Ini Pemenang SSC 2026: Deretan Mahasiswa Berprestasi Bantu Perkuat Sistem Keamanan Siber
18 Sep 2026
18 Sep 2026
SEVIMA.COM – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Mirai Always Salty, meraih Grand Champion dalam SEVIMA Security Challenge (SSC) 2026 setelah mengumpulkan 8.570 poin. Capaian tersebut menjadi salah satu hasil paling menonjol dalam kompetisi yang diikuti 41 tim dari 20 perguruan tinggi selama Juni hingga Agustus 2026.
Mirai Always Salty juga mencatatkan tiga dari empat temuan kategori critical yang tervalidasi sepanjang kompetisi. Posisi kedua ditempati Pemburu Gift Card dari Universitas Teuku Umar dengan 5.360 poin, disusul PDTI UMJ dari Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan 4.190 poin. Dua penghargaan khusus turut diberikan. Neicyy dari Universitas Metamedia meraih kategori Best Writeup, sedangkan Rombongan Pencari Uang dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember mendapat penghargaan untuk teknik eksploitasi terbaik. Hasil SSC 2026 diumumkan pada 17 September 2026 di Surabaya dalam rangkaian kegiatan Secure Campus Secure Future. Daftar lengkap penerima penghargaan dan rekap kompetisi dapat dilihat di ssc.sevima.com.
Baca juga: Cyber Campus: Mengakselerasi Transformasi Digital untuk Pendidikan Masa Depan
SSC 2026 tidak hanya menguji kemampuan peserta melalui simulasi. Dalam program tersebut, SEVIMA membuka sistemnya untuk diuji langsung oleh tim dari perguruan tinggi. Setiap laporan yang masuk diperiksa dan divalidasi sebelum dinyatakan sebagai temuan.
Mekanisme tersebut membuat peserta tidak cukup hanya menemukan dugaan masalah. Mereka juga harus mampu menjelaskan, mendokumentasikan, dan menunjukkan bukti agar laporannya dapat diverifikasi. Bagi mahasiswa, proses ini menjadi kesempatan untuk menerapkan kemampuan keamanan siber dalam konteks yang lebih dekat dengan situasi nyata. Bagi perguruan tinggi, hasil kompetisi menjadi bagian dari capaian mahasiswa yang dapat menunjukkan kemampuan mereka di luar ruang kelas.
Keikutsertaan 20 perguruan tinggi menunjukkan bahwa kemampuan keamanan siber mahasiswa berkembang di berbagai kampus. Nama-nama seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Teuku Umar, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Universitas Metamedia muncul di antara penerima penghargaan tahun ini.
Namun capaian peserta tidak hanya terlihat dari peringkat. Peserta mengirimkan laporan dan temuan yang sudah dicek oleh SEVIMA dan diverifikasi tim engineering SEVIMA, kemudian laporan yang dinyatakan valid dan telah maupun sedang ditindaklanjuti untuk perbaikan.
Bagi SEVIMA, keterlibatan mahasiswa dari berbagai kampus juga memberikan perspektif tambahan terhadap sistem yang selama ini dikembangkan dan diuji secara internal. Chief Information Officer SEVIMA, Tirta Untario, mengatakan pengujian dari luar tim pengembang penting untuk melihat sistem dari sudut pandang yang berbeda.
“Kami ingin pengujian tidak hanya dilakukan dari sudut pandang pengembang. Semakin banyak perspektif yang menguji, semakin besar peluang kami menemukan celah lebih awal dan memperbaikinya sebelum menjadi risiko bagi kampus,” ujar Tirta.
Menurut Tirta, sistem yang berjalan lancar tetap perlu diuji secara berkala. “Sistem yang berjalan lancar belum tentu berarti tidak punya celah. Karena itu, pengujian perlu dilakukan secara berkala dan hasilnya harus bisa ditindaklanjuti, bukan sekadar menjadi laporan,” ujarnya.
Bagi SEVIMA, 308 temuan valid tersebut bukan semata hasil kompetisi. Setiap temuan menjadi masukan untuk melihat sistem dari perspektif pengguna dan penguji di luar organisasi. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip bahwa keamanan sistem tidak cukup hanya dinyatakan, tetapi perlu diuji dan terus diperbaiki.
Alih-alih menempatkan peserta sebatas sebagai kompetitor, SSC 2026 menjadikan mahasiswa dan tim perguruan tinggi sebagai bagian dari proses pengujian. Mereka pun memberi masukan nyata terhadap sistem. Total apresiasi senilai lebih dari Rp300 juta disiapkan bagi peserta dalam rangkaian SSC 2026. Meski begitu, capaian utama kompetisi ini tetap terlihat dari kemampuan peserta dalam menghasilkan temuan yang dapat diverifikasi.
Seremoni SSC 2026 menjadi bagian dari Secure Campus Secure Future yang turut membahas keamanan informasi, tata kelola akademik, Outcome-Based Education, akreditasi, serta penguatan sistem perguruan tinggi. Di antara berbagai agenda tersebut, capaian mahasiswa menjadi salah satu sorotan utama. Daftar lengkap penerima penghargaan dan rekap kompetisi dapat dilihat di ssc.sevima.com.
Diposting Oleh:
Tito SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi