Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Implementasi OBE di 33 Prodi IAIN Parepare: Dari Dokumen Kurikulum ke Pembelajaran yang Diukur
19 Oct 2026
Perguruan Tinggi | Teknologi, Data & AI
02 Aug 2023
SEVIMA.COM – Selama beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan pelanggaran data yang berdampak buruk bagi pemilik data di Indonesia. Dari laman Databoks , berdasarkan data yang ada, Indonesia menjadi negara dengan urutan ke-3 yang memiliki jumlah kasus kebocoran data terbanyak di dunia. Terdapat 12,74 juta akun yang mengalami kebocoran data, tentu itu bukanlah angka yang kecil.
Dengan data tersebut seharusnya sudah membuat kita jeli dan sadar dengan bahaya yang membahayakan para pengguna data, termasuk di instansi pendidikan. Tidak dapat dipungkiri, ancaman keamanan informasi pribadi ini dapat menyerang siapa pun jika akses akunnya rentan.
Baca juga: Cara Meningkatkan Keamanan Data dan Keuangan Kampus
Perguruan tinggi dapat menjadi sasaran empuk bagi pelaku peretas data karena banyaknya data pribadi yang dikumpulkan baik dari tenaga pendidik, mahasiswa, juga tidak terkecuali dosen.
Dosen memiliki banyak kepentingan yang diwajibkan untuk menyerahkan informasi pribadinya kepada institusi pendidikan dan instansi terkait. Melihat fakta bahwa peretasan data di Indonesia masih tinggi, menjadi sangat wajar bila pengguna saja bisa menjadi korban ancaman peretasan data. Terdapat berbagai jenis ancaman yang mungkin dihadapi pengguna, diantaranya:
Semakin hari, tindakan kejahatan semakin banyak caranya. Phising adalah salah satu ancaman bagi dosen di perguruan tinggi yaitu dengan cara mengirimkan pesan yang mengarahkan kepada tautan untuk memberikan informasi pribadi. Meskipun terlihat sangat menyakinkan dan terpercaya, pesan yang dikirimkan bisa saja berasal dari peretas data. Oleh karena itu, dosen dan pegawai perguruan tinggi harus memastikan terlebih dahulu pesan yang dikirim valid atau tidak.
Masalah kata sandi memang menjadi ancaman yang sangat berbahaya. Hanya dengan mengetahui akun dan kata sandi, peretas dapat dengan mudah mengakses seluruh informasi yang tersedia di akun. Bayangkan jika akun yang diretas adalah akun admin perguruan tinggi. Tentu dapat menyebabkan data seluruh civitas akademika yang terkait berada dalam ancaman.
Untuk itu pemilihan sandi harus menjadi perhatian khusus bagi para pemilik akun. Meskipun terkesan merepotkan, pemilihan sandi lebih sulit dapat meningkatkan keamanan data.
Wifi juga dapat menjadi sarana bagi hacker untuk mendapatkan informasi pribadi Anda. Untuk itu, berhati-hatilah dalam menggunakan wifi di area publik dan pastikan bahwa wifi yang tersedia aman.
Ancaman peretasan data di atas memang sudah sangat mengerikan, terlebih lagi jika data tersebut digunakan untuk kepentingan yang membahayakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pelaku saja bisa melakukan pengubahan, pengungkapan, pencurian dan pengungkapan informasi pribadi korban.
Baca juga: Prinsip-prinsip Keamanan Informasi Pribadi pada Perguruan Tinggi
Serangan tersebut tentu saja dapat memberikan kerugian kepada korban dan juga penanganan atas kasus tersebut tidak sebentar. Untuk itu, kesadaran untuk memahami ancaman terhadap keamanan informasi swasta di perguruan tinggi ini perlu dibangun agar tidak merugikan banyak pihak.
Gambar: Canva.com
Diposting Oleh:
ahmaddimas
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi