Kontak Kami

Kinerja & Reputasi | Perguruan Tinggi

Alumni Jadi Rebutan, STT Mandala Jadi Pilihan Calon Mahasiswa di Bidang Teknik

28 Apr 2026

SEVIMA.COM- Setiap tahun, para calon mahasiswa yang ingin kuliah teknik di Jawa Barat dihadapkan pada pilihan kampus yang memang tidak sedikit. Tapi di antara puluhan nama yang ada, selalu ada satu yang paling sering disebut, terutama oleh mereka yang mencari kualitas tanpa harus mengorbankan keterjangkauan. Salah satunya adalah Sekolah Tinggi Teknik (STT) Mandala. 

Terletak di Bandung, STT Mandala memiliki segudang keunggulan dan fasilitas lengkap mulai dari laboratorium, peralatan praktikum, dan kurikulum yang terus diperbarui sesuai perkembangan industri. Dengan kesiapan untuk memberikan pelayanan dan pembelajaran di bidang teknik terbaik, STT Mandala siap melahirkan insinyur terbaik yang kompeten. 

Teknik Berkualitas Tanpa Beban Finansial di Awal

Wakil Rektor II STT Mandala, Tri Yuliyanto, SE, MM, menjelaskan keunikan STT Mandala yang menjadi daya tarik adalah soal biaya yang terjangkau. Ini menjadi titik masuk yang selama ini membedakan STT Mandala dari yang lain.

“Biaya kuliah sama, tapi bisa diangsur,” ujar Tri. “Waktu isi KRS bayar 25%, waktu UTS 50%, dan waktu UAS atau lulus 100%.”

Skema cicilan ini bukan sekadar kemudahan administratif. Ini adalah mekanisme yang memungkinkan siswa dari keluarga menengah ke bawah untuk masuk ke pendidikan teknik tanpa harus melunasi semua biaya di awal semester saat beban finansial keluarga biasanya paling berat. STT Mandala ingin calon mahasiswa fokus ke pendidikan alih-alih membebankan biaya berat di awal. 

Lebih jauh dari itu, hampir 50 persen mahasiswa STT Mandala adalah penerima KIP. Artinya, sebagian populasi gunung ini adalah mereka yang secara sistem nasional sudah membutuhkan bantuan dan STT Mandala memilih untuk tidak menolak mereka.

Saat ini STT Mandala membuka tiga jalur masuk, yaitu reguler, karyawan, dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kelas karyawan diadakan Kamis hingga Sabtu siang, memungkinkan mereka yang sudah bekerja tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus keluar dari pekerjaan. RPL sendiri sudah berjalan di tiga prodi Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Informatika meskipun hanya prodi dengan akreditasi Baik Sekali yang bisa menyelenggarakannya.

Kurikulum yang Tidak Berhenti di Kelas

Keterjangkauan tanpa kualitas hanyalah akomodasi, bukan pendidikan. Menariknya, STT Mandala sepertinya sudah lama memahami perbedaan itu.

Pada prodi Teknik Elektro, misalnya. Prodi ini sudah mengintegrasikan robotik ke dalam kurikulumnya. Di mana implementasi ini tidak ditemukan di semua perguruan tinggi teknik, apalagi di tingkat sekolah tinggi. Ada pula mata kuliah desain yang menjadi pembeda tersendiri. Bukan sekadar tambahan ekstra, tapi bagian dari upaya sadar untuk membentuk kurikulum yang punya ciri khas.

“Kurikulumnya mempunyai keistimewaan tersendiri dibandingkan perguruan tinggi lain,” kata Ujar Tri. “Supaya diminati mahasiswa, karena mempunyai keunggulan dari perguruan tinggi lain.”

Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) pun sedang dalam proses implementasi sebuah pendekatan kurikulum yang tekanan kompetensi lulusan sebagai tolok ukur keberhasilan, bukan sekedar kehadiran dan nilai ujian. Penyelarasan sinkronisasi dengan kebutuhan pasar kerja disebut Tri sebagai prinsip dasar yang dianut. Dan hasilnya terlihat di lapangan.

Sebelum Wisuda, Sudah Ada yang Menunggu

Menurut Tri, rata-rata masa tunggu kerja lulusan STT Mandala hanya sekitar tiga bulan. Bahkan, sebagian pelajar tingkat akhir di kampus ini sudah menarik perusahaan sebelum mereka sempat berpikir.

“Dari perusahaan lain sampai datang ke sini mencari lulusan,” ujarnya, Merujuk khususnya pada Teknik Elektro. “Memang Elektro itu yang paling banyak dicari.”

Tak kalah dengan Prodi Teknik Elektro, Prodi Teknik Sipil juga tidak main-main. Prodi ini didukung lima dosen tetap bergelar doktor, dua di antaranya baru saja menyelesaikan S3. Dengan landasan itu, akreditasi Unggul pada tahun 2027 bukanlah target yang ambisius tapi langkah logistik berikutnya.

Tidak berhenti di dalam negeri, STT Mandala juga sedang menjajaki kerjasama dengan mitra di Jepang membuka jalur magang dan penempatan kerja bagi lulusan. Mahasiswa yang akan magang dan penempatan kerja, dibekali dengan rencana kelas bahasa Jepang sebagai persiapan. Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa orientasi Mandala bukan hanya lokal.

Dari Sekolah Tinggi Menuju Universitas

Di dekatnya, STT Mandala akan menuju lompatan besar yang sedang disiapkan. Kampus ini siap untuk beralih bentuk menjadi Universitas Mandala Bandung yang ditargetkan pada tahun depan. Rencana ini bukan sekadar perubahan nomenklatur. Namun juga dibarengi dengan pembangunan gedung rektorat lima lantai di kampus 2, rencana pembukaan Program Magister Teknik Sipil, serta penambahan prodi baru seperti Bisnis Digital, Pariwisata, dan Manajemen Ritel. Di mana ketiganya tetap akan menyematkan ciri khas teknologi khas STT Mandala.

Ke depan, STT Mandala menetapkan minimal 30 siswa per kelas di setiap prodi, bukan sekadar angka, tapi penanda bahwa masa transisi sudah terlewati.

Bagi calon mahasiswa yang selama ini memandang teknik pendidikan berkualitas sebagai sesuatu yang hanya bisa diakses oleh yang beruntung secara finansial, STT Mandala menawarkan narasi yang berbeda. Bukan janji besar tanpa bukti tapi rekam jejak nyata yaitu lulusan yang langsung diperebutkan industri, sistem yang meringankan beban biaya sejak awal, dan kampus yang tahu bertahan ke mana mengikutinya. 

Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA

Tags:

alumni lulusan reputasi kampus stt mandala

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Cuplikan Podcast MKKS-SEVIMA: Aditya Prananda Putra, S.ST, M.T - Politeknik Negeri Banyuwangi