Kontak Kami

Perguruan Tinggi

Tak Lama Lagi, Akan Ada “Politeknik Nuklir” Pertama di Indonesia

27 Aug 2021

SEVIMA.COM – Sebentar lagi Indonesia akan memiliki kampus Politeknik Nuklir pertama, hal ini diungkapkan oleh Dr. Eng. Sukarman, M.Eng selaku plt. Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Indonesia (STTN – BATAN) dalam talkshow Flash News SEVIMA, Senin (23/08).

“Saat ini STTN telah disetujui berubah menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia, yang selanjutnya disingkat menjadi Poltek Nuklir Indonesia. Politeknik Nuklir akan menjadi satu-satunya kampus di Indonesia yang memiliki diploma empat – sarjana teknik di bidang nuklir,” Ungkapnya

Lebih lanjut Sukarman menyampaikan bahwa perangkat organisasi dan operasional pembelajaran akan disesuaikan secara resmi mulai awal September 2021, yang bertepatan dengan dimulainya semester ganjil Tahun Akademik 2021/2022, dan sekaligus akan berintegrasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca juga :  siAkad Cloud Dukung IAIN Palu Menuju World Class University

Selain itu, dijelaskan juga bahwa di STTN tidak hanya memberikan pelajaran di kelas, tetapi juga ada pelatihan yang dilakukan di dalam dan di luar kampus. “STTN memiliki organisasi Himpunan Mahasiswa (HIMA) sebagai wadah mahasiswa untuk mengaktualisasikan dirinya sesuai bakat dan minatnya.

Hal tersebut karena kita ingin menciptakan kader bangsa kedepan sesuai dengan minat bakat dan pilihan. Kita ingin menciptakan kader dari berbagai pintu,” jelasnya.

Hal tersebut penting, agar siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar, tetapi juga memiliki pengalaman mengembangkan diri. Terkait dengan memastikan pembinaan di luar kampus, bahwa agar mahasiswa tidak terjerumus, STTN bekerja sama dengan instansi pemerintah mulai dari RT-setempat dan juga STTN membentuk satgas mahasiswa di wilayah tertentu.

Program sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa, terus ditambah ruang cakupannya untuk meningkatkan kompetensi sertifikasi seperti sertifikasi kompetensi PPR Industri tingkat-1, sertifikasi NDT (OR dan ASNT level-1 dan level-2) serta sertifikasi PPR Medik 1 dan PPR Medik 2. Beasiswa yang ada di STTN juga dapat diakses seluruh mahasiswa, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

“Prestasi tidak hanya bersifat reward, tetapi juga bersifat akademik dan non akademik, sehingga mahasiswa dapat berprestasi dimana saja. Program ini akan terus berkelanjutan dan sehingga dapat efektif untuk memberi stimulasi kepada mahasiswa,” ungkapnya lagi.

Baca juga :  Zona Merah, UMJ Andaalkan Pendaftaran dan Kuliah secara Online

Tak hanya itu, Sukarman juga menjelaskan untuk meningkatkan pelayanan dalam hal akademik, STTN juga sudah menggunakan sistem informasi online yang handal. Sehingga kebutuhan pengelolaan data kampus hingga pelaporan ke pemerintah (Pangkalan data perguruan tinggi) bisa terlaksana dengan optimal.

“Sekarang STTN sudah bekerja sama dengan SEVIMA untuk meningkatkan tata kelola akademik secara online, sehingga pelayanan akademik seperti proses penerimaan mahasiswa baru, registrasi, pembayaran, akademik dan sinkronisasai data di PDDikti bisa lebih lancar,” terang Ketua STTN – BATAN

Selain tata kelola kampus semakin lancar, dengan siAkad Cloud SEVIMA ini pimpinan kampus STTN juga sangat membantu untuk modal pengambilan keputusan yang akurat, karena tersaji data-data dengan lengkap.

“Dengan adanya modul dashboard yang dapat menampilkan data-data lengkap seperti, berapa siswa yang masuk, siswa yang dipotong hingga data pembayaran siswa, tentunya dapat membantu kami dalam mengambil keputusan-keputusan strategi untuk kampus kedepannya.” Pungkasnya.

Diposting Oleh:

Fadhol SEVIMA

Tags:

perguruan tinggi Politeknik Nuklir

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

    Video Terbaru

    Dari Kampus di Cirebon, Bagaimana Sains Bisa Memberi Dampak untuk Indonesia? | Rektor UMC