Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
SEVIMA.COM – MUNCULNYA wabah covid-19 ikut mempengaruhi program studi (prodi) kesehatan. Prodi kesehatan saat ini menuntut lebih banyak praktikum di lapangan. Sementara perguruan tinggi belum mengizinkan kuliah tatap muka. Hal itu menjadi perbincangan akademisi dalam webinar bertema Langkah tepat menyiasati praktikum produ kesehatan di masa pandemi yang diadakan oleh Sevima, Rabu (16/12)
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Keluarga Susi Hartati mengungkapkan, seluruh perguruan tinggi yang memiliki prodi kesehatan mengalami kendala saat praktikum klinik. Praktikum klinik sulit dilakukan apalagi praktikum di rumah sakit yang saat ini sedang mengalami krisis karena pasien covid-19 terus meningkat.
“Kondisi seperti itu, mengadakan praktikum di rumah sakit sangat tidak disarankan. Terlebih lagi, hampir semua rumah sakit di Indonesia masih belum siap memberikan lahan untuk praktik siswa,” kata Susi.
Baca juga: Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah di Tengah Pandemi
Dalam situasi darurat itu, maka perlu ada perubahan terutama di kampus sendiri selama masa pandemi. Kampus harus bisa menyediakan kurikulum pembelajaran yang mampu dan fleksibel, nilai ijazah, sertifikat kompetensi, hingga jaminan kualitas pendidikan. Susi mengusulkan agar kampus melakukan kegiatan praktikum di lokasi. Kegiatan praktikum ini memilih materi yang sering dibahas dalam penelitian dan dunia kerja.
“Selain itu metode shifting juga dilakukan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku,” kata Susi Hartati.
Susi juga menyarankan agar tugas mingguan med edu auskultasi mudah perlu dilakukan untuk mendalami keterampilan auskultasi. Perlu juga penilaian fisik yang merupakan bentuk tugas mingguan dari dosen untuk mahasiswa.
“Caranya bisa dilihat dengan cara mengenali tanda-tanda vital dan kesehatan pada anggota keluarga atau teman yang ada di sekitar siswa,” ujarnya.
Praktikum bisa dilakukan menggunakan aplikasi, video, maupun media. Diharapkan agar mahasiswa mampu memahami materi praktikum yang akan dijalani secara nyata.
Baca juga: Hebat! Tujuh Kampus Mitra SEVIMA ini Cetak Prestasi Luar Biasa Minggu Ini
“Kampus yang memiliki mahasiswa sebagai relawan covid-19 bisa dimasukkan ke dalam SKS praktikum mahasiswa. Jadi meskipun mereka tidak melakukan praktikum di kampus, tetap bisa mendapatkan penilaian melalui kegiatan kerelawanan tersebut,” terangnya.
Dalam penerapan praktikum di rumah sakit selama pandemi, pihak kampus wajib memastikan rumah sakit memberikan fasilitas APD yang lengkap dan sesuai, melakukan rapid test sebelum dan sesudah praktik.
“Harus diingat, mahasiswa praktik di ruang perawatan umum, bukan pada isolasi Covid-19,” tegasnya.
Jika kegiatan praktikum bisa dilakukan di rumah, siswa bisa mengambil kasus di lingkungan tempat tinggal. Susi mencontohkan dengan melakukan praktik merawat keluarga yang sedang mengalami masalah kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Kholid Fathoni, dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya mengatakan, untuk mendalami praktikum selama pandemi bisa memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Kedua aplikasi tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi pendidikan kesehatan.
“Media pembelajaran VR dapat dimanfaatkan untuk membangun interaksi bagi pengajar dan siswa. Mahasiswa dapat memahami tentang apa saja yang dapat dilakukan selama praktikum melalui video,” jelasnya. Hal ini cukup praktis karena mahasiswa tetap bisa praktikum kendati tidak harus di kampus. Mereka memanfaatkan teknologi dan berdiskusi dengan dosen secara virtual. (OL-3)
Artikel ini telah terbit di mediaindonesia.com dengan judul: Ada Beberapa Solusi Praktikum di Masa Pandemi
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi