Success story

Pernah Ditolak Pengajuan PIN Kemdikbud, Kini STIESIA Sukses Pelaporan 100%

SEVIMA.COM – Pelaporan data PDDikti memang sudah menjadi suatu rutinitas yang sering dilakukan oleh setiap perguruan tinggi. Pelaporan yang dikirim tersebut berupa data mahasiswa, kegiatan yang dilakukan universitas, dan  program studi mahasiswa. 

Pelaporan PDDikti ini sangat krusial, untuk itu membutuhkan administrasi yang jelas dan tepat. Sayangnya, tidak semua pelaporan yang dilakukan perguruan tinggi mampu mencapai target yang sudah ditentukan oleh pemerintah dalam hal ini Dikti. Bentuk pelaporan yang sangat teknis, membuat setiap perguruan tinggi harus hati-hati dan teliti dalam memasukkan pelaporan tersebut. 

Proses pengajuan PIN ditolak

Tingkat kesulitan dalam melakukan pelaporan pasti menimbulkan suatu permasalahan tersendiri bagi setiap kampus. Salah satu permasalahan tersebut juga terjadi pada kampus STIESIA. Kampus ini ternyata memiliki permasalahan yang cukup kompleks dalam pelaporan data kepada PDDIKTI. 

Ketika melakukan proses pengajuan data mahasiswa yang akan yudisium, data tersebut ditolak dengan alasan data mahasiswa kurang lengkap. Sehingga proses pengajuan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) pun ikut tertunda. Sementara proses wisuda tinggal menghitung hari. 

Tidak cukup sampai disitu saja, ditolaknya data tersebut akibat data mahasiswa pada Sistem Informasi Akademik tidak terkoneksi dengan Feeder PDDikti. Sehingga proses migrasi data yang dibutuhkan benar-benar menelan waktu yang sangat lama. Ini membuat tim pelaporan data STIESIA sangat tergesa-gesa saat melakukan pelaporan tersebut. 

Baca juga: UNIPMA Berhasil Mengirimkan Pelaporan PDDikti 100%

Solusi STIESIA dalam Permasalahan Pelaporan PDDikti

Berbagai masalah yang muncul rupanya harus membuat STIESIA menemukan langkah yang tepat dan singkat agar seluruh targetnya bisa terpenuhi, yaitu mengirim pelaporan PDDikti secara 100%. Sebagai salah satu sekolah tinggi yang mempunyai pamor tinggi dan dibawah naungan Kemendikbud Dikti, STIESIA perlu melaporkan data yang baik dan tepat waktu untuk perkembangan kampus.

Untuk itu, STIESIA membutuhkan solusi untuk mempermudah import data dan pelaporan data perguruan tinggi ke PDDikti. Untuk membereskan masalah pelaporan STIESIA menggandeng SEVIMA dan menggunakan tool pendamping PDDikti besutan SEVIMA yaitu SEVIMA ProFeeder. SEVIMA ProFeeder adalah Layanan Software as a Service (SaaS) yang mampu membantu Perguruan Tinggi melakukan proses pelaporan data akademik dan terintegrasi langsung pada PDDIKTI Feeder.

Layaknya menemukan jodoh, SEVIMA ProFeeder inilah yang diinginkan oleh STIESIA dalam hal pelaporan PDDikti. Sudah terdapat template untuk proses pemasukan data dari data SIAKAD yang dimiliki oleh STIESIA untuk dikirim dan bisa di migrasi secara cepat dan tepat untuk pelaporan PDDikti. 

Akhirnya, pengaplikasian layanan SEVIMA ProFeeder pada kampus STIESIA ternyata membawa angin segar. Hasil pelaporan 20192 STIESIA yang dikerjakan dengan keterbatasan waktu tersebut akhirnya berhasil menuju angka 100%. Tidak hanya itu, kini mahasiswa peserta yudisium di STIESIA sudah bisa melakukan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) Kemdikbud.

Setelah melalui dua periode pelaporan, STIESIA telah membuktikan bahwa layanan SEVIMA ProFeeder benar-benar sangat membantu untuk mencapai hasil pelaporan yang maksimal. Nah, pelayanan ProFeeder yang optimal ini memang sudah disiapkan SEVIMA untuk membantu para perguruan tinggi dalam membuat pelaporan sukses ke PDDikti. sehingga perguruan tinggi bisa dengan mudah untuk melakukan pelaporan. 

Mungkin di luaran sana banyak perguruan tinggi yang mempunyai permasalahan yang sama dengan kampus STIESIA, sudah mempunyai sistem informasi akademik untuk mengelola data akademik namun data yang dihasilkan belum bisa memenuhi pelaporan wajib PDDikti. Kalau kampus Anda punya problem yang sama, sekarang Anda sudah tahu solusi yang tepat adalah profeeder.sevima.com.

Bagikan artikel ini

Komentar