Kontak Kami

Perguruan Tinggi | SDM, Layanan & Operasional

Tips Membuat Proposal Hibah Penelitian dari Reviewer Hibah Nasional

15 Oct 2021

SEVIMA.COM – Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, penelitian adalah komponen wajib yang harus dipenuhi seorang dosen. Setiap dosen di perguruan tinggi dituntut untuk menyusun rangkaian proposal yang digunakan untuk proses penelitian. 

Untuk membuat penelitian bisa berjalan lancar, tentunya butuh untuk membuat proposal pendanaan penelitian. Nah, dalam tahapannya, ada dua periode yang bisa dilakukan untuk membuat proposal pendanaan, yaitu dengan multi tahun dan mono tahun. 

Pada beberapa tahun, dosen bisa mengajukan proposal hibah yang dilakukan untuk beberapa tahu sekaligus. Sayangnya, tiap multi tahun itu setiap satu kali proyek membutuhkan waktu 3 tahun. Sedangkan bagi Anda yang ingin menjadi reviewer nasional, seorang dosen harus memiliki 3 proyek besar yang harus digarap.Berbeda dengan periode multi tahun, periode mono tahun lebih cenderung sederhana, karena digunakan untuk mengajukan penelitian pendanaan setiap tahunnya. 

Untuk mengawali penelitian yang baik, menurut Prof. Arif Muntasa, seorang dosen harus bisa membaca profil sendiri. Tak hanya itu saja, dosen harus memperhatikan potensi diri yang dimiliki juga. 

“Sebelum melakukan penelitian, dosen harus mengetahui potensi yang menempel pada diri sendiri seperti apa. Potensi yang dimiliki tersebut harus diperhatikan dengan baik,” tegas Prof Arif saat Webinar Strategi Memperoleh Hibah Nasional SEVIMA pada Selasa (12/10) lalu. 

Agar penulisan proposal untuk hibah penelitian bisa berjalan dengan lancar, Prof. Arif berbagi tips yang harus dilakukan untuk menulis proposal tersebut. 

Baca juga:  Monitoring Aktifitas Penelitian Lebih Mudah dengan SIM LITABMAS

3 komponen penting yang diperhatikan dalam proposal

 Terdapat 3 komponen penting yang harus diperhatikan dalam penulisan sebuah proposal dana hibah penelitian. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:

1. Rekam jejak

Dalam sebuah penelitian, tentunya ada rekam jejak yang harus diikutsertakan dalam proposal. Namun, menurut Prof. Arif, tak semua rekam jejak tersebut bisa dinilai. Hal ini disebabkan karena jejak jejak saat Anda mengawali penelitian, biasanya tidak akan dinilai. Bisa jadi rekam jejak tersebut dipertimbangkan saat dilampirkan. 

Agar proposal yang Anda ajukan bisa mencapai tujuan, Prof. Arif menyarankan untuk menulis rekam jejak ini secara spesifik. Arah penelitian yang dilakukan harus benar-benar jelas dan tentunya detail. 

Maka dari itu, setelah melakukan penelitian tersebut Anda harus menyertakan rekam jejak yang sangat membantu Anda dapat mempengaruhi penilaian pada institusi tersebut. Terlebih lagi bila penelitian tersebut adalah penelitian yang didanai, Anda harus berada pada perangkingan maksimal pada posisi 100. Inilah yang akan memperkuat Anda lebih mudah untuk memenangkan dana hibah dalam penelitian. 

Untuk lebih jelas mendapatkan jejak jejak yang bagus, Anda bisa mengambil hasil karya Anda yang sudah dimuat pada buku ber ISBN, jurnal internasional, prosiding dll. 

2. Substansi dokumen

Hal yang paling penting ketika melakukan penyusunan proposal, bisa Anda lihat pada bagian yang ini. Substansi dokumen yang dilampirkan pada proposal tersebut akan dinilai secara keseluruhan.

 Nah, substansi ini bisa dibagi menjadi beberapa komponen, antara lain:

  • Relevansi

Relevansi dengan bidang atau topik yang diusulkan harus sesuai dengan topik penelitian. Pada relevansi ini Anda harus memastikan apakah tujuan, keadaan, dan metode yang ada sudah sesuai atau belum. 

Biasanya, terdapat lima komponen yang biasa dinilai yaitu tujuan, permasalahan, keadaan seni (membahas soal pendaftaran yang dilakukan), metode, dan kebaruan penelitian.

  • Peta jalan

Setiap penelitian dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Meliputi penelitian yang mencakup penelitian dasar, terapan, pengembangan produk, biasanya dibuat untuk menjelaskan tentang apa yang sudah dikerjakan atau dicapai, apa yang sedang dikerjakan, dan apa yang akan dikerjakan. 

  • TKT

Target kesepakatan yang dilakukan dalam TKT harus benar. Terutama dalam kesesuaian target TKT, penelitian dasar, dan penelitian terapan yang dilakukan. 

  • Kesesuaian jadwal kegiatan

Semua kegiatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan rangkaian jadwal kegiatan yang dilakukan. Para penyusun proposal harus menyesuaikannya dengan jadwal penelitian.

  • Subtansi Mitra

Harus mengetahui dan mencantumkan substansi Mitra calon pengguna.  

Baca juga:  Dana Riset Rp 632 Miliar Untuk Perguruan Tinggi Non-PTNBH 2021

3. RAB

Anggaran ini menjadi pertimbangan penilaian yang dibutuhkan. Jadi anggaran yang tepat sangat dibutuhkan untuk membuat anggaran yang tepat. Dengan demikian, korektor dapat melakukan koreksi terhadap kegiatan seminar tersebut. 

Tak hanya itu saja, rencana kegiatan dan anggaran tersebut harus disinkronkan. Sehingga bisa cocok ketika dilakukan penelitian. 

Tentunya ketika penggunaan anggaran harus disesuaikan dengan anggaran yang ada dan disesuaikan dengan ketentuan DIKTI. Yang paling penting, usulan pengusul harus berhat-hati. Ada beberapa komponen yang sering terjadi kesalahan saat penyusunan, antara lain:

  1. Salah kamar, yaitu tidak sesuai dengan skim
  2. Tidak ada kebaruan atau ulangi penelitian yang sudah ada
  3. Negara artinya kurang
  4. Tidak sinkron dengan rencana kegiatan. 

Jadi, itulah tips membuat proposal hibah penelitian dari reviewer hibah nasional. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda bisa langsung menerapkan tips tersebut dengan teliti ya. Semoga sukses!

Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA

Tags:

dosen proposal tips

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Deteksi Dini Kamtibmas Digital Tak Cukup Andalkan Teknologi, Ini Tips Ketua STIK Lemdiklat Polri