Kontak Kami

Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan

Penting! Kurikulum Kampus Harus Fokus Capaian Pembelajaran dan Berkualitas

17 Feb 2021

SEVIMA.COM – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam, mengingatkan kepada pendidikan tinggi bahwa prinsip yang paling penting dalam pengembangan kurikulum yaitu hasil pembelajaran dan berkualitas global.

Hal ini sehubungan dengan kebijakan Kampus Merdeka yang perlu diimplementasikan secara baik dan kuat di lingkungan perguruan tinggi. Dilansir dari laman website dikti.kemendikbud.go.id Nizam mengungkapkan;

“Fokus pada learning outcome, metrik bukan sekedar kumpulan mata kuliah, tapi keseluruhan proses dan pengalaman, keseluruhan jatuh bangunnya mahasiswa yang pada akhirnya akan menghasilkan lulusan-lulusan yang mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kesarjanaannya,” ujar Nizam dalam acara Kuliah Umum PIMNAS ke-33 dan Sarasehan Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (28/11).

Baca juga:  Apa Itu OBE, Penerapan dan Penilaiannya?

Selain itu, kesiapan kita dalam berkompetisi di tingkat global harus didukung penuh. Contoh kecil yang bisa diimplementasikan seperti bekerja sama dengan mitra global, dan kelas yang didorong untuk bisa lebih kolaboratif serta partisipatif.

Lebih jauh Nizam mengatakan bahwa Kampus Merdeka merupakan salah satu bentuk nyata yang dilakukan oleh pemerintah untuk membangun masa depan di masa industri 4.0 yang penuh daya saing serta membutuhkan kreativitas kreativitas untuk bisa menemukan potensi diri atau semangat dalam mewujudkan perubahan industri yang sangat dinamis dan mempersiapkan mahasiswa menjadi pembelajar aktual hingga menjadi future pro di masa depan dengan penekanan kreativitas dalam penyelesaian terhadap masalah yang ada.

“Dalam penerapan kebijakan Kampus Merdeka, strategi pembelajaran saat ini lebih bersifat e-learning dan ketika mahasiswa memiliki eksplorasi potensi terhadap bangsanya maka banyak serapan-serapan ide dan referensi yang bisa mereka kembangkan untuk bisa memahami permasalah-permasalahan bangsa, serta membuka peluang untuk mendapatkan bibit unggul yang memiliki ide baru dalam setiap masalah yang dihadapi,” jelas Nizam.

Baca juga:  Aturan Ekuivalensi Kurikulum di Perguruan Tinggi

Lebih lanjut Nizam menjelaskan di era transformasi digital yang penuh dengan tantangan dan peluang ini diperlukan kreativitas untuk bisa mengubah tantangan tersebut menjadi peluang.

Setiap revolusi industri sedikit mempengaruhi lapangan kerja. Lapangan kerja yang ada seketika dapat hilang di era revolusi industri 4.0 dan dapat menyebabkan definisi ulang pekerjaan. Saat ini pekerjaan bersifat dinamis, sehingga menuntut perubahan pola pembelajaran yang dilaksanakan di setiap perguruan tinggi agar tetap bisa menghasilkan insan-insan yang kreatif dan peka terhadap peluang yang ada.

“Di saat yang sama, perkembangan mesin yang menciptakan manusia bisa menjadi pesaing, sehingga jika tidak kreatif dan kompeten, manusia dapat kehilangan pekerjaan. Dulu pekerjaan yang banyak dilakukan manusia adalah berpikir, saat ini mesin juga berpikir,” ujar Nizam.

Nizam mengungkapkan pada revolusi pertama, pendidik sebagai satu-satunya sumber ilmu. Kini, hal tersebut tidak dapat sepenuhnya diterapkan lagi. Saat ini, fokus telah beralih pada pembelajaran siswa. Belajar dapat dimanapun, kapanpun, dan dengan cara apapun serta dukungan dari kreativitas sangat diperlukan agar manusia dapat terus berinovasi dalam setiap penyelesaian masalah yang ada dan menghasilkan solusi yang nyata.

“Pendidikan hanya sebagai perjalanan belajar untuk mendapatkan pengetahuan. Ouput-nya menjadikan pembelajar kita yang fleksibel, adaptif, serta kreatif untuk menangkap suatu peluang untuk menciptakan sesuatu yang baru,” jelas Nizam.

Baca juga:  Pandemi Jadi Cambuk Percepatan Transformasi Digital di Perguruan Tinggi 2021

Pada kesempatan yang sama, Rektor UGM Panut Mulyono membuka acara sekaligus menandai dibukanya rangkaian acara Kuliah Umum PIMNAS ke-33 dengan tema Jiwa Kreatif dan Inovatif Mahasiswa menuju Kemandirian Bangsa di Era Tansformasi Digital. Ia pun memberikan ucapan selamat kepada 625 tim mahasiswa dari 101 perguruan tinggi yang berhasil lolos ke PIMNAS setelah melalui serangkaian proses seleksi.

“Kalian adalah calon pemimpin bangsa yang kreatif dan inovatif. Kuranglah kepada para juri bahwa kalian adalah pemuda-pemuda yang hebat dan pantas menjadi juara,” ucapnya.

Informasi diperoleh dari laman website: dikti.kemendikbud.go.id

Diposting Oleh:

Fadhol SEVIMA

Tags:

capaian pembelajaran kurikulum mutu pendidikan

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Standar Mutu Kampus Sudah Tercapai, Apa Langkah Selanjutnya?