Flash News

Kuliah S2 di STAI Nida El Adabi, Cukup Sisihkan Rp20 Ribu Perhari

SEVIMA.COM – Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China. Peribahasa itu sering kita dengar sebagai penyemangat untuk terus bisa menuntut ilmu meskipun sulit atau bahkan mengejarnya sampai ke negeri China yang lokasinya jauh.

Dalam belajar hendaknya jangan cepat berpuas diri, karena ilmu pengetahuan itu sangat luas. Bagi sebagian orang mungkin memiliki gelar S1 sudah cukup, padahal masih ada kesempatan untuk mengembangkan diri lagi mendapatkan gelar S2 atau bahkan S3.

Masalah dana tentu menjadi salah satu faktor utama saat hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nida El-Adabi kuliah S2 hanya perlu menyisihkan Rp20 ribu setiap harinya. Cukup terjangkau bukan?

Baca juga: Sediakan Beasiswa Satu Miliar Rupiah, Beasiswa SEMESTA 2022 Telah Dibuka!

Direktur Pascasarjana STAI Nida El-Adabi, Sutarto mengatakan untuk melanjutkan pendidikan S2 di STAI sangat terjangkau. Biaya persemester untuk S2 di kampusnya yakni mencapai Rp3,6 juta, bila dibagi perbulan maka Rp600 ribu saja.

“Kalau dihitung bulanan, sebulan hanya R600 ribu, sehari hanya Rp20 ribu. Kalau kita punya penghasilan harian, sehari isi Rp20 ribu sudah bisa kuliah S2,” kata Sutarto kepada Sevima akhir pekan lalu.

Sutarto menambahkan untuk jenjang pendidikan S2 di STAI Nida El-Adabi membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Mahasiswa diminta menyelesaikan 36-38 SKS selama menempuh pendidikan. Hal itu sesuai dengan saran dari asesor.

“Kami promosi ke sekolah-sekolah dan instansi-instansi, banyak yang tertarik. Untuk yang S1 bahkan lebih murah lagi,” ucapnya.

Semula di STAI Nida El-Adabi hanya ada dua program studi (prodi) yakni Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah untuk jenjang pendidikan S1. Namun mulai tahun akademik 2022/2023 jumlah prodi bertambah yakni Hukum Ekonomi Syariah dan Managemen Bisnis Syariah untuk S1. Serta Pendidikan Agama Islam untuk S2.

Baca juga: Sering Dipenuhi Pendaftar, Inilah 5 Prospek Karir Kuliah di Jurusan Ekonomi 

STAI Nida El-Adabi cukup diminati oleh calon mahasiswa di wilayahnya. Pasalnya di daerah Parung Panjang belum banyak perguruan tinggi lain sebagai kompetitor.

“Kami lokasinya berada di daerah paling ujung jadi belum banyak perguruan tinggi. Jaraknya bisa sampai 30 kilometer dengan perguruan tinggi lainnya, jadi masih banyak peminatnya. Apalagi sekarang prodinya semakin banyak, jadi banyak pilihan,” ucapnya.¬†

Ke depan, Sutarto berharap agar pengajuan prodi lainnya segera disetujui. Sehingga pihaknya bisa mengubah dari sekolah tinggi menjadi institut karena jumlah prodi sudah mencukupi.

“Kalau prodi banyak bisa jadi institut nantinya. Kalau dua prodi lagi disetujui, kami bisa ajukan dari sekolah tinggi jadi institut,” tandasnya.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar