Kontak Kami

Mahasiswa & Calon Mahasiswa

Tips Semangat Belajar di Bulan Puasa bagi Mahasiswa ala Ketua Diktilitbang Pengurus Pusat Muhammadiyah

10 Apr 2023

SEVIMA.COM – Ramadhan mewajibkan umat muslim untuk berpuasa mulai dari adzan subuh di dini hari, hingga adzan maghrib di malam hari. Kewajiban puasa ini jarang dianggap menurunkan stamina seseorang. Tak terkecuali sebagian pelajar dan pelajar yang merasa lelah karena tetap harus berkuliah dan bersekolah selama bulan puasa.

Prof Dr Bambang Setiaji selaku Ketua Majelis Pendidikan Tinggi (Diktilitbang) Pengurus Pusat Muhammadiyah mengajak mahasiswanya untuk membuang jauh-jauh pemikiran tersebut. Ramadhan sebagai bulan yang penuh rahmat dan berkah, justru patut dijadikan waktu untuk berlomba-lomba mencari kebaikan dan hal positif. Termasuk menambah semangat untuk belajar.

“Istilahnya bulan puasa adalah bulan belajar, justru harus meningkatkan semangat, baik ilmu agama maupun ilmu bermanfaat,” kata Prof Bambang dalam Webinar Komunitas SEVIMA, Jum’at (31/03) pagi.

Prof. Bambang yang kini juga memimpin kampus Muhammadiyah di ibu kota baru, yaitu Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, juga mengingatkan puasa jangan menjadi alasan bagi mahasiswa untuk bermalas-malasan. Mahasiswa Justru harus lebih bersemangat untuk mencari ilmu agar mendapatkan berkah yang berlipat ganda.

“Melakukan aktivitas perkuliahan itu tidak boleh mengeluh karena bukan termasuk pekerjaan kasar dan berat. Jadi tetap semangat dan bahkan bulan puasa itu bulan untuk belajar,” pesannya.

Lalu bagaimana siswa bisa tetap semangat berkuliah sambil berpuasa? Prof Bambang memberikan tips menjalani bulan Ramadhan bagi mahasiswa untuk meraih berkah sebanyak-banyaknya di Webinar Komunitas SEVIMA. Berikut tiga tipsnya:

1. Perbanyak belajar sambil menunggu berbuka puasa

Menurut Prof Bambang mahasiswa harus memperbanyak belajar saat bulan Ramadhan. Memanfaatkan waktu-waktu luang seperti menjelang buka puasa, atau biasa disebut sebagai waktu ngabuburit, untuk belajar. Karena ilmu yang dipelajari jika dipelajari bisa menjadi pahala bagi umat muslim.

Ketika otak digunakan untuk belajar, maka secara otomatis pelajar juga disibukkan dengan aktivitas positif sehingga dapat melupakan pikiran yang mengganggu atau mengganggu. Bahkan tak menutup kemungkinan pula, bisa melupakan lapar dan dahaga karena sibuk belajar. Hasilnya belajar tidak hanya meningkatkan pahala seseorang, tetapi juga memperkuat kemampuan puasa dan iman.

Kalau pelajar, belajar di tempat ber-AC, harus puasa, tetap semangat, dan bahkan jadikan bulan puasa itu sebagai bulan belajar. Sambil ngabuburit, baca-baca. Belajar termasuk kerja kasar dan kerja berat, malah malah meringankan puasa, ucapnya.

2. Perbanyak membaca Al-Qur’an dan ibadah

Jangan melewatkan waktu jika ada kesempatan untuk membaca Al-Qur’an, bahkan jumlahnya bisa ditingkatkan lagi. Membaca Al-Qur’an menurut Prof Bambang dapat meningkatkan semangat dan rasa terima kasih seseorang.

“Kalau biasanya baca Al-Qur’an 10 halaman, saat Ramadhan ditingkatkan jadi 20 halaman, sambil ngabuburit baca Al-Qur’an. Nantinya ketika membaca Al-Qur’an saja berjalan dengan baik, belajar juga pasti berlangsung dengan baik,” ujarnya.

3. Perbanyak sedekah dan perhalus budi pekerti

Prof Bambang Setiaji yang juga Guru Besar Program Studi Ekonomi Pembangunan ini juga mengingatkan kepada umat muslim, khususnya mahasiswa agar lebih dermawan saat bulan Ramadhan. Karena satu kebaikan yang dikerjakan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Dengan banyak sedekah dan memaknai puasa, para pelajar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Sekaligus lebih bersyukur, karena masih banyak anak muda di luar sana yang ingin belajar namun mungkin belum memperoleh kesempatan tersebut karena masalah biaya maupun lainnya.

Menyitir hadist yang diriwayatkan Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam Zad Al-Ma’ad, Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan bagaimana baginda Nabi lebih banyak lagi melakukan kebaikan di Bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf. Mahasiswa perlu meneladani contoh Nabi Muhammad tersebut.

“Kalau pelajar misalnya belum punya uang lebih, untuk menjadi dermawan, bisa diganti dengan membantu masyarakat, meringankan beban orang tua dan keluarga, salah satunya dengan cara rajin belajar, itu bisa menjadi sedekahnya. Intinya berbuat baik dengan sesama, dengan demikian kita akan bisa menikmati nikmatnya berkah belajar,” pungkas Bambang Setiaji.

Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA

Tags:

belajar mahasiswa puasa

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

    Video Terbaru

    Deteksi Dini Kamtibmas Digital Tak Cukup Andalkan Teknologi, Ini Tips Ketua STIK Lemdiklat Polri