Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
02 Aug 2022
SEVIMA.COM – Semua mahasiswa pastinya ingin berkuliah di perguruan tinggi dengan akreditasi terbaik. Akreditasi yang baik akan membantu ulusan kampus tersebut untuk mendapatkan pekerjaan, mengikuti seleksi CPNS, maupun meraih kesempatan beasiswa.
Sayangnya, berdasarkan data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, baru 27 kampus yang sudah mendapatkan peringkat Unggul untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dari total 4.500 kampus se-Indonesia. Hal ini diungkapkan Prof. Bambang Sudibyo, Mantan Menteri Pendidikan Nasional 2004-2009, dalam Webinar SEVIMA pada Senin (01/08) sore.
“Bahwa setiap lembaga pendidikan tinggi pasti membutuhkan sebuah akreditasi . Namun, belum setiap lembaga pendidikan tinggi saat ini memiliki akreditasi yang unggul. Untuk mendapatkan akreditasi yang unggul, kampus harus memiliki landasan yang kuat untuk mewujudkannya,” ungkap Guru Besar Universitas Gadjah Mada tersebut.
Dalam Webinar yang dihadiri 200 Rektor dan lebih dari 10.000 civitas akademika, Prof. Bambang Sudibyo, Para Pimpinan Kampus, dan Komunitas SEVIMA, saling berbagi kiat untuk bersama-sama menyukseskan akreditasi di perguruan tinggi masing-masing.
Komitmen pimpinan sangat berperan penting untuk meningkatkan akreditasi kampus. Karena puncak gununglah yang menentukan bagaimana kemajuan dan kompetensi gunung diciptakan. Kepemimpinan yang baik juga perlu dilanjutkan, dilembagakan sebagai rencana jangka panjang yang berkelanjutan, dan terus didukung oleh segenap civitas akademika. Termasuk perlu didukung para dosen dan mahasiswa.
“Suatu perguruan tinggi yang kompetitif dan berambisi akan tercipta jika memiliki pemimpin yang berambisi, dan kepemimpinan itu perlu dilembagakan. Sehingga diperlukan konsep kepemimpinan, yang berkelanjutan dan tidak berakhir hanya karena bergantinya jabatan pemimpin atau masa jabatan,” ungkap Prof. Bambang.
Menurut Prof Bambang, akreditasi yang unggul bisa diciptakan berpangkal pada visi dan misi yang unggul pula. Misalnya dengan cara memiliki visi internasional.
Dengan memiliki visi internasional, maka kualitas pendidikan, pembelajaran, dan pengabdian pada masyarakat di kampus, juga akan mengikuti standar internasional yang unggul dan kompetitif. Kalau kualitasnya sudah ditargetkan pada level internasional, maka predikat akreditasi terbaik nantinya akan menyusul.
“Visi merupakan sebuah mimpi (cita-cita) perguruan tinggi. Maka dari itu, dibutuhkan mimpi yang setinggi langit agar bisa tercipta suatu pendidikan yang kompetitif, seperti memiliki visi internasional salah satunya,” ungkapnya.
Penjaminan mutu menurut Prof. Bambang Sudibyo juga sangat penting untuk menyatukan pembelajaran di kampus. Jika mutu kampus baik, maka akreditasinya juga baik nanti.
Penjaminan mutu dapat dilakukan secara substantif (meningkatkan kualitas pembelajaran) maupun administratif (meningkatkan kelengkapan dokumen). Syarat administratif untuk akreditasi, usul Prof. Bambang, meliputi beragam dokumen mulai dari yang cukup kompleks seperti administrasi perkuliahan, hingga dokumen sederhana seperti data mahasiswa.
Seluruh file dan dokumen tersebut dilaporkan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-DIKTI) secara berkala, dan akan menjadi dasar penilaian akreditasi.
“Untuk memastikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat terlaksana dengan baik, maka perlu dipastikan bahwa kampus menerapkan beberapa kegiatan Tri Dharma di dalamnya. Misalnya, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat memberdayakan masyarakat berbasis pendidikan dan penelitian. Kegiatan ini sangat berdampak pada peningkatan mutu mutu kampus, pendidik, dan juga mahasiswa,” ujarnya.
Kampus akan terus berkembang jika memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Karena pada akhirnya, sistem dan fasilitas yang canggih di kampus, yang nantinya digunakan oleh manusia. Yaitu para dosen dan mahasiswa.
Oleh karena itu, Prof. Bambang Sudibyo mengajak seluruh pemirsa Webinar SEVIMA untuk ikut memperhatikan kualitas sumber daya manusia di kampus. Karena masa depan pendidikan dengan akreditasi yang unggul, ditentukan oleh kemauan civitas akademika di kampus seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan diri.
“Kualitas pendidikan tenaga pengajar dan tenaga kependidikan dalam sebuah perguruan tinggi harus diperhatikan. Tak hanya itu, seluruh prasarana yang mampu dan anggaran yang mampu juga sangat dibutuhkan oleh sebuah perguruan tinggi agar bisa unggul. Pastinya ini akan mempengaruhi kualitas perguruan tinggi,” tambahnya.
Senada, Apriliyani selaku Product Research Manager SEVIMA juga menyatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan melalui berbagai media berbasis teknologi. Seperti pelatihan dan seminar online, serta menyiapkan sistem informasi akademik yang mendukung administrasi dan pelaksanaan akreditasi di perguruan tinggi.
Karena dengan memanfaatkan teknologi, proses persiapan akreditasi di kampus akan lebih mudah dan praktis.
“Teknologi dapat menjadi solusi Bapak Ibu di perguruan tinggi karena banyaknya dokumen akreditasi yang perlu disiapkan. Dengan adanya komputer, internet, dan sistem akademik berbasis cloud (Siakadcloud) seperti saat ini, penyiapan dokumen dan kualitas SDM di kampus tersebut tidak perlu dilakukan secara manual. Semuanya jadi lebih mudah dan praktis,” ungkap Apriliani.
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi