Dunia Akademik | Dunia Kampus | Kampus Merdeka | kemendikbud

Ditjen Dikti: Banjiri Kampus dengan Praktisi

SEVIMA.COM– Sesuai dengan surat edaran Nomor 2176/E4/PT/2020, Ditjen Dikti menganjurkan kepada seluruh perguruan tinggi untuk membanjiri perguruan tinggi dengan dosen praktisi. 

Di dalam webinar SEVIMA Awards (24/02/2021) lalu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani juga mengutarakan hal serupa. Beliau mengungkapkan bahwa sekarang saatnya perguruan tinggi dibanjiri dengan praktisi. 

Ini dilakukan agar proses pemetaan atas kinerja dosen dalam kegiatan belajar mengajar bisa meningkat. Sehingga kualitas sistem pembelajaran di Indonesia bisa berkembang pesat. Di samping itu, tujuan lain dari program ini adalah untuk ikut mendukung pelaksanaan program Kampus Merdeka di seluruh perguruan tinggi. 

Kenapa harus dosen praktisi?

Mengajar di suatu perguruan tinggi tidak harus dari pengajar yang memiliki keilmuan yang sangat hebat. Namun, juga dibutuhkan seorang pengajar yang sudah berkecimpung di dunia Industri. Ini akan membantu para mahasiswa lebih siap dalam menghadapi dunia kerja. 

Tak hanya itu, dengan adanya dosen praktisi diharapkan mampu mendorong terciptanya sebuah perguruan tinggi yang ikut serta meramaikan program Kampus Merdeka. Dengan demikian, jika program-program tersebut diaplikasikan dengan baik akan menciptakan generasi dengan sumber daya manusia yang unggul. 

Bagaimana dengan ketentuan Dosen Praktisi tersebut?

Dosen tetap yang mana juga seorang praktisi di sebuah perguruan tinggi tersebut minimal sudah 6 bulan hingga 6 tahun terakhir berada di sebuah industri. Kemudian pihak perguruan tinggi wajib menyampaikan data tentang jumlah dosen tetap tersebut wajib dilakukan pencatatan. Gunanya adalah untuk dilakukan pendataan secara jelas dari pihak Ditjen Dikti.

Dosen praktisi bantu aplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Dengan adanya dosen praktisi di sebuah perguruan tinggi, secara tidak langsung akan membantu mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di sebuah kampus. Dengan demikian, ilmu yang disampaikan bisa langsung diterapkan melalui tiga bidang, yaitu pengabdian kepada masyarakat, pendidikan dan pengajaran, hingga penelitian dan pengembangan.  

Baca juga:

Jika banyak dosen praktisi yang mengajar di lingkungan perguruan tinggi, maka bisa dipastikan akan banyak pula terciptanya lulusan yang kompeten, terampil dan profesional. Bagaimana tidak, dengan menerapkan program tersebut dengan baik, mahasiswa akan lebih siap dan dibekali dengan ilmu untuk di dunia kerja. 

Secara tak langsung, dosen praktisi ini dijadikan sebagai ujung tombak perguruan tinggi untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Untuk itu, diharapkan setiap perguruan tinggi mampu menyediakan dosen praktisi ini di kampus masing-masing. 

Bagikan artikel ini

Komentar