Lomba Artikel

Digitalisasi Pendidikan: Percepatan Pemerataan Kualitas Pendidikan

Penulis: Amar Ma’ruf, M.Sc
Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Asahan & Mahasiswa S3, Fakultas Pertanian, Akdeniz University, Turki

Jika beberapa dekade lalu sulitnya akses informasi menjadi salah satu faktor kesenjangan, hari ini bisa dijawab dengan digitalisasi. Bermodal akses internet memadai, dari seluruh tempat baik pelosok desa hingga metropolitan bisa mengakses informasi yang sama. Begitu pula sivitas perguruan tinggi di kota besar hingga perguruan tinggi yang berlokasi di desa dapat mengakses informasi up-to-date yang sama. Sehingga pemerataan kualitas pendidikan peluangnya semakin nyata.

Penulis menyimpulkan ada tiga komponen yang mesti dioptimalkan oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kaitannya dengan digitalisasi pendidikan.

1. Perangkat akses informasi dari luar yang advance

Perangkat akses informasi dari luar yang advance. Misal, perguruan tinggi menyediakan perpustakaan digital untuk akses publikasi ilmiah bereputasi seperti Web of Science (WoS) (webofscience.com atau access.clarivate.com), maupun database penyedia dan akun publikasi ilmiah lainnya seperti ResearchGate, Publons, dan lainnya.

2. Penyimpanan atau manajemen data perguruan tinggi yang rapi dan terintegrasi

Penyimpanan atau manajemen data perguruan tinggi yang rapi dan terintegrasi dengan stakeholder, misal terintegrasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dimana setiap data mahasiswa, dosen, kagiatan pendidikan, pengabdian, riset, publikasi direkam dengan rapi, dan terkoneksi dengan sistem pemangku kepentingan. Juga fitur pendukung akademik lainnya, misalnya fitur pembayaran, cetak transkrip, dan lainnya. Sangat lebih baik jika semuaya saling terintegrasi.

3. Tersedianya Learning Management System (LMS) yang mumpuni.

Pandemi Covid-19 seperti percepatan maupun uji coba sistem belajar online bagi semua penyelenggara pendidikan. Pasca pandemi, perangkat pembelajaran berbasis platform web ini bukan lagi barang langka, melainkan kebutuhan setiap institusi pendidikan. Apalagi saat ini sangat banyak perguruan tinggi yang membuka kelas pendidikan jarak jauh. Ketiga unsur di atas, jika bisa dioptimalkan akan menjadikan world class university.

Performa perguruan tinggi dalam digitalisasi sebenarnya sudah menjadi hal penting sejak lama. Namun semakin diperhatikan akhir-akhir ini. Sebagai contoh, lembaga perangkingan universitas Webometrics (Webometrics Ranking of World Universities).

Webometrics diakui sebagai lembaga perangkingan kredibel yang memakai indikator perhitungan volume konten web (jumlah halaman web dan file), dan visibilitas serta dampak publikasi web. Sederhananya, sistem pemeringkatan ini mengukur seberapa kuat sebuah perguruan tinggi hadir di web dengan domain webnya sendiri, sub halaman, file artikel ilmiah, dan lain-lain.

Setiap tahun, Webometrics membuat dua kali rilis pemeringkatan lebih 31 ribu perguruan tinggi dari seluruh dunia, yaitu periode Januari dan Juli. Penulis memperhatikan selama lima tahun terakhir, rata-rata performa perguruan tinggi Indonesia di Webometrics meningkat. Salah satu faktornya dengan hadirnya platform SINTA (Science and Technology Index) yang merekam performa publikasi setiap perguruan tinggi, serta platform-platform digitalisasi pendidikan lainnya yang disedikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dengan berbagai platform digital yang dikeluarkan pemerintah, memacu perguruan tinggi untuk terus meningkatkan performa publikasi, serta meningkatkan kualitas manajemen data yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan.

Gambar : Tampilan Website Webometrics (www.webometrics.info) yang menampilkan rilis perangkingan periode Juli 2022 perguruan tinggi di Indonesia. 

Peran pemerintah dalam digitalisasi patut kita apresiasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Namun, tidak cukup hanya peran tunggal saja. Partisipasi seluruh sivitas akademik di masing-masing perguruan tinggi untuk berinovasi juga menjadi kunci penting. Serta peran pihak swasta penyedia jasa platform digitalisasi pendidikan yang terbukti cepat dan praktis dalam membantu membangun dan upgrade sistem.

SEVIMA yang berdiri sejak 2004, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Pendidikan (EdTech) turut hadir menjadi solusi bagi perguruan tinggi untuk digitalisasi pendidikan menuju world class university. Beberapa fitur yang ditawarkan antara lain SEVIMA siAkadcloud. Fitur ini up-to-date dengan regulasi terbaru sehingga memudahkan dalam pelaporan data ke Kemendikbud-Ristek. Juga terintegrasi dengan pembayaran online, e-learning, dan sistem akreditasi kampus.

Masih banyak perguruan tinggi yang memiliki masalah dalam transaksi keuangan. Mereka masih cenderung transaksi cash yang tentu punya kekurangan. Seperti risiko kehilangan uang, kesalahan penghitungan, maupun potensi penyelewengan distribusi uang. Fitur pembayaran online juga disediakan oleh SEVIMA dalam pembayaran keuangan mahasiswa melalui SevimaPay. SevimaPay terkoneksi dengan beberapa Bank besar dan beberapa merchant kenamaan di Indonesia. Masih banyak fitur lain yang disedikan SEVIMA dalam membantu perguruan tinggi membangun sistem digitalisasi kampus yang bisa diakses di https://sevima.com/.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar