi model A, B, dan C? Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) adalah lembaga resmi akreditasi yang memperoleh wewenang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tinggi. BAN PT telah mengeluarkan Regulasi IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 yang merupakan instrumen terbaru untuk melihat kualifikasi perguruan tinggi dan kualitas program studi pada Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta. IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 ini lebih memudahkan perguruan tinggi dalam pelaporan status akreditasi perguruan tinggi maupun program studi. Instrumen ini telah didukung oleh teknologi monitoring yang menyeluruh dan pembinaan perguruan tinggi yang lebih baik. Perubahan ini didasari banyaknya perubahan pada tantangan masyarakat, kompetensi baru, dan dunia kerja yang sudah berubah. Baca juga: Mau Akreditasi, Ini Persiapan yang Harus Anda Lakukan Status Akreditasi Kampus Terbaru adalah Baik, Sangat Baik, Unggul Salah satu yang berubah pada Peraturan BAN-PT Nomor 1 Tahun 2020 adalah istilah peringkat akreditasi atau peringkat terkareditasi menjadi Unggul, Baik Sekali dan Baik atau Tidak Terkareditasi untuk Akreditasi yang dilakukan dengan IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 . Mekanisme ini tertuang dalam Peraturan BAN-PT Nomor 1 Tahun 2020 Pasal 1 Nomor 8 yang berbunyi: Peringkat Akreditasi atau peringkat Terkakreditasi adalah hasil akreditasi yang dilakukan pleh BAN-PT yang terdiri atas: a. A,B dan C untuk akreditasi yang dilakukan dengan menggunakan Instrumen Akreditasi 7 Standart; dan b. Unggul, Baik Sekali dan Baik untuk Akreditasi yang dilakukan dengan IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 Jadi perlu diingat kalau perguruan tinggi yang sudah melakukan akreditasi dengan IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 status akreditasinya bukan lagi “A”, “B”, dan “C”, melainkan berubah menjadi Akreditasi Baik, Sangat Baik, Unggul, dan Tidak Terakreditasi. Oh iya, kalau bapak ibu bingung melakukan penyesuaian dengan mekanisme akreditasi terbaru dari BAN-PT tentang IAPS 4.0 dan IAPT 3.0 ini, ada kabar baik nih sistem Akreditasi Cloud sudah mengakomodir semuanya secara otomatis. Untuk lebih tahu lebih detail, bisa langsung cek disini: akreditasicloud.com

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Selalu melakukan revolusi dan inovasi dalam suatu ilmu adalah hal yang paling dinanti. Untuk itu, webinar gratis diadakan untuk membantu anda siap menjadi kampus merdeka di masa depan dalam 90 hari. Dalam acara ini, anda akan ditemukan dengan para ahli yang akan mengajak anda membahas langsung mengenai pentingnya membangun talenta yang siap sebagai lulusan terbaik di masa depan. Selain itu, penerapan metode pedagogi blended learning juga akan diulas lebih detail di sektor pendidikan tinggi. Ditambah lagi dengan pemanfaatan pada kemajuan ekonomi digital sekarang juga akan diikut sertakan dalam penerapan metode yang satu ini. Kegiatan ini sangat cocok untuk anda jadikan referensi dalam menghadapi kendala selama covid 19 ini. Meskipun banyak kendala yang terjadi selama pandemic ini, bukan berarti anda mundur dalam berproses. Inilah saatnya anda melakukan perubahan. Pada kesempatan ini, SEVIMA bekerjasama dengan Lithan academy mengedakan webinar yanga akan mengundang narasumber langsung dari pakarnya, yang akan dilaksanakan pada: Hari: Rabu Tanggal: 1 Juli 2020 Jam: 15:00 – 17:30 (WIB) Tamu Kehormatan Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., (Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) Pembicara utama Leslie Loh – CEO dan pendiri Lithan Alamat pembukaan Uman Suherman, AS, M.Pd  (Kepala LLDikti Wilayah Jawa Barat & Banten)  Beliau akan membagikan wawasan tentang bagaimana pendidikan tinggi dapat bermanfaat bagi siswa ketika mereka lulus. R. Ricky Agustiady, SE., MM., Ak., CFrA (Sekretaris Jenderal ABPPTSI wilayah Jawa Barat dan Ketua YPKP) Panel Pembicara Tn. Shoeb Kagda (Konsultan Media dan Pendiri Forum Pendidikan Indonesia, platform multi-pemangku kepentingan untuk semua pemain sektor pendidikan.) Dadan Rahadian (Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Telkom) Tn. Norman Sasono (CTO Platform Pembayaran dan e-Wallet DANA Indonesia) Jan Lambrechts  (CEO Epitome, sebuah perusahaan analitik tenaga kerja.) Bagaimana cara pendaftarannya? Untuk mengikuti kegiatan ini, anda bisa langsung mendaftarkan diri disini GRATIS: events.lithan.com/sevima Jadi tunggu apalagi? Semakin banyak referensi yang akan anda dapatkan, maka anda akan semakin siap dalam menghadapi kampus merdeka di masa depan. Kami tunggu kehadiran anda.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Pasca terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, sebagai awal dimulainya masa new normal (kenormalan baru). Sejumlah Kementerian/Lembaga negara telah menindakalnjutinya dengan sejumlah peraturan yang diberlakukan untuk wilayah dan lingkungan pekerjaannya, termasuk untuk aktivitas perekonomian, keagamaan dan Aparatus Sipil Negara. Sementara untuk dunia pendidikan seperti yang diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Tahun Akademik 2020/2021 di perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi ini tetap dilaksanakan secara daring. Baca: Pembelajaran di Perguruan Tinggi Masih Harus Dilakukan Daring Blended Learning, Solusi Pembelajaran di Era New Normal Salah satu metode pembelajaran yang cocok digunakan untuk saat ini adalah metode blended learning. Blended Learning adalah pola pembelajaran campuran antara pembelajaran di kelas (face to face) dan online (webinar, LMS). Namun untuk saat pandemi ini yang digunakan adalah metode online dengan memanfaatkan multimedia baik sinkron (synchronous) dan asinkron (asynchronous). Apa itu pembelajaran sinkron? Contoh online learning sinkron adalah obrolan online dan konferensi video. Setiap alat pembelajaran real-time, seperti pesan instan yang memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dengan segera, adalah pembelajaran sinkron. Daripada belajar sendiri, mahasiswa yang mengikuti pembelajaran sinkron dapat berinteraksi dengan mahasiswa lain dan dosen mereka selama pelajaran berlangsung. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online Manfaat utama pembelajaran sinkron adalah bahwa hal ini memungkinkan siswa menghindari perasaan terisolasi karena mereka berkomunikasi dengan orang lain selama proses belajar. Namun, pembelajaran sinkron tidak begitu fleksibel dalam hal waktu karena mahasiswa harus menyisihkan slot waktu tertentu untuk menghadiri sesi pengajaran langsung atau belajar online pada waktu yang sebenarnya (real-time). Jadi mungkin tidak ideal bagi mereka yang sudah memiliki jadwal sibuk. Apa itu pembelajaran asinkron? Pembelajaran asinkron di sisi lain bisa dilakukan bahkan saat mahasiswa atau dosen sedang offline (tidak aktif). Kursus dan komunikasi yang disampaikan melalui web, email dan pesan yang diposting di forum komunitas adalah contoh sempurna dari e-learning asinkron. Dalam kasus ini, mahasiswa biasanya akan menyelesaikan mata kuliah mereka sendiri dan sekadar menggunakan internet sebagai alat pendukung, bukannya menjelajah secara online hanya untuk kelas interaktif. Seorang mahasiswa mampu mengikuti kurikulum dengan kecepatan mereka sendiri tanpa harus khawatir tentang masalah penjadwalan. Ini mungkin merupakan pilihan sempurna bagi pengguna yang senang bersantai dalam setiap rencana pelajaran dalam kurikulum, dan lebih memilih untuk mencari topik sendiri. Namun, bagi mereka yang kurang memiliki motivasi untuk mengerjakan tugas sendiri mungkin merasa tidak mendapat manfaat signifikan dari pembelajaran asinkron. Pembelajaran asinkron juga dapat menyebabkan perasaan terisolasi, karena tidak ada lingkungan pendidikan/pembelajaran interaktif yang nyata. Baca juga: Hadapi New Normal, dengan Update Strategi Pembelajaran Digital Pelaksanaan Blended Learning di Perguruan Tinggi Perguruan tinggi seharusnya cenderung lebih mudah beradaptasi dengan blended learning, karena mahasiswa sudah menggunakan pola belajar mandiri, beda dengan siswa sekolah. Dalam pelaksanaanya blended learning rekan-rekan perlu meramu blended learning di masing-masing institusi pendidikan, karena implementasi blended learning pasti berbeda-beda karena harus student-oriented, sesuai kebutuhan. […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Tahun Akademik 2020/2021 di perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi ini tetap dilaksanakan secara daring. “Tahun akademik tetap dimulai bulan Agustus 2020, tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring,” katanya saat menyampaikan keterangan pers tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran dan Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 secara langsung melalui virtual di Youtube Kemendikbud RI, Senin (15/6). Nadiem beralasan bahwa kampus memiliki potensi mengadopsi belajar jarak jauh lebih mudah ketimbang pendidikan menengah dan pendidikan dasar. “Saat ini semua perguruan tinggi masih melakukan secara online sampai ke depannya mungkin kebijakan berubah,” lanjutnya. Menteri yang masih berusia 35 tahun itu menegaskan bahwa aktivitas prioritas yang berhubungan dengan kelulusan dan sulit dilakukan secara daring masih diperbolehkan untuk dilakukan secara tatap muka. Nadiem mencontohkan penelitian laboratorium, praktikum, studio, bengkel, yang semua hal tersebut membutuhkan mesin dan peralatan masing-masing. Baca juga: Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran & Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 “Kalau ini aktivitas prioritas yang berdampak pada kelulusan mahasiswa, masing-masing pemimpin perguruan tinggi diperbolehkan untuk mengizinkan aktivitas mahasiswa datang ke kampus hanya untuk aktivitas prioritas itu yang berhubungan dengan kelulusannya,” ujarnya. Alumnus Universitas Brown dan Universitas Harvard itu beralasan, tidak ingin mengorbankan potensi mahasiswa untuk segera lulus pada saat ini karena akan menciptakan beragam masalah lainnya. Sementara pembelajaran masih dilakukan secara daring. “Masih tidak diperkenankan untuk melakukan kuliah tatap muka. Tidak diperkenankan berbondong-bondong untuk mahasiswa masuk ke dalam kampus, cuman buat individual project mereka yang khusus prioritas untuk kelulusannya,” jelasnya. Baca juga: Sambut New Normal, Ini 5 Perlengkapan Wajib di Perguruan Tinggi Kebolehan mahasiswa datang ke kampus untuk menyelesaikan studinya itu juga tentu saja harus dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. “Adapun jika terdapat mata kuliah yang tidak dapat dilaksanakan secara daring maka diletakkan di bagian akhir semester,” pungkasnya. Berikut video cuplikanya:

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI telah mengumumkan rencana penyusunan Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual melalui webinar, Senin (15/06/2020). Panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru. “Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli 2020. “Namun demikian, untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah,” terang Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, pada webinar tersebut. Terkait jumlah peserta didik, hingga 15 Juni 2020, terdapat 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota sehingga mereka harus tetap Belajar dari Rumah. Adapun peserta didik yang saat ini berada di zona hijau hanya berkisar 6 persen. Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis. Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka. Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin. Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. “Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh,” tegas Mendikbud. Nadiem juga mengajak semua pihak termasuk seluruh kepala daerah, kepala satuan pendidikan, orang tua, guru, dan masyarakat bergotong-royong mempersiapkan pembelajaran di tahun ajaran dan tahun akademik baru. “Dengan semangat gotong-royong di semua lini, saya yakin kita pasti mampu melewati semua tantangan ini,” kata Mendikbud. Panduan Pembelajaran Tatap Muka pada Zona Hijau Di luar pelarangan yang berlaku di zona kuning, oranye, dan merah, tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, urutan pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat, tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat, lalu tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat. Itupun harus dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan. “Namun, begitu ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” terang Mendikbud. Rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau adalah: • Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Buat kamu kelas XII, memilih jurusan kuliah jadi salah satu hal terpenting, termasuk mau kuliah dimana yang bakal dipilih. Gak bisa sembarangan sobat, jangan sampai nggak sesuai dengan minat kamu ya. Salah satu cara terbaik memilih jurusan kuliah atau kampus adalah konsultasi dengan guru dan orang tua atau pihak terdekat lain. Nah, selain konsultasi kamu sekarang bisa dapetin info seputar kuliah di “maukuliah.id”. Maukuliah.id adalah platform yang membantu siswa mencari dan membandingkan informasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia supaya bisa meraih impian lewat kampus idaman dan jurusan yang sesuai dengan passion. Daftar Akun di Maukuliah.id dan Dapatkan Banyak Benefit Nah, saat ini kamu juga bisa daftar akun sebagai siswa di maukuliah.id. Apa manfaatnya buat saya kalau daftar di maukuliah.id? Yaps selain daftarnya gratis, kamu akan mendapat informasi khusus seputar kuliah, bisa simpan kampus dan prodi favoritmu, bisa eksplorasi kampus yang difavoritkan (seperti update terbaru seputar pendaftaran, artikel, dan beasiswa) dan banyak lagi. Jadi pas banget, untuk kamu yang belum nemu kampus yang cocok bisa nih bandingkan beberapa kampus impian kamu dan temukan jurusan yang cocok sama kamu dengan daftar di maukuliah.id, Gratis! Tunggu apa lagi, kamu hanya butuh akses maukuliah.id lalu login di pojok samping kanan dan dapatkan semua benefitnya buat kamu. Oh iya, selain mendapat info dari maukuliah.id, kamu harus konsultasi atau ngobrol lebih jauh dengan orang tua dan guru. Pastinya sih soal jurusan dan kampus itu harus dipikirin matang ya sobat, jangan asal. Biar nantinya saat menjalani kuliah jadi lebih lancar.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Daftar universitas terbaik di Indonesia 2021 versi QS World University Rankings sudah dirilis. QS World University Rankings adalah publikasi tahunan peringkat universitas yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS). Kita tahu QS World University Ranking merupakan lembaga pemeringkatan resmi yang juga dijadikan salah satu acuan Kementerian Pendidikan (saat ini Kemendikbud) dalam mengukur kualitas kelembagaan Perguruan Tinggi di Indonesia menuju World Class University atau Universitas Bertaraf Dunia. Pada saat ini jumlah universitas Indonesia masuk dalam daftar ada 8 universitas. Yuk simak kampus mana saja yang menjadi Universitas Terbaik di Indonesia versi QS World University Ranking: 1. Universitas Gadjah Mada (peringkat 254 dunia) 2. Universitas Indonesia (peringkat 305 dunia) 3. Institut Teknologi Bandung (Peringkat 331 dunia) 4. Universitas Airlangga (peringkat 512-530 dunia) 5. Institut Pertanian Bogor (peringkat 513-540 dunia) 6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (peringkat 751-800 dunia) 7. Universitas Bina Nusantara (peringkat 801-1000 dunia) 8. Universitas Padjajaran (peringkat 801-1000 dunia) Apa Indikator Penilaian dari QS World University Ranking? Indikator penilaian QS University Ranking menggunakan enam indikator dalam pemeringkatan yaitu: 1. Reputasi akademik (40%) untuk mengukur unsur akademik secara menyeluruh. 2. Reputasi lulusan (10%) mengidentifikasi performa dan kualitas lulusan universitas di mata para pimpinan perusahaan. 3. Rasio fakultas dan mahasiswa (20%) untuk mengukur komponen yang menunjang kelangsungan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi seperti jumlah tenaga pendidik berbanding dengan jumlah mahasiswa. 4. Kutipan jurnal ilmiah (20%) mengukur jumlah kutipan (citation), jumlah publikasi ilmiah serta dampak penelitian yang dihasilkan para sivitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat. 5. Fakultas internasional (5%) mengukur jumlah ekspatriat/tenaga pendidik asing di fakultas/perguruan tinggi. 6. Mahasiswa Internasional (5%) mengukur jumlah mahasiswa asing di fakultas/perguruan tinggi. Itulah 8 kampus/ perguruan tinggi Indonesia terbaik yang masuk dalam daftar QS World University Ranking. Bagaimana dengan kampus kamu, apakah masuk di 8 kampus terbaik? Semoga dengan adanya pemeringkatan ini, dapat memunculkan rasa untuk berlomba-lomba bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu kampus dan juga pembelajarannya, sehingga dapat mengantarkan lulusanya menuju kesuksesan. Untuk teman-teman yang belum nemu kampus yang cocok bisa nih bandingkan beberapa kampus impian kamu dan temukan jurusan yang cocok dengan kamu di: maukuliah.id

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Sudah lebih dari dua bulan rakyat Indonesia menjalani social distancing (jaga jarak di tempat umum) dan karantina mandiri. Semua itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sekarang warga tengah menghadapi fase baru dalam krisis pandemi Covid-19, yaitu the new normal. Warga akan segera menjalani aktivitas seperti sedia kala. Para pekerja kembali ke kantor masing-masing. Fasilitas-fasilitas umum kembali dibuka. Perkuliahan di kampus juga akan dibuka. Namun protokol kesehatan tetap diberlakukan agar persebaran virus tetap terkendali. Jaga jarak dengan manusia lain harus tetap dilakukan. Saat the new normal berlaku nanti, apa saja yang harus kita siapkan agar bisa beraktivitas dengan aman di perguruan tinggi? Berikut ini beberapa di antaranya. 1. Masker Kesehatan Virus Corona dapat menular melalui percikan dahak atau air liur saat penderita Covid-19 batuk atau bersin. Untuk mengurangi risiko penularan virus di perguruan tinggi, semua civitas kampus disarankan memakai masker. Jika masker bedah atau N95 masih sulit didapatkan, rekan bisa menggunakan masker kain sebagai gantinya. Namun perlu diingat, cuci tangan sebelum menggunakan masker, setelah selesai digunakan lepaskan masker dengan cara membuka tali pengikat masker di belakang kepala lalu cuci masker kain dengan air panas dan detergen. 2. Hand Sanitizer Mencuci tangan dengan air dan sabun memang cara terbaik untuk mencegah virus corona. Perguruan tinggi harus menyediakan tempat cuci tangan untuk semua civitas kampus. Kalau susah menyediakan tempat cuci tangan  Hand sanitizer hadir menjadi produk yang efektif dan efisien sebagai alternatif menjaga kebersihan dan kesehatan tangan. Jadi selalu simpan hands sanitizer di tas rekan-rekan, jangan sampai tertinggal. Baca juga: SIAKAD Bukan Lagi Sebuah Pilihan Tapi Keharusan di Era New Normal 3. Sarung Tangan Selain masker, banyak orang menggunakan sarung tangan untuk menghindari virus. Namun perlu diperhatikan cara menggunakan sarung tangan dengan benar. Penggunaan sarung tangan lateks sembarangan malah berpotensi terinfeksi virus Corona. Alasannya karena rasa aman menggunakan sarung tangan, padahal virus akan berpindah pada sarung tangan tersebut tanpa sadar kita jadi sering menyentuh wajah, masker, ponsel, dompet hingga pakaian. Sebelum menggunakan sarung tangan pastikan sudah mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer. Pastikan juga sarung tangan dalam keadaan baik, tidak robek, kotor, dan berubah warna terutama pada sarung tangan lateks. Tarik sarung tangan sampai ke pergelangan. Jika ingin membukanya, lepas sarung tangan dari dalam ke luar untuk menghindari kontaminasi virus di permukaan luarnya dengan hati-hati. Setelah itu, sarung tangan harus langsung dibuang jangan disimpan lagi. Baca juga: Buat Dosen, Ini 5 Tips Bimbingan Mahasiswa Tugas Akhir Selama WFH 4. Topi Face Shield Face shield digunakan petugas kesehatan untuk melindungi diri dari virus corona saat menangani pasien Covid-19. Untuk itu, banyak masyarakat pun mulai menggunakan face shiled dengan model topi untuk keluar rumah. Melalui Journal of the American Medical Association (JAMA), penelitian yang dipimpin oleh Dr Eli Perencevich menuliskan agar face shield efektif dalam menekan penyebaran virus, maka harus dibuat sampai bawah dagu. Harus menutupi telinga dan tidak ada celah yang terbuka antara dahi dan pelindung wajah. 5. Helm Bagi mahasiswa dan dosen pengguna ojek online, ada baiknya untuk membawa helm sendiri. Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Menyongsong era new normal, banyak sekali tantangan yang kita hadapi di sektor pendidikan. Seperti tantangan pembelajaran, manajemen akademik, keuangan hingga pengaturan bisnis plan. New Normal adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk kepada kondisi-kondisi keuangan usai krisis pandemi COVID-19. Berdasarkan informasi yang beredar di media masa maupun media sosial, bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19, pemerintah akan memberlakukan gagasan “new normal” sebagai babak baru dalam menyikapi wabah Covid-19. Tentu alasan paling utama adalah bagaimana menyikapi pendidikan baik perguruan tinggi yang belajar aktif di kampus kembali, New Normal di perguruan tinggi. Pentingnya Sistem Informasi di Era New Normasl Adapun nilai positif yang di dapat selama pandemi COvid 19 yaitu kesadaran pengguna ICT meningkat baik Dosen maupun Mahasiswa, kegiatan kuliah umum meningkat melalui webinar, penerimaan mahasiswa baru online meningkat, bimbingan skripsi online dan penerapan paperless lain juga meningkat dll. Bisa dikatakan penerapan ICT atau sistem informasi akademik (SIAKAD) di perguruan tinggi bukan lagi jadi pilihan tapi sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan di era new normal ini. Baca juga: Mengapa Banyak Yang Memilih Siakad Cloud? Sistem Informasi Akademik apa sih? Sistem informasi akademik adalah suatu sistem yang dibuat untuk mempermudah kegiatan administrasi akademik di kampus, yang mana kesemuanya diatur secara daring (online). Beberapa contoh kegiatan yang bersifat administratif di kampus adalah Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), penyusunan kurikulum dan jadwal kuliah, mengisi Kartu Rencana Studi (KRS), mengisi nilai (untuk dosen), mengelola data dosen, karyawan, dan mahasiswa, dsb. Keunggulan Sistem Informasi Akademik: 1. Sistem Informasi Akademik (Siakad) dirancang untuk bisa mengolah semua informasi yang ada secara terintegrasi, sehingga data yang tersedia selalu terbarukan (up to date) secara realtime. 2. Selain itu, karena basis datanya terpusat, Siakad bisa meminimalisir terjadinya duplikasi data yang lazim ditemui pada sistem manual. 3. Siakad bisa berfungsi sebagai pusat informasi dengan kelebihan berupa: – PMB Online – KRS Online – Penjadwalan kelas online – Penilaian secara online 4. Menjadi pusat rekam jejak semua kegiatan kampus karena semua data ada di Siakad termasuk berita-berita terbaru seputar kampus. 5. Media komunikasi bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa. Sistem Informasi Akademik dapat memuat data-data: – Data Mahasiswa – Data dosen – Data Mata Kuliah. – KRS – Daftar Nilai Mahasiswa – Data mahasiswa yang sudah lulus – Data Keuangan Adapun data yang dapat diakses para pengguna Siakad adalah: – Daftar nama mahasiswa. – Daftar nama dosen – Jadwal Kuliah – KHS – Absen Mahasiswa – Daftar Nama Wisudawan – Data mahasiswa yang aktif dalam perkuliahan Manfaat Sistem Informasi Akademik 1. Mempermudah mahasiswa untuk memperoleh informasi tanpa perlu datang ke bagian administrasi di kampus yang seringkali lama karena harus mengantri, dsb. 2. Bagian administrasi kampus juga dimudahkan dengan adanya siakad karena berkurang beban untuk berinteraksi dengan mahasiswa yang sedang butuh data. Bagian administrasi bisa memfokuskan waktunya untuk input data dan pemeriksaan data. 3. Data tersimpan secara terstruktur dengan database yang tersimpan di dalam computer. 4. Pembaruan data antara bagian administrasi kampus dengan bagian keuangan dapat dilakukan dengan cepat secara realtime. 5. Pengolahan data keuangan yang lebih efektif dengan menggunakan aplikasi yang dapat […]

Baca Selengkapnya »