Kontak Kami

Mahasiswa & Calon Mahasiswa

Pengertian Penelitian Deskriptif, Karakter, Ciri-Ciri dan Contohnya

21 Apr 2022

SEVIMA.COM- Penelitian deskriptif bisa disebut salah satu penelitian yang kerap kali dipilih oleh para peneliti. Proses penelitian ini biasanya sering dipakai oleh mahasiswa maupun dosen. Tak hanya itu, penelitian deskriptif ini juga sangat cocok digunakan oleh siapa saja yang memiliki profesi peneliti. 

Kegiatan penelitian adalah hal penting yang membantu memajukan teknologi dan ilmu pengetahuan. Sehingga pemerintah dari setiap negara termasuk juga Indonesia selalu mendorong para ilmuwan dan peneliti untuk melakukan penelitian. Dosen Kalangan justru memiliki kewajiban untuk melakukannya. 

Supaya kegiatan penelitian ini berjalan lancar dan memudahkan proses untuk mendapatkan hasil yang sesuai atau akurat. Maka metode penelitian yang digunakan harus tepat dan tentunya sesuai. Diantara sekian jenis metode, metode deskriptif juga cukup banyak digunakan. Kenapa? Berikut rangkumannya. 

Pemahaman Penelitian Deskriptif 

Penelitian deskriptif  merupakan suatu metode penelitian yang menggambarkan karakteristik populasi atau fenomena yang sedang diteliti. Sehingga metode penelitian satu ini fokus utamanya adalah menjelaskan objek penelitiannya. Sehingga menjawab apa peristiwa atau fenomena apa yang terjadi. 

Metode penelitian ini kemudian berbeda dengan metode lain yang cenderung lebih fokus pada pembahasan mengapa suatu peristiwa atau fenomena terjadi. Dimana peristiwa dan fenomena yang terkandung di dalamnya adalah objek penelitian. Hasil penelitiannya tentu saja akan menggambarkan objek penelitian dengan detail. 

Masih bingung untuk memahaminya? Mungkin bisa lebih jelas sedikit dengan memberikan pendapat para ahli mengenai definisi atau pengertian dari metode penelitian tersebut. Beberapa di antaranya adalah: 

1. Etna Widodo Muchtar 

Definisi pertama disampaikan oleh Etna Widodo Muchtar (2000) yang menyampaikan bahwa penelitian dengan metode deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan untuk memperjelas gejala-gejala sosial melalui berbagai variabel penelitian yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain. 

Etna juga menambahkan, bahwa dalam penelitian yang dilakukan secara deskriptif pihak peneliti tidak perlu menyusun hipotesis. Mengapa? Alasan kegiatan penelitian yang dilakukan untuk proses pengujian dan penulisan hasilnya baru dilakukan setelah terjun langsung di lapangan. 

2. Hidayat 

Pendapat berikutnya datang dari Hidayat (2010) yang menjelaskan bahwa penelitian metode deskriptif adalah sebuah penelitian yang lebih luas dalam penggunaan data-datanya. Maksud “luas” dalam hal ini artinya lebih condong pada analisa yang panjang dari ujung awal sampai akhir.

Peneliti yang memutuskan untuk melakukan penelitian dengan metode deskriptif kemudian dituntut memiliki komitmen yang kuat. Yakni dari segi teori maupun ketika sudah terjun langsung di lapangan. Sebab seperti yang dijelaskan di awal, menurut Hidayat metode penelitian ini memerlukan analisa yang panjang. 

3. Punaji 

Punaji juga menyampaikan pendapatnya dalam mendefinisikan metode deskriptif. Menurutnya penelitian metode deskriptif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan secara spesifik peristiwa sosial dan alam. Penjelasan secara spesifik ini kemudian membuat penjelasan hasil penelitian lebih kompleks. 

Data dalam metode deskriptif ini lebih bervariasi, yakni bisa berupa angka dan juga bisa dalam berupa kata-kata. Sehingga jenis data yang digunakan bisa memakai angka yang umum digunakan dalam penelitian kuantitatif dan kata-kata pada penelitian kualitatif. 

4. Sukmadinata 

Melalui bukunya, Sukmadinata (2006) menjelaskan bahwa definisi penelitian dengan metode deskriptif adalah karakteristik penelitian yang mengungkapkan secara spesifik berbagai fenomena sosial dan alam yang ada dalam kehidupan masyarakat. 

Kata spesifik dalam definisinya, dimaksudkan untuk menyebutkan pada aspek hubungan, dampak, dan penyelesaian dari kegiatan penelitian. Sehingga peneliti bisa memilih salah satu untuk dijadikan fokus dan kemudian dijelaskan secara spesifik dalam laporan penelitian. 

5. Sugiyono 

Selanjutnya ada pendapat dari Sugiyono yang menyatakan bahwa  penelitian deskriptif  merupakan penelitian dengan metode untuk menggambarkan suatu hasil penelitian. Namun oleh SUgiyono juga dijelaskan, bahwa penggambaran ini tidak digunakan untuk menyusun kesimpulan penelitian secara umum. 

Sedangkan jika melihat definisi  penelitian deskriptif  dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) maka perlu mengartikan dua kata, yaitu kata “penelitian” dan kata “deskriptif”. 

Sesuai KBBI, kata penelitian diartikan sebagai kegiatan pengumpulan, analisis, dan juga penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu permasalahan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum. 

Sedangkan kata deskriptif sendiri di dalam KBBI diartikan sebagai memiliki sifat deskripsi dan menggambarkan apa adanya. Sehingga ketika digabungkan maka metode deskriptif dalam penelitian bisa diartikan sebagai metode penelitian yang dilakukan dengan cara menggambarkan objek penelitian apa adanya. 

Kriteria Penelitian Deskriptif

Sebagai bentuk penelitian yang tujuan utamanya adalah menjelaskan dan menggambarkan suatu fenomena atau peristiwa dengan teliti. Maka metode deskriptif dalam kegiatan penelitian kemudian memiliki sejumlah kriteria. Kriteria tersebut antara lain: 

1. Masalah yang Dirumuskan Harus Layak

Kriteria pertama adalah mengenai masalah penelitian yang tentu menjadi topik dalam penelitian tersebut dimana wajib layak untuk diangkat. Sehingga peneliti dalam menggunakan metode penelitian ini tidak bisa asal dalam memilih atau merumuskan masalah penelitian. 

Perlu dikaji dulu apakah rumusan masalah tersebut memang layak untuk diangkat atau tidak. Selain itu merumuskan masalah tersebut juga mengandung nilai ilmiah. Sehingga tidak semua topik nantinya bisa diangkat menjadi penelitian yang bersifat deskriptif. Sebabnya bisa jadi topik tertentu menyulitkan peneliti untuk menjelaskannya. 

2. Tujuan Penelitian Tidak Boleh Terlalu Luas 

Dalam setiap kegiatan penelitian maka dijamin akan dirumuskan tujuan penelitian. Khusus untuk penelitian yang dilakukan dengan metode deskriptif nantinya tidak boleh terlalu luas. Perlu dipersempit dan sangat spesifik, sehingga isi laporan penelitian lebih fokus. 

Hal ini lumrah, karena penelitian dengan metode deskriptif akan menggambarkan dan menjelaskan objek penelitian dengan detail. Jika tujuan penelitiannya kurang spesifik atau terlalu luas. Tentu saja penjelasan ini akan terlalu banyak, dan ada kemungkinan pembahasannya menjadi terlalu luas dan tidak terfokus. 

3. Data Merupakan Fakta 

Sama seperti penelitian dengan metode lainnya,  penelitian deskriptif  juga memiliki kriteria bahwa data yang digunakan merupakan fakta. Jadi, meskipun penelitian ini menggambarkan objek penelitian tentu tidak bisa hanya didasarkan pada apa yang disampaikan referensi, baik itu buku, video, maupun referensi bentuk lainnya. 

Peneliti harus terjun langsung di lapangan, untuk melihat sendiri dan mencatat sendiri data-data penelitian. Sehingga benar-benar sesuai dengan fakta dan kemudian memudahkan peneliti untuk menuangkannya dalam laporan penelitian yang mendetail. Sebab paham betul data penelitian dan bisa dijelaskan dengan bahasa sendiri. 

4. Pembanding Harus Memiliki Validasi 

Penelitian dengan metode deskriptif tentunya akan memiliki standar yang digunakan sebagai pembanding. Standar pembanding ini kemudian penting untuk memiliki validasi, sehingga jelas dan tentunya tidak mengandung unsur opini melainkan fakta. 

5. Tempat dan Waktu Penelitian Jelas 

Penelitian dengan metode deskriptif kemudian juga mewajibkan mencantumkan tempat dan waktu penelitian dengan jelas. Sehingga ada kewajiban mencantumkan keterangan waktu, tidak hanya lokasi atau tempat penelitian. serupa yang dilakukan pada penelitian dengan metode lain. 

6. Hasil Penelitian Dijelaskan Mendetail 

Berhubung peneliti menggunakan metode deskriptif maka hasil penelitian atau laporan hasil penelitian perlu dijelaskan secara mendetail. Objek penelitian kemudian dijelaskan atau dijelaskan secara lengkap, selengkap mungkin dan sejelas mungkin. Sehingga pembaca hasil penelitian juga memiliki gambaran terhadap objek penelitian. 

 

Ciri Penelitian Deskriptif 

Selain kriteria,  penelitian deskriptif  juga memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dengan metode penelitian lainnya. Adapun ciri-ciri yang dimiliki metode penelitian ini antara lain: 

1. Mendeskripsikan Variabel 

Ciri-ciri yang pertama adalah mengenai variabel utama dalam metode penelitian yang kemudian dideskripsikan secara mendetail. Sehingga peneliti yang menggunakan metode ini perlu mendeskripsikan mengenai umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, dan variabel utama lainnya dengan rinci. 

2. Terdapat Hubungan Sebab Akibat 

Ciri berikutnya adalah memiliki hubungan sebab akibat yang kemudian oleh peneliti disajikan secara mendetail. 

3. Hasil Penelitian Disajikan Sesuai Data 

Penelitian dengan metode deskriptif kemudian menyajikan hasil penelitian dengan data yang sesuai dengan fakta. Sehingga data ini murni diperoleh langsung dari lapangan (lokasi penelitian). Kemudian oleh peneliti dikembangkan untuk bisa dijelaskan sejelas dan sedetail mungkin. 

4. Data Dikumpulkan pada Periode Tertentu 

Penelitian secara deskriptif kemudian menentukan waktu tertentu untuk melakukan pengamatan. Mengapa data dari metode penelitian ini penting untuk dikumpulkan pada periode tertentu. Sebab suatu fenomena kadang-kadang akan lebih mudah diamati pada jangka waktu tertentu dan tentunya untuk memastikan hasil penelitian yang akurat. 

5. Wilayah Penelitian Fleksibel 

Pada penelitian dengan metode deskriptif, maka wilayah dimana ditentukan sebagai lokasi penelitian yang sifatnya fleksibel. Jadi peneliti bisa membatasi lokasi penelitian hanya pada satu desa, satu kecamatan saja, dan sebagainya. Selain itu juga bisa lebih luas misal di satu negara. 

 

Contoh Penelitian Deskriptif

Penelitian sederhana dengan metode deskriptif memiliki tujuan untuk dapat menggambarkan suatu fenomena sosial sebagai objek penelitian. Sehingga contoh dari metode penelitian ini beragam sebagaimana beragamnya fenomena sosial yang ada di sekitar kita. 

Karakter khas dari penelitian dengan metode penelitian ini dimulai dengan pertanyaan “apa”. Adapun beberapa contohnya adalah: 

  1. Apa yang memotivasi A (informan) untuk memutuskan bergabung dengan komunitas B? 
  2. Apa yang menjadi motivasi anak muda di era sekarang untuk melakukan perjalanan sampai keluar kota dan keluar negeri? 
  3. Apa yang menjadi faktor pendorong munculnya wirausaha di kalangan pelajar dan pelajar? 
  4. Apa yang menjadi faktor penentu ketika seseorang memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian? 
  5. Apa kira-kira dampak sosial teknologi nuklir di Indonesia? 
  6. Apa yang bisa membantu masyarakat tetap tenang di masa pandemi? 
  7. Apa yang dilakukan masyarakat yang terdampak pandemi dari bidang ekonomi? 
  8. Apa saja upaya yang dilakukan pemerintah untuk meminimalkan dampak pandemi? 
  9. Apa saja dampak sosial dari penerapan kebijakan  bekerja dari rumah ? 
  10. Apa yang mendorong masyarakat untuk merintis usaha di masa pandemi? 

Cara Menuliskan Penelitian Deskriptif

Sama dengan metode penelitian lain,  penelitian deskriptif  juga akan disusun menjadi laporan. Sehingga ketika kamu meneliti dengan metode ini wajib tahu bagaimana tata cara menuliskannya menjadi laporan penelitian yang baik dan benar. Sebagai bahan referensi, berikut detail panduannya: 

  • Melakukan identifikasi pada suatu masalah khususnya fenomena sosial yang layak diteliti dengan metode deskriptif. 
  • Menentukan perumusan masalah. 
  • Menentukan tujuan dan juga manfaat dari penelitian yang dilakukan. 
  • Pahami dulu masalah yang akan diteliti, misalnya dengan mengkaji studi pustaka dan banyak berkonsultasi dengan orang lebih ahli. 
  • Menyusun kerangka berpikir, supaya lebih mudah bisa disesuaikan dengan pertanyaan yang menjadi dasar penelitian. 
  • Terjun langsung ke lapangan atau lokasi untuk mengumpulkan, mengorganisir, dan menganalisis data agar sesuai dengan fakta. 
  • Memberikan tanggapan terhadap data yang diperoleh saat terjun ke lapangan.
  • Memberikan generalisasi terhadap data yang diperoleh tadi.  
  • Menyusun laporan penelitian yang disesuaikan dengan standar penulisan laporan penelitian. 

 

Metode dalam Penelitian Deskriptif

Pada saat memilih metode deskriptif untuk penelitian yang dilakukan maka akan menampilkan beberapa pilihan metode lagi. Metode ini berhubungan dengan proses pengambilan atau analisis dan pengorganisasian data penelitian. Metode yang beragam ini dapat dipilih salah satunya, dan adapun beberapa metode yang dimaksud adalah: 

1. Metode Survei

Metode pertama adalah metode survei dimana peneliti akan berinteraksi langsung dengan subjek penelitian atau subjek uji. Misalnya dengan menggunakan teknik kuesioner yang wajib diisi subjek dan juga melakukan jajak pendapat. 

2. Metode Deskriptif Kesinambungan

Metode kedua adalah metode kesinambungan, yang merupakan metode  penelitian deskriptif  dengan melakukan observasi dan pengumpulan data secara berkelanjutan atau terus menerus. Sehingga data penelitian bersifat lebih detail dan menyeluruh. 

3. Penelitian Studi Kasus

Berikutnya adalah metode studi kasus dimana penelitian dilakukan dengan cara fokus pada suatu objek penelitian. Pada metode ini peneliti bisa saja terlibat langsung maupun tidak langsung dengan subjek uji. 

4. Penelitian Analisis Pekerjaan dan Aktivitas

Dalam metode deskriptif juga terdapat proses pengumpulan data dengan metode analisis pekerjaan dan aktivitas. Sehingga peneliti akan melakukan pengkajian terhadap pekerjaan dan aktivitas dari subjek uji. Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas dan pekerjaan manusia secara rinci. 

5. Penelitian Tindakan

Merupakan metode dari penelitian secara deskriptif yang fokus utamanya adalah bertujuan meningkatkan mutu dan bisa juga bertujuan untuk memecahkan suatu masalah. 

6. Penelitian Perpustakaan

Sedangkan untuk metode penelitian perpustakaan adalah metode pengumpulan dan analisis data dengan cara melakukan observasi terhadap hasil tulisan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti atau berhubungan dengan objek penelitian. 

7. Penelitian Komparatif

Metode berikutnya dalam  penelitian deskriptif  adalah metode penelitian komparatif. Sesuai dengan namanya, pada metode ini peneliti akan melakukan perbandingan dari setiap data yang diperoleh di lapangan. 

 

Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Deskriptif

Penelitian secara deskriptif sudah tentu ibarat tidak ada gading yang tak diambil ulang, memang di beberapa sisi tampak sempurna untuk dipilih. Namun di sisi lain metode penelitian satu ini juga memiliki kekurangan. Dua hal ini tentu wajib diketahui dan dipahami untuk menimbang apakah metode ini tepat untuk digunakan atau perlu beralih ke metode lainnya. 

Secara umum penelitian secara deskriptif memiliki kelebihan yang cukup beragam dan menarik, seperti: 

  • Sangat sesuai dengan topik penelitian yang tidak memungkinkan untuk dijelaskan dengan bentuk angka, sehingga hasil analisisnya tetap maksimal dan mudah dipahami. 
  • Metode ini mampu memudahkan peneliti melakukan pengamatan pada kondisi apa adanya dan tidak dibuat sesuka hati oleh peneliti. 
  • Dapat mengkombinasikan antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif. 

sama dengan yang dijelaskan sekilas tadi, bahwa penelitian dengan metode deskriptif juga mempunyai kekurangan. Antara lain: 

  • Sifatnya tidak signifikan. 
  • Rentan terhadap bias sebagai proses penelitian sendiri cenderung subjektif. 
  • Sulit untuk dilakukan verifikasi ulang, sebab pengamatan dilakukan langsung dan pada saat atau waktu tertentu yang tentu saja kondisi dan masalah tidak bisa terulang kembali. 

Sebenarnya  penelitian deskriptif  sama seperti metode penelitian lain, tetap mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sehingga sebagai peneliti kamu harus berhati-hati dalam menentukan metode terbaik sesuai karakter topik dan tingkat kesulitannya. 

Artikel ini dilansir dan disandur dari duniadosen.com

Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA

Tags:

metode penelitian penelitian deskriptif skripsi

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Standar Mutu Kampus Sudah Tercapai, Apa Langkah Selanjutnya?