Kontak Kami

Mahasiswa & Calon Mahasiswa

Perbandingan Cloud VS Non Cloud dari Segi Harga untuk Perguruan Tinggi

01 Mar 2020

SEVIMA.COM – Sebagai bagaian IT kampus, Anda dituntut untuk selalu memperbaharui cara kerja baru dengan teknologi saat ini. Hal tersebut terkadang membuat Anda stres. Terlebih lagi jika atasan menginginkan perubahan besar terhadap teknologi yang sekarang ada di kampus Anda dan juga dituntut seefisien mungkin.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan. Amanah undang-undang ini harus diwujudkan ke dalam bentuk nyata layanan kampus kepada civitas akademiknya dengan baik dan tetap mengedepankan efisiensi dan efektivitas, baik proses bisnis maupun pembiayaan.

Nah, salah satu teknologi yang sedang mengalami peningkatan di Indonesia yaitu cloud computing atau komputasi awan. Di Indonesia sendiri, pengguna layanan cloud semakin meningkat, bahkan tercatat dapat memangkas banyak biaya. Baiklah, mari kita mulai membandingkan cloud computing Vs Non-Cloud.

Cloud vs Non-Cloud

TIDAK Awan Harga Infrastruktur Biaya Non-Cloud Harga
1 Server Xeon E5 8Gb + RAID 1 Penyimpanan Redundan 1.500.000 Server Xeon E3 8GB + 2x HDD 1 TB 25.000.000
2 + UPS Online Pintar dengan Sistem Pemulihan Bencana UPS 2000va 9.000.000
3 + Koneksi Internet Redundan 24/7, 100 Mbps (1:1) Koneksi internet dedicated minimal 1 mbps (hanya untuk server) 2.000.000/miliar
4 + Pusat Data dengan Keamanan Tinggi & Gas Halon Server AC Ruang 4.000.000
5 + Redudansi Daya dengan SLA 99% Sekat Ruang Server (lebih disukai kaca) 7.000.000
6 + Dukungan 24 jam Perangkat Server Jaringan (firewall/switch) 3.000.000
7 Tenaga Pendukung Infrastruktur 4.000.000/miliar
8 Peralatan Pengaman Kebakaran/apar 35.000.000
9 Rack server kalau tidak ada menaikkan lantai 12.000.000
10 OS windows server (jika pakai windows) 13.500.000
11 Biaya pengaturan awal 4.000.000
Biaya Awal 1.500.000 Biaya Awal 113.500.000
Kecuali Cadangan jika terjadi kerusakan dalam 4 tahun
 1 Cadangan Harddisk 1 TB 1.500.000
2 Biaya upgrade memori tambahan 8GB 1.500.000
3 Total biaya tambahan jika terjadi kerusakan lain? 3.000.000
4 Pelatihan SDM secara teknis (CDCP: (Certified Data Center Professional)) 13.000.000
5 CAL untuk Windows jika butuh windows 3.500.000
TOTAL 0 TOTAL 22.500.000
Biaya yang dikeluarkan setelah 4 tahun
1 Server Xeon E3 8GB + 2x HDD 1 TB 25.000.000
2 UPS 2000va 9.000.000
3 Koneksi internet dedicated minimal 1 mbps (hanya untuk server) 96.000.000
4 Server AC Ruang 4.000.000
5 Perangkat Server Jaringan (firewall/switch) 3.000.000
6 Tenaga Pendukung Infrastruktur 192.000.000
7 Peralatan Pengaman Kebakaran/apar 35.000.000
8 Perawatan AC & ruangan 4.800.000
10 Pemeliharaan UPS (ganti accu 2 thn sekali) 8.000.000
Biaya Total selama 4 tahun 72.000.000 Biaya Total selama 4 tahun 376.800.000
    Total Biaya 4 tahun dan setup awal 496.300.000

 

Mungkin alasan ini yang menjadikan kampus ramai – ramai menggunakan Cloud. Tidak mengharuskan berinvestasi server dengan beban pemeliharaan yang tidak sedikit. Pendekatan pay-as-you-go akan memberikan kontrol penuh pada pengguna untuk melakukan scale up dan scale down sesuai kapasitas keperluan ganda. Bayangkan saja harga sebuah software Siakad + SERVER, pasti Cloud lebih hemat 20 kali lipat. Bagaimana, sangat hemat bukan?

Ingin mencoba SEVIMA GoFeeder Cloud? Bisa kirim email ke  Kontak Kami  atau unduh di  Gofeeder.sevima.com

Diposting Oleh:

Fadhol SEVIMA

Tags:

cloud non cloud perbandingan

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Membangun Kampus Bermutu dan Mendunia tanpa Meninggalkan Budaya | Rektor Unmas Denpasar