Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Ekuivalensi Kurikulum: yang Disetarakan Progres Studi Mahasiswa, Bukan Mata Kuliahnya
13 Oct 2026
SEVIMA.COM – Salah satu Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah memberikan hak belajar 3 (tiga) semester di luar Program Studi kepada Mahasiswa. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah perguruan tinggi rela, siswa belajar di luar tiba-tiba kembali ke kampus dengan 20 SKS mendapat nilai A semua?
Untuk itu, kampus perlu merencanakan kurikulum dan memilih tempat magang atau partner Dunia Industri (DUDI) yang tepat dan tidak abal-abal, sehingga kualitas lulusan magang sesuai dengan pencapaian pembelajaran CPL yang telah ditentukan kampus.
Baca juga: Apa Itu OBE, Penerapan dan Penilaiannya?
“Untuk mendapatkan nilai dan hasil kegiatan yang bermanfaat, perguruan tinggi perlu bekerjasama atau memilih tempat magang yang tepat. Sehingga, output yang diperoleh saat di tempat magang tersebut harus seimbang,” ujar Assoc.Prof. Wahyudi Agustiono, Ph.D. dalam Webinar SEVIMA, pada Kamis (13/01) lalu.
Webinar ini menghadirkan 36 Rektor dari PTN dan PTS se-Indonesia serta 3.000 peserta, berupaya menyusun Kurikulum dan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) di Era Kampus Merdeka. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan menjadi lulusan yang kompeten.
Baca juga: Tips Sukses Magang Kampus Merdeka Anti “Zonk”
Wahyudi menambahkan, bahwa dalam melakukan penyusunan kurikulum MBKM harus memperhatikan hal. Tujuannya agar kurikulum tersebut dapat diserap dan diterapkan sebaik mungkin oleh para siswa. Berikut adalah tips menerapkan RPS kurikulum MBKM, antara lain:
Agar program MBKM di perguruan tinggi dapat berjalan dengan lancar, maka dosen harus menyiapkan kegiatan mahasiswa yang relevan. Kegiatan tersebut disarankan agar membentuk siswa yang lebih memiliki pengalaman yang maksimal.
“Terdapat delapan program MBKM yang sangat relevan bagi kegiatan mahasiswa. Dari delapan program tersebut perguruan tinggi wajib memberikan hak kepada mahasiswa untuk memilih program tersebut. Namun tentunya juga disertai dengan arahan yang terbaik,” tegas Wahyudi.
Program MBKM merupakan salah satu program baru di dunia pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, program ini harus disiapkan dengan sangat baik guna membentuk pembelajaran yang bagus di dunia pendidikan tinggi.
“Adanya hak belajar mahasiswa selama 3 semester di luar prodi juga harus diperhatikan dengan baik. Kita harus menyikapi dengan baik, terutama dalam penyusunan kurikulum tersebut,” ujar Wahyudi.
Pengembangan kurikulum juga sangat diperlukan dalam proses penerapan kurikulum MBKM. adanya pengembangan ini akan berpengaruh terhadap dokumen kerjasama dengan pihak lain.
“Pengembangan kurikulum tersebut sangat penting bagi sebuah perguruan tinggi. Terlebih lagi dokumen kerjasama antar institusi mitra perguruan tinggi,” ungkapnya.
Baca juga: 10 Manfaat Magang Bagi Mahasiswa, Ketahui Pemahaman & Tujuan
Dalam program MBKM , dosen harus memahami tentang perubahan definisi SKS. SKS di sini dapat diartikan sebagai jam kegiatan yang akan dilakukan siswa.
“SKS dalam program MBKM akan mengacu pada daftar kegiatan yang diikuti oleh siswa. Hasil dari kegiatan tersebut kemudian akan ditransfer menjadi nilai siswa,” ujarnya.
Tujuan dari merancang program kampus merdeka dengan berbagai kegiatan pembelajaran tersebut adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skill maupun hard skill agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Salah satu yang perlu diperhatikan juga adalah pelaporan kegiatan program kampus merdeka ke Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDikti). Terkait hal ini Wahyudi juga menjelaskan, bahwa perguruan tinggi perlu memanfaatkan sistem atau IT dalam menunjangnya.
“Sistem akademik siAkad Cloud yang dikembangkasn SEVIMA sudah disesuaikan dengan kebutuhan pelaporan perguruan tinggi dalam hal pelaporan MBKM. Sehingga, pelaporan perguruan tinggi yang sudah menggunakan siAkad Cloud tidak pusing lagi terkait pelaporan ke PDDikti terkait implementasi Kampus Merdeka di kampusnya,” simpulnya.
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi