Kontak Kami

Mahasiswa & Calon Mahasiswa

INILAH SATELIT PERTAMA INDONESIA

21 Nov 2020

SEVIMA.COM – LAPAN-TUBSAT adalah sebuah satelit mikro yang dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerja sama dengan Universitas Teknik Berlin (Technische Universität Berlin; TU Berlin). Wahana ini dirancang berdasarkan satelit lain bernama DLR-TUBSAT, namun juga menyertakan sensor bintang yang

baru. Satelit LAPAN-TUBSAT yang berbentuk kotak dengan berat 57 kilogram dan dimensi 45 x 45 x 27 sentimeter ini akan digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi di Bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi di wilayah Indonesia, serta untuk misi komunikasi bergerak.

LAPAN-TUBSAT membawa kamera beresolusi tinggi de

ngan daya pisah 5 meter dan lebar sapuan 3,5 kilometer di permukaan bumi pada ketinggian orbit 630 kilometer serta sebuah kamera resolusi rendah berdaya pisah 200 meter dan lebar sapuan 81 kilometer.

Manuver sikap ini dilakukan dengan menggunakan sistem kontrol sikap yang terdiri atas 3 roda reaksi, 3 gyro, 2 sensor matahari, 3 koil magnet dan

sebuah sensor bintang untuk navigasi satelit. Komponen-komponen inilah yang membedakannya dengan satelit mikro lain yang hanya mengandalkan sistem stabilisasi semi pasif gradien gravitasi dan magneto torquer, sehingga sensornya hanya mengarah vertikal ke bawah.

Sebagai pengamatan satelit, satelit ini dapat digunakan untuk melakukan pemantauan langsung kebakaran hutan, gunung meletus, tanah longsor dan kecelakaan kapal maupun pesawat. Namun pengamatan banjir akan sulit dilakukan karena kamera tidak bisa menembus awan tebal yang biasanya bersamaan dengan kejadian banjir.

Fasilitas store dan forwardnya dapat digunakan untuk misi komunikasi dari daerah pedesaan yang cukup banyak di Indonesia, selain untuk misi komunikasi data bergerak.

Karena catu dayanya terbatas (5 buah baterai NiH2 berkapasitas 12 Ah), satelit dilengkapi mode operasi hibernasi. Saat mode diaktifkan, hanya komponen penanganan data, unit telekomando, dan telemetri yang tetap beroperasi untuk memastikan perintah tetap dapat diterima dari stasiun bumi.

Proyek satelit mikro ini disetujui pada tahun 2003 dan awalnya direncanakan akan diluncurkan pada Oktober 2005, namun peluncurannya ditunda akibat muatan utama roket Carthosat-2 yang akan membawa LAPAN-TUBSAT — LAPAN-TUBSAT adalah salah satu dari empat muatan roket tersebut — masih belum selesai. LAPAN-TUBSAT akhirnya berhasil diluncurkan pada 10 Januari 2007 dari Pusat Antariksa Satish Dhawan di India dengan menumpang roket India PSLV 7. Lapan-Tubsat memiliki kemampuan penginderaan jarak jauh dengan kamera Sony yang telah dimodifikasi. Lebih detail dari desain satelit LAPAN-TUBSAT dapat dilihat pada gambar di bawah.

Spesifikasi LAPAN-TUBSAT tergolong sederhana namun tangguh.
Sistem Daya:
– 4 panel surya, 432x243mm, 35 sel seri, maks. 14 W
– 5 baterai NiH2, tegangan nominal 14V, 12 Ah.
Komunikasi dan Penanganan Data:
– 2 TTC, UHF, 1200 bps, RF 3,5W
– Komunikasi muatan S-Band 2220Ghz
– RAM eksternal 524 kB dan internal 4 kB, EEPROM 524 kB, ROM 16 kB
– antarmuka SCI 38,4kbps.
Sistem Kontrol Sikap:
– 3 pasang roda/giroskop (roda RW 203 + WDE, giroskop serat optik)
– Sensor Bintang.
Muatan:
– 3 kamera video warna CCD dengan resolusi tanah ~6m**
– Kamera video warna CCD dengan resolusi tanah ~200m

Kamera video

Kamera video

Satelit LAPAN-TUBSAT

Kamera video di dalam satelit

Dari beberapa gambar hasil tangkapan LAPAN-TUBSAT yang saya amati, terlihat gambarnya lumayan detail meski agak lebih kabur dibandingkan foto tangkapan satelit Amerika yang berbiaya jutaan dollar. Terlihat foto reklamasi pantai Singapura yang dijepret oleh satelit LAPAN-TUBSAT dan satelit Amerika (diambil dari Google Map).
Seharusnya kita sangat bangga dengan karya anak bangsa, dalam hal ini LAPAN, yang dapat mengimbangi teknologi negara adi-daya dalam hal penginderaan jarak-jauh. Dengan biaya yang minimal dan teknologi yang cukup sederhana, satelit LAPAN-TUBSAT seharusnya menjadi kebanggaan rakyat Indonesia, sama seperti pertama kali bangsa Indonesia mengorbitkan satelit Palapa.

(/isidunia)

Diposting Oleh:

Fadhol SEVIMA

Tags:

indonesia LAPAN-TUBSAT satelit

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Dari Kampus di Cirebon, Bagaimana Sains Bisa Memberi Dampak untuk Indonesia? | Rektor UMC