Sistem Lama Tidak Terintegrasi
Modul tidak saling terhubung, rekap manual dari penampung data yang berbeda-beda.
Untuk Pendidikan Tinggi Kesehatan
Integrasikan perencanaan pembelajaran, rekaman praktik, dan penjaminan mutu agar kampus kesehatan lebih terukur dan efisien.
Tantangan
Dari pengalaman SEVIMA mendampingi kampus kesehatan, tantangan ini terus berulang setiap tahun akademik.
Modul tidak saling terhubung, rekap manual dari penampung data yang berbeda-beda.
Input manual ke NeoFeeder mepet deadline — ratusan record terselip atau tidak terlapor.
Pencatatan Excel + SAKTI terpisah dari data akademik — dinilai Kemenkeu tiap 3 bulan.
Dokumen pendukung tersebar lintas unit, LED dan LKPS disusun manual, tidak terkonsolidasi.
Ujian kompetensi belum dikelola platform terintegrasi, tidak bisa pantau kesiapan per prodi.
PMB via Google Form tanpa koneksi pembayaran — calon mahasiswa bingung alur dan banyak data hilang.
Adopsi pencatatan perkuliahan rendah — data tidak valid, monitoring kualitas sulit dilakukan.
Tidak ada sistem yang memantau serapan lulusan ke RS dan fasilitas kesehatan secara terstruktur.
Modul & Produk
Platform ujian kompetensi terstandarisasi
Persiapan akreditasi mudah & terpadu
Laporan BLU terintegrasi, penilaian Kemenkeu siap
Pelaporan tepat waktu, zero selisih data
Mutu klinis terpantau, akreditasi siap
Lacak serapan lulusan ke RS & fasyankes
Sukses Story
POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II
Masalah: Sistem dari 2012 tidak terintegrasi — modul-modul tidak saling bicara, rekap manual dari banyak sumber. Sebagai satker BLU, dinilai Kemenkeu tiap 3 bulan namun keuangan dicatat via Excel + SAKTI terpisah. Mahasiswa masih datang ke kampus untuk urusan pembayaran.
Solusi: Dengan SEVIMA, siAkadCloud aktif sejak semester genap menggantikan sistem lama. ProFeeder menggantikan input manual ke NeoFeeder. Modul keuangan + SevimaPay x BRI aktif. Integrasi BIOS sudah bisa terkirim ke server Kemenkes.
Modul BIOS sudah sangat dimanfaatkan dan menjadi kebutuhan penting dalam pengelolaan keuangan kampus berbasis BLU.
STIKES BINA USADA BALI
Masalah: SIAKAD vendor lokal tidak terintegrasi dengan PDDikti — 20–35 mahasiswa diinput manual ke NeoFeeder tiap periode. PMB via Google Form tanpa koneksi bank. Keuangan manual di Excel, laporan sepenuhnya di tangan yayasan — kampus tidak punya visibilitas.
Solusi: Dengan SEVIMA, pelaporan PDDikti via ProFeeder mencapai 92,26%. PMB dan keuangan terkonsolidasi dalam satu platform dengan VA BNI + Tokopedia. Yudisium 100% terkelola di platform.
Coba demo gratis dan optimalkan institusi Anda!