10 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar Executive Forum: Strategi Sukses Memimpin Kampus dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi di Jawa Dimulai.

Selengkapnya
Kontak Kami

Opini • 22 Feb 2024

Pendidikan Masa Depan: Menyambut Era OBE

Erna SEVIMA

Oleh: Deny Febrian, S.I.Kom., M.Med.Kom, Universitas Insan Cita Indonesia (UICI)

Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembentukan masa depan suatu bangsa. Dalam era yang terus berkembang dan berubah dengan cepat seperti sekarang, diperlukan pendekatan baru yang mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global. Salah satu metode terbaru yang patut dipertimbangkan adalah Outcome-Based Education (OBE) atau Pendidikan Berbasis Hasil. OBE adalah suatu pendekatan pendidikan yang menekankan pada hasil atau pencapaian yang diinginkan dari proses pembelajaran, bukan hanya fokus pada materi atau aktivitas belajar semata. Dalam OBE, tujuan pembelajaran diartikan sebagai kemampuan, pengetahuan dan sikap yang diharapkan dimiliki oleh mahasiswa setelah menyelesaikan suatu program atau kursus. Dengan kata lain, OBE menempatkan lulusan sebagai pusat dari perencanaan kurikulum. Penting untuk diakui bahwa OBE bukanlah tanpa kontroversi. Beberapa skeptis melihatnya sebagai pergeseran dari tradisi pendidikan konvensional. Namun, menurut pandangan penulis, OBE adalah langkah maju yang sangat diperlukan. Dengan memusatkan perhatian pada hasil konkret yang ingin dicapai, OBE memberikan landasan yang lebih kuat bagi pembelajaran yang bermakna.

Pendekatan Kurikulum berbasis OBE adalah tonggak penting dalam membawa pendidikan ke arah yang lebih progresif dan relevan terhadap kebutuhan zaman. Pentingnya OBE tergambar dari berbagai aspeknya. Pertama, OBE mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi masa depan yang tidak pasti dengan memungkinkan mereka memperoleh keterampilan yang relevan dan dapat disesuaikan dengan perkembangan terkini dalam teknologi dan dunia profesional. Selain itu, OBE juga memiliki peran penting dalam mengurangi ketimpangan pendidikan dengan memberikan pedoman yang jelas tentang apa yang diharapkan dari setiap mahasiswa. Hal ini meminimalkan ketidakpastian dan memastikan bahwa semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Di samping itu, OBE mendorong kemandirian belajar di kalangan mahasiswa. Mereka tidak hanya menjadi penerima pasif informasi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan memahami tujuan akhir yang ingin dicapai, mahasiswa belajar untuk mengatur waktu, mengelola sumber daya, dan mengevaluasi kemajuan mereka sendiri. Terakhir, OBE juga mencakup pengembangan karakter dan etika profesional sebagai bagian integral dari persiapan mahasiswa untuk dunia kerja. Ini memastikan bahwa lulusan tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang kuat, tetapi juga integritas dan komitmen terhadap standar profesional yang tinggi.

Adapun beberapa manfaat kurikulum berbasis OBE dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Relevansi dengan Kebutuhan Industri dan Masyarakat

Dengan berfokus pada hasil yang diinginkan, OBE memastikan bahwa lulusan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja. Ini mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Dalam era di mana teknologi dan kebutuhan industri berkembang begitu cepat, penting bagi mahasiswa ketika lulus dari kampus dengan berbekal keterampilan yang sesuai. OBE mencoba menangkap esensi ini dengan menetapkan standar yang jelas dan relevan.

2. Mendorong Kreativitas dan Inovasi

OBE memberi mahasiswa kebebasan untuk mengembangkan solusi kreatif terhadap masalah kompleks. OBE mendorong mahasiswa untuk berpikir di luar batas-batas buku teks, mereka belajar untuk berpikir kritis, analitis dan berinovasi. Hal ini juga diyakini akan dapat menjadi landasan bagi generasi inovator masa depan.

3. Pemahaman Mendalam

Dalam OBE, mahasiswa tidak hanya menguasai konsep-konsep dasar, tetapi juga memahami bagaimana mengaplikasikannya dalam situasi dunia nyata. Hal ini turut berkontribusi besar dalam membentuk mahasiswa menjadi pemikir yang lebih mendalam dan kritis.

4. Evaluasi Berbasis Kinerja

Penilaian dalam OBE dilakukan dengan mengamati kinerja mahasiswa dalam tugas dan proyek yang mencerminkan situasi nyata. Menilai mahasiswa berdasarkan kinerja aktual bukan hanya memungkinkan mereka untuk menunjukkan apa yang mereka tahu, tetapi juga bagaimana mereka menerapkan pengetahuan itu dalam konteks nyata. Hal ini memberi gambaran yang lebih akurat tentang kemampuan sebenarnya.

5. Mengembangkan Soft Skills

Selain keterampilan teknis, OBE juga menekankan pada pengembangan soft skills seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan dan bekerja sama dalam tim. Ini menjadi elemen penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk mencapai kesuksesan di dunia nyata.

Dalam hal pengadopsian dan pengimplementasian OBE, memerlukan proses yang terstruktur, keterlibatan kolaboratif serta dedikasi dari semua pihak terkait termasuk pendidik, pengembang kurikulum dan semua stakeholder pendidikan. Tahapan pertama dari implementasi OBE yang cukup krusial adalah menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas untuk setiap program studi. Proses ini melibatkan identifikasi keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diinginkan dari lulusan. Selanjutnya, kurikulum harus dirancang secara hati-hati untuk mencapai tujuan-tujuan ini melalui metode pengajaran yang inovatif dan relevan. Dalam pelaksanaannya, peran pendidik menjadi kunci dalam suksesnya pendekatan OBE. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran. Pendidik memiliki tanggung jawab untuk memotivasi mahasiswa agar dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berkolaborasi dan beradaptasi dengan perubahan yang terus-menerus terjadi di dunia saat ini. Selain itu, mereka harus cermat dalam mengidentifikasi kebutuhan individu setiap mahasiswa dan memberikan dukungan yang sesuai.

Tak hanya itu, evaluasi juga mengalami perubahan signifikan dalam pendekatan OBE. Penilaian tidak lagi terbatas pada ujian tertulis, tetapi juga melibatkan proyek, presentasi, dan portofolio mahasiswa. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih holistik tentang kemampuan mahasiswa dan memberi mereka kesempatan untuk mendemonstrasikan pencapaian mereka secara nyata.

Dengan implementasi yang tepat serta penerapan OBE secara komprehensif, Outcome-Based Education akan membawa manfaat yang luar biasa bagi pendidikan masa depan. Dengan menggeser fokus dari pemberian informasi ke pengembangan keterampilan dan pemahaman mendalam, OBE membantu menciptakan generasi lulusan yang siap menghadapi tantangan global dengan percaya diri dan keterampilan yang diperlukan. Pendidikan berbasis OBE adalah salah satu kunci menuju masa depan pendidikan yang lebih baik dan lebih inklusif. semoga pendidikan akan menjadi alat yang lebih kuat dalam membentuk masa depan yang cerah dan berdaya saing tinggi bagi generasi mendatang.

Artikel ini sebelumnya telah terbit di Kumparan.com.

Tags:

kurikulum obe obe Sevima sevima platform

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami

×