Kontak Kami

Kinerja & Reputasi | Perguruan Tinggi

Sesditjen Dikti: Program Kampus Merdeka Merupakan Peluang Emas

15 Mar 2021

Program Kampus Merdeka menjadi program unggulan yang diumumkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud). Melalui program ini, diharapkan setiap perguruan tinggi atau perguruan tinggi di Indonesia mampu mencetak lulusan yang memiliki keterampilan yang mumpuni.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yaitu Dr. Paristiyanti Nurwandani, program Kampus Merdeka adalah sebuah rezeki. Sebab oleh pihak Kemendikbud, setiap perguruan tinggi diberikan wadah untuk mendukung siswa di dalamnya belajar dimanapun dan diberikan fasilitas secara maksimal.

Program Kampus Merdeka menjadi gerbang pembuka bagi dunia pendidikan di tanah air untuk berkembang dengan cara-cara yang sangat berbeda dengan sistem pendidikan di masa lalu.

Jika dulu, proses pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi hanya terbatas di lingkungan kampus. Maka ketika program ini diterapkan, semua siswa memiliki kebebasan selama 2 semester untuk belajar di luar kampus.

Berbagai fasilitas disediakan untuk memaksimalkan hasil penerapan program Kampus Merdeka. Meliputi:

  • Pertukaran pelajar.
  • Magang.
  • Menjadi asisten mengajar di satuan pendidikan tinggi.
  • Penelitian atau Riset.
  • Proyek kemanusiaan.
  • Kewirausahaan.
  • Studi proyek, dan juga
  • Membangun desa atau Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN).

Melalui webinar yang digelar oleh Sevima dalam rangka memperingati ulang tahun Sevima yang ke-18. Bu Paris menjelaskan secara detail mengenai program Kampus Merdeka dan implementasinya.

Implementasi Program Kampus Merdeka 

Webinar Ulang Tahun Sevima ke-18 digelar pada hari Jumat (26/02) lalu membahas secara mendetail mengenai implementasi program Kampus Merdeka. Implementasi dari program yang dicanangkan oleh Kemendikbud ini memang penting sekaligus menarik untuk didiskusikan. Sebab memiliki tujuan besar, yakni meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia pada masa mendatang.

Berhubung program ini adalah program baru dan tahun ini adalah awal mula penerapannya. Maka Sevima kemudian mengangkatnya menjadi topik yang dibahas secara tuntas di webinar tersebut.

Melalui webinar tersebut, pihak Sevima mengunduh sejumlah pembicara terbaik. Yaitu:

  1. Dr.Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP yang merupakan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud.
  2. Sugianto Halim, S.Kom. MT yang merupakan  Chief Executive Officer  Sevima, dan juga
  3. Ramli, S.AP. yang merupakan Kabag PDDIKTI Unmuh Mataram.

Oleh bu Paris menjelaskan beberapa hal penting terkait implementasi program Kampus Merdeka.

“Kampus Merdeka sebagai program holistik, tekanan pada pengembangan kapasitas sekaligus pemberdayaan mahasiswa. Misalnya bisa mengikuti program magang yang ekuivalen dengan nilai 20 SKS. Bisa mengajar di daerah dengan mendapatkan uang saku, dan masih banyak yang lainnya. Jadi, kalangan mahasiswa jangan sampai menyia-nyiakan emas kesempatan ini..” ungkap bu Paris melalui Webinar Hari Ulang Tahun ke-18 dari Sevima (Sentra Vidya Utama), Jumat (26/02).

Bu Paris kemudian juga menjelaskan bahwa program Kampus Merdeka merupakan kebijakan terbaru dari Kemendikbud. Kebijakan atau program baru ini seperti yang sudah diketahui secara luas yang digagas oleh Menteri Pendidikan, yakni Nadiem Makarim.

Melalui program inilah, setiap siswa memperoleh kesempatan besar untuk menjadi siswa yang merdeka. Dapat menikmati berbagai fasilitas yang membantu mereka untuk meningkatkan  keterampilan  yang tentu saja menjadi bekal berharga bagi mereka di masa mendatang.

Mahasiswa Perlu Meningkatkan Soft Skill 

Bu Paris juga menjelaskan mengenai penerapan Kelas Merdeka yang dibersamai dengan tujuan mencapai Indonesia Jaya. Adapun frase Indonesia Jaya sendiri juga merupakan salah satu bentuk kebijakan dari Dirjen Pendidikan Tinggi.

Ketika kedua kebijakan baru ini diterapkan secara bersamaan maka akan mampu membentuk semangat baru bagi Indonesia Jaya yang berakhlak mulia. Hal-hal tersebut dinilai oleh Bu Paris sebagai hal yang sangat penting, karena program dari Kelas Merdeka memang menekankan pada kemampuan  soft skill . Meliputi akhlak mulia, karakter, dan juga kesehatan. Sehingga program Kampus Merdeka memiliki fokus yang berbeda dengan program pendidikan sebelumnya yang fokus utamanya pada ijazah, nilai IPK, dan juga transkrip nilai.

Bu Paris menambahkan bahwa, ijazah atau mungkin IPK hanya dilihat sekilas. Ketika sudah dianggap memenuhi syarat dan diterima di suatu pekerjaan, maka IPK tadi seolah tidak diperlukan lagi. Namun, akan menjadi berbeda ketika sistem pendidikan fokus utamanya pada  soft skill  seperti yang disebutkan tadi.

Dimana  softskill  ini akan terus dimiliki, dimanfaatkan, dan juga diperlukan oleh siswa yang bersangkutan sampai kapanpun.

“Kenapa  soft skill  dan Kampus Merdeka ini penting? Untuk mengalihkan kesalahan mahasiswa yang selama ini fokus pada transkrip, transkrip, dan transkrip. Padahal di dunia kerja, yang paling penting adalah  skill ..”, tambahan dari Dr Paristiyanti.

Kesempatan untuk Meningkatkan Keterampilan 

Bu Paris juga menjelaskan bahwa program Kampus Merdeka melatih para mahasiswa untuk mengupgrade  skill  yang dimiliki. Tidak hanya dilakukan di lingkungan kampus namun juga diluar kampus sekaligus di luar perkuliahan.

Memasuki semester 4, para mahasiswa akan diberi kebebasan untuk mengupgrade  skill  yang dimiliki sesuai minat dan bakat. Sehingga, mahasiswa tersebut memiliki kesempatan untuk mencapai tujuan dan kepentingan masing-masing.

Melalui sistem seperti ini, Bu Paris menilai siswa akan lebih mudah dalam meraih impiannya. Mahasiswa tersebut akan mulai merancang mimpinya di semester 5 dan memberi kemudahan untuk mencapai cita-cita masing-masing.

Adanya kesempatan belajar di luar perkuliahan juga bisa membantu para mahasiswa untuk lebih siap menghadapi dunia di luar kampus. Mendukung keinginan pelajar untuk bisa meningkatkan  keterampilan  di luar perkuliahan, maka pemerintah menyediakan berbagai bentuk fasilitas.

Misalnya saja, ada fasilitas program magang di berbagai perusahaan atau industri dimana siswa bisa belajar mengenai keahlian apa saja yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja. Selain itu juga masih ada fasilitas berupa  Super Pengurangan Pajak  (Diskon Pajak) yang bertambah 200 persen dari nilai biaya kuliah.

Ditambah pula dengan program Kedaireka, dimana Kemendikbud menyediakan  Matching Fund  untuk keperluan pendanaan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi. Program Kedaireka oleh Bu Paris disampaikan memiliki tujuan untuk membuat civitas kampus bisa mengerjakan proyek dan konsultasi di dunia industri.

Mendorong Kolaborasi dengan Industri 

Sejalan dengan program Kampus Merdeka yang juga mengarahkan pada program kolaborasi antara industri dengan perguruan tinggi. Direktur Utama Sevima, yaitu Sugianto Halim menyampaikan bahwa kolaborasi seperti ini sebenarnya sudah dinantikan oleh para pelaku industri.

Sugianto menambahkan bahwa sebelumnya, meskipun sudah menawarkan kolaborasi semacam ini kepada para dosen dan civitas akademik kampus untuk bekerja di perusahaan yang dipimpin olehnya. Para civitas akademika ini kemudian akan direkrut sebagai tenaga Terampil, Tenaga Ahli, maupun menjadi Konsultan.

“Nah, masalah dosen di masa lampau adalah dilema terkait kejadian di gunung yang tidak dapat ditinggalkan..”, ujar Sugianto.

Sehingga, dosen di masa lampau akan mengalami kesulitan untuk melakukan kolaborasi antara industri dengan perguruan tinggi. Sebab tugas-tugas di kampus sudah menunggu dan sulit untuk disela.

Sementara dengan program Kampus Merdeka, justru kolaborasi seperti ini disediakan fasilitas khusus oleh pemerintah. Artinya justru mendapatkan dukungan penuh, dan bahkan menjadi bagian dari program Kampus Merdeka tersebut.

 

Artikel ini dimuat di duniadosen.com pada tanggal 2 Maret 2021.

Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA

Tags:

kampus merdeka kemendikbud

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Membangun Kampus Bermutu dan Mendunia tanpa Meninggalkan Budaya | Rektor Unmas Denpasar