Waspada Oknum Penipuan Pembayaran Kuliah yang Mengatasnamakan Institusi Pendidikan
15 Jan 2026
15 Jan 2026

SEVIMA.COM – Aksi penipuan dengan modus spam call atau telepon dari oknum yang mengaku mengenal korban serta memiliki data pribadi kini semakin marak terjadi. Modus ini terus berkembang dan semakin canggih, dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk civitas akademika, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.
Lewat modus ini, pelaku memanfaatkan data pribadi korban untuk membangun kepercayaan. Pelaku biasanya menghubungi korban melalui nomor tidak dikenal dan mengaku sebagai perwakilan institusi pendidikan, perusahaan teknologi, lembaga keuangan, atau bahkan aparat tertentu. Untuk meyakinkan korban, pelaku kerap menyebutkan data pribadi seperti nama lengkap, nomor induk mahasiswa, alamat email, hingga informasi lain yang terlihat valid dan seolah-olah resmi.
Setelah berhasil membuat korban percaya, pelaku akan berbicara dengan nada mendesak dan memberikan tekanan psikologis agar korban segera bertindak. Beberapa tindakan yang biasanya diminta oleh pelaku antara lain:
Modus ini dirancang agar korban tidak sempat berpikir panjang atau melakukan konfirmasi ke pihak resmi. Padahal, tindakan tersebut dapat membuka akses pelaku ke akun pribadi korban dan berujung pada kerugian finansial maupun penyalahgunaan data pribadi.

Foto: Dok. SEVIMA
Meskipun pelaku hanya mengaku “memverifikasi data”, dampak yang ditimbulkan dapat sangat merugikan. Data pribadi yang diberikan dapat digunakan untuk:
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa pihak resmi tidak pernah meminta data sensitif atau kode verifikasi melalui telepon secara mendadak.
Kepala Humas SEVIMA, Ilham Dary, M.Hub.Int mengimbau kepada seluruh pihak agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya apabila menerima telepon atau pesan dari pihak yang mengaku mengenal dan memiliki data pribadi. “Masyarakat perlu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan institusi resmi. Pastikan selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi dan jangan pernah memberikan informasi sensitif kepada pihak yang identitasnya tidak dapat dipastikan,” tegas Ilham, Kamis (15/1/2026).
Sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai modus penipuan yang semakin marak dan kian canggih, masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta bersikap kritis dalam menerima setiap bentuk komunikasi, baik melalui telepon, pesan singkat, maupun aplikasi percakapan digital. Kehati-hatian ini penting guna menghindari kerugian materiil maupun penyalahgunaan data pribadi yang dapat berdampak jangka panjang, khususnya ketika pelaku mengatasnamakan institusi resmi atau pihak yang terlihat meyakinkan. Masyarakat diimbau untuk:
Kewaspadaan dan sikap kritis menjadi kunci utama untuk mencegah kerugian akibat penipuan, khususnya di tengah meningkatnya aktivitas digital dan maraknya modus kejahatan siber yang semakin beragam.
Diposting Oleh:

Erna SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami