Berita & Artikel

Success story

Nov

17

2020

...
Success story
SIAKAD Belum Support PDDikti, STIESIA Kesulitan Menuju Pelaporan 100%, Ini Solusinya

SEVIMA.COM – Pelaporan data PDDikti memang sudah menjadi suatu rutinitas yang sering dilakukan oleh setiap perguruan tinggi. Pelaporan yang dikirim tersebut berupa data mahasiswa, kegiatan yang dilakukan universitas, dan  program studi mahasiswa.  Pelaporan PDDikti ini sangat krusial, untuk itu membutuhkan administrasi yang jelas dan tepat. Sayangnya, tidak semua pelaporan yang dilakukan perguruan tinggi mampu mencapai target yang sudah ditentukan oleh pemerintah dalam hal ini Dikti. Bentuk pelaporan yang sangat teknis, membuat setiap perguruan tinggi harus hati-hati dan teliti dalam memasukkan pelaporan tersebut.  Sistem Akademik Kampus Belum Support PDDikti Tingkat kesulitan dalam melakukan pelaporan pasti menimbulkan suatu permasalahan tersendiri bagi setiap kampus. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah data yang kurang tepat untuk di kirim ke PDDikti, karena sistem untuk mengelola data akademik yang dipakai belum support PDDikti. Permasalahan ini pernah diarasakan oleh kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA). STIESIA awalnya sudah memiliki Sistem Informasi Akadmik (SIAKAD) untuk mengelola data akademik namun data-data belum sesuai dengan arahan PDDikti. Kelengkapan data di STIESIA juga masih sangat kurang dan belum memenuhi format ketentuan dari PDDikti. Tidak hanya itu, permasalahan lain pun juga muncul menjelang pelaporan data, akibat menggunakan SIAKAD yang tidak mendukung pelaporan PDDikti, proses migrasi data yang dibutuhkan benar-benar menelan waktu yang sangat lama. Ini membuat tim pelaporan STIESIA sangat kewalahan saat melakukan pelaporan tersebut.  Baca juga: UNIPMA Berhasil Mengirimkan Pelaporan PDDikti 100% Solusi STIESIA dalam Permasalahan Pelaporan PDDikti Berbagai masalah yang muncul rupanya harus membuat STIESIA menemukan langkah yang tepat dan singkat agar seluruh targetnya bisa terpenuhi, yaitu mengirim pelaporan PDDikti secara 100%. Sebagai salah satu sekolah tinggi yang mempunyai pamor tinggi dan dibawah naungan Kemendikbud Dikti, STIESIA perlu melaporkan data yang baik dan tepat waktu untuk perkembangan kampus. Untuk itu, STIESIA membutuhkan solusi untuk mempermudah import data dan pelaporan data perguruan tinggi ke PDDikti. Untuk membereskan masalah pelaporan STIESIA menggandeng SEVIMA dan menggunakan tool pendamping PDDikti besutan SEVIMA yaitu SEVIMA ProFeeder. SEVIMA ProFeeder adalah Layanan Software as a Service (SaaS) yang mampu membantu Perguruan Tinggi melakukan proses pelaporan data akademik dan terintegrasi langsung pada PDDIKTI Feeder. Baca juga: Keren! Universitas Lancang Kuning Sukses Pelaporan PDDikti 20192 dan Jadi yang Terbaik Layaknya menemukan jodoh, SEVIMA ProFeeder inilah yang diinginkan oleh STIESIA dalam hal pelaporan PDDikti. Sudah terdapat template untuk proses pemasukan data dari data SIAKAD yang dimiliki oleh STIESIA untuk dikirim dan bisa dimigrasi secara cepat dan tepat untuk pelaporan PDDikti.  Akhirnya, pengaplikasian layanan SEVIMA ProFeeder pada kampus STIESIA ternyata membawa angin segar. Hasil pelaporan 20192 STIESIA yang dikerjakan dengan keterbatasan waktu tersebut akhirnya berhasil menuju angka 100%.  Setelah melalui dua periode pelaporan, STIESIA telah membuktikan bahwa layanan SEVIMA ProFeeder benar-benar sangat membantu untuk mencapai hasil pelaporan yang maksimal. Nah, pelayanan ProFeeder yang optimal ini memang sudah disiapkan SEVIMA untuk membantu para perguruan tinggi dalam membuat pelaporan sukses ke PDDikti. sehingga perguruan tinggi bisa dengan mudah untuk melakukan pelaporan.  Mungkin diluaran sana banyak perguruan tinggi yang mempunyai permasalahan yang sama dengan kampus STESIA, sudah mempunyai sistem informasi akademik untuk mengelola data akademik namun data yang dihasilkan belum bisa memenuhi pelaporan wajib PDDikti. Kalau kampus Anda punya […]

Okt

13

2020

...
Success story | Teknologi
Pandemi Jadi Momentum IAIN Parepare Transformasi Digital Menyeluruh

SEVIMA.COM – Dari awal tahun 2020, IAIN Parepare telah berproses melakukan transformasi digital. Hal ini menjadi momentum yang sangat tepat karena bersamaan dengan terjadinya pandemi COVID-19, yang menjadi batu loncatan sangat besar bagi dunia pendidikan. Tak hanya proses belajar mengajar, operasional serta administrasi akademik pun harus dilakukan secara daring guna mencegah penyebaran virus corona.  Bapak Ir.Sufyaldy M.Kom, selaku Kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) mengungkapkan beberapa bulan terakhir ini, seluruh unit kerja dipimpin oleh Kepala Biro AUAK sedang melakukan reengineering proses bisnis secara maraton untuk menyempurnakan proses yang dirasa kurang valid sekaligus beradaptasi dengan sistem yang berjalan saat ini.  Baca juga: Keren! Universitas Lancang Kuning Sukses Pelaporan PDDikti 20192 dan Jadi yang Terbaik Proses Migrasi Ternyata Tidak Semudah yang Dipikirkan Sudah cukup lama unit TIPD melakukan proses benchmarking untuk menentukan langkah yang tepat dalam mengaplikasikan teknologi baru. Proses pemindahan data yang sangat besar menjadi fokus utama yang harus betul-betul dipikirkan dengan matang dalam pelaksanaan serta mitigasi resikonya. “Diskusi panjang telah Kami lakukan, tentunya dengan berbagai resistensi. Karena menciptakan culture atau budaya dengan mengadopsi sesuatu yang baru itu tidak mudah. Jauh lebih sulit daripada mengimplementasikan teknologinya sendiri.”, ujar alumni Profesi Insinyur Informatika UNHAS ini. Sebelumnya, IAIN Parepare telah memiliki aplikasi akademik yang digunakan sejak tahun 2010. Dan seiring berjalannya waktu, aplikasi ini dirasa sudah sangat tidak kompatibel untuk menangani proses bisnis IAIN Parepare yang kian berkembang. Baca juga: Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Rea Menjadi Pionir Kampus Go Online di Sumbawa Dari evaluasi yang dilakukan, kata Pak Aldy, sistem yang dulu itu sudah cukup kompleks namun transaksinya belum terlalu banyak. Sedangkan untuk sekarang, setelah institusi berkembang dari STAIN menjadi IAIN, tentunya mau tidak mau harus bertransformasi secara digital. Karena sistem sudah tidak memadai untuk menangani 33 program studi, kebutuhan dari manajemen dan pimpinan, serta mengikuti perubahan regulasi yang cepat. Apabila aplikasi lama terus dikembangkan, maka akan menghabiskan biaya serta resiko yang lebih besar.  Respon Positif dari Seluruh Civitas Akademik Langkah besar dari TIPD dengan mempertimbangkan kebutuhan stakeholder ini diharapkan juga dapat melancarkan operasional di IAIN Parepare utamanya karena pada saat ini semua diharuskan untuk bekerja dari rumah atau work from home. Delivery aplikasi dilakukan bertahap mulai dari modul kepegawaian dengan fitur absensi online yang dirasa sangat membantu ketika WFH diterapkan, sehingga akhirnya para dosen maupun staff  mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi fitur yang lain. Banyak fitur yang diminta oleh admin fakultas belum ada di sistem lama, sekarang sudah terakomodir di sistem baru. Dari sisi dosen saat ini juga dapat memantau progress dan history mahasiswa dengan form bimbingan akademik, hingga early warning system untuk mahasiswa yang akan di DO. Baca juga: Siap Adaptasi Kebiasaan Baru, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Kerjasama dengan SEVIMA Komitmen pimpinan yaitu di masa pandemi agar semua bisa 100% dilakukan secara daring, membuat inti bisnis pendidikan dan pengajaran juga harus dibawa go online. Dengan memanfaatkan platform LMS EdLink, menurut Pak Aldy dapat mengefisiensikan proses panjang yang dilakukan oleh unit TIPD dalam integrasi data antara platform e-learning sebelumnya dengan sistem akademik. Konten pembelajaran juga dapat diaudit dengan mudah oleh […]

Okt

09

2020

...
siAkad Cloud | Success story
Keren! Universitas Lancang Kuning Sukses Pelaporan PDDikti 20192 dan Jadi yang Terbaik

SEVIMA.COM – Luar biasa, selamat dan sukses atas pencapaian Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Riau yang telah menjadi kampus terbaik dalam melakukan pelaporan data PDDikti 20192 dengan Aktifitas Kuliah Mahasiswa (AKM) 100% terkirim dari 10.806 mahasiswa. Apresiasi menjadi kampus terbaik ini disampaikan oleh Bapak Mahendiri Winata, CTO SEVIMA sekaligus pemateri dalam “Bimbingan Teknis Pelaporan PDDikti 20192” yang digagas oleh SEVIMA (Selasa, 06/10/2020). “Kami sangat mengapresiasi Universitas Lancang Kuning yang telah sukses melakukan pelaporan data PDDikti 20192 dengan Aktifitas Kuliah Mahasiswa (AKM) 100% terkirim dari 10.806 mahasiswa, luar biasa.” Ungkap Pak Mahendri Acara Bimbingan Teknis Pelaporan PDDikti 20192 ini digagas oleh SEVIMA dalam rangka membantu #PejuangPDDikti perguruan tinggi untuk mensukseskan pelaporan ke PDDikti, serta review dan evaluasi pelaporan PDDikti perguruan tinggi mitra SEVIMA. PDDikti sendiri merupakan sebuah pusat kumpulan data penyelenggara pendidikan tinggi seluruh Indonesian. PDDikti mempunyai peranan sangat penting, karena data yang ada terintegrasi secara nasional dan menunjang dan mendukung sistem penjaminan mutu. Kesuksesan kampus dalam melakukan pelaporan PDDikti akan mempengaruhi berbagai hal, salah satunya akreditasi perguruan tinggi, karena PDDikti menjadi sumber untuk mensuplai data ke BAN-PT. Data-data yang disuplai antara lain data kuantitatif untuk pengisian borang yang bisa disuplai PDDikti, antara lain jumlah mahasiswa. Tips Sukses Pelaporan PDDikti ala Universitas Lancang Kuning Dalam acara Bimtek ini, Bapak Ahmad Ade Irwanda atau yang sering dikenal Pak Ade, selaku Kepala Bagian Akademik Universitas Lancang Kuning (UNILAK) membagikan pengalaman suksesnya dalam melakukan pelaporan PDDikti. Menurut Pak Ade, salah satu faktor utama dalam suksesnya pelaporan adalah kerjasama antara pimpinan kampus, dosen dan para operator PDDikti serta didukung adanya sistem atau tool yang tepat. Kebetulan disini UNILAK menggunakan siAkad Cloud dan ProFeeder dari SEVIMA. “Sebelum menggunakan siAkad Cloud, kami untuk validasi data pelaporan membutuhkan 13 operator. Nah, setelah kami menggunakan siAkad Cloud dan ProFeeder, 13 operator kami pangkas menjadi 4 operator saja. Jadi, 1 orang operator bisa bertanggung jawab 2-3 Fakultas. Dari sisi waktu dan SDM kami merasa sangat efisien, ketika menggunakan siAkad Cloud.” Ujar Pak Ade. “Jadi, untuk pelaporan itu biasanya kami selalu migrasi di awal, 2 bulan setelah perkuliahan; data mahasiswa, kelas kuliah, KRS, dosen pengajar AKM dan penilaian kami migrasikan, kontrolnya di awal dan akhir semester. Lalu ketika periode 20192 dibuka kami langsung migrasi 20201, itu tipsnya untuk mengefisiensi dan manajemen pelaporan. Sehingga pelaporan kami menjadi 100 %.” Lanjut dia Salah satu peserta Bimtek juga menanyakan kepada Pak Ade Irwanda terkait masalah yang biasanya dirasakan beberapa kampus, yaitu masalah dosen telat mengirim nilai, mahasiswa telat KRS, dll. “Untuk mengatasi hal itu, awalnya setiap semester kami melakukan pelatihan-pelatihan dan evaluasi akademik kepada Prodi dan Wakil Dekan I Bidang Akademik. Kami jelaskan terkait cek poin pelaporan PDDikti bagaimana agar bisa menjadi tertib.” Ujar pak Ade membagikan pengalamannya. Itulah, pengalaman Universitas Lancang Kuning dalam melakukan pelaporan PDDikti. Sekali lagi, selamat untuk Universitas Lancang Kuning, semoga bisa konsisten dalam Pelaporan PDDikti dan kampusnya semakin berkembang dan maju. Untuk Acara Bimbingan Teknis Pelaporan PDDikti 20192, bisa ditonton kembali disini:

Sep

30

2020

...
Featured | Success story
Ternyata Ini Fitur Favorit Para Mahasiswa di SEVIMA EdLink

SEVIMA.COM – Pandemi yang disebabkan oleh mewabahnya COVID-19 telah mendorong banyak perubahan di berbagai sektor dan lini kehidupan masyarakat. Perubahan yang terlihat mengemuka adalah meningkatnya adopsi teknologi digital di kalangan masyarakat luas seperti pembelajaran daring di kampus-kampus. Hal ini ditandai dengan makin intensifnya penggunaan platform-platform digital untuk mendukung pembelajaran online yang sesuai dengan protokol kesehatan dan tatanan baru atau yang sering kita sebut sebagai New Normal Salah satu platform pembelajaran daring yang juga digunakan banyak pengguna SEVIMA EdLink terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan dan juga fitur. Salah satu langkah yang digunakan adalah berinteraksi langsung dengan pengguna, dalam hal ini para mahasiswa. Baca juga: SEVIMA EdLink, Aplikasi LMS Terbaik Karya Anak Bangsa Wawancara ini menghadirkan perwakilan mahasiswa pengguna SEVIMA EdLink dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia secara acak, dengan tujuan mendapat masukan untuk perkembangan SEVIMA EdLink kedepan. Dalam hasil wawancara online, beberapa mahasiswa mengungkapkan fitur favorit mereka di SEVIMA EdLink. 1. Artikel dan sumber informasi yang terpercaya untuk meningkatkan pengetahuan 2. Fitur video conference yang bisa langsung digunakan saat kuliah online dengan dosen Baca juga: Aplikasi SEVIMA EdLink Support Realisasikan Merdeka Belajar 3. Bisa langsung mengerjakan tugas dari HP 4. Notifikasi untuk mengingatkan jadwal perkuliahan 5. Ketika mengirim tugas, teman tidak bisa melihat hasil tugas kita Baca juga: Asik! SEVIMA EdLink Masuk di Daftar Aplikasi Pembelajaran ‘Kuota Belajar’ Kemendikbud 6. Fitur explore kelas umum Itulah beberapa fitur favorit teman-teman mahasiswa di SEVIMA EdLink, tentunya selain beberapa fitur di atas, akan ada gebrakan-gebrakan fitur baru untuk memberi manfaat yang lebih kepada pengguna. edlink.id

Sep

29

2020

...
siAkad Cloud | Success story
5 Manfaat Menggunakan siAkad Cloud & EdLink (Andar Danova L. Goeltom, S.Sos., M.Sc.)

Penggunaan teknologi pembelajaran siAkad dan EdLink merupakan aplikasi yang sangat besar manfaatnya bagi para dosen atau tenaga pengajar. 1. Aplikasi online EdLink sudah terintegrasi dengan sistem Akademik (SIAKAD), dimana Jadwal mata kuliah, Presensi/absensi mahasiswa. Historikal Penilaian, penyelenggaraan Bimbingan TA, PA, Skripsi atau Tesis sudah lengkap di dalamanya. 2. Dengan penggunaan aplikasi siAkad dan EdLink akan memudahkan kendali dan kontrol pembelajaran secara menyeluruh. 3. Dengan penggunaan siAkad dan EdLink, laporan kinerja dosen (LKD) khususnya Dharma Pengajar (Report tata muka kelas, report bimbingan karya ilmiah TA/PA/Skripsi/thesis akan sagat mudah untuk diakases dan dilaporakan. 4. EdLink dapat diakases dan dipergunakan kapan saja dan dimana saja melalui Video Conference unlimited serta aktifitas kuliah lainnya seperti Quiz, tugas, upload materi,interactive discussion, dsb. 5. siAkad dan EdLink merupkan teknologi yang sangat adaptif terhadap perubahan regulasi akademik nasional maupun kebutuhan internal pergutuan tinggi. Yuk dapatkan sistem infromasi akademik terintegrasi dengan e-learning EdLink disini: siakadcloud.com

Sep

22

2020

...
Featured | Success story
Tim SEVIMA Hadiri Peresmian Virtual Universitas Siber Asia oleh Wapres Ma’ruf Amin

SEVIMA.COM – Hari ini, Selasa (22/9) Tim SEVIMA diundang secara resmi oleh Universitas Siber Asia dalam acara peresmian Universitas Siber Asia (UNSIA) secara virtual oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. UNSIA merupakan universitas siber pertama di Indonesia yang berada di bawah naungan Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) dan telah mendapat izin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim SEVIMA hadir yang diwakili oleh Pak Adit. SEVIMA sendiri selaku patrner dalam implementasi teknologi sistem informasi turut mendukung penuh UNSIA kedepan. Peresmian dilakukan Wapres dengan menandatangani prasasti UNSIA yang turut disaksikan oleh Duta Besar Republik Korea untuk ASEAN Country, Mr Lim Sungnam dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim. Dalam pidatonya, Ma’ruf mendorong agar seluruh universitas negeri maupun swasta di Indonesia dapat menyediakan sistem pembelajaran berbasis daring. Selain efisien, sistem tersebut, kata Ma’ruf, terbilang terjangkau bagi seluruh masyarakat sehingga makin banyak orang yang bisa masuk universitas. “Saya berharap dengan makin banyaknya lembaga pendidikan yang membuka sistem pembelajaran daring atau e-learning, semakin banyak kesempatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujar Ma’ruf dalam sambutannya secara virtual.

Agu

28

2020

...
siAkad Cloud | Success story
Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Rea Menjadi Pionir Kampus Go Online di Sumbawa

SEVIMA.COM – Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea (IISBUD SAREA) merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi yang tergolong baru di Sumbawa, namun dengan inovasi dan kreatifitasnya IISBUD Sarea semakin berkembang dan menjadi kampus favorit di Sumbawa. Saat ini Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea telah memiliki 3 (tiga) Fakultas dengan 7 (tujuh) Program Studi jenjang Strata 1 (S1), yakni : Fakultas Ilmu Hukum dengan prodi: Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial: Ilmu Pemerintahan dan S1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Budaya: Sastra Indonesia, Ilmu Sejarah, Seni Tari, Seni Musik. Pada era teknologi saat ini, IISBUD Sarea paham betul bahwa pemanfaatan teknologi menjadi hal yang utama. Pemanfaatan teknologi dalam sistem pendidikan IISBUD Sarea merupakan langkah transformasi digital yang diambil untuk menjadi kampus digital. Baca juga: Siap Adaptasi Kebiasaan Baru, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Kerjasama dengan SEVIMA Apalagi di tengah badai Pandemi Covid-19 ini, serta menyambut tahun ajaran baru kali ini, IISBUD Sarea membutuhkan sistem yang handal untuk mengakomodir aktivitas akademik agar bisa dilakukan secara daring. Untuk itu, IISBUD Sarea bekerjasama dengan SEVIMA dalam mengimplementasikan siAkad Cloud. Implementasi siAkad Cloud ini merupakan bukti nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan IISBUD Sarea kepada mahasiswa, seperti perbaikan tata kelola kampus, permudah penyebaran info-info kepada mahasiswa atau dosen, serta mempermudah perlaporan PDDikti yang menjadi kewajiban setiap kampus kepada pemerintah. Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea menjadi perguruan tinggi pertama di pulau Sumbawa yang akan menjadi pionir perubahan tata kelola kampus yang tertib dan efesien di NTB dan NTT. Baca juga: Genjot Pelayanan Berkualitas Berbasis Digital, POLNUSTAR Pelatihan Online siAkad Cloud Kedepannya, dengan adanya sistem informasi akademik SIAKAD Cloud dapat meningkatkan pelayanan dan kinerja di bidang sistem informasi akademik di IISBUD Sarea. Diantaranya penerimaan mahasiswa baru, pembayaran mahasiswa, tes seleksi masuk kampus, absensi pegawai, bimbingan skripsi bahkan perkuliahan, semua bisa dilakukan secara online. Bagaimana dengan kampus anda, siap adaptasi dengan kebiasaan baru, dan siap go online seperti kampus IISBUD SAREA? siAkad Cloud bisa membantu kampus anda. Check it Out: siakadcloud.com

Agu

26

2020

...
siAkad Cloud | Success story
Siap Adaptasi Kebiasaan Baru, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Kerjasama dengan SEVIMA

SEVIMA.COM – LSPR Communication and Business Institute, yang sebelumnya dikenal dengan nama London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, berdiri sejak tahun 1992. Perubahan nama menjadi LSPR Communication and Business Institute pada tahun 2020 seiring dengan bertumbuhnya institusi pendidikan tinggi yang satu ini. LSPR sekarang terdiri dari dua fakultas yaitu di bidang Komunikasi dan Bisnis. Saat ini Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menyelenggarakan 7 (tujuh) Program Studi, yaitu Ilmu Komunikasi Program Magister, Ilmu Komunikasi Program Sarjana, Ilmu Komunikasi Program Sarjana Program Pendidikan Jarak Jauh yang diselenggarakan di Provinsi Bali, Desain Komunikasi Visual Program Sarjana, Manajemen Program Sarjana, Pariwisata Program Sarjana, dan Bisnis Jasa Program Sarjana. Baca juga: Genjot Pelayanan Berkualitas Berbasis Digital, POLNUSTAR Pelatihan Online siAkad Cloud Guna mempertahankan aktivitas akademik kampus dan meningkatkan kewaspadaan atas penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), LSPR Communication & Business Institute mengambil langkah preventif dan mitigasi, guna mengantisipasi penyebaran virus corona sebagai bentuk perhatian kepada kesehatan seluruh sivitas akademika. Salah satu langkah konkrit LSPR Communication & Business Institute adalah melakukan kerjasama dengan SEVIMA untuk memudahkan aktivitas pembelajaran daring dan aktivitas akademik secara online. Saat ini optimalisasi sistem informasi teknologi adalah sebuah keharusan. Infrastruktur IT yang reliabel, maju, dan inovatif adalah sebuah hal yang sangat dibutuhkan oleh LSPR Communication & Business Institute untuk menyambut kebiasaan baru. Baca juga: UNIPMA Berhasil Mengirimkan Pelaporan PDDikti 100% Oleh karena itu LSPR Communication & Business Institute menggandeng SEVIMA untuk mengimplementasikan sistem informasi akademik online SIAKAD Cloud dan aplikasi pembelajaran online SEVIMA EdLink. Kedepannya dengan adanya sistem informasi akademik SIAKAD Cloud dan SEVIMA EdLink dapat meningkatkan pelayanan dan kinerja di bidang sistem informasi akademik di LSPR Communication & Business Institute. Diantaranya penerimaan mahasiswa baru, pembayaran mahasiswa, tes seleksi masuk kampus, absensi pegawai, bimbingan skripsi bahkan perkuliahan, semua bisa dilakukan secara online. Bagaimana dengan kampus anda, siap adaptasi dengan kebiasaan baru, dan siap go online seperti Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR? siAkad Cloud bisa membantu kampus anda. Check it Out: siakadcloud.com Foto dokumentasi Tim SEVIMA bersama Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR (foto diambil sebelum ada Covid-19):  

Jul

29

2020

...
siAkad Cloud | Success story
Genjot Pelayanan Berkualitas Berbasis Digital, POLNUSTAR Pelatihan Online siAkad Cloud

SEVIMA.COM – Memasuki tahun ajaran baru di tengah pandemi tentunya membawa perubahan dalam pelayanan pendidikan. Kali ini Politeknik Negeri Nusa Utara (POLNUSTAR) terus berupaya memperbaiki administrasi dan pelayanan kepada para civitas akademika khususnya mahasiswa dengan implementasi siAkad Cloud. Implementasi siAkad Cloud merupakan aksi nyata POLNUSTAR untuk memberikan pelayanan akademik terbaik bagi mahasiswanya apalagi di situasi pandemi yang belum jelas kapan akan berakhir. Untuk mensukseskan implementasi sistem informasi akademik berbasis cloud ini TIM SEVIMA memberikan pelatihan khusus untuk kampus POLNUSTAR dalam penggunaan siAkad Cloud. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari secara online dengan mempelajari beberapa modul penting yang ada di siAkad Cloud. Pelatihan Online siAkad Cloud untuk POLNUSTAR Hal terpenting dan yang segera dipakai oleh POLNUSTAR adalah modul penerimaan mahasiswa baru. Pelatihan modul penerimaan mahasiswa baru untuk memudahkan pendaftaran di masa pandemi. Tujuannya tak lain adalah untuk memberikan kemudahan kepada pihak perguruan tinggi agar bisa melakukan pendaftaran mahasiswa baru di tengah pandemi. Baca juga: Pelatihan SiAkad Cloud Di Kampus Politeknik Pariwisata Makassar Seperti yang kita ketahui, memang pendaftaran yang dilakukan di tahun pelajaran baru ini memang sedikit berbeda dengan tahun lalu. Sehingga mau tidak mau, seluruh kegiatan pendaftaran harus dilakukan secara online. Nah, disinilah seluruh pegawai dari perguruan tinggi tersebut dibekali pelatihan modul agar seluruh kegiatan pendaftaran bisa berjalan sesuai rencana. Salah satu modul yang harus segera diterapkan juga dan masih berkaitan dengan PMB online adalah modul pembayaran dengan Sevimapay. Pengenalan proses pembayaran dengan Sevimapay ini diharapkan akan mempermudah para mahasiswa dan kampus untuk melakukan transaksi pembayaran. Terlebih di tengah situasi pandemi yang tidak menentu seperti ini melakukan transaksi melalui Sevimapay bisa dijadikan sebagai solusi terbaik dalam proses pembayaran kuliah. Selain pelatihan dua modul itu masih banyak lagi beberapa modul di siAkad Cloud. Nah, di tengah situasi pandemi sperti ini, POLUNSTAR sudah berusaha untuk melakukan salah satu hal terbaik untuk memperbaiki pelayanan pendidikannya. Lalu bagaimana dengan perguruan tinggi anda? Siapkah anda melakukan perubahan terbaik untuk kampus anda? siakadcloud.com

Mei

15

2020

...
Featured | Success story
Perjuangan UNIPMA Menggabungkan Data 3 Kampus dalam Waktu 6 Bulan

SEVIMA.COM – Universitas PGRI Madiun (Unipma) menjadi salah satu deretan kampus yang konsisten berhasil mengirimkan pelaporan ke PDDikti secara complete 100%. Tentu, untuk bisa sampai titik tersebut bukan pekerjaan mudah, UNIPMA membutuhkan perjuangan keras. PDDikti sendiri adalah kependekan dari Pangkalan Data Perguruan Tinggi, yaitu Kumpulan Data penyelenggaraan pendidikan tinggi seluruh perguruan tinggi yang terintegrasi secara nasional. Setiap Perguruan Tinggi mengirimkan laporan per Semester melalui FEEDER PDDikti. PDDikti mempunyai peranan sangat penting, karena data yang tercantum dalam PDDikti merupakan kumpulan data penyelenggaraan Pendidikan Tinggi seluruh Perguruan Tinggi yang terintegrasi secara nasional. Pangkalan data ini menjadi salah satu instrumen pelaksanaan penjaminan mutu (BAN-PT). Perjuangan Menggabungkan Data 3 Kampus dalam Waktu 6 Bulan Pada tahun 2016/17 UNIPMA sudah mempunyai sistem informasi sendiri, namun hanya dapat digunakan untuk internal kampus dan itu belum memenuhi kebutuhan pelaporan ke PDDikti, seperti disampaikan oleh Pak Gilang Primayoga, S.Kom selaku Kepala USIJ saat wawancara online dengan tim SEVIMA. “Kami sebelumnya sudah punya SIAKAD sendiri namun belum mendukung dalam pelaporan PDDikti”. Apalagi saat itu UNIPMA telah melakukan merger tiga kampus yaitu; IKIP PGRI MADIUN, STT DHARMA ISWARA, dan STIE DARMA ISWARA, dan Tim IT diminta untuk menggabungkan data 3 kampus dalam waktu 6 bulan, padahal kampus besar aja butuh 3 tahun untuk menggabungkan data. Tentu tugas yang cukup berat bagi Tim IT untuk mengumpulkan data yang valid untuk dilaporkan. “Kami dituntut menggabungkan data dalam waktu 6 bulan saat itu, padahal kampus besar aja butuh 3 tahun untuk menggabungkan data. Apalagi dilakukan dengan cara manual pasti sangat berat, intinya saat itu kami belum menemukan solusi”. Tutur Pak Gilang. Berjuang Memberi Pelayanan Terbaik Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, dengan mahasiswa yang terus bertambah, Universitas PGRI Madiun (Unipma) membutuhkan sistem yang dapat membantu untuk meningkatkan pelayanan dan memudahkan dalam pelaporan PDDikti. “Saat itu kami bingung harus bagaimana, akhirnya menghubungi teman dan bertemu dengan SEVIMA. Seumpama kalau kita mau egois membuat SIAKAD sendiri, pasti butuh waktu lama, mungkin 1-2 tahun baru akan selesai, lalu kapan kita akan laporan yang bagus, kapan sosialisasinya dan lain-lain.” ungkap pak Gilang. “Lalu tim IT mengajukan ke pimpinan untuk masalah SIAKAD kita serahkan kepada SEVIMA dan sosialisasi akan dilakukan oleh tim IT, sehingga bisa menghemat waktu, dan tim IT bisa lebih fokus yang lain.” lanjut Gilang. Untuk itu Universitas PGRI Madiun (Unipma) mengimplementasikan Sistem Informasi Akademik SEVIMA siAkad Cloud dan ProFeeder untuk menunjang kegiatan akademik dan memudahkan pelaporan ke PDDikti. Sekarang, tiap pelaporan sudah tinggal kirim saja karena data mulai rapi dengan menerapkan siAkad Cloud dari SEVIMA. Itulah perjuangan Universitas PGRI Madiun (Unipma) menjadi salah satu deretan kampus yang konsisten berhasil mengirimkan pelaporan ke PDDikti secara complete 100%. Bagaimana dengan kampus anda, ingin meningkatkan pelayanan akademik dan pelaporan PDDikti 100%? Yuk bergabung dengan siAkadcloud.com