Kontak Kami

Dunia Kampus

OBE Tak Cukup di Atas Kertas, SEVIMA Ajak Kampus Bedah Implementasi hingga Akreditasi

14 Aug 2026

Workshop Nasional OBE di Solo mempertemukan 75 pengelola akademik dari sekitar 50 perguruan tinggi dengan satu pertanyaan pemandu: apakah kampus sudah benar-benar menerapkan OBE?

SEVIMA.COM– Outcome Based Education (OBE) tidak cukup berhenti pada penyusunan dokumen kurikulum. Perguruan tinggi perlu memastikan setiap capaian pembelajaran benar-benar terukur, diterapkan dalam proses belajar, dan memiliki eviden yang kuat untuk mendukung akreditasi.

Pesan tersebut menjadi benang merah Workshop Nasional OBE: Kupas Tuntas Kurikulum OBE, Penyusunan, Implementasi, hingga Asesmen untuk Raih Akreditasi Unggul yang digelar SEVIMA di Aston Solo Hotel, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini diikuti 75 pengelola akademik yang mewakili sekitar 50 perguruan tinggi, yang didominasi dari Jawa Tengah dan sekitarnya.

Peserta datang dari beberapa lapisan pengelola akademik, mulai dari Wakil Rektor Bidang Akademik, Kepala Biro Akademik, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, hingga Ketua Program Studi. Komposisi tersebut membuat pembahasan berjalan pada dua tingkat sekaligus, yaitu kebijakan kurikulum di tingkat institusi dan penerapannya di tingkat program studi.

Chief Exploration Officer (CXO) SEVIMA, Andry Huzain, dalam pembukaan kegiatan menekankan pentingnya ruang berbagi bagi perguruan tinggi untuk menghadapi perubahan dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

“OBE bukan hanya persoalan mengubah dokumen kurikulum. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh proses pembelajaran benar-benar diarahkan pada capaian yang ingin dihasilkan,” ujarnya.

Pembahasan dilanjutkan melalui sesi panel bersama Prof. Wahyudi Agustiono, Ph.D., Guru Besar Universitas Trunojoyo Madura dan Principal Academic Advisor SEVIMA. Ia mengajak peserta kembali pada pertanyaan mendasar yang kerap muncul ketika kampus mulai menerapkan OBE, yaitu harus dimulai dari mana. Menurutnya, implementasi OBE membutuhkan strategi yang jelas dan dukungan sumber daya yang memadai.

“Jangan sampai OBE hanya menjadi pekerjaan administratif. Kampus perlu memastikan hubungan antara profil lulusan, CPL, CPMK, proses pembelajaran, dan asesmen benar-benar terbangun,” jelasnya.

Peserta juga aktif berdiskusi mengenai tantangan di kampus masing-masing, mulai dari penyusunan kurikulum, pemetaan capaian pembelajaran, kesiapan dosen, hingga cara memastikan data dan eviden tersedia ketika dibutuhkan dalam proses evaluasi maupun akreditasi.

Memasuki sesi berikutnya, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., anggota Majelis Lembaga Akreditasi Mandiri, dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Sekretaris Dirjen Belmawa Kemristekdikti RI periode 2015 hingga 2017, mengajak peserta melihat OBE dari perspektif akreditasi. Ia menyoroti pentingnya membedakan antara sekadar memiliki dokumen OBE dan benar-benar menerapkannya dalam proses pendidikan.

“Yang perlu dibuktikan bukan hanya bahwa kampus memiliki dokumen kurikulum berbasis OBE, tetapi bagaimana proses tersebut berjalan dan menghasilkan capaian yang dapat diukur,” paparnya.

Menurutnya, asesmen menjadi bagian penting untuk memastikan apakah capaian pembelajaran yang dirancang benar-benar tercapai. Diskusi tersebut sekaligus menegaskan keterkaitan OBE dengan upaya perguruan tinggi membangun budaya mutu dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Sebagai penutup rangkaian sesi, peserta mendapatkan kesempatan menelusuri langsung penerapan OBE melalui live demo modul OBE SEVIMA. Pada sesi tersebut, peserta melihat alur pemetaan profil lulusan ke CPL dan CPMK, rekapitulasi capaian per mata kuliah, hingga bentuk laporan yang dihasilkan sebagai eviden asesmen.

Bagi SEVIMA, kegiatan ini menjadi ruang bertukar pengalaman dengan perguruan tinggi.

“Setiap kampus tentu memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, ruang diskusi seperti ini penting agar perguruan tinggi bisa saling belajar dan menemukan praktik yang paling relevan dengan kebutuhannya,” ujar Andry.

Melalui workshop tersebut, SEVIMA berharap diskusi mengenai OBE tidak berhenti setelah acara selesai. Sebab pada akhirnya, keberhasilan OBE tidak diukur dari seberapa lengkap dokumennya, tetapi dari seberapa nyata capaian pembelajaran itu diwujudkan dalam kualitas lulusan. (*)

 

Diposting Oleh:

Tito SEVIMA

Tags:

kurikulum obe obe Outcome-Based Education (OBE)

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Video Terbaru

Kenalan dengan SEVIMA Platform Lite | Solusi Sistem Akademik untuk Kampus Baru dan Berkembang