Enam Lulusan Raih Beasiswa SEMESTA Tech Career Academy 2026, Kuliah S1 di BINUS Sambil Bekerja di SEVIMA
29 Oct 2026
SEVIMA.COM – Di dunia pendidikan saat ini, istilah blended learning memang sangat membumi. Terang saja, blended learning ini bukan hanya sebuah frase yang tengah trending saja. Namun blended learning merupakan sebuah metode pembelajaran yang sedang digunakan.
Metode yang digunakan dalam blended learning sendiri dinilai sangat cocok untuk diterapkan pada pendidikan di Indonesia. Terbukti, sejak pandemi datang mewabah, banyak perguruan tinggi di Indonesia menerapkan metode ini.
Berdasarkan penggunaan kata kata yang digunakan, metode blended learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menggabungkan penggunaan media berbasis teknologi untuk proses belajar mengajar. Kegiatan belajar dengan menggunakan blended learning ini menggabungkan campuran teknologi seperti video streaming, kelas virtual, dan animasi online untuk mendukung pendidikan.
Meskipun menggunakan teknologi, namun metode pembelajaran ini masih melakukan interaksi dengan siswa. Proses interaksi ini bisa menggunakan teknologi berbasis website atau video conference .
Baca juga: Bagaimana Fitur EdLink Bisa Menunjang Metode Rotasi Blended Learning Lab
Ada tiga komponen penting yang digunakan dalam pembelajaran blended learning. Antara lain:
Pembelajaran online ini memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan materi perkuliahan. Proses ini tentunya sangat memudahkan para dosen dan mahasiswa, apalagi di masa pandemi.
Pembelajaran tatap muka ini juga masih digunakan saat menggunakan metode blended learning. Namun proses yang digunakan masih melakukan interaksi antara mahasiswa dan dosen.
Ternyata proses pembelajaran dengan metode blended learning ini dapat membantu siswa belajar mandiri. Artinya, seluruh materi yang diberikan oleh dosen bisa dipelajari ulang melalui platform yang digunakan.
Baca juga: Mengapa Mahasiswa Suka Pembelajaran Blended Learning
Agar lebih mengetahui lebih lanjut mengenai metode ini, ada 3 tahapan dasar, yaitu:
Tahapan ini meliputi proses pencarian informasi dari berbagai sumber informasi yang ada. Baik secara online maupun kegiatan offline. Tahapan ini para pendidik atau fasilitator dapat memberikan masukan bagi para peserta didik untuk mencari informasi yang efektif dan efisien.
Peserta didik secara individu maupun berkelompok dapat melakukan sebuah upaya untuk menemukan ide atau gagasan yang telah ada di dalam pikiran peserta didik. Setelah itu akan menafsirkan informasi yang diperoleh dari sumber. Setelah mampu dipahami, para peserta didik ini dapat menyampaikan hasil ide tersebut dengan fasilitas yang ada.
Melakukan perumusan ide setelah melakukan pengakomodasian, analisis dan diskusi. Sehingga pembaca informasi tersebut dapat diperoleh lebih cepat.
Proses blended learning seperti ini akan lebih mudah dikelola oleh setiap perguruan tinggi jika menggunakan tools learning manajemen system (LMS) untuk mengelola pembelajaran online.
Sistem informasi akademik siAkad Cloud sudah memiliki modul LMS yang dapat memudahkan pengguna dalam melakukan kegiatan belajar mengajar dengan metode blended learning.
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi