Dunia Kampus | Kampus Merdeka | kemendikbud

10 Terobosan Mendikbud dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka

SEVIMA.COM – Pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2021 kemarin, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkapkan akan terus memperbaiki pendidikan di Indonesia dengan transformasi melalui terobosan merdeka belajar.

“Sudah 10 episode merdeka belajar diluncurkan. Kami berusaha, upaya ini terus berlanjut hingga ke depan,” kata Nadiem, saat memimpin upacara Hardiknas 2021 secara virtual Live via Youtube Kemendikbud, Minggu (2/5/2021).

Apa saja 10 terobosan Mendikbud dalam merdeka belajar kampus merdeka

1. Merdeka Belajar Episode 1

Dalam episode pertama Mendikbud menghadirkan terobosan empat pokok kebijakan, agar paradigma dan cara lama belajar dan mengajar dapat bertransformasi kearah kemajuan.

– Menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).
– Mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN).
– Penyederhanaan RPP Guru.
– Adaptasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) 2020.

Terkait penggantian UN, Nadiem menjelaskan, mengganti UN dengan AN bertujuan agar tidak ada lagi diskriminasi bagi murid yang tidak mampu mem-bimbel-kan anak. Sebab, AN akan menjadi evaluasi kepada sekolah dan sistemnya.

2. Merdeka Belajar episode 2 “Kampus Merdeka”

– Mempermudah pembukaan program studi baru.
– Sistem akreditasi perguruan tinggi dipermudah.
– Mempermudah Perguruan Tinggi untuk menjadi PTN Berbadan Hukum.
– Hak mahasiswa untuk belajar tiga semester di luar program studi.

Baca juga: Apa Itu Merdeka Belajar Kampus Merdeka?

3. Merdeka Belajar episode 3 “Penyesuaian Kebijakan Dana BOS”

– Penyaluran Dana BOS langsung ke rekening sekolah.
– Penggunaan Dana BOS lebih fleksibel untuk sekolah.
– Nilai satuan Dana BOS meningkat.
– Pelaporan Dana BOS lebih transparan dan akuntabel.

4. Merdeka Belajar episode 4, “Program Organisasi Penggerak”

Nadiem menyebut, Program Organisasi Penggerak (POP) memberikan kesempatan kepada organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan untuk membuktikan kemampuan mereka mentransformasi sekolah.

5. Merdeka Belajar episode 5 “Guru Penggerak”

Guru Penggerak, Nadiem menjelaskan merupakan program transformasi kepemimpinan sekolah. Di mana guru-guru penggerak akan diidentifikasi dan dilatih untuk menjadi calon-calon Kepala Sekolah, pengawas dan pengajar guru di masa depan Indonesia.

6. Merdeka Belajar episode 6 “Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi”

Mencakup tiga terobosan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia, salah satunya mencakup delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi landasan transformasi pendidikan tinggi.

Delapan IKU itu mendorong universitas untuk mencari mitra di lautan terbuka, mendorong universitas mengundang praktisi untuk mengajar, mendorong mahasiswa dan dosen keluar dari kampus dan mendorong riset yang bisa diterapkan dan bermanfaat untuk masyarakat.

8 Kriteria ini atau Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu:

1. Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak
2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus
3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus
4. Praktisi Mengajar di Dalam Kampus
5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat
6. Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia
7. Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif
8. Program Studi Berstandar Internasional.

Baca juga : Apa Itu Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi dan Bonus Rp 500 Miliar

7. Merdeka Belajar episode 7 “Program Sekolah Penggerak”

Mendikbud mengatakan, Program Sekolah Penggerak merupakan katalis untuk mewujudkan visi reformasi pendidikan Indonesia yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik melalui enam Profil Pelajar Pancasila.

Secara umum, Program Sekolah Penggerak terfokus pada pengembangan SDM sekolah, mulai dari siswa, guru, sampai kepala sekolah. Kualitas siswa diukur melalui pencapaian hasil belajar di atas level yang diharapkan dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.

8. Merdeka Belajar episode 8 “SMK Pusat Keunggulan”

SMK Pusat Keunggulan merupakan terobosan komprehensif yang ditujukan untuk menjawab tantangan dalam rangka pembenahan kondisi SMK saat ini, agar semakin sejalan dengan kebutuhan dunia kerja

Program SMK Pusat Keunggulan diharapkan menjadi perwujudan visi Presiden Joko Widodo terkait pembenahan pendidikan vokasi sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

8 aspek “link and match”

1. Kurikulum

Kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek softskills, hardskills, dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja.

2. Project base learning

Pembelajaran diupayakan berbasis proyek riil dari dunia kerja (project based learning) untuk memastikan hardskills, softskills, dan karakter yang kuat.

3. Guru dan instruktur.

Program mencakup pula peningkatan jumlah dan peran guru/instruktur dari industri maupun pakar dari dunia kerja. “Meningkat secara signifikan sampai minimal mencapai 50 jam/semester/program keahlian,” tegas Mendikbud.

4. Praktik kerja.

Praktik kerja lapangan/industri minimal satu semester.

5. Sertifikasi komptensi.

Bagi lulusan dan bagi guru/instruktur sertifikasi kompetensi harus sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.

6. Pelatihan.

Bagi guru/instruktur perlu ditekankan untuk memperbarui teknologi melalui pelatihan secara rutin.

7. Teaching Factory.

Dilakukannya riset terapan yang mendukung teaching factory berdasarkan kasus atau kebutuhan riil industri.

8. Serapan lulusan.

Adanya komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja/industri.

Baca juga : Arti ‘Link and Match’ Pendidikan dan Dunia Kerja

9. Merdeka Belajar Episode 9 “KIP Kuliah Merdeka”

KIP Kuliah Merdeka sebagai wujud komitmen Kemendikbud dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang merata, berkualitas, dan berkesinambungan. Pendidikan tinggi berpotensi memberikan dampak positif tercepat dalam pembangunan SDM unggul sesuai visi Presiden Jokowi.

Kemendikbud mengubah skema KIP Kuliah dengan memberikan bantuan biaya pendidikan (uang kuliah) dan biaya hidup yang jauh lebih tinggi. Perubahan ini berlaku untuk mahasiswa baru yang menerima KIP Kuliah pada tahun 2021. Anggaran yang dialokasikan untuk KIP Kuliah meningkat signifikan dari Rp1,3 triliun pada 2020 menjadi sebesar Rp2,5 triliun.

KIP Kuliah akan diberikan kepada 200 ribu mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah naungan Kemendikbud. Adapun biaya pendidikan akan disesuaikan dengan prodi masing-masing.

Kemudian, berbeda dengan skema pada tahun sebelumnya, kini biaya hidup bagi penerima KIP Kuliah Tahun 2021 disesuaikan dengan indeks harga daerah. Indeks ini disesuaikan dengan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019.

Baca juga : Kabar Baru! Besaran KIP Kuliah 2021 Telah Dinaikkan

10. Merdeka Belajar episode 10 “Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan”

LPDP sendiri merupakan Badan Layanan Umum (BLU) dana abadi khususnya di bidang pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Nadiem menerangkan, akan dilakukan penambahan variasi serta perluasan sasaran program hingga mencakup guru dan tenaga pendidikan, serta pelaku budaya di Tanah Air yang menjadi ujung tombak dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat Indonesia, terutama di kancah dunia.

“Bersama dengan program S2 dan S3 yang sudah terlaksana dengan baik, kita akan buat proses seleksinya lebih sederhana, lalu kita tambahkan lagi program-program Kampus Merdeka untuk mahasiswa, beasiswa pendidikan dan magang untuk dosen, beasiswa untuk guru, beasiswa untuk mahasiswa, guru, dan dosen di program vokasi, beasiswa untuk adik-adik di bangku SMA, serta beasiswa untuk pelaku budaya,” terang Nadiem

Itulah 10 episode merdeka belajar kampus merdeka yang diluncurkan oleh Kemendikbud. Bagaimana pendapat rekan-rekan terkait 10 trobosan ini, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan kemajuan pendidikan di Indonesia?

Sumber informasi artikel:
– dikti.kemendikbud.go.id
– itjen.kemdikbud.go.id
– setkab.go.id
– Kompas.com

Bagikan artikel ini

Komentar