10 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar Executive Forum: Strategi Sukses Memimpin Kampus dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi di Jawa Dimulai.

Selengkapnya
Kontak Kami

Opini • 22 Feb 2024

Kurikulum OBE, Solusi Atasi Mismatch Lulusan dan Dunia Kerja

Erna SEVIMA

Oleh: Hidayatna Putri, Universitas Satya Terra Bhinneka

Sistem pendidikan di Indonesia, khususnya perguruan tinggi mengharapkan lulusan mendapat pengalaman di dalam dan luar kampus yang membantu peserta didik untuk menambah keterampilan yang kelak dapat digunakan dalam dunia kerja. Kendati demikian, sistem pembelajaran saat ini hanya berfokus pada what we teach, not what we learn sehingga ini menimbulkan semacam gap yang tidak sinkron dalam mencapai harapan tersebut.

Perguruan tinggi seharusnya menjalankan sistem pendidikan dengan penekanan pada membangun pengalaman belajar di setiap mata kuliah. Hal ini dirasa penting agar kebutuhan dunia kerja atas kompetensi lulusan bisa didapatkan. Dalam hal ini, perguruan tinggi adalah subjek yang diharapkan mampu merancang penilaian atas kemampuan yang dicapai peserta didik. Outcome Based Education (OBE) merupakan jawaban atas permasalahan ini karena kurikulum ini mengkolaborasikan pembelajaran dan asesmen.

Urgensi Penerapan sistem OBE di Indonesia

OBE sering kali disebut-sebut simple but powerfull. Pernyataan ini sangat mendasar karena kurikulum yang lebih terarah dan koheren akan menghasilkan lulusan yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Di Indonesia, OBE mulai diberlakukan di dalam kurikulum perguruan tinggi. Dengan adanya pembaharuan kurikulum ini, fokus utama perguruan tinggi adalah kemampuan apa yang dapat dikuasai peserta didik, bagaimana cara terbaik dalam membantu peserta didik mencapai kemampuan tersebut, bagaimana pengajar mengetahui apakah peserta didik telah mencapainya, dan apa yang harus dilakukan sebagai bentuk perbaikan jika kemampuan yang diharapkan tidak tercapai. Dengan kata lain, capaian pembelajaran lulusan adalah hal mutlak yang harus dicapai serta dapat diukur.

Di Indonesia saat ini, berbagai institusi pendidikan tinggi (universitas, institut, politeknik, sekolah tinggi, dan sejenis) mulai mengadopsi kurikulum ini dalam sistem pembelajaran. Kurikulum ini bagai angin segar dalam sejarah sistem pendidikan di Indonesia. Sebelumnya, perguruan tinggi di Indonesia telah lebih dahulu diperkenalkan dengan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indoensia (KKNI) dan aplikasinya sangat baik ditingkat pendidikan tinggi.

Namun kompetensi pada kurikulum KKNI lebih terstandarisasi sehingga dinilai kurang adaptif dalam mengikuti perkembangan zaman yang bergerak dengan sangat dinamis. Begitu pula dengan kebutuhan dunia kerja yang biasanya selaras dengan perkembangan dunia global, sehingga OBE adalah racikan pas untuk melengkapi ruang antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki populasi sebesar 273,8 juta sehingga rasio kesempatan kerja akan lebih ketat. Oleh karena itu, kebutuhan utama yang harus dimiliki peserta didik adalah pemahaman yang konstruktif dan kesesuaian pembelajaran yang terstruktur. Hal ini dimulai dari fokus pembelajaran dan desain pembelajaran yang jelas, partisipasi keterlibatan dalam pembelajaran, serta tersedianya kesempatan belajar. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut dioptimalisasi, maka kelak akan menciptakan match kompetensi.

Tantangan Penerapan OBE

Tantangan penerapan OBE sebenarnya berada di bagian internal perguruan tinggi. Peran yang dilakukan dalam penyusunan kurikulum OBE terbagi atas perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring dan evaluasi. Pada bagian perencanaan maka program studi di universitas di-challenge untuk membuat tim penyususn kurikulum, sementara bagian pelaksanaan akan menitikberatkan pada peran dosen pengampuh, serta bagian monitoring & evaluasi akan dijalankan oleh koordinator mata kuliah. Kerja sama ini yang membutuhkan tidak hanya edukasi namun juga keterampilan khusus. Bagian-bagian ini harus dapat memastikan bahwa materi yang dibuat dapat di capai dan diukur pada kegiatan belajar peserta didik. Pada akhirnya hubungan ini akan menghasilkan continuous improvement yang mendorong sistem pembelajaran lebih inovatif, kreatif, dan efektif.

Tags:

obe Sevima sevima platform

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

×