10 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar Executive Forum: Strategi Sukses Memimpin Kampus dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi di Jawa Dimulai.

Selengkapnya
Kontak Kami

Opini • 22 Feb 2024

Pendidikan Berbasis Capaian Pembelajaran

Erna SEVIMA

Penulis: Yahya Zahid Ismail, Ketua STIT Sunan Giri Trenggalek

Kurikulum Outcome Based Education (OBE). Pandemi Virus covid-19 telah mendorong terjadinya perubahan struktural yang sangat cepat baik di dunia kerja dan dunia pendidikan. Perubahan struktural tersebut di dunia kerja akan memunculkan revolusi industri 4.0 dan berdampak pada adanya perubahan struktural di dunia pendidikan. Revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan industri digital, teknologi kecerdasan buatan, dan big data mengakibatkan perubahan lanskap lapangan kerja, sehingga berdampak pada perubahan kurikulum dan metode pengajaran harus adaptif untuk mengejar perubahan progresif.

Ini termasuk penyesuaian kurikulum dan menginterogasikan keterampilan digital dalam proses pembelajaran. Dari situlah muncul istilah pendidikan masa depan yang berfokus pada apa yang diperlukan mahasiswa untuk menghadapi masa depan. Sedangkan apa yang paling diperlukan masa depan adalah pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai (values) untuk bisa terus belajar di masyarakat yang majemuk dan serta membentuk masa depan itu sendiri dalam dunia kerja.

Dengan adanya perubahan struktural tersebut di atas, pada awal tahun 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberlakukan kebijakan baru di bidang pendidikan tinggi melalui program “Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)”. Kebijakan MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru melalui beberapa kegiatan pembelajaran di luar program studinya, dengan harapan kelak pada gilirannya dapat menghasilkan lulusan yang siap untuk memenangkan tantangan kehidupan yang semakin kompleks di abad ke-21.

Harapan dari kebijakan kurikulum MBKM tersebut adalah sekiranya dapat menghasilkan Insan Indonesia yang beradab, berilmu, profesional, dan kompetitif di era industri 4.0 serta berkontribusi terhadap kesejahteraan kehidupan bangsa. Jadi, Kurikulum OBE adalah pendekatan dalam pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum berdasarkan SN-Dikti untuk dijadikan standar SKL/CPL.

Pendekatan Kurikulum OBE tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Outcome Based Curriculum (OBC), merupakan pendekatan pengembangan kurikulum yang didasarkan pada profil dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berupa pembentukan mata kuliah beserta bobot SKS-nya, peta kurikulum, desain pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk Rencana Pembelajaran Semester (RPS), mengembangkan bahan ajar, serta mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi. Sehingga, melalui OBC ini diharapkan adanya pengembangan kurikulum berdasarkan CPL.

2. Outcome Based Learning and Teaching (OBLT), merupakan pendekatan pelaksanaan kegiatan pembelajaran antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar yang mengacu pada pemilihan bentuk dan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan CPL. Bentuk pembelajaran tersebut termasuk juga metode pembelajaran di luar prodi atau kampus pada program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Sehingga, melalui OBLT ini diharapkan CPL akan tercapai.

3. Outcome Based Assessment and Evaluation(OBAE), pendekatan penilaian dan evaluasi yang dilakukan pada pencapaian CPL dalam rangka untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan. Penilaian dilakukan pada proses pembelajaran dan hasil pencapaian CPL. Demikian juga evaluasi kurikulum dilakukan pada pencapaian CPL Program Studi, dan hasilnya akan digunakan untuk perbaikan berkelanjutan.

Dampak, Peluang, Dan Tantangan Kurikulum OBE

Dampak dari kurikulum OBE, akan memunculkan urgensi PT menjadi ekonomi berbasis pengetahuan untuk menuju PT universal sebagai dampak digital pada lanskap lapangan kerja, sehingga SDM merupakan kunci tanpa batas dalam mobilisasi antara dosen dan mahasiswa. Sehingga muncul tren baru dalam PT, yaitu: belajar dari mana saja, kapan saja; terjangkau dan inklusif; tidak ada monopoli layanan PT; pembelajaran aktif; butuh keterampilan relevan; mengedepankan practicality (kebekerjaan pasca lulus); PT bukan sekedar transfer IPTEK, tapi juga inspirasi dan jejaring.

Peluang dari kurikulum OBE, menghasilkan lulusan dengan kemampuan pemenuhan nilai pengetahuan dan skill yang relevan dengan pengguna dan mampu menunjukkan kemampuan memecahkan masalah, social, proses, dan sistem adalah keterampilan yang akan paling dicari sebagai keterampilan inti di tempat kerja pada masa mendatang. Karena, kebanyakan pekerjaan akan mengalami perubahan dalam keterampilan. Sehingga, tingkat keterserapan lulusan PT di dunia kerja semakin tinggi.

Tantangan dari Kurikulum OBE

Indonesia memiliki skor menengah (medium) dalam penguasaan keterampilan digital dasar, misalnya: keterampilan komputer, koding dasar, membaca digital masih dipresentasi titik 60.6 % (Sumber: Executive Opinion Survey 2020 dalam Future Of Jobs Report 2020, World Economic Forum). Sedangkan pemerataan akses ke layanan pendidikan tinggi masih rendah, missal: partisipasi PT belum optimal (APK PT = 31,16% di 2022); walaupun ada tren membaik, kesenjangan partisipasi PT antar kelompok pengeluaran masih cukup besar (19,46% Q1 dan 51,33% Q5); kesenjangan partisipasi PT antar wilayah masih cukup besar (masih terdapat 15 provinsi yang di bawah rata-rata APK nasional); jumlah mahasiswa terdaftar PT keagamaan sebanyak 1.139.256 mahasiswa (12,67%) dari total mahasiswa aktif 8.992.907 (Sumber: Statistik Pendidikan Tinggi 2021); dosen berkualifikasi S3 masih terbatas (18,44% pada tahun 2021); pada Pendidikan Tinggi Keagamaan, proporsi dosen berkualifikasi S3 baru sebesar 24,23% (PTKN) dan 11,78% (PTKS); Akreditasi PT dan Prodi minimal B belum optimal (PT 21,75%; Prodi 53,74%); pada Pendidikan Tinggi Keagamaan PT berakreditasi minimal B/Baik Sekali sebanyak 63,95% (PTKN), 3,66% (PTKS); dan Prodi terakreditasi minimal B/Baik sekali sebanyak 55,83% (PTKN) dan 17,19% (PTKS), (Sumber: Pendidikan Tinggi 2021, PDDikti 2022).

Best Practice Kurikulum OBE di STIT Sunan Giri Trenggalek

Dalam tatanan implementasi kurikulum OBE yang STIT Sunan Giri Trenggalek lakukan adalah melalui kegiatan Integrasi Penelitian/PkM dalam Pembelajaran, ini merupakan salah satu bentuk usaha dosen dalam mengaplikasikan secara efektif antara Penelitian dan PkM dalam pembelajaran bidang studi yang diampu. Kegiatan ini juga termasuk bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh civitas akademika khususnya para tenaga pengajar (dosen).
Integrasi Penelitian dan PkM yang mengandung arti penyatuan antara hasil penelitian (Metode Membaca al-Qur’an al-Baghdadi) dengan Pengabdian Kepada Masyarakat (Efektivitas Metode Al-Baghdadi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi santri di Pondok Pesantren Modern Raden Paku Trenggalek). Hasil dari integrasi penelitian (Metode Membaca al-Qur’an al-Baghdadi) dengan Pengabdian Kepada Masyarakat (Efektivitas Metode Al-Baghdadi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi santri di Pondok Pesantren Modern Raden Paku Trenggalek) akan kami jadikan:

1) Referensi untuk membuat bahan ajar dan RPS yang dimasukkan sebagai pengembangan kurikulum pada proses pembelajaran khususnya materi Studi al-Qur’an;

2) Acuan matrikulasi matakuliah pada mahasiswa baru agar diperoleh output/lulusan yang sesuai dengan visi misi dan tujuan Prodi PGMI STIT Sunan Giri Trenggalek.

3) Sebagai sarana pembelajaran bagi dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang relevan secara efektif dan efisien dengan metode riset/model riset sederhana yang ada dalam penelitian/pengabdian dosen/mahasiswa tersebut.

Artikel ini sebelumnya telah terbit di Kumparan.com.

Tags:

kurikulum obe obe Sevima sevima platform

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

×