Kontak Kami

Berita

SSC 2026: Tim ITS Raih Grand Champion, Mahasiswa 20 Kampus Hasilkan 308 Temuan Keamanan

18 Sep 2026

Sebanyak 41 tim dari 20 perguruan tinggi mengirimkan 1.248 laporan dalam SEVIMA Security Challenge (SSC) 2026. Setelah melalui proses verifikasi, 308 temuan dinyatakan valid.

SEVIMA.COM – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Mirai Always Salty, meraih Grand Champion dalam SEVIMA Security Challenge (SSC) 2026 setelah mengumpulkan 8.570 poin. Capaian tersebut menjadi salah satu hasil paling menonjol dalam kompetisi yang diikuti 41 tim dari 20 perguruan tinggi selama Juni hingga Agustus 2026.

Sepanjang kompetisi, para peserta mengirimkan 1.248 laporan hasil pengujian keamanan. Setelah melalui proses verifikasi, sebanyak 308 temuan dinyatakan valid. Mirai Always Salty juga mencatatkan tiga dari empat temuan kategori critical yang tervalidasi sepanjang kompetisi.

Posisi kedua ditempati Pemburu Gift Card dari Universitas Teuku Umar dengan 5.360 poin, disusul PDTI UMJ dari Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan 4.190 poin. Dua penghargaan khusus turut diberikan. Neicyy dari Universitas Metamedia meraih kategori Best Writeup, sedangkan Rombongan Pencari Uang dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember mendapat penghargaan untuk teknik eksploitasi terbaik. Hasil SSC 2026 diumumkan pada 17 September 2026 di Surabaya dalam rangkaian kegiatan Secure Campus Secure Future.

Baca juga: Cyber Campus: Mengakselerasi Transformasi Digital untuk Pendidikan Masa Depan

Dari Kompetisi ke Pengujian Sistem Nyata

SSC 2026 tidak hanya menguji kemampuan peserta melalui simulasi. Dalam program tersebut, SEVIMA membuka sistemnya untuk diuji langsung oleh tim dari perguruan tinggi. Setiap laporan yang masuk diperiksa dan divalidasi sebelum dinyatakan sebagai temuan.

Mekanisme tersebut membuat peserta tidak cukup hanya menemukan dugaan masalah. Mereka juga harus mampu menjelaskan, mendokumentasikan, dan menunjukkan bukti agar laporannya dapat diverifikasi. Bagi mahasiswa, proses ini menjadi kesempatan untuk menerapkan kemampuan keamanan siber dalam konteks yang lebih dekat dengan situasi nyata. Bagi perguruan tinggi, hasil kompetisi menjadi bagian dari capaian mahasiswa yang dapat menunjukkan kemampuan mereka di luar ruang kelas.

Mahasiswa dari 20 Kampus Ikut Menguji

Keikutsertaan 20 perguruan tinggi menunjukkan bahwa kemampuan keamanan siber mahasiswa berkembang di berbagai kampus. Nama-nama seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Teuku Umar, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Universitas Metamedia muncul di antara penerima penghargaan tahun ini.

Namun capaian peserta tidak hanya terlihat dari peringkat. Dari 1.248 laporan yang masuk, 308 berhasil melewati proses verifikasi. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa para peserta mampu menghasilkan temuan yang dapat diperiksa dan ditindaklanjuti.

Bagi SEVIMA, keterlibatan mahasiswa dari berbagai kampus juga memberikan perspektif tambahan terhadap sistem yang selama ini dikembangkan dan diuji secara internal. Chief Information Officer SEVIMA, Tirta Untario, mengatakan pengujian dari luar tim pengembang penting untuk melihat sistem dari sudut pandang yang berbeda.

“Kami ingin pengujian tidak hanya dilakukan dari sudut pandang pengembang. Semakin banyak perspektif yang menguji, semakin besar peluang kami menemukan celah lebih awal dan memperbaikinya sebelum menjadi risiko bagi kampus,” ujar Tirta.

Menurut Tirta, sistem yang berjalan lancar tetap perlu diuji secara berkala. “Sistem yang berjalan lancar belum tentu berarti tidak punya celah. Karena itu, pengujian perlu dilakukan secara berkala dan hasilnya harus bisa ditindaklanjuti, bukan sekadar menjadi laporan,” ujarnya.

Baca juga: Workshop dan Awarding SSC; Secure Campus Secure Future: Strategi Sukses dan Aman Terapkan Kurikulum OBE serta Digitalisasi

Sistem Dibuka, Temuan Menjadi Bahan Perbaikan

Bagi SEVIMA, 308 temuan valid tersebut bukan semata hasil kompetisi. Setiap temuan menjadi masukan untuk melihat sistem dari perspektif pengguna dan penguji di luar organisasi. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip bahwa keamanan sistem tidak cukup hanya dinyatakan, tetapi perlu diuji dan terus diperbaiki.

Alih-alih menempatkan peserta sebatas sebagai kompetitor, SSC 2026 menjadikan mahasiswa dan tim perguruan tinggi sebagai bagian dari proses pengujian. Mereka pun memberi masukan nyata terhadap sistem. Total apresiasi senilai lebih dari Rp300 juta disiapkan bagi peserta dalam rangkaian SSC 2026. Meski begitu, capaian utama kompetisi ini tetap terlihat dari kemampuan peserta dalam menghasilkan temuan yang dapat diverifikasi.

Seremoni SSC 2026 menjadi bagian dari Secure Campus Secure Future yang turut membahas keamanan informasi, tata kelola akademik, Outcome-Based Education, akreditasi, serta penguatan sistem perguruan tinggi. Di antara berbagai agenda tersebut, capaian mahasiswa menjadi salah satu sorotan utama.

Agenda ini juga sekaligus memberi panggung bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan keamanan siber mereka melalui pengujian sistem nyata, sekaligus memberi masukan bagi SEVIMA untuk terus memperkuat sistem bersama komunitas perguruan tinggi. (*)

Diposting Oleh:

Tito SEVIMA

Tags:

Cyber Security Security Challenge SEVIMA Security Challenge SSC SSC 2026

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Video Terbaru

Mengurai Masalah Akademik yang Terus Berulang di Kampus