Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Perguruan Tinggi | SDM, Layanan & Operasional
15 Dec 2021
SEVIMA.COM – Saat ini, dosen tidak hanya memiliki kemampuan dalam mengajar saja. Namun, seorang dosen juga harus mempertimbangkan kemampuan serta skill -nya menjadi lebih baik. Untuk itu, perkembangan teknologi juga harus diperhatikan agar kualitas dan mutu dapat diperbaiki.
Sayangnya, nasib dosen di sebuah perguruan tinggi bisa dibilang mirip dengan guru honorer di sekolah. Tak semua dosen di sebuah perguruan tinggi memiliki tingkat kesejahteraan yang sama. Namun, mulai 1 Desember 2021, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbud-ristek) telah mengeluarkan Surat Edaran mengenai larangan menyalakan dosen tetap non-PNS baru di lingkup perguruan tinggi negeri.
Dalam surat edaran bernomor 68446/A.A3/TI.00.02/2021 yang telah ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud-ristek dijelaskan bahwa perekrutan dosen baru di kampus negeri wajib dilakukan melalui seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).
Adanya peraturan ini tentunya membawa dampak dan perubahan yang cukup besar di perguruan tinggi. Pada dasarnya, perubahan besar yang ada ini akan membawa dampak besar terhadap proses operasional kampus. Yang mana sangat berpengaruh terhadap proses perkembangan dan kemajuan mutu pendidikan di perguruan tinggi.
Menurut Ridho Irawan, CMO SEVIMA, terdapat lebih dari 4.500 kampus di Indonesia. Sedangkan dosen non-PNS sekitar 180.000 orang. Faktanya, beberapa kampus kecil menengah ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan tenaga dosen.
“Di Indonesia sendiri terdapat 4.500 kampus lebih. Namun sampai detik ini kampus-kampus yang berasal dari kecil menengah tersebut kekurangan jumlah pengajar dan mahasiswa. Akibatnya, kampus bisa terancam tutup,” terang Ridho.
Menyambung pernyataan tersebut, Dr. Dede Yusuf selaku Pimpinan Komisi X DPR-RI yang membidangi pendidikan, peningkatan kualitas dosen di kampus memang sudah mendesak peningkatan mutu dan kualitas pengajaran terbaik untuk anak bangsa. Menghadapi fenomena tersebut, Dede mengaku bahwa pengajar tersebut harus memahami teknologi dengan baik.
Baca juga: Demi Tingkatkan Kualitas, Kampus Negeri Dilarang Angkat Dosen Tetap Non-PNS
Agar kualitas dosen di Indonesia menjadi lebih baik, Dede Yusuf berbagi tips dan strateginya bagi para dosen untuk meningkatkan kemampuan. Beberapa poin yang bisa dipelajari untuk meningkatkan keterampilan antara lain.
Tantangan pendidikan kedepannya akan semakin kompleks. Sehingga seorang dosen tidak hanya bertugas mengajar saja. Namun juga bertindak sebagai penggerak.
“Dosen yang baik, juga harus mampu menggerakkan mahasiswa dan teman sejawat. Perlu kolaborasi dengan dosen lain, kampus lain, dan lembaga lain. Perkembangan pendidikan tersebut akan jauh lebih berpotensi dan berkembang jika diikuti dengan kolaborasi yang baik. Inilah esensi kampus merdeka, dosen bebas berkolaborasi dan berkreasi,” tegas Dede.
Mengingat potensi dunia pendidikan saat ini selalu berdampingan dengan bidang teknologi. Untuk itu, dosen yang akan dipilih harus siap beradaptasi dengan bidang teknologi.
Sudah banyak teknologi yang tersebar luas di internet untuk dunia pendidikan. Mulai dari sistem pembelajaran berbasis Cloud (Siakad Cloud), hingga aplikasi berbasis video untuk pembelajaran seperti Zoom meet .
“Dengan literasi digital yang baik, maka dosen akan mampu menghubungkan pengguna (satu frekuensi dengan para siswa). Connecting user di sini diartikan bahwa dosen bisa melakukan komunikasi yang baik ke segala arah. Terlebih lagi siswa saat ini berasal dari Gen Z yang jauh lebih kritis dalam menyampaikan pendapat, dan sudah terbiasa menggunakan teknologi. Dosen dan kampus perlu proaktif agar teknologi bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembelajaran di kelas.,” lanjut Dede.
Baca juga: Tips dan Strategi Sukses Memenuhi Kebutuhan Dosen di Perguruan Tinggi dari Kemendikbudristek
Ibarat kata, tidak ada kata lelah untuk belajar. Pernyataan ini tidak hanya berlaku untuk siswa saja. Namun juga berlaku bagi dosen. Salah satu hal yang wajib dimiliki oleh dosen adalah kepemilikan nomor induk (NIDN). NIDN ini sangat penting untuk meningkatkan karir dan prestasi seorang dosen.
“NIDN ini sangat penting untuk memberikan kesempatan pada dosen untuk bisa mengikuti studi jenjang doktor (S3).Tak hanya itu, dosen juga bisa mendapatkan hibah penelitian yang selama ini sudah disediakan Kemendikbud-ristek kepada dosen-dosen yang terdaftar resmi di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-DIKTI).
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi