ADik Disabilitas 2026: Mahasiswa Tidak Mendaftar Sendiri, Kampus yang Mengusulkan dan Menanggung Datanya
09 Oct 2026
Kinerja & Reputasi | Perguruan Tinggi
22 Dec 2025

SEVIMA.COM – Pengelolaan akademik yang masih bergantung pada sistem manual kerap menimbulkan berbagai tantangan bagi perguruan tinggi. Proses pembayaran siswa yang tidak terintegrasi, pencatatan data secara manual, hingga antrean panjang di lingkungan kampus sering menjadi rutinitas yang menyita waktu dan tenaga. Kondisi ini tidak hanya memperlambat layanan, tetapi juga meningkatkan risiko pencatatan dan keterlambatan pelaporan akademik.
Situasi serupa pernah dialami Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang. Dalam aktivitas sehari-hari, tim administrasi harus menangani berbagai proses akademik secara terpisah. Mulai dari pengelolaan data siswa, pencatatan pembayaran, hingga pelaporan akademik dilakukan dengan sistem yang terbatas. Ketergantungan pada proses manual membuat pekerjaan menjadi lambat, rawan duplikasi data, serta membutuhkan upaya ekstra, terutama menjelang tenggat pelaporan ke pangkalan data nasional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang kemudian melakukan transformasi digital dengan memanfaatkan layanan SEVIMA Platform sebagai sistem akademik dan administrasi terintegrasi. Langkah ini menjadi titik balik dalam pengelolaan layanan kampus, khususnya pada aspek efisiensi kerja dan validitas data.
Kepala Biro Akademik Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang Akhmad Wildan, S.Pd., mengungkapkan bahwa sebelum menggunakan sistem terintegrasi, pembayaran mahasiswa masih dilakukan secara manual dan belum terhubung dengan perbankan. Dampaknya, antrean panjang kerap terjadi dan pencatatan transaksi menjadi tidak optimal. Ia menambahnya sejak tahun 2018, Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang mulai menggunakan SEVIMA Platform untuk mengubah sistem yang ada. Hasilnya, perubahan langsung terasa di berbagai lini.
“Pembayaran dulu belum bisa langsung ke bank. Akibatnya antrean, pencatatan ganda, bahkan risiko kehilangan bukti pembayaran,” cerita Wildan kepada SEVIMA 25 Juli 2025.
Kondisi tersebut tidak hanya menyita waktu, tetapi juga membuka celah terjadinya human error. Pengiriman data akademik ke PDDikti pun membutuhkan proses tambahan, mulai dari rekap manual hingga import data melalui file spreadsheet, yang sering kali memakan waktu hingga satu minggu. Setelah menggunakan Platform SEVIMA, perubahan signifikan dirasakan, khususnya pada kelengkapan modul akademik.
Menurut Wildan, modul akademik di SEVIMA Platform tergolong sangat lengkap. Seluruh proses inti akademik, mulai dari KRS, KHS, hingga pengelolaan data mahasiswa tersedia dalam satu sistem terpadu. Tak hanya itu, sistem pembayaran pelajar kini telah terintegrasi dengan berbagai kanal perbankan dan layanan digital.
“Dari sisi akademik, modulnya sudah sangat lengkap. Pembayaran mahasiswa juga sudah terhubung ke bank dan kanal digital lain, sehingga jauh lebih praktis dan aman,” jelasnya.
Salah satu fitur yang dirasakan paling manfaatnya adalah layanan penyedia feeder. Dengan sistem ini, data akademik dapat langsung ditarik dari sistem internal kampus dan dikirim ke PDDikti tanpa proses manual yang berlapis.
“Dulu kami harus menunggu data terkumpul dulu, bisa hampir seminggu baru dikirim. Sekarang, setiap ada pembaruan data, kami bisa langsung sinkron. Tidak perlu lembur,” ujarnya.
Perubahan sistem ini berdampak langsung pada efektivitas kerja tim akademik. Proses yang sebelumnya memakan waktu lama kini bisa dilakukan secara harian, bahkan real time. Selain itu, sistem berbasis dare memungkinkan pekerjaan dilakukan dari mana saja.
“Sekarang bisa dibuka secara online . Mau di rumah atau di mana pun, tinggal sinkronisasi data. Sangat membantu,” kata Wildan.
Dengan berkurangnya proses manual, risiko kesalahan pencatatan pun menurun drastis. Hal ini memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi pengelola akademik dalam memastikan validitas data kampus.
Selain sistem implementasi, Wildan juga menyoroti program sertifikasi yang diikuti bersama SEVIMA. Menurutnya, sertifikasi tersebut menjadi bentuk apresiasi nyata terhadap tenaga administrasi kampus yang selama ini jarang mendapatkan pengakuan.
“Sertifikasi ini sangat baik karena mengapresiasi kerja administrasi. Biasanya jarang ada kegiatan seperti ini,” ujarnya. Meski tingkat kesulitannya cukup tinggi karena mencakup seluruh sistem modul, ia menilai sertifikasi tersebut mampu memacu peningkatan kompetensi dan rasa bangga terhadap profesi.
Dengan berbagai manfaat yang telah dirasakan, Wildan tidak ragu merekomendasikan SEVIMA Platform kepada perguruan tinggi lain yang belum melakukan transformasi digital.
“Silakan cari tahu dulu, banyak referensi di internet dan YouTube. Dengan SEVIMA, pekerjaan akademik dan administrasi akan jauh lebih mudah,” tuturnya.
Pengalaman Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang menunjukkan bahwa kemitraan dengan solusi teknologi yang tepat tidak hanya mempercepat proses kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara keseluruhan. SEVIMA Platform menjadi bukti bahwa digitalisasi kampus dapat berjalan efektif ketika dirancang sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Diposting Oleh:

ahmaddimas
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi