Kontak Kami

Perguruan Tinggi | SDM, Layanan & Operasional

Dirjen Diksi Ajak Dosen Kreatif Mewarnai Media Sosial dengan Konten Edukasi dan Motivasi

14 Oct 2021

SEVIMA.COM -Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang ‘Implementasi MBKM dalam Pendidikan Vokasi’ pada Jumat (08/10/2021) di Lantai 11 Gedung Rektorat UNESA Lidah Wetan. Pada kesempatan itu, Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, ST, M.Sc., P.hD.,mengajak dosen kreatif mengisi konten media sosial berbasis edukasi dan motivasi.

Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes pada kesempatan menyatakan bahwa transformasi program diploma menjadi program vokasi di UNESA merupakan strategi dalam upaya membangun keselarasan antara perguruan tinggi dengan dunia industri. “Program vokasi termasuk baru di UNESA, tetapi langkah optimalisasi membangun relavansi itu sudah gencar dilakukan, kerja sama pun semakin masif dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Perkuat Link dan Match

Wikan Sakarinto, menyatakan bahwa, pemerintah tengah membangun link and match antara pendidikan dan dunia usaha maupun industri. Menurutnya, UNESA merupakan perguruan tinggi yang multidimensi, satu sisi menciptakan calon guru bangsa dan di sisi lain mendorong terciptanya sumber daya manusia yang berkompeten, ahli dan terampil sesuai tuntutan dunia kerja. “UNESA menyelaraskan dengan kami (Dirjen Pendidikan Vokasi, red) dan nantinya akan sama-sama saling mendukung,” ujarnya.

Prioritas SDM

Baginya, filosofi sekaligus kunci yang harus dipegang dalam penyelenggaraan pendidikan Indonesia yakni terletak pada sumber daya manusia. Oleh karena itu, yang diprioritaskan terlebih dahulu adalah pembangunan manusianya melalui berbagai program dan kerja sama. Jika sumber daya manusia Indonesia maju, tentu infrastrukturnya juga akan ikut maju dan negara pun maju. “Infrastruktur tetap kita pentingkan, sumber daya manusianya kita prioritaskan,” tukasnya.

Dalam membangun SDM yang unggul, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi, harus memperhatikan tiga hal, yaitu soft skill, kepemimpinan dan karakter. Bagi Wikan, kunci kesuksesan zaman ini ada pada tiga aspek itu. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi wadah tempat mendidik dan melatih peserta didik yang mampu menjadi pemimpin, berkarakter kuat dan memiliki soft skill. “IPK tinggi itu penting, tapi jika tidak didukung dengan karakter dan soft skill juga gak akan bagus,” tandasnya.

Karakter, Soft Skill dan Leadership menjadi Kunci

Saat ini, komentar dari pelaku industri adalah kurangnya kemampuan soft skill mahasiswa atau lulusan yang magang atau bekerja di dunia industri. Seperti, kemampuan komunikasinya kurang, tanggung jawabnya kurang, dan kemampuan kolaborasinya pun kurang. Oleh karena itu, pesannya, dalam pelaksanaan pendidikan saat ini, harus mengutamakan aspek itu.

Dia memberkan, salah satu cara untuk mewujudkannya adalah menerapkan sistem pembelajaran dengan pembelajaran berbasis proyek. Mahasiswa sudah harus berhadapan dengan proyek yang memang standar industri dunia. Misalnya proyeknya mengelas desain kursi. Mahasiswa yang melaksanakan proyeknya harus standar industri. Tidak boleh asal-asalan. “Nanti industri akan menilai dan mengeluarkan pernyataan kepuasaan yang bisa jadi portofolio buat mahasiswa,” tuturnya.

Dosen Harus Kreatif dan Inovatif

Maka cara selanjutnya adalah dosennya harus kreatif dan inovatif. Dosen harus mulai berpikir untuk membangkitkan gairah siswanya. Sarannya, dosen juga harus meramaikan dunia media sosial Indonesia. “Dosen itu harus pintar medsos, membuat atau mengisi konten secara kreatif untuk mengedukasi dan membangkitkan motivasi siswa dan masyarakat luas dalam berkreasi dan berkarya,” pesannya.

Direktur Vokasi UNESA Dr. Martadi, M.Sn menyatakan bahwa perihal diskusi tersebut akan menjadi arah sekaligus masukan bagi UNESA terhadap penyelenggaraan program vokasi ke depannya. Baginya, soft skill adalah kunci dalam mengarungi tantangan revolusi industri 4.0. Untuk mewujudkan itu semua, di UNESA tengah melakukan banyak upaya dan transformasi, termasuk kurikulum berbasis soft skill, model pembelajaran project based learning.

“Di luar itu tentu kita memerlukan perubahan pola pikir seluruh sivitas akademika sehingga terciptanya sistem pendidikan dan pembelajaran yang mampu melahirkan lulusan yang banyak inovatif dan karya, tidak hanya mampu memenuhi tuntutan industri, tetapi juga mampu membangun dan mengembangkan dunia usaha,” tuturnya. FGD tersebut melibatkan jajaran Dirjen Pendidikan Vokasi, rektor beserta jajaran wakil rektor UNESA, para dekan dan wakil dekan selingkung UNESA, serta para kaprodi program vokasi dan mahasiswa. [Humas UNESA]

 

Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA

Tags:

dosen penelitian tridharma

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Tidak dapat mengambil data video.