Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
13 Nov 2020
Penulis: Uswatul Wadichatis
Mahasiswa-UIN Walisongo
Artikel ini Masuk dalam 10 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” Kategori Mahasiswa
SEVIMA.COM – Efek domino yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 telah merebak diseluruh aspek kehidupan mulai dari lini ekonomi, sosial, politik hingga pendidikan. Sejak tibanya aturan pemerintah tentang pelarangan berkumpul atau menjaga jarak secara fisik dan sosial , saat itu pula seluruh lembaga pendidikan tidak lagi mengadakan pertemuan secara langsung dalam kelas ( tatap muka ). Hal ini tentu saja menimbulkan berbagai kejutan pendidikan pada seluruh kalangan akademisi.
Bagaimana tidak, semua kegiatan akademik seperti penyampaian materi, diskusi, seminar hingga praktikum mustahil dilakukan di tengah mewabahnya pandemi. Sedangkan seluruh kegiatan akademik tersebut diperlukan bagi mahasiswa sebagai sumber daya manusia (SDM) dari masyarakat Indonesia. Hal tersebut tentunya tidak hanya membutuhkan teori semata, namun juga bekal soft skill dari praktik lapangan yang perlahan hilang akibat ketiadaan kegiatan tersebut.
Pembelajaran sains dan aplikasinya menjadi sebuah topik yang banyak dibahas saat ini. Mengapa? karena ilmu sains memberikan sebuah landasan pemahaman bagaimana manusia bisa berpengatahuan, mengelaborasikan berbagai unsur alam dan non-alam yang ditemukan guna mempermudah kehidupan. Oleh karena itu, hilangnya kesempatan untuk melakukan praktik dasar-dasar sains contohnya pada praktikum bidang biologi bagi mahasiswa pendidikan biologi mengakibatkan kemampuan dasar dilaboratorium tidak diperoleh secara maksimal.
Sebagai mahasiswa pendidikan biologi yang baru saja wisuda dan masih berkesempatan untuk menjadi asisten dosen di laboratorium, awalnya saya mengira bahwa praktikum biologi akan sulit dilakukan dengan berani;ternyata praktikum tetap bisa dilaksanakan dengan menggunakan berbagai piranti online. Hal ini rupanya telah memberikan suasana segar dalam dunia pendidikan.
Pandemi Covid-19 memberikan banyak tantangan baru bagaimana aspek pendidikan dijaga kualitasnya. Mempersiapkan kualitas pendidikan yang baik, harus dimulai dengan mempersiapkan kualitas pendidikan dari pendidiknya. Sebelum menjadi seorang guru, tentunya guru tersebut pernah menjadi murid pendidikan. Tuntutan zaman seperti ini, mengharuskan perguruan tinggi wajib mempersiapkan suatu “ Revolusi Pendidikan ”. Revolusi pendidikan inilah yang menjadi kunci dasar dalam mempertahankan kualitas pendidikan ditengah masa wabah seperti ini.
Revolusi pendidikan saat ini dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran blended learning dimana seluruh sumber belajar baik dari internet maupun non-internet dapat berkolaborasi memberikan suatu pemahaman yang akurat, kredibel dan tepat. Aplikasi sains, contohnya dalam bidang biologi kini semakin mudah untuk diterapkan. Misalnya, ketika kami mahasiswa pendidikan biologi melaksanakan praktikum keanekaragaman tumbuhan maka kami bisa dengan bebas mengeksplor tumbuhan apa pun yang ditemukan disekitar tempat tinggal. Tidak hanya itu, kami juga mencari manfaatnya dan kemudian mengolahnya agar menjadi tanaman yang lebih berdaya guna.
Hasil praktikum tersebut dapat disampaikan kepada khalayak umum melalui ilmu yang dikemas dalam sebuah informasi. Sehingga ilmu dan informasi tersebut mampu dicerna oleh banyak kalangan diberbagai media sosial. Maka, masyarakat pun akan mengetahui tentang keberadaan dan manfaat suatu tanaman tersebut. Kemudahan dan keasyikan seperti ini tidak hanya bisa dirasakan oleh siswa namun juga siswa.
Singkatnya, perpaduan antara realitas yang dialami langsung oleh pelaku pendidikan dengan realitas virtual sebagai ruang diskusi harus selalu dielaborasikan dan dikembangkan guna menjaga kualitas pendidikan generasi muda bangsa Indonesia. Tantangan menjaga kualitas pendidikan akan menjadi sebuah rintangan atau bahkan halangan manakala kita tidak bisa berinovasi dan menerapkan revolusi sehingga apapun tetap bisa dilakukan meskipun kita hanya “terjebak” #dirumahsaja.
Diposting Oleh:
ahmaddimas
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi