Lomba Artikel

SEVIMA EdLink: Inovasi Pembelajaran era Revolusi Industri 4.0

Penulis: Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag.
Dosen Kampus: IAIN Parepare

Peradaban manusia dapat dilihat salahsatu indikatornya adalah perkembangan Pendidikan.  Pendidikan bertujuan merubah prilaku manusia untuk menjadi lebih baik sesuai dengan perubahan  zaman. Munculnya era revolusi industri 4.0 berdampak pada semua aktivitas manusia beralih pada  digitalisasi. Demikian pula dunia pendidikan menjadi satu keniscayaan untuk melakukan  pengembangan dalam berbagai bidang.  

Pembelajaran merupakan proses pencapaian tujuan Pendidikan. Keberhasilan proses pembelajaran  dapat dilihat dari ketercapaian tujuan Pendidikan. Awalnya tenaga pendidik memiliki kendala  dalam pengembangan pembelajaran apabila bersentuhan dengan teknologi informasi dan  komunikasi. Salahsatu penyebabnya masih banyaknya tenaga pendidik yang berusia di atas 40  tahun yang Gagap Teknologi.  

Dunia Pendidikan cenderung lambat dalam melakukan penyesuaikan khususnya dalam  pemanfaatan teknologi. Namun 3 (tiga) tahun ini bangsa Indonesia dihadapkan pada ancaman  virus covid 19 yang merebak ke seluruh dunia. Ancaman virus ini mengerikan yang  mengakibatkan kematian, sehingga pemerintah membatasi aktivitas manusia dengan pelarangan  untuk beraktivitas di luar rumah. Masyarakat diharuskan untuk memakai masker, social distingsi,  mencuci tangan. 

Demikian pula aktivitas proses pembelajaran di perguruan tinggi ditutup sehingga interaksi dosen dengan mahasiswa dilaksanakan dari rumah. Dosen tidak diperkenankan bertemu secara langsung  dengan mahasiswa. Perubahan drastis ini berakibat prose pembelajaran cenderung apa adanya.  Tujuan pembelajaran sulit untuk tercapai. Dosen melakukan inovasi pembelajaran dengan  menggunakan berbagai macam media online untuk kelancaran pembelajaran, seperti WA, SMS,  facebook dan lain-lain. 

Menghadapi kondisi ini, IAIN Parepare sebagai salahsatu perguruan tinggi yang telah bekerjasama  dengan PT. Sevima dalam pengembangan system akademik melakukan komunikasi intensif, agar  PT. Sevima menyiapkan fitur khusus untuk pembelajaran. Fitur ini yang kemudian dikenal dengan  Sevima Edlink. Fitur ini dikembangkan terus menerus untuk mengakomodir kebutuhan dalam  proses pembelajaran. 

Keberadaan sevima edlink di Kampus IAIN Parepare berdampak pada kelancaran proses  pembelajaran dimasa pandemic walaupun dosen tertatih-tatih untuk mempelajari fitur ini.  Demikian pula pihak sevima dengan penggunaan aplikasi ini juga berdampak pada pengembangan  aplikasi dengan menyesuaikan kebutuhan. Seperti fitur di bawah ini:

Penggunaan sevima edlink dengan fitur-fitur yang ada memberi pengalaman pembelajaran yang  baru. Aktitivitas pembelajaran berjalan lancar, walau dihadapkan pada berbagai macam  permasalahan baik dari pihak dosen maupun mahasiswa. Berdasarkan pengalaman dan  pengamatan selama melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan edlink permasalahan  yang dihadapi mahasiswa masalah jaringan, media yang digunakan tidak mensupport aplikasi  sevima delink, kuota habis dan lain-lain. Kadang alas an-alasan berdampak pada pembelajaran  dengan menggunakan zoom, mahasiswa tidak mengaktifkan kamera. 

Berdasarkan kondisi ini, salahsatu strategi yang digunakan untuk mengaktifkan kamera, dengan  memberi instruksi foto capture, seperti gambar di bawah ini. 

Bila diperhatikan gambar di atas, salahsatu kendala dalam proses pembelajaran terkait pemantauan  etika berpakaian yang tidak sesuai dengan kode etik mahasiswa.

Demikian pula dari pihak dosen dalam melakukan pembelajaran yang biasanya melalui system  tatap muka secara langsung di kelas, kondisi ini mempengaruhi system pembelajaran dan  dihadapkan pula dengan bebarai macam permasalahan, yaitu antara lain: durasi pembelajaran  menggunakan zoom dibatasi waktu hanya 40 menit, pengalaman saya kalua menghadapi kondisi  ini membuka lagi fitur live conference sehingga mencukupkan 80 menit, kemudian selebihnya  aktivitas tanya jawab melalui chatting. 

Fitur-fitur dalam sevima Edlink saat ini mengalami perkembangan pesat, hampir seluruh fiturnya mengakomidir aktivitas perkuliahan sehingga kelancaran pembelajaran Daring (dalam jaringan)  dapat terwujud. Aktivitas pembelajaran daring dengan menggunakan sevima edlink tidak lagi  menjadi permasalahan di kalangan dosen dan mahasiswa. Bahkan kecenderungannya lebih  menyukai pembelajaran Daring di banding pembelajaran Luring (luar jaringan).  

Dosen dalam melakukan proses pembelajaran berada pada zona nyaman, dapat melakukan  aktivitas lain bersamaan dengan aktivitas kuliah, sekali-kali beristirahat dengan menon aktifkan  mic serta kamera. Situasi ini kadang yang menjadi alas an seorang dosen untuk tetap menggunakan  pembelajaran Daring.

Diketahui bahwa keluarnya kebijakan pembelajaran daring ini disebabkan dibatasinya aktivitas  luar dan berkumpulnya orang-orang karena pandemic covid 19. Seiring dengan semakin  membaiknya kondisi masyarakat dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk  memperkuat imunitas dengan mengikuti program vaksinasi, maka kebijakan pembelajaran mulai  longgar.  

Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai digalakkan, walau masih adanya pembatasan pembatasan. Terkait dengan hal ini Sebagian dosen beranggapan kalau pembelajaran dilaksanakan  secara Luring, maka penggunaan sevima delink tidak lagi menjadi keharusan. Hal ini yang perlu  dipahamkan mengenai penggunaan sevima delink yang tidak hanya diperuntukkan pada  pembelajaran Daring. 

Sebagaimana diawal telah dipaparkan tersedianya berbagai fitur yang ada pada sevima edink,  dimana fitur-fitur ini bukan hanya diperuntukkan untuk pembelajaran daring. Untuk itu yang  menjadi pertanyaan apakah sevima edlink tetap dapat digunakan walau pembelajaran Luring. 

Pengalaman pribadi setelah menggunakan delink sejak tahun 2020 dan mengikuti perkembangan  fitur-fitur yang ada, maka walau pembelajaran luring tetap menggunakan sevima. Hal ini  disebabkan banyaknya fitur yang dapat dimanfaatkan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan  dengan lancar, efektif dan efisien. Tugas terdomentasi dengan baik seperti gambar berikut: 

Demikian pula nilai mahasiswa diberi skor/nilai dan tidak akan hilang

Dari aktivitas-aktivitas ini dapat disimpulkan penggunaan sevima delink menjadi satu keniscayaan  dalam proses pembelajaran di era revolusi industry 4.0 sehingga dosen dan mahasiswa dalam  melakukan pembelajaran tidak mengalami kendala yang berarti apalagi sevima delink sudah dapat  diaktifkan melalui HP versi Adroid. Bahkan fitur yang terakhir dikembangkan adanya 2 pilihan  untuk proses tatap muka, yaitu zoom meeting dan google meet, seperti berikut:

Tantangan dari pihak sevima untuk senantiasa melakukan pengembangan aplikasi ini sehingga  lebih memudahkan lagi baik dari pihak dosen maupun mahasiswa dalam penggunaannya, seperti  jenis kuiz sedapat mungkin mengakomodir jenis-jenis kuiz yang ada misalnya: Essay. Semoga  kedepannya sevima edlink semakin baik dan dosen serta mahasiswa sangat termotivasi dan  meningkat minatnya dalam melakukan proses pembelajaran melalui sevima edlink.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar