Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Implementasi OBE di 33 Prodi IAIN Parepare: Dari Dokumen Kurikulum ke Pembelajaran yang Diukur
19 Oct 2026
07 Oct 2022
SEVIMA.COM – Gofeeder masih menjadi idola di perguruan tinggi, salah satunya STP-IPI Malang. Seluruh civitas akademika menyambut hangat penggunaan Gofeeder di kampus mereka. Seperti yang diceritakan oleh Vincent Darianto di bawah ini:
Gofeeder tidak lagi asing bagi sivitas akademika di STP-IPI Malang. Tendik, dosen, dan mahasiswa hampir setiap hari selama minggu-minggu efektif perkuliahan mengaksesnya. Layanan akademik maupun layanan keuangan hampir tidak bisa diatasi dengan Gofeeder. Fitur-fitur yang disematkan di dalamnya sangat lengkap dan user friendly . Oleh karena itu, urusan administrasi akademik dan keuangan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Itulah alasan kami bangga dan senang dapat menggunakan aplikasi Gofeeder yang luar biasa ini.
Apa yang luar biasa sehingga membuat kami senang dan bangga menggunakan Gofeeder? Umumnya kebanggaan dan kesenangan itu muncul ketika memiliki sesuatu yang sangat berharga. Apalagi kalau harganya sangat mahal dan mutunya terbaik, tentu akan kecewa bahkan dapat diperlihatkan kepada yang lain dengan senang hati.
Namun rupanya tidak menyukai Gofeeder. Aplikasi yang kami pakai ini sungguh tidak ber-“HARGA” (alias GRATISAN), tapi justru membuat kami sangat senang dan bangga. Gratisan tapi memuaskan? Itu di luar biasanya Gofeeder.
Bagi kampus swasta kecil seperti STP-IPI Malang, yang jumlah mahasiswanya tidak lebih dari 500 orang, punya siakad sendiri sepertinya mustahil. Siakad dianggap sebagai barang yang mahal yang harganya tidak terjangkau.
Saya pernah memimpikannya pada tahun 2011 lalu. Kemudian dapat diwujudkan dengan membeli suatu aplikasi siakad dengan harga Rp 3 Juta. Tapi rupanya tanpa dukungan dari programer -nya sehingga tidak bisa dipakai untuk jangka waktu yang lama.
Sistem kerjanya juga tidak bisa melibatkan banyak orang karena jumlah akunnya terbatas. Ternyata hanya untuk admin dan staf akademik. Karena tidak bisa terintegrasi dengan Feeder PDDIKTI, administrasi akademik tetap ribet dan tidak efektif serta efisien. Akhirnya kami tidak pakai lagi.
Kemudian kami beralih berlangganan aplikasi importer untuk menginput data secara massal dari file Excel ke Feeder PDDIKTI. Aplikasi ini sangat membantu memperlancar pelaporan data ke PDDIKTI. Namun tetap saja itu tidak efektif dan efisien karena pekerjaan hanya bisa dilakukan oleh operator dan ini melelahkan.
Karena tidak puas dengan beberapa aplikasi yang kami gunakan, kami terus mencoba aplikasi siakad yang lain. Bahkan hampir menandatangani kontrak dengan pengembang siakad yang menawarkan aplikasi dengan harga ratusan juta rupiah.
Syukurlah ketika browsing, pada tahun 2017, saya menemukan Sevima yang menawarkan Gofeeder sebagai siakad gratis untuk diuji coba. Saya langsung terkesima dengan fitur menarik yang ditawarkan.
Berbeda dengan feeder importer yang sebelumnya saya pakai, Gofeeder menawarkan sistem administrasi layaknya siakad dengan dukungan banyak aturan mulai admin akademik dan keuangan, dosen, hingga mahasiswa.
Pertama saya gunakan, menunya tidak banyak, tapi sangat mendukung pengelolaan administrasi akademik yang cepat, efektif, dan efisien. Bahkan aplikasi ini diklaim dapat terintegrasi dengan Feeder PDDIKTI dan dapat di- online -kan.
“Wow! Saya sampai heran! Kok bisa aplikasi ini menawarkan sederet fitur kaya manfaat tapi gratisan?”
Tanpa pikir panjang, tepat pada Senin, 2 Oktober 2017 pukul 09:21 WIB, saya mendaftarkan diri dan mengeksekusi instalasi Gofeeder. Menemukan Gofeeder ini seperti mendapat “durian runtuh”. Ditambah support system team Gofeeder yang tak tanggung-tanggung, yang cepat tanggap dan tuntas. Gofeeder sekali lagi luar biasa.
Namun, membangun sistem rupanya tidak menyesali telapak tangan. Ketika siakad Goofeeder sudah aktif, tidak semua pihak kooperatif. Dosen acuh tak acuh dengan implementasi siakad. Mereka tidak mau repot menginput nilai sendiri di SIAKAD.
Biasanya itu dikerjakan oleh operator. Fitur kelas akademik juga diabaikan karena dianggap menambah beban kerja dengan memasukkan rencana perkuliahan di siakad. Demikian juga dengan bagian keuangan yang tidak mau repot membuat data referensi dan tagihan di siakad. Masih banyak permasalahan lain yang menghambat implementasi Gofeeder ini.
Implementasi awal siakad Gofeeder memerlukan strategi jangka panjang agar dapat mengubah pola pikir civitas akademika terhadap Siakad. Tidak semua siap dan bisa menerima perubahan sistem. Hal ini karena mereka belum mengenal manfaatnya secara lebih mendalam. Oleh karena itu, kami menerapkan strategi sosialisasi secara bertahap.
Beruntungnya penerapan Gofeeder ini mendapat dukungan dari para Ketua. Bahkan ada alokasi anggaran khusus untuk kegiatan Bimtek Gofeeder bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Setiap pergantian semester dosen dan tenaga kependidikan pelatihan diberi untuk menggunakan siakad sampai pada praktik input dan laporan data akademik. Selain itu, beberapa kesempatan undangan pelatihan dari Sevima juga diikuti oleh Ketua STP-IPI Malang dan operator. Hal ini menambah keyakinan akan pentingnya optimalisasi penggunaan Siakad Gofeeder di lingkungan kampus.
Strategi saat ini untuk sosialisasi Gofeeder bagi mahasiswa adalah ketika kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru). Pada kesempatan ini, alokasi waktu yang diberikan oleh lembaga yang paling banyak adalah pengenalan Siakad Gofeeder dan LMS yang terintegrasi dengannya yaitu Edlink. Sosialisasi ini diberikan selama dua hari berturut-turut mulai jam 8-13 WIB.
Upaya ini bisa dikatakan efektif karena melatih para siswa secara menyeluruh mengenai setiap fitur yang ada di Gofeeder. Mahasiswa sangat antusias mengikuti pelatihan ini, terutama karena ini adalah sesuatu yang baru bagi mereka dan mencakup data milik mereka sendiri.
Sekarang tak terasa sudah lima tahun sekolah kami berjalan bersama dengan Gofeeder. Pengalaman jatuh bangun dalam mengimplementasikannya sekarang sudah menghasilkan banyak hasil dan manfaat. Pengelolaan akademik dan keuangan kami menjadi semakin baik, karena lebih partisipatif, kredibel, transparan.
Apalagi dipadukan dengan Edlink yang menjadi LMS yang sangat membantu dan bermanfaat terutama sejak adanya pandemi Covid 19 yang memaksa kami untuk menerapkan pembelajaran hybrid . Jika tanpa Gofeeder dan Edlink, bisa dibayangkan betapa beratnya beban yang harus ditanggung oleh admin akademik dan operator khususnya ketika harus menerapkan hybrid learning. Sekarang, berkat Gofeeder, pelaporan data beres, data akademik mudah diakses, operator pun hampir lupa dengan stres.
Gofeeder yang tak ber-“HARGA” (Gratis) menjadi rahmat ( Latin= Gratia ) bagi perguruan tinggi kecil yang tak mampu menjangkau siakad. Semoga Gofeeder semakin maju dan dapat menjangkau yang tak terjangkau…. #SevimaCommunity
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi