Presensi Praja Masih Manual
Pencatatan kehadiran rentan manipulasi dan sulit direkap secara akurat.
KAMPUS KEDINASAN
SEVIMA memahami regulasi kementerian pengampu Anda. Dari kedisiplinan praja/taruna hingga pelaporan ke kementerian, semua terkelola dalam satu platform terintegrasi.
Tantangan
Dari pengalaman SEVIMA mendampingi kampus kedinasan, tantangan ini terus berulang setiap tahun akademik.
Pencatatan kehadiran rentan manipulasi dan sulit direkap secara akurat.
Hasil evaluasi tidak tersimpan sistematis, sulit dijadikan dasar laporan kementerian.
Prodi nonaktif terbaca aktif, checkpoint kosong, data terselip audit manual tak terhindarkan.
Tidak ada sistem tracer yang mencatat penempatan lulusan ke instansi pemerintah.
Pengetahuan teknis terkonsentrasi pada individu rotasi personel menghentikan operasional.
Dosen rata-rata pejabat struktural, kurang aktif di sistem perkuliahan bergantung pada admin.
Masi manual, rentan salah, dan membutuhkan proses tambahan agar data siap akreditasi.
Standar akreditasi kedinasan berbeda dari BAN-PT umum, sulit dikelola tanpa sistem khusus.
Modul & Produk
Rekam kehadiran praja real-time
Persiapan akreditasi mudah & terpadu
Dokumen akreditasi terpadu & terstruktur
Ujian berbasis komputer terstandarisasi
Lacak penempatan lulusan ke instansi
Satu ekosistem, operasional berkelanjutan
Sukses Story
INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI (IPDN)
Masalah: IPDN gagal memenuhi pelaporan PDDikti 100% karena prodi nonaktif terbaca aktif. Monitoring data dilakukan sepenuhnya manual. Dosen rata-rata pejabat struktural perkuliahan bergantung penuh pada admin, komposisi nilai belum pernah diterapkan.
Solusi: Dengan SEVIMA, KRS berjalan via aplikasi untuk hampir seluruh praja aktif. Laporan monitoring biodata dan kesesuaian SKS tersedia di platform sejak Juli 2025. CBT V2 aktif untuk UTS, UAS, dan seleksi LSP.
Digitalisasi melalui siAkadCloud bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi IPDN untuk mengelola data ribuan Praja secara akurat, cepat, dan transparan.
SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN (STIP) JAKARTA
Masalah: Kapasitas IT internal terbatas — sistem lama tidak up-to-date, pengembangan mandiri terhambat. Rotasi admin kunci menyebabkan knowledge gap, pelatihan harus diulang tiga kali. Responden tracer study turun drastis dari 102 menjadi 41 karena proses pengisian yang kompleks.
Solusi: Dengan SEVIMA, seluruh proses akademik (perkuliahan, evaluasi, yudisium, tugas akhir) dikelola dalam satu ekosistem. Pergantian personel tidak lagi menghentikan operasional. Tracer study aktif untuk kepatuhan pelaporan.
Infrastruktur tata kelola yang tidak bergantung pada individu tertentu — memungkinkan kesinambungan operasional lintas periode kepemimpinan.
Coba demo gratis dan optimalkan institusi Anda!