Pencarian Kategori "Solusi SEVIMA"


SEVIMA.COM – Pandemi Covid-19 melanda diberbagai Negara tak terkecuali di Indonesia. Untuk memutus rantai persebaran Covid –19 pada pemerintah memberikan intruksi semua lembaga pendidikan diminta untuk belajar dari rumah. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka tetapi sekarang diharuskan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring berbasis internet. Agar proses pembelajaran tetap berlangsung serta materi kuliah tetap tersampaikan meskipun mahasiswa belajar dari rumah maka sarana pembelajaran berbasis internet yang sesuai adalah penggunaan aplikasi SEVIMA EdLink. EdLink merupakan platform pembelajaran berbasis jejaring sosial yang diperuntukan untuk perguruan tinggi dan membantu dosen, mahasiswa untuk berkolaborasi dalam belajar mengajar. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online Beberapa hari lalu kami dapat testimoni dari salah satu mahasiswa bernama Silfester Hulu dari STP Dian Mandala Sumatra Utara, begini menurutnya: “Saya berterima kasih banyak pada EdLink, karena dengan EdLink saya bisa mengikuti perkuliahan online dengan baik, seperti mengirim tugas dan belajar di rumah dengan baik. Saya juga semakin rajin belajar berkat EdLink. Pokoknya EdLink luar biasa. Terima kasih EdLink karena jasamu sangat bermanfaat.” Lanjut dia Selain manfaat yang didapat oleh mahasiswa juga bermanfaat bagi dosen dan perguruan tinggi. Pembelajaran dengan teknologi atau biasa disebut e-learning merupakan solusi yang tepat karena terbatasnya kegiatan tatap muka di tengah wabah pandemi covid-19 pada saat ini. Dengan pembelajaran e-learning dosen dan mahasiswa bisa belajar di mana saja dan kapan saja. Dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning harus menggunakan media yang menghubungkan antara dosen dan mahasiswa dan SEVIMA EdLink adalah salah satu media yang dapat membantu kegiatan belajar secara daring. edlink.id

Baca Selengkapnya »

Mendikbud: Pembelajaran Jarak Jauh akan Permanen

 

Admin SEVIMA

 

03 Juli 2020

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa diterapkan secara permanen usai pandemi virus korona (covid-19). Hal ini diungkapkan Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR. Menurut analisis Kemendikbud, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar akan menjadi hal yang mendasar. “Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” kata Nadiem. Baca juga: Penting! Ini 7 Tips Mengajar Dari Mendikbud Di Masa Pandemi Covid-19 Dia mengatakan, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan kesempatan bagi sekolah melakukan berbagai macam modeling kegiatan belajar. “Kesempatan kita untuk melakukan berbagai macam efisiensi dan teknologi dengan software dengan aplikasi dan memberikan kesempatan bagi guru-guru dan kepala sekolah dan murid-murid untuk melakukan berbagai macam hybrid model atau school learning management system itu potensinya sangat besar,” tuturnya. Menurut Nadiem, hal ini terbukti dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Ia menilai, para guru dan orangtua akhirnya mencoba beradaptasi dan bereksperimen memanfaatkan teknologi untuk kegiatan belajar. “Walau sekarang kita semua kesulitan beradaptasi dalam PLJ, tapi belum pernah dalam sejarah Indonesia kita melihat jumlah guru dan kepala sekolah yang bereksperimen dan orangtua juga bereksperimen beradaptasi dengan teknologi,” ucapnya. “Jadi ini merupakan sebuah tantangan dan ke depan akan menjadi suatu kesempatan untuk kita,” kata Nadiem. Baca juga: 5 Pekerjaan Paling Banyak Dibutuhkan Menurut Mendikbud Nadiem Makarim Nadiem menambahkan, Kemendikbud melakukan perumusan kurikulum hingga asesmen PJJ. Kurikulum itu disusun dengan mempertimbangkan penyederhanaan belajar dan fokus kepada aspek literasi, numerasi, dan pendidikan berkarakter. Tim dari Kemendikbud, yakni Balitbang, sedang mempersiapkan kurikulum itu. Selain kurikulum PJJ, lanjut dia, Kemendikbud juga menyiapkan modul pembelajaran. Dengan modul tersebut, siswa dapat belajar di rumah secara mandiri. Modul itu juga membantu guru melakukan PJJ. Kemendikbud juga menyusun modul untuk para orang tua dalam mendampingi anaknya belajar. Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/02/14445511/mendikbud-setelah-pandemi-covid-19-pembelajaran-jarak-jauh-akan-permanen

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Selalu melakukan revolusi dan inovasi dalam suatu ilmu adalah hal yang paling dinanti. Untuk itu, webinar gratis diadakan untuk membantu anda siap menjadi kampus merdeka di masa depan dalam 90 hari. Dalam acara ini, anda akan ditemukan dengan para ahli yang akan mengajak anda membahas langsung mengenai pentingnya membangun talenta yang siap sebagai lulusan terbaik di masa depan. Selain itu, penerapan metode pedagogi blended learning juga akan diulas lebih detail di sektor pendidikan tinggi. Ditambah lagi dengan pemanfaatan pada kemajuan ekonomi digital sekarang juga akan diikut sertakan dalam penerapan metode yang satu ini. Kegiatan ini sangat cocok untuk anda jadikan referensi dalam menghadapi kendala selama covid 19 ini. Meskipun banyak kendala yang terjadi selama pandemic ini, bukan berarti anda mundur dalam berproses. Inilah saatnya anda melakukan perubahan. Pada kesempatan ini, SEVIMA bekerjasama dengan Lithan academy mengedakan webinar yanga akan mengundang narasumber langsung dari pakarnya, yang akan dilaksanakan pada: Hari: Rabu Tanggal: 1 Juli 2020 Jam: 15:00 – 17:30 (WIB) Tamu Kehormatan Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., (Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) Pembicara utama Leslie Loh – CEO dan pendiri Lithan Alamat pembukaan Uman Suherman, AS, M.Pd  (Kepala LLDikti Wilayah Jawa Barat & Banten)  Beliau akan membagikan wawasan tentang bagaimana pendidikan tinggi dapat bermanfaat bagi siswa ketika mereka lulus. R. Ricky Agustiady, SE., MM., Ak., CFrA (Sekretaris Jenderal ABPPTSI wilayah Jawa Barat dan Ketua YPKP) Panel Pembicara Tn. Shoeb Kagda (Konsultan Media dan Pendiri Forum Pendidikan Indonesia, platform multi-pemangku kepentingan untuk semua pemain sektor pendidikan.) Dadan Rahadian (Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Telkom) Tn. Norman Sasono (CTO Platform Pembayaran dan e-Wallet DANA Indonesia) Jan Lambrechts  (CEO Epitome, sebuah perusahaan analitik tenaga kerja.) Bagaimana cara pendaftarannya? Untuk mengikuti kegiatan ini, anda bisa langsung mendaftarkan diri disini GRATIS: events.lithan.com/sevima Jadi tunggu apalagi? Semakin banyak referensi yang akan anda dapatkan, maka anda akan semakin siap dalam menghadapi kampus merdeka di masa depan. Kami tunggu kehadiran anda.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Siakad Cloud merupakan Sistem Informasi Akademik kampus berbasis cloud sebuah solusi yang memberikan kemudahan kepada perguruan tinggi dalam membangun Sistem Informasi Akademik tanpa perlu repot menyediakan infrastruktur IT maupun menambah tenaga SDM. Siakad Cloud dirancang untuk memberikan kemudahan kepada perguruan tinggi dalam mengelola administrasi kampus secara terintegrasi, mulai dari penerimaan mahasiswa baru secara online, manajemen kurikulum, membuat jadwal kuliah, pengisian Kartu Rencana studi (KRS), mengelola data nilai mahasiswa, sistem pembayaran online dan berbagai kegiatan lainnya di perguruan tinggi. Siakad Cloud membantu 100 perguruan tinggi lebih dalam memberikan pelayanan prima untuk civitas kampus, bahkan di musim pandemi ini siAkad Cloud juga memudahkan kampus dalam melakukan pendaftaran mahasiswa baru secara online (siakadcloud.com/mitra-siakadcloud). Bagaimana kemudahan PMB Online siAkad Cloud membantu perguruan tinggi mendapat calon mahasiswa baru? 1. Calon Mahaiswa Baru Cukup Daftar Dari Rumah Dengan PMB Online, calon mahasiswa baru yang akan mendaftar, cukup dengan mendaftar dari rumah tanpa perlu datang langsung ke kampus. Sistem PMB Online ini berguna untuk mencegah penyebaran Covid-19 karena tidak menimbulkan kerumunan atau interaksi yang berdekatan dengan banyak orang. Sistem seleksi ini bisa menjadi respon kesiapan kampus dalam menghadapi masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Baca juga: Panduan Digital Marketing untuk Universitas Cari Mahasiswa 2. PMB Online Inovasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Tanpa Ribet SPMB online sebuah inovasi untuk memudahkan penerimaan mahasiswa baru yang memiliki layanan yaitu dimana calon mahasiswa dapat mendaftar langsung secara online tanpa harus datang ke kampus terkait. Saat calon mahasiswa mendaftar pada kampus maka biasa mengisi sendiri form biodata (Isi Data) tanpa harus datang langsung dan calon mahasiswa juga meng-upload persyaratan serta bukti pembayaran. Jadi apabila kampus atau perguruan tinggi memiliki sistem ini proses pendaftaran ujian masuk calon mahasiswa baru jauh lebih mudah. 3. Terintegrasi dengan Computer Based Test (CBT) untuk Melaksanakan Ujian Masuk Dosen atau pegawai tidak perlu disibukkan dengan persiapan tes yang panjang, seperti mencetak dan memperbanyak kertas soal dan jawaban. Cukup dengan satu kali meng-input soal ke server, seluruh calon mahasiswa sudah bisa mengikuti tes. Begitu juga dengan waktu pasca tes, dosen tidak perlu pusing memeriksa hasil tes yang menumpuk berlembar-lembar. Sistem CBT yang ada di siAkad Cloud akan mengakumulasi secara otomatis nilai hasil tes para calon mahasiswa berdasarkan kunci jawaban yang telah di-input sebelumnya. Baca juga: Cara Mencari Mahasiswa Baru di Tengah Situasi COVID-19 4. Pembayaran Bisa Dilakukan Online dengan Payment Gateway Agar pemasukan dana kampus tetap lancar, integrasikan proses pembayaran dengan SEVIMAPay, sehingga bisa dibayarkan dengan channel apapun termasuk pembayaran melalui tokopedia! SPMB Online yang ada di sistem siAkad Cloud ini hadir untuk setiap kampus dengan beragam keunggulan dan kelebihan yang sangat membantu. Nah kira-kira mengapa perguruan tinggi banyak memilih Siakad Cloud untuk menjadi solusinya, berikut alasanya: Mengapa Banyak Yang Memilih Siakad Cloud? 1. Siakad Cloud Sesuai dengan Regulasi Pemerintah Siakad Cloud dibangun dalam upaya memudahkan pengelolaan data yang selalu mengikuti arahan dan peraturan sesuai kebijakan pemerintah sehingga selalu disempurnakan dan diperbarui sesuai peraturan Dikti (Kemendikbud). Dan dengan siAkad Cloud pastinya tidak perlu ribet lagi dalam pelaporan ke forlap PDDIKTI, karena siAkad cloud juga dilengkapi dengan modul PDDIKTI Integrator, […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Pasca terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, sebagai awal dimulainya masa new normal (kenormalan baru). Sejumlah Kementerian/Lembaga negara telah menindakalnjutinya dengan sejumlah peraturan yang diberlakukan untuk wilayah dan lingkungan pekerjaannya, termasuk untuk aktivitas perekonomian, keagamaan dan Aparatus Sipil Negara. Sementara untuk dunia pendidikan seperti yang diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Tahun Akademik 2020/2021 di perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi ini tetap dilaksanakan secara daring. Baca: Pembelajaran di Perguruan Tinggi Masih Harus Dilakukan Daring Blended Learning, Solusi Pembelajaran di Era New Normal Salah satu metode pembelajaran yang cocok digunakan untuk saat ini adalah metode blended learning. Blended Learning adalah pola pembelajaran campuran antara pembelajaran di kelas (face to face) dan online (webinar, LMS). Namun untuk saat pandemi ini yang digunakan adalah metode online dengan memanfaatkan multimedia baik sinkron (synchronous) dan asinkron (asynchronous). Apa itu pembelajaran sinkron? Contoh online learning sinkron adalah obrolan online dan konferensi video. Setiap alat pembelajaran real-time, seperti pesan instan yang memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dengan segera, adalah pembelajaran sinkron. Daripada belajar sendiri, mahasiswa yang mengikuti pembelajaran sinkron dapat berinteraksi dengan mahasiswa lain dan dosen mereka selama pelajaran berlangsung. Baca juga: Cegah Corona, Beberapa Kampus Ternama Gunakan EdLink Untuk Kuliah Online Manfaat utama pembelajaran sinkron adalah bahwa hal ini memungkinkan siswa menghindari perasaan terisolasi karena mereka berkomunikasi dengan orang lain selama proses belajar. Namun, pembelajaran sinkron tidak begitu fleksibel dalam hal waktu karena mahasiswa harus menyisihkan slot waktu tertentu untuk menghadiri sesi pengajaran langsung atau belajar online pada waktu yang sebenarnya (real-time). Jadi mungkin tidak ideal bagi mereka yang sudah memiliki jadwal sibuk. Apa itu pembelajaran asinkron? Pembelajaran asinkron di sisi lain bisa dilakukan bahkan saat mahasiswa atau dosen sedang offline (tidak aktif). Kursus dan komunikasi yang disampaikan melalui web, email dan pesan yang diposting di forum komunitas adalah contoh sempurna dari e-learning asinkron. Dalam kasus ini, mahasiswa biasanya akan menyelesaikan mata kuliah mereka sendiri dan sekadar menggunakan internet sebagai alat pendukung, bukannya menjelajah secara online hanya untuk kelas interaktif. Seorang mahasiswa mampu mengikuti kurikulum dengan kecepatan mereka sendiri tanpa harus khawatir tentang masalah penjadwalan. Ini mungkin merupakan pilihan sempurna bagi pengguna yang senang bersantai dalam setiap rencana pelajaran dalam kurikulum, dan lebih memilih untuk mencari topik sendiri. Namun, bagi mereka yang kurang memiliki motivasi untuk mengerjakan tugas sendiri mungkin merasa tidak mendapat manfaat signifikan dari pembelajaran asinkron. Pembelajaran asinkron juga dapat menyebabkan perasaan terisolasi, karena tidak ada lingkungan pendidikan/pembelajaran interaktif yang nyata. Baca juga: Hadapi New Normal, dengan Update Strategi Pembelajaran Digital Pelaksanaan Blended Learning di Perguruan Tinggi Perguruan tinggi seharusnya cenderung lebih mudah beradaptasi dengan blended learning, karena mahasiswa sudah menggunakan pola belajar mandiri, beda dengan siswa sekolah. Dalam pelaksanaanya blended learning rekan-rekan perlu meramu blended learning di masing-masing institusi pendidikan, karena implementasi blended learning pasti berbeda-beda karena harus student-oriented, sesuai kebutuhan. […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan Tahun Akademik 2020/2021 di perguruan tinggi tetap dimulai pada Agustus 2020. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang pendidikan tinggi ini tetap dilaksanakan secara daring. “Tahun akademik tetap dimulai bulan Agustus 2020, tetapi pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring,” katanya saat menyampaikan keterangan pers tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran dan Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 secara langsung melalui virtual di Youtube Kemendikbud RI, Senin (15/6). Nadiem beralasan bahwa kampus memiliki potensi mengadopsi belajar jarak jauh lebih mudah ketimbang pendidikan menengah dan pendidikan dasar. “Saat ini semua perguruan tinggi masih melakukan secara online sampai ke depannya mungkin kebijakan berubah,” lanjutnya. Menteri yang masih berusia 35 tahun itu menegaskan bahwa aktivitas prioritas yang berhubungan dengan kelulusan dan sulit dilakukan secara daring masih diperbolehkan untuk dilakukan secara tatap muka. Nadiem mencontohkan penelitian laboratorium, praktikum, studio, bengkel, yang semua hal tersebut membutuhkan mesin dan peralatan masing-masing. Baca juga: Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran & Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 “Kalau ini aktivitas prioritas yang berdampak pada kelulusan mahasiswa, masing-masing pemimpin perguruan tinggi diperbolehkan untuk mengizinkan aktivitas mahasiswa datang ke kampus hanya untuk aktivitas prioritas itu yang berhubungan dengan kelulusannya,” ujarnya. Alumnus Universitas Brown dan Universitas Harvard itu beralasan, tidak ingin mengorbankan potensi mahasiswa untuk segera lulus pada saat ini karena akan menciptakan beragam masalah lainnya. Sementara pembelajaran masih dilakukan secara daring. “Masih tidak diperkenankan untuk melakukan kuliah tatap muka. Tidak diperkenankan berbondong-bondong untuk mahasiswa masuk ke dalam kampus, cuman buat individual project mereka yang khusus prioritas untuk kelulusannya,” jelasnya. Baca juga: Sambut New Normal, Ini 5 Perlengkapan Wajib di Perguruan Tinggi Kebolehan mahasiswa datang ke kampus untuk menyelesaikan studinya itu juga tentu saja harus dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. “Adapun jika terdapat mata kuliah yang tidak dapat dilaksanakan secara daring maka diletakkan di bagian akhir semester,” pungkasnya. Berikut video cuplikanya:

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Buat kamu kelas XII, memilih jurusan kuliah jadi salah satu hal terpenting, termasuk mau kuliah dimana yang bakal dipilih. Gak bisa sembarangan sobat, jangan sampai nggak sesuai dengan minat kamu ya. Salah satu cara terbaik memilih jurusan kuliah atau kampus adalah konsultasi dengan guru dan orang tua atau pihak terdekat lain. Nah, selain konsultasi kamu sekarang bisa dapetin info seputar kuliah di “maukuliah.id”. Maukuliah.id adalah platform yang membantu siswa mencari dan membandingkan informasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia supaya bisa meraih impian lewat kampus idaman dan jurusan yang sesuai dengan passion. Daftar Akun di Maukuliah.id dan Dapatkan Banyak Benefit Nah, saat ini kamu juga bisa daftar akun sebagai siswa di maukuliah.id. Apa manfaatnya buat saya kalau daftar di maukuliah.id? Yaps selain daftarnya gratis, kamu akan mendapat informasi khusus seputar kuliah, bisa simpan kampus dan prodi favoritmu, bisa eksplorasi kampus yang difavoritkan (seperti update terbaru seputar pendaftaran, artikel, dan beasiswa) dan banyak lagi. Jadi pas banget, untuk kamu yang belum nemu kampus yang cocok bisa nih bandingkan beberapa kampus impian kamu dan temukan jurusan yang cocok sama kamu dengan daftar di maukuliah.id, Gratis! Tunggu apa lagi, kamu hanya butuh akses maukuliah.id lalu login di pojok samping kanan dan dapatkan semua benefitnya buat kamu. Oh iya, selain mendapat info dari maukuliah.id, kamu harus konsultasi atau ngobrol lebih jauh dengan orang tua dan guru. Pastinya sih soal jurusan dan kampus itu harus dipikirin matang ya sobat, jangan asal. Biar nantinya saat menjalani kuliah jadi lebih lancar.

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Menyongsong era new normal, banyak sekali tantangan yang kita hadapi di sektor pendidikan. Seperti tantangan pembelajaran, manajemen akademik, keuangan hingga pengaturan bisnis plan. New Normal adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk kepada kondisi-kondisi keuangan usai krisis pandemi COVID-19. Berdasarkan informasi yang beredar di media masa maupun media sosial, bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19, pemerintah akan memberlakukan gagasan “new normal” sebagai babak baru dalam menyikapi wabah Covid-19. Tentu alasan paling utama adalah bagaimana menyikapi pendidikan baik perguruan tinggi yang belajar aktif di kampus kembali, New Normal di perguruan tinggi. Pentingnya Sistem Informasi di Era New Normasl Adapun nilai positif yang di dapat selama pandemi COvid 19 yaitu kesadaran pengguna ICT meningkat baik Dosen maupun Mahasiswa, kegiatan kuliah umum meningkat melalui webinar, penerimaan mahasiswa baru online meningkat, bimbingan skripsi online dan penerapan paperless lain juga meningkat dll. Bisa dikatakan penerapan ICT atau sistem informasi akademik (SIAKAD) di perguruan tinggi bukan lagi jadi pilihan tapi sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan di era new normal ini. Baca juga: Mengapa Banyak Yang Memilih Siakad Cloud? Sistem Informasi Akademik apa sih? Sistem informasi akademik adalah suatu sistem yang dibuat untuk mempermudah kegiatan administrasi akademik di kampus, yang mana kesemuanya diatur secara daring (online). Beberapa contoh kegiatan yang bersifat administratif di kampus adalah Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), penyusunan kurikulum dan jadwal kuliah, mengisi Kartu Rencana Studi (KRS), mengisi nilai (untuk dosen), mengelola data dosen, karyawan, dan mahasiswa, dsb. Keunggulan Sistem Informasi Akademik: 1. Sistem Informasi Akademik (Siakad) dirancang untuk bisa mengolah semua informasi yang ada secara terintegrasi, sehingga data yang tersedia selalu terbarukan (up to date) secara realtime. 2. Selain itu, karena basis datanya terpusat, Siakad bisa meminimalisir terjadinya duplikasi data yang lazim ditemui pada sistem manual. 3. Siakad bisa berfungsi sebagai pusat informasi dengan kelebihan berupa: – PMB Online – KRS Online – Penjadwalan kelas online – Penilaian secara online 4. Menjadi pusat rekam jejak semua kegiatan kampus karena semua data ada di Siakad termasuk berita-berita terbaru seputar kampus. 5. Media komunikasi bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa. Sistem Informasi Akademik dapat memuat data-data: – Data Mahasiswa – Data dosen – Data Mata Kuliah. – KRS – Daftar Nilai Mahasiswa – Data mahasiswa yang sudah lulus – Data Keuangan Adapun data yang dapat diakses para pengguna Siakad adalah: – Daftar nama mahasiswa. – Daftar nama dosen – Jadwal Kuliah – KHS – Absen Mahasiswa – Daftar Nama Wisudawan – Data mahasiswa yang aktif dalam perkuliahan Manfaat Sistem Informasi Akademik 1. Mempermudah mahasiswa untuk memperoleh informasi tanpa perlu datang ke bagian administrasi di kampus yang seringkali lama karena harus mengantri, dsb. 2. Bagian administrasi kampus juga dimudahkan dengan adanya siakad karena berkurang beban untuk berinteraksi dengan mahasiswa yang sedang butuh data. Bagian administrasi bisa memfokuskan waktunya untuk input data dan pemeriksaan data. 3. Data tersimpan secara terstruktur dengan database yang tersimpan di dalam computer. 4. Pembaruan data antara bagian administrasi kampus dengan bagian keuangan dapat dilakukan dengan cepat secara realtime. 5. Pengolahan data keuangan yang lebih efektif dengan menggunakan aplikasi yang dapat […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM – Terkait dengan kegiatan yang terhambat karena Covid-19 ini, ternyata membawa dampak yang cukup signifikan terhadap dunia pendidikan. Salah satunya adalah adanya behavior baru yang muncul di kalangan para pelajar. Terlebih lagi penggunaan teknologi yang cukup signifikan membuat perubahan yang terjadi semakin terasa. Semua urusan yang biasanya dilakukan secara tatap mata, sekarang harus dilakukan melalui dunia maya. Kegiatan seperti inilah yang tidak secara langsung akan merubah perilaku dari generasi sekarang. Dewasa ini, generasi muda pada usia 16-24 tahun biasanya lebih dikenal dengan istilah Gen Z. Dilansir dari beberapa studi, bahwa generasi ini memiliki perbedaan dengan generasi-generasi sebelumnya. Maka dari itu, untuk menyelaraskan antara pemikiran dan kurikulum pendidikan di kampus, para panitia PMB wajib untuk mengetahui hal-hal tersebut. Kebiasaan apa saja yang biasa dilakukan oleh mereka? Berikut adalah ulasan menarik seputar Gen Z. 1. Kebiasaan para Gen Z yang sangat melek teknologi Tumbuh dan berkembang di situasi dan kondisi yang serba modern, membuat para generasi ini sangat melek terhadap teknologi. Banyak dari mereka yang sangat mengusai teknologi dengan baik. Ditambah lagi dengan adanya wabah yang sedah melanda hampir seluruh negeri ini, membuat kemampuan mereka di bidang teknologi bisa semakin meningkat. Untuk itu, pihak kampus harus menyiapkan teknologi yang relevan agar proses kegiatan belajar mengajar di masa yang akan datang bisa dimudahkan. 2. Terkenal dengan generasi yang kerja keras, pragmatis dan cerdas Tidak heran lagi kalau generasi Z ini dikenal sebagai generasi yang sangat pekerja keras dan inovatif. Bisa dipastikan bahwa dari generasi inilah akan muncul ide-ide yang sangat brilian. Tidak hanya itu, generasi Z juga dikenal sebagai generasi yang cerdas dan pragmatik. Banyak aktivitas atau habit yang mungkin akan berubah menjadi lebih baik melalui generasi ini. Baca juga: Pandemi Covid-19 Ancaman Serius Bagi Perguruan Tinggi, Apa yang Harus dilakukan? 3. Lebih memprioritaskan dunia kerja Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi Z ini cenderung mementingkan karir mereka di masa mendatang. Bagi mereka memiliki suatu pekerjaan harus dipikirkan mulai mereka lulus kuliah. Bisa dikatakan bahwa generasi ini cenderung mengambil pekerjaan paruh waktu sembari mereka menamatkan studi di dunia perkuliahaan. Maka dari itu, pihak kampus juga harus memikirkan hal-hal seperti ini agar kegiatan perkuliahan bisa dijalankan dengan lancar. 4. Kurang menyukai kuliah full time Karena mindset mereka lebih memprioritaskan dunia kerja, maka bisa dipastikan bahwa mereka  kurang menyukai perkuliahan full time. Banyak dari mereka yang akan melakukan kegiatan perkuliahan dan pekerjaan secara bersama-sama. Jadi bisa diperkirakan bahwa mereka lebih menyukai perkuliahan dengan sistem online. Sehingga mereka bisa melakukan kegiatan perkuliahan dan kerja secara bersamaan. Baca juga: Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB Online), Daftar Kuliah Cukup dari Rumah 5. Lebih menyukai blended learning Hidup di era yang serba modern dan canggih, membuat generasi Z lebih menyukai metode blended learning dalam perkuliahan. Yang dimaksud blended learning disini adalah pendekatan yang dilakukan melalui metode online, namun tidak meninggalkan metode belajar mengajar di dalam kelas. Sehingga pihak kampus wajib memperhatikan  penggunaan teknologi sangat digemari oleh generasi ini. 6. Sangat menyukai metode diskusi melalui LGD Metode pembelajaran yang digunakan oleh generasi sekarang rupanya tidak bisa disamakan lagi. Dikenal dengan generasi yang sangat […]

Baca Selengkapnya »

SEVIMA.COM –Menghadapi era new normal atau sesuatu yang tidak biasa dihadapi karena adanya pandemi COVID-19, dunia pendidikan menghadapi dilema sistem pembelajaran yang berangkat dari tradisional menjadi digital. Kini digantikan dengan kegiatan pembelajaran melalui media elektronik (e-learning) baik secara singkron ataupun secara nir-sinkron. E-learning nir-sinkron dapat dilakukan secara dalam jaringan (daring) maupun secara luar jaringan (luring). Pada pembelajaran daring, pendidik dan peserta didik pada waktu yang sama berada dalam aplikasi atau platform internet yang sama dan dapat berinteraksi satu sama lain layaknya pembelajaran konvensional yang dilakukan selama ini. Sedangkan pada pembelajaran luring, pendidik melakukan pengunggahan materi melalui web, mengirim lewat surat elektronik (e-mail) ataupun mengunggahnya melalui media sosial untuk kemudian dapat diunduh oleh peserta didik. Dalam cara luring, peserta didik melakukan pembelajaran secara mandiri tanpa terikat waktu dan tempat. Di sisi lain, e-learning secara singkron hanya dapat terjadi secara daring. Meskipun pada kenyataannya, kegiatan belajar mengajar secara e-learning telah dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi dari sejak lama, namun cara pembelajaran seperti ini adalah kesadaran (awareness) terhadap era Industrial Revolution 4.0, era yang membawa perubahan pada cara manusia dalam bekerja, berinteraksi dan bertransaksi. Tidak ada yang bisa menjangkau kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Namun demikian, pascapandemi Covid-19 nantinya, new normal pendidikan yang telah dimulai seharusnya diteruskan dan disempurnakan hingga memenuhi konsep blended learning, yakni sebuah konsep pendidikan yang mengkobinasikan metode kuliah tatap muka di ruang kelas dengan e-learning, dan pada gilirannya, dunia pendidikan akan benar-benar berada dalam era education 4.0. Terkait e-learning di perguruan tinggi, jika yang menjadi ukuran adalah “dapat dilakukan”, maka tidak bisa dipungkiri bahwa semua kampus dapat melakukannya. Namun, apakah kualitas e-learning tersebut dapat terpenuhi sesuai dengan yang diingini? Tentu saja akan sulit dijawab karena dalam hal ini melibatkan banyak faktor, memerlukan keterlibatan berbagai pihak, dan harus dipersiapkan sebaik mungkin. Pada titik ini, penulis berpendapat, paling tidak ada enam hal penting yang patut menjadi perhatian sebuah perguruan tinggi dalam mempersiapkan e-learning. 6 Hal Penting dalam Menerapkan e-learning 1. Dosen dan mahasiswa harus meningkatkan keterampilan internet dan literasi komputer Paling tidak, dosen harus mampu memanfaatkan kanal-kanal yang tersedia, seperti Learning Management System, media komunikasi berbasis audio-video, media sosial serta media penyimpan data yang dapat digunakan membantu terjadinya kegiatan belajar mengajar yang berkualitas. Secara umum, keterampilan internet dan literasi komputer mahasiswa lebih baik daripada dosen, sehingga yang menjadi pertimbangan dari sisi mahasiswa adalah koneksi internet, terutama di daerah-daerah terpencil, terdepan dan tertinggal, dan beberapa mahasiswa mungkin akan terbebani jika menggunakan paket data. 2. Menentukan kembali capaian pembelajaran Dosen harus melakukan pengajaran konstruktif (constructive aligment) ulang terhadap keselarasan tiga komponen Outcome Based Education (OBE), yakni (1) capaian pembelajaran, (2) aktivitas pembelajaran, dan (3) metode asesmen yang telah disusun dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS). RPS tidak perlu dirubah secara total, namun cukup dengan menentukan kembali capaian pembelajaran mana yang dapat disampaikan secara e-learning dan mana yang tidak, karena tidak semua capaian pembelajaran dapat terpenuhi dengan pelaksanaan e-learning, seperti keterampilan yang bersifat hands on, terutama pada program-program studi vokasi. Selanjutnya lakukan pemetaan ulang capaian pembelajaran terhadap aktifitas pembelajaran, termasuk penentuan metode asesmen yang sesuai […]

Baca Selengkapnya »