Info Sentra Vidya Utama

Universitas Djuanda Bogor (UNIDA) Gandeng SEVIMA, Beri Sosialisasi dan Penguatan MBKM

SEVIMA.COM – Guna mempersiapkan implementasi dan penguatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di kampus Universitas Djuanda Bogor (UNIDA) mengundang PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA) sebagai konsultan yang memaparkan strategi implementasi dan administrasi MBKM.  

Dr. Ir. Ristika Handarini, MP, selaku Wakil Rektor III, mengungkapkan tujuan implementasi MBKM dalam RPS ini sangat penting bagi para dosen. Mengingat RPS sangat membantu dosen dalam melakukan perencanaan pembelajaran di setiap kegiatan belajar mengajar.

Pemaparan kebijakan pembahasan seputar MBKM dalam RPS mata kuliah dirangkum dalam Workshop MBKM di Universitas Djuanda, Bogor. Assoc. Prof. Wahyudi Agustiono, selaku perwakilan SEVIMA, berbagi informasi mengenai kebijakan MBKM ke dalam kurikulum RPS pendidikan tinggi. 

Menurut Prof. Wahyudi, kondisi sumber daya manusia di Indonesia saat ini tidak koheren. Artinya capaian output yang dihasilkan dari perguruan tinggi tidak merata. Banyak mata pelajaran yang diajarkan tersebut tidak terintegrasi. Sehingga pelajar dituntut untuk mempelajari semua mata pelajar yang tidak spesifik. 

“Di negara-negara yang sudah berkembang, pelajar diberi kesempatan untuk memilih mata pelajaran yang disukai. Sehingga skill yang dimiliki bisa terasah dengan sempurna,” ujar Prof. Wahyudi yang juga seorang dosen itu. 

Melalui program MBKM ini, para mahasiswa bisa mengasah kemampuan di luar mata kuliah. Sehingga kualitas sumber daya manusia bisa ditingkatkan. Alhasil mahasiswa tidak perlu lagi bingung mencari pelatihan tambahan ketika lulus. 

Kebijakan pada program MBKM 

Program MBKM saat ini merupakan sebuah program yang diberikan kepada mahasiswa selama tiga semester di luar program studi. Ini bertujuan agar mahasiswa bisa memiliki kesempatan belajar di luar kampus. Mulai dari Dunia Dagang Dunia Industri (DUDI) hingga lingkup masyarakat. 

“Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi pengalaman mereka di luar kampus. Harapannya kemampuan mahasiswa bisa terasah dengan baik setelah melalui program tersebut,” jelasnya.

Implementasi kurikulum MBKM

  • Membuat Pembeda program studi

Agar kurikulum MBKM bisa tersampaikan dengan baik, kampus seyogyanya membuat sebuah patokan pembeda dengan jurusan lain dalam menciptakan kurikulum MBKM tersebut. Salah satu pembeda tersebut bisa digunakan untuk menarik spefisikasi bidang keahlian di jurusan tersebut. 

Prof. Wahyudi menyebutkan bahwa di kampusnya mengajar memiliki jurusan Sistem Informasi. Namun agar lebih spesifik jurusan di sana diberikan spesifikasi tentang penerapan IT di bidang pertanian ladang dan garam. Hal seperti inilah yang membuat mahasiswa bisa lebih siap terjun di lingkungan masyarakat. 

  • Membuat muatan dalam kurikulum yang memadai

Muatan yang tercantum dalam kurikulum juga sangat penting untuk membuat program studi MBKM ini. Ini sangat penting untuk kampus saat melakukan penilaian akreditasi.

  • Memperhatikan kurikulum yang digunakan di MBKM

Untuk mendapatkan kurikulum yang bermutu, pihak perguruan tinggi bisa menggunakan Outcomes Based Education (OBE). Tujuannya sebagai standar penjaminan mutu pendidikan tinggi dikelas internal, nasional hingga internasional. OBE ini sangat penting untuk melancarkan program kurikulum di pendidikan tinggi. 

  • Melakukan konversi kegiatan MBKM

Konversi kegiatan MBKM ini bertujuan untuk melakukan konversi mata kuliah yang sudah diikuti mahasiswa. Konversi yang dilakukan adalah konversi CPL di dalam mata kuliah. 

Agar proses pelaksanaan MBKM di perguruan tinggi bisa terserap dengan maksimal, perguruan tinggi bisa menggunakan landasan OBE dalam penyusunan kurikulum. Sehingga kampus bisa mengerti bagaimana outcome dan output yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.

“OBE dinilai mampu memenuhi capaian pembelajaran (CPL). sehingga aktivitas belajar bisa terpenuhi dengan baik. Terutama CP pada perguruan tinggi,” tutupnya. 

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar