Perubahan Batas Waktu Pengumpulan Data Penilaian Maturitas Pengelolaan PDDIKTI
26 Mar 2025
6 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar: Best Practice Pelaporan PDDIKTI dan Indikator Kinerja Utama (IKU): Praktek Langsung Neofeeder untuk Penutupan Periode Ganjil 2024-1 Dimulai.
Mari memahami esensi dan relevansi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dalam dunia pendidikan modern.
Sukses atau tidaknya perguruan tinggi sangat ditentukan oleh output lulusannya. Bagaimana tidak, lulusan yang sukses tidak hanya membanggakan kampus serta keluarganya, tapi juga menjadi bukti reputasi kampus dalam mendidik generasi penerus bangsa. Oleh karenanya penting bagi perguruan tinggi untuk memahami, bahwa dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDI) kini tak lagi membutuhkan lulusan yang sekedar pegang ijazah. Tapi harus lulusan yang mempunyai kompetensi (“AKU BISA APA?”) namun saat ini yang dimiliki para lulusan perguruan tinggi adalah daftar nilai atau transkrip (“AKU SUDAH BELAJAR APA?”).
Sumber: Screenshot PPT Dirjen-Dikti, 12 Juni 2020
Untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi yang baik, diperlukan proses pendidikan yang baik pula. Proses ini sangat berkaitan dengan proses pembelajaran yang ada di dalamnya, dan inilah yang menjadi salah satu alasan dikembangkannya kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
Bahkan di Indonesia sendiri, saat ini akreditasi menjadi media strategis untuk menunjukkan kualitas outcome pendidikan, dan untuk Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0 (IAPS 4.0), ada banyak poin penilaian lain terkait sistem pendidikan dan proses pembelajaran rata-rata berbasis outcome.
Outcome-Based Education (OBE) merupakan kurikulum yang berfokus pada pencapaian pembelajaran dimana pendidikan tidak hanya berpusat pada materi yang harus diselesaikan namun juga outcome.
Secara sederhana, kurikulum ini menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, efektif, serta interaktif. Sehingga anak didik dapat mengembangkan keterampilan baru yang mempersiapkan mereka di level lebih global.
Kurikulum ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan lulusan perguruan tinggi sebagai bekal untuk menempuh tahapan selanjutnya, baik pekerjaan maupun melanjutkan ke jenjang selanjutnya.
Selain untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi yang baik, penerapan kurikulum OBE juga telah memiliki dasar hukum, kebijakan, atau regulasi. Berikut adalah dasar hukum penerapan Outcome-Based Education (OBE).
Saat ini diberbagai negara maju telah menerapkan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam sistem pendidikannya, dan terbukti berhasil memangkas kesenjangan dalam kebutuhan dunia kerja.
Tantangan pendidikan abad 21 adalah peran dan strategi dalam menjembatani kesenjangan antara proses pendidikan di Perguruan Tinggi dengan dunia kerja dan kebutuhan inovasi. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk mewadahi pendidikan abad 21 dan menjadi jawaban education 4.0 adalah Outcome-Based Education (OBE).
Pemerintah sendiri telah membuat regulasi yang mengatur penerapan kurikulum yang berlandaskan lulusan, antara lain;
Beberapa aturan dan persyaratan penjaminan mutu rata-rata fokus pada luaran atau lulusan dari perguruan tinggi.
Sumber: PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI yang dikeluarkan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud th 2020
Sejak Kapan Outcome-Based Education (OBE) Diterapkan?
Outcome-Based Education (OBE) bukanlah konsep baru dalam dunia pendidikan. Kampus di Indonesia telah mengenal baik pendekatan Outcome Based Education (OBE) ini.
Prof. Rhenald Kasali, Guru Besar Universitas Indonesia, menjelaskan dalam “Executive Forum SEVIMA tentang Outcome Based Education (OBE)” di Jakarta pada (31/08), bahwa perkenalan terhadap OBE bukanlah hal baru, karena sejak tahun 1930 konsep OBE mulai diperbincangkan. Sehingga sudah menjadi sebuah keharusan bagi kampus di Indonesia untuk segera melakukan transformasi.
“OBE bukanlah hal baru, karena sejak tahun 1930 konsep OBE mulai diperbincangkan. Namun, aspek yang perlu diangkat di Indonesia adalah kepercayaan diri atau ‘confidence’. Percaya diri, mau dan mampu berubah! Selama ini, karena kita tidak punya confidence maka kita hanya jadi pembeli dan pengikut,” ucap Rhenald Kasali.
Penerapan Kurikulum OBE di Perguruan Tinggi
Mengutip Prof. Rhenald Kasali dalam Executive Forum SEVIMA (31/08), kampus-kampus di Indonesia sudah seharusnya mengimplementasikan kurikulum berlandaskan Outcome-Based Education (OBE) ini untuk menunjang lulusan yang mempunyai kompetensi untuk bersaing di kancah global.
Lalu bagaimana cara memulai mengimplementasikan OBE di perguruan tinggi? Untuk mulai menerapkan OBE, perguruan tinggi atau prodi perlu melakukan restrukturisasi kurikulum, pengajaran dan pembelajaran, penilaian dan praktik dalam pendidikan.
Kurikulum perlu dirancang dengan baik oleh perguruan tinggi agar mahasiswa dapat mencapai kemampuan yang diinginkan. Sehingga, mahasiswa harus dapat menunjukkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dari suatu pengalaman belajar.
Tertuang dalam “Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi yang dikeluarkan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud tahun 2020”, bahwa untuk merancang kurikulum yang fokus pada outcome ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti:
Selain itu, dalam implementasi kurikulum OBE dilakukan proses Constructive Alignment, yaitu:
Constructive: siswa membangun pemahaman melalui kegiatan belajar yang relevan
Alignment: kesesuaian terstruktur antara learning outcome (CPL) – Learning Activities (proses dan metode belajar mengajar) – Assessment (teknik penilaian).
Itulah penjelasan Outcome-Based Education (OBE) atau Kurikulum berbasis capaian, yaitu pendekatan pendidikan yang menekankan pencapaian hasil pembelajaran yang terukur. Dengan tujuan pembelajaran yang jelas, prinsip-prinsip OBE memandu pendidikan agar lebih relevan, responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan industri, serta meningkatkan akuntabilitas. Sehingga kebutuhan lulusan yang mempunyai kompetensi (“AKU BISA APA?”) untuk Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDI) dapat terpenuhi, dan Sumber Daya Manusia di Indonesia dapat terus bersaing di kancah global.
Diposting Oleh:
Liza SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami