Berita | Dunia Dosen | Kampus Merdeka

Langkah Jitu Membangun Kurikulum Kampus Merdeka di PTKI 

SEVIMA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru-baru ini mencetuskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Sehingga, melalui program ini mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk mendalami perannya dalam mengasah skill mereka. 

Dalam Webinar SEVIMA bertajuk “Tips Membangun Kurikulum Kampus Merdeka serta Ekuivalensinya,” sebanyak empat ribu anggota Komunitas SEVIMA berdiskusi tentang strategi penerapan kampus merdeka di kampusnya masing-masing. Acara digelar pada Rabu (31/03) pagi melalui Zoom.

Hadir sebagai narasumber khusus untuk membahas strategi implementasi Kurikulum Kampus Merdeka di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Bapak Kurniawan MPD selaku Ketua Program Studi  IAIN Curup. Selain itu, hadir pula 33 Rektor dari PTN dan PTS se-Indonesia turut hadir dalam Live Zoom ini untuk mendiskusikan materi bersama para narasumber.

Baca juga: Tips Bagi Kampus Terapkan Program Merdeka Belajar

8 kegiatan mahasiswa yang bisa diaplikasikan di luar kampus

Membahas lebih lanjut tentang MBKM, Kurniawan mengatakan “Perguruan Tinggi harus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengambil sks di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester (setara dengan 40 sks) atau mengambil sks di prodi pada Perguruan Tinggi yang sama sebanyak 1 semester (setara dengan 20 sks),” ujar Kurniawan.

Sementara itu, Kemendikbud juga menyediakan delapan program yang dilaksanakan di luar kampus antara lain 1) magang/praktek kerja, 2) proyek di desa, 3) mengajar di sekolah, 4) pertukaran pelajar, 5) penelitian/riset, 6) kegiatan wirausaha, 7) studi/proyek independen, dan 8) proyek kemanusiaan.

Tak ketinggalan, Kurniawan juga memberikan contoh mengenai pelaksanaan kegiatan mahasiswa telah berhasil membuka bimbingan belajar dan startup di bidang pendidikan. Dalam proses pelaksanaannya, kegiatan ini bisa dikonversi menjadi SKS yang diambil mahasiswa.  

“Kebetulan karena program studi kami adalah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, maka mahasiswa membuka bimbel untuk anak sekolah. Ilmu mengajar mereka praktekkan, uang mereka dapat, nilai mereka dapat juga,” jelas Kurniawan.

Baca juga: ‘Merdeka Belajar-Kampus Merdeka’, Bagaimana Penerapan Kurikulum dan Ekuivalensinya?

Langkah penyusunan Kurikulum Kampus Merdeka di Kampus PTKI 

Dalam penjelasannya, Kurniawan mengungkapkan bahwa dalam melakukan penyusunan sebuah kurikulum MBKM pada PTKI harus memperhatikan beberapa hal, antara lain:

  1. Menentukan pola belajar
  2. Memperhatikan beban belajar
  3. Melakukan sebaran mata kuliah
  4. Membentuk kegiatan belajar
  5. Melakukan mekanisme pelaksanaan
  6. Melakukan kemitraan. 

Di dalam pola penyusunan kurikulum tersebut, program studi pendidikan memang berbeda dengan program studi non pendidikan. Program studi pendidikan tidak bisa mengikuti kegiatan magang atau melakukan kerjasama dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Namun, bisa membentuk kegiatan belajar mengajar yang bisa mengasah skill mereka. 

“Program studi pendidikan tidak bisa mengikuti kegiatan magang atau melakukan kerjasama dengan DUDI. Namun, mahasiswa di program studi pendidikan bisa menjalankan program pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, hingga mengajar di satuan pendidikan. Jika, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan baik, maka pengaplikasian program MBKM di sebuah PTKI akan berjalan sesuai dengan rencana,” terang Kurniawan.

Tak hanya itu saja, menurut Kurniawan ada juga 4 langkah tepat untuk membangun kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yaitu:

  1. Menyesuaikan program MBKM dengan Kurikulum Eksisting
  2. Menerima pendaftaran mahasiswa yang ingin mengambil MBKM
  3. Menyusun persyaratan bagi mahasiswa luar yang mengambil MBKM 
  4. Menetapkan dosen pendamping selama program MBKM berlangsung
Bagikan artikel ini

Komentar