Enam Lulusan Raih Beasiswa SEMESTA Tech Career Academy 2026, Kuliah S1 di BINUS Sambil Bekerja di SEVIMA
29 Oct 2026
21 Apr 2022
SEVIMA.COM- Penelitian deskriptif bisa disebut salah satu penelitian yang kerap kali dipilih oleh para peneliti. Proses penelitian ini biasanya sering dipakai oleh mahasiswa maupun dosen. Tak hanya itu, penelitian deskriptif ini juga sangat cocok digunakan oleh siapa saja yang memiliki profesi peneliti.
Kegiatan penelitian adalah hal penting yang membantu memajukan teknologi dan ilmu pengetahuan. Sehingga pemerintah dari setiap negara termasuk juga Indonesia selalu mendorong para ilmuwan dan peneliti untuk melakukan penelitian. Dosen Kalangan justru memiliki kewajiban untuk melakukannya.
Supaya kegiatan penelitian ini berjalan lancar dan memudahkan proses untuk mendapatkan hasil yang sesuai atau akurat. Maka metode penelitian yang digunakan harus tepat dan tentunya sesuai. Diantara sekian jenis metode, metode deskriptif juga cukup banyak digunakan. Kenapa? Berikut rangkumannya.
Penelitian deskriptif merupakan suatu metode penelitian yang menggambarkan karakteristik populasi atau fenomena yang sedang diteliti. Sehingga metode penelitian satu ini fokus utamanya adalah menjelaskan objek penelitiannya. Sehingga menjawab apa peristiwa atau fenomena apa yang terjadi.
Metode penelitian ini kemudian berbeda dengan metode lain yang cenderung lebih fokus pada pembahasan mengapa suatu peristiwa atau fenomena terjadi. Dimana peristiwa dan fenomena yang terkandung di dalamnya adalah objek penelitian. Hasil penelitiannya tentu saja akan menggambarkan objek penelitian dengan detail.
Masih bingung untuk memahaminya? Mungkin bisa lebih jelas sedikit dengan memberikan pendapat para ahli mengenai definisi atau pengertian dari metode penelitian tersebut. Beberapa di antaranya adalah:
Definisi pertama disampaikan oleh Etna Widodo Muchtar (2000) yang menyampaikan bahwa penelitian dengan metode deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan untuk memperjelas gejala-gejala sosial melalui berbagai variabel penelitian yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain.
Etna juga menambahkan, bahwa dalam penelitian yang dilakukan secara deskriptif pihak peneliti tidak perlu menyusun hipotesis. Mengapa? Alasan kegiatan penelitian yang dilakukan untuk proses pengujian dan penulisan hasilnya baru dilakukan setelah terjun langsung di lapangan.
Pendapat berikutnya datang dari Hidayat (2010) yang menjelaskan bahwa penelitian metode deskriptif adalah sebuah penelitian yang lebih luas dalam penggunaan data-datanya. Maksud “luas” dalam hal ini artinya lebih condong pada analisa yang panjang dari ujung awal sampai akhir.
Peneliti yang memutuskan untuk melakukan penelitian dengan metode deskriptif kemudian dituntut memiliki komitmen yang kuat. Yakni dari segi teori maupun ketika sudah terjun langsung di lapangan. Sebab seperti yang dijelaskan di awal, menurut Hidayat metode penelitian ini memerlukan analisa yang panjang.
Punaji juga menyampaikan pendapatnya dalam mendefinisikan metode deskriptif. Menurutnya penelitian metode deskriptif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan secara spesifik peristiwa sosial dan alam. Penjelasan secara spesifik ini kemudian membuat penjelasan hasil penelitian lebih kompleks.
Data dalam metode deskriptif ini lebih bervariasi, yakni bisa berupa angka dan juga bisa dalam berupa kata-kata. Sehingga jenis data yang digunakan bisa memakai angka yang umum digunakan dalam penelitian kuantitatif dan kata-kata pada penelitian kualitatif.
Melalui bukunya, Sukmadinata (2006) menjelaskan bahwa definisi penelitian dengan metode deskriptif adalah karakteristik penelitian yang mengungkapkan secara spesifik berbagai fenomena sosial dan alam yang ada dalam kehidupan masyarakat.
Kata spesifik dalam definisinya, dimaksudkan untuk menyebutkan pada aspek hubungan, dampak, dan penyelesaian dari kegiatan penelitian. Sehingga peneliti bisa memilih salah satu untuk dijadikan fokus dan kemudian dijelaskan secara spesifik dalam laporan penelitian.
Selanjutnya ada pendapat dari Sugiyono yang menyatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan penelitian dengan metode untuk menggambarkan suatu hasil penelitian. Namun oleh SUgiyono juga dijelaskan, bahwa penggambaran ini tidak digunakan untuk menyusun kesimpulan penelitian secara umum.
Sedangkan jika melihat definisi penelitian deskriptif dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) maka perlu mengartikan dua kata, yaitu kata “penelitian” dan kata “deskriptif”.
Sesuai KBBI, kata penelitian diartikan sebagai kegiatan pengumpulan, analisis, dan juga penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu permasalahan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.
Sedangkan kata deskriptif sendiri di dalam KBBI diartikan sebagai memiliki sifat deskripsi dan menggambarkan apa adanya. Sehingga ketika digabungkan maka metode deskriptif dalam penelitian bisa diartikan sebagai metode penelitian yang dilakukan dengan cara menggambarkan objek penelitian apa adanya.
Sebagai bentuk penelitian yang tujuan utamanya adalah menjelaskan dan menggambarkan suatu fenomena atau peristiwa dengan teliti. Maka metode deskriptif dalam kegiatan penelitian kemudian memiliki sejumlah kriteria. Kriteria tersebut antara lain:
Kriteria pertama adalah mengenai masalah penelitian yang tentu menjadi topik dalam penelitian tersebut dimana wajib layak untuk diangkat. Sehingga peneliti dalam menggunakan metode penelitian ini tidak bisa asal dalam memilih atau merumuskan masalah penelitian.
Perlu dikaji dulu apakah rumusan masalah tersebut memang layak untuk diangkat atau tidak. Selain itu merumuskan masalah tersebut juga mengandung nilai ilmiah. Sehingga tidak semua topik nantinya bisa diangkat menjadi penelitian yang bersifat deskriptif. Sebabnya bisa jadi topik tertentu menyulitkan peneliti untuk menjelaskannya.
Dalam setiap kegiatan penelitian maka dijamin akan dirumuskan tujuan penelitian. Khusus untuk penelitian yang dilakukan dengan metode deskriptif nantinya tidak boleh terlalu luas. Perlu dipersempit dan sangat spesifik, sehingga isi laporan penelitian lebih fokus.
Hal ini lumrah, karena penelitian dengan metode deskriptif akan menggambarkan dan menjelaskan objek penelitian dengan detail. Jika tujuan penelitiannya kurang spesifik atau terlalu luas. Tentu saja penjelasan ini akan terlalu banyak, dan ada kemungkinan pembahasannya menjadi terlalu luas dan tidak terfokus.
Sama seperti penelitian dengan metode lainnya, penelitian deskriptif juga memiliki kriteria bahwa data yang digunakan merupakan fakta. Jadi, meskipun penelitian ini menggambarkan objek penelitian tentu tidak bisa hanya didasarkan pada apa yang disampaikan referensi, baik itu buku, video, maupun referensi bentuk lainnya.
Peneliti harus terjun langsung di lapangan, untuk melihat sendiri dan mencatat sendiri data-data penelitian. Sehingga benar-benar sesuai dengan fakta dan kemudian memudahkan peneliti untuk menuangkannya dalam laporan penelitian yang mendetail. Sebab paham betul data penelitian dan bisa dijelaskan dengan bahasa sendiri.
Penelitian dengan metode deskriptif tentunya akan memiliki standar yang digunakan sebagai pembanding. Standar pembanding ini kemudian penting untuk memiliki validasi, sehingga jelas dan tentunya tidak mengandung unsur opini melainkan fakta.
Penelitian dengan metode deskriptif kemudian juga mewajibkan mencantumkan tempat dan waktu penelitian dengan jelas. Sehingga ada kewajiban mencantumkan keterangan waktu, tidak hanya lokasi atau tempat penelitian. serupa yang dilakukan pada penelitian dengan metode lain.
Berhubung peneliti menggunakan metode deskriptif maka hasil penelitian atau laporan hasil penelitian perlu dijelaskan secara mendetail. Objek penelitian kemudian dijelaskan atau dijelaskan secara lengkap, selengkap mungkin dan sejelas mungkin. Sehingga pembaca hasil penelitian juga memiliki gambaran terhadap objek penelitian.
Selain kriteria, penelitian deskriptif juga memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dengan metode penelitian lainnya. Adapun ciri-ciri yang dimiliki metode penelitian ini antara lain:
Ciri-ciri yang pertama adalah mengenai variabel utama dalam metode penelitian yang kemudian dideskripsikan secara mendetail. Sehingga peneliti yang menggunakan metode ini perlu mendeskripsikan mengenai umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, dan variabel utama lainnya dengan rinci.
Ciri berikutnya adalah memiliki hubungan sebab akibat yang kemudian oleh peneliti disajikan secara mendetail.
Penelitian dengan metode deskriptif kemudian menyajikan hasil penelitian dengan data yang sesuai dengan fakta. Sehingga data ini murni diperoleh langsung dari lapangan (lokasi penelitian). Kemudian oleh peneliti dikembangkan untuk bisa dijelaskan sejelas dan sedetail mungkin.
Penelitian secara deskriptif kemudian menentukan waktu tertentu untuk melakukan pengamatan. Mengapa data dari metode penelitian ini penting untuk dikumpulkan pada periode tertentu. Sebab suatu fenomena kadang-kadang akan lebih mudah diamati pada jangka waktu tertentu dan tentunya untuk memastikan hasil penelitian yang akurat.
Pada penelitian dengan metode deskriptif, maka wilayah dimana ditentukan sebagai lokasi penelitian yang sifatnya fleksibel. Jadi peneliti bisa membatasi lokasi penelitian hanya pada satu desa, satu kecamatan saja, dan sebagainya. Selain itu juga bisa lebih luas misal di satu negara.
Penelitian sederhana dengan metode deskriptif memiliki tujuan untuk dapat menggambarkan suatu fenomena sosial sebagai objek penelitian. Sehingga contoh dari metode penelitian ini beragam sebagaimana beragamnya fenomena sosial yang ada di sekitar kita.
Karakter khas dari penelitian dengan metode penelitian ini dimulai dengan pertanyaan “apa”. Adapun beberapa contohnya adalah:
Sama dengan metode penelitian lain, penelitian deskriptif juga akan disusun menjadi laporan. Sehingga ketika kamu meneliti dengan metode ini wajib tahu bagaimana tata cara menuliskannya menjadi laporan penelitian yang baik dan benar. Sebagai bahan referensi, berikut detail panduannya:
Pada saat memilih metode deskriptif untuk penelitian yang dilakukan maka akan menampilkan beberapa pilihan metode lagi. Metode ini berhubungan dengan proses pengambilan atau analisis dan pengorganisasian data penelitian. Metode yang beragam ini dapat dipilih salah satunya, dan adapun beberapa metode yang dimaksud adalah:
Metode pertama adalah metode survei dimana peneliti akan berinteraksi langsung dengan subjek penelitian atau subjek uji. Misalnya dengan menggunakan teknik kuesioner yang wajib diisi subjek dan juga melakukan jajak pendapat.
Metode kedua adalah metode kesinambungan, yang merupakan metode penelitian deskriptif dengan melakukan observasi dan pengumpulan data secara berkelanjutan atau terus menerus. Sehingga data penelitian bersifat lebih detail dan menyeluruh.
Berikutnya adalah metode studi kasus dimana penelitian dilakukan dengan cara fokus pada suatu objek penelitian. Pada metode ini peneliti bisa saja terlibat langsung maupun tidak langsung dengan subjek uji.
Dalam metode deskriptif juga terdapat proses pengumpulan data dengan metode analisis pekerjaan dan aktivitas. Sehingga peneliti akan melakukan pengkajian terhadap pekerjaan dan aktivitas dari subjek uji. Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas dan pekerjaan manusia secara rinci.
Merupakan metode dari penelitian secara deskriptif yang fokus utamanya adalah bertujuan meningkatkan mutu dan bisa juga bertujuan untuk memecahkan suatu masalah.
Sedangkan untuk metode penelitian perpustakaan adalah metode pengumpulan dan analisis data dengan cara melakukan observasi terhadap hasil tulisan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti atau berhubungan dengan objek penelitian.
Metode berikutnya dalam penelitian deskriptif adalah metode penelitian komparatif. Sesuai dengan namanya, pada metode ini peneliti akan melakukan perbandingan dari setiap data yang diperoleh di lapangan.
Penelitian secara deskriptif sudah tentu ibarat tidak ada gading yang tak diambil ulang, memang di beberapa sisi tampak sempurna untuk dipilih. Namun di sisi lain metode penelitian satu ini juga memiliki kekurangan. Dua hal ini tentu wajib diketahui dan dipahami untuk menimbang apakah metode ini tepat untuk digunakan atau perlu beralih ke metode lainnya.
Secara umum penelitian secara deskriptif memiliki kelebihan yang cukup beragam dan menarik, seperti:
sama dengan yang dijelaskan sekilas tadi, bahwa penelitian dengan metode deskriptif juga mempunyai kekurangan. Antara lain:
Sebenarnya penelitian deskriptif sama seperti metode penelitian lain, tetap mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sehingga sebagai peneliti kamu harus berhati-hati dalam menentukan metode terbaik sesuai karakter topik dan tingkat kesulitannya.
Artikel ini dilansir dan disandur dari duniadosen.com
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi