Berita | Liputan Media

500 Operator Kampus Belajar PDDIKTI Feeder dari Nol Bareng SEVIMA

Surabaya (18/03) Sebanyak 500 operator perguruan tinggi mengikuti bimbingan teknis dan belajar bareng PDDikti Feeder mulai dari nol. Acara ini diinisiasi oleh SEVIMA dalam rangka membantu para operator atau admin perguruan tinggi baru maupun lama dalam memahami lebih jauh terkait PDDikti Feeder. Bimtek dilaksanakan secara daring melalui Live Zoom pada hari Rabu (18/03/2021).

PDDikti Feeder sendiri merupakan aplikasi yang dirilis oleh Kemendikbud untuk mengirimkan data aktivitas perkuliahan mahasiswa dan aktivitas mengajar dosen. Pelaporan data ini sangat penting untuk perguruan tinggi, namun melakukan pelaporan ini tidak bisa dilakukan secara instan. Pihak kampus dan tim operator harus paham betul mengenai tata cara dan proses yang dilakukan dalam melakukan pelaporan ini.

Pentingnya Memahami PDDikti Feeder

Menurut Ibu Apriliyani, salah satu pembicara dalam Bimtek ini mengingatkan bahwa melakukan pelaporan data dan memahami PDDIKTI Feeder ini sangat penting, karena data tersebut akan digunakan juga untuk kepentingan PIN, SIVIL, SISTER, SIM TENDIK, persyaratan beasiswa, KIP, proses akreditasi BAN PT/LAMP, penjaminan mutu, penelitian dan jurnal, hingga proses UJIKOM untuk prodi kesehatan.

“PDDIKTI Feeder merupakan hal yang sangat penting bagi perguruan tinggi. Dengan menggunakan PDDIKTI Feeder ini perguruan tinggi bisa melakukan pengolahan data penting, antara lain melakukan validasi nasional ijazah, PIN dan SIVIL, data SISTER dan SIM TENDIK, persyaratan beasiswa dan KIP, proses akreditasi BAN PT/LAMP, penjaminan mutu, penelitian dan jurnal, hingga proses UJIKOM untuk prodi kesehatan.” Ujar April

Alur pengumpulan data pada PDDIKTI Feeder

Agar pelaporan lebih mudah dan tepat, Apriliyani akan berbagi tentang alur pengumpulan data saat melakukan pelaporan PDDIKTI. Dalam kesempatan ini, Ia mengungkapkan jika alur pengumpulan data ini ada tiga, yaitu melalui Standalone, Network-base, dan integrated.

“Alur pengumpulan data saat pelaporan PDDIKTI ini dibagi menjadi tiga, yaitu Standalone, Network-base, dan integrated. Yang mana, masing-masing alur ini disesuaikan dengan kebutuhan kampus,” tegasnya.

Standard one merupakan proses pelaporan PDDIKTI yang dilakukan dengan melakukan proses pelaporan data pada perguruan tinggi yang dilakukan oleh satu orang dan sistem kampus tidak ada integrasinya. Sedangkan pada Network-base, merupakan proses melakukan pelaporan yang dilakukan oleh perguruan tinggi dengan sistem teamwork.

Yang terakhir adalah integrated, integrated merupakan proses pelaporan kampus yang sudah terintegrasi dengan baik. Bisa dikatakan bahwa menggunakan integrated tersebut kampus sudah memiliki sistem akademik yang kompatibel.

Timeline pendataan di Perguruan Tinggi

Agar mempermudah perguruan tinggi melakukan pendataan, maka bisa dilakukan dengan dua tahap, yaitu melalui Checkpoint 1 dan Checkpoint 2. Pada Checkpoint satu ini merupakan tahapan dimana dilakukan di awal perkuliahan. Maksimal dilakukan 2 bulan sejak perkuliahan dimulai. Sedangkan Checkpoint 2 dilakukan di akhir perkuliahan, yaitu maksimal dua bulan setelah perkuliahan selesai.

“Pada timeline pendataan ini, akan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu pada Checkpoint 1 dan Checkpoint 2. Kegiatan ini dilakukan terus menerus setiap semester. Jika pada semester ganjil, deadline nasionalnya jatuh pada tanggal 30 April. Sedangkan pada semester genap akan berakhir pada tanggal 30 Oktober,” terangnya saat BIMTEK online pada Kamis (18/03/2021) kemarin.

Apa saja yang perlu dilaporkan pada pelaporan ini?

Sesuai dengan timeline, tentunya pelaporan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Di dalam Checkpoint 1 akan dilakukan setting terhadap periode perkuliahan, data mahasiswa baru, data matakuliah dan kurikulum, data kelas dan dosen pengajar, data peserta kelas, hingga data status semester mahasiswa. Sedangkan pada Checkpoint 2 akan dilakukan pelaporan tentang data nilai mahasiswa, data mahasiswa yang lulus atau dropout, data aktivitas mahasiswa, dan kelengkapan data semester mahasiswa untuk IPS dan IPK.

Diungkapkan oleh Firin, sebagai pembicara kedua, bahwa langkah awal yang wajib dilakukan  dalam pelaporan PDDIKTI Feeder 4.0 adalah mengunduh aplikasi PDDIKTI Feeder. Anda bisa mengunduhnya melalui http://pddikti-admin.kemendikbud.go.id/ . Jangan lupa, pastikan Anda mengunduh aplikasi mulai dari versi 3.2 hingga versi 4.0.

“Agar proses pelaporan bisa berjalan dengan lancar, pastikan Anda sudah mengunduh seluruh aplikasi mulai dari versi 3.2 hingaa versi 4.0 melalui http://pddikti-admin.kemendikbud.go.id/. Setelah itu lakukan generate prefill untuk melakukan sinkronisasi data, “pungkas Firin.

Perlu diketahui juga, bahwa di dalam aplikasi PDDIKTI Feeder 4.0 ini rupanya sudah disesuaikan dengan program kelas merdeka. Ini akan memudahkan kampus untuk menjalankan program kampus merdeka di kampusnya. Sehingga, kampus akan dimudahkan dalam melakukan pendataan mahasiswanya yang mengikuti berbagai macam program dari Kampus merdeka ini. Jika data tersebut bisa di record dengan baik, maka kegiatan tersebut akan mudah dikonversikan dalam nilai

Artikel ini dimuat oleh Kumparan pada 20 Maret 2021 19:54.

Bagikan artikel ini

Komentar